Artikel Terbaru

Tantular, Sutasoma dan Ahimsa

kategori:
Panggung dan festival budaya beraroma kebhinekaan akhir-akhir ini begitu massif. Hamper di setiap sudut kota dan kampong merayakan kembali Bhinneka Tunggal Ika dan kesaktian Pancasila. Berbagai simbolik digemakan sebagai pengingat makna Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di media sosial (medsos) lebih ramai lagi. Bertalu-talu, bersahut-sahutan, seperti biasanya. Pokoknya guyub kolosal. selengkapnya

(H)armonize (I)nspiring (N)aturaling (D)iversity (U)nity

kategori: Artikel Baru
Sekarang ini bangsa kita sedang menghadapi ujian yang sangat berat. Terjadi gonjang-ganjing dan hiruk pikuk drama kehidupan dari bangsa dan egara ini yang mengikuti arus pusaran karma yang tiada hentinya. Sikap-sikap intoleran mulai muncul kepermukaan dari tidurnya yang sangat panjang dalam peradaban bangsa ini. Paham-paham radikalisme mulai menyeruak dan mengusik sisi-sisi kedamaian kita dalam berbangsa dan bernegara selama ini. Lalu terjadi polarisasi-polarisasi di tengah-tengah masyarakat kita, seperti luka kecil yang tidak terawatt dan kalau dibiarkan begitu saja akan semakin mengganga dan mengeluarkan aroma yang busuk yang menyengat. selengkapnya

Dari Astapaka Sampai Nirartha

kategori: Artikel Baru
Masyarakat Hindu Bali yang melek sejarah maupun yang merasa terikat silsilah keturunan sangat akrab dengan nama Astapaka dan Nirartha (tabik pakulun atau mohon maaf harus menyebut begitu, karena menyebut nama orang suci seperti demikian melanggar kode etik Bali maupun Nusantara). Menyebut dua nama ini tidak lengkap tanpa ikutan ‘Dang Hyang’ yang telah fasih dibahas dengan gelar itu. Tidak sembarang orang dapat diberi gelar begitu. Terutama dengan kata ‘dang’. Pertama, istilah ‘dang’ seringkali dipakai untuk menyebut beberapa pura di Bali, dalam Dang Kahyangan. Sebutan itu khusus dipakai untuk beberapa yang sarat dengan kisah petilasan para Rsi di Bali zaman dahulu, seperti Mpu Kuturan dan Dang Hyang Nirartha. selengkapnya

Rasesvara Saivaisme: Pembebasan Dicapai Melalui Pengetahuan Nafas

kategori: Artikel Pilihan
Rasesvara Saivaisme adalah lebih bersifat ilmu pengetahuan, ketimbang suatu aliran filsafat. Ia tidak mengetengahkan suatu teori metafisika, etika, dan efistemologi, tetapi tetap termasuk dama system filsafat. Sistem filsafat Rasesvara mengahadirkan tahapan puncak dari system pengobatan India yang disebut ayur Veda dan diantara (delapan) cabang ayur Veda yang dikenal baik, pengobatan, pembedahan, dan kebidanan. selengkapnya

Mengasuh Anak Jadi Suputra

kategori: Artikel Baru
Tujuan perkawinan dalam ajaran Hindu adalah meneruskan keturunan. Karena itu ajaran Hindu tidak membenarkan adanya perkawinan sejenis lantaran tak akan memungkinkan mendapatkan keturunan dari perkawinan yang tidak normal itu. selengkapnya

Kisah Bhatara Indra dan Raksasa Bala

kategori: Artikel Pilihan
Suatu ketika seorang raksasa perkasa hadir dari tapa yang dilakukan Dewi Diti. Raksasa ini sangat hebat dan begitu sakti, dank arena kekuatannya luar biasa raksasa ini diberinama Bala. Bala memiliki pasukan asura yang sangat banyak dan mereka sangat patuh pada apa yang diperintahkan oleh tuannya. selengkapnya

Kerja dan Perang Pada Diri Arjuna

kategori: Artikel Pilihan
Bekerja dan berdoa selalu menjadi hiasan dinding tempat yang sebagai altar motivasi. Disana bergaung beragam dimensi dari bekerja (working). Yakni berkerja adalah aktivitas yang dilakukan oleh pekerja. Manusia adalah mahluk yang bekerja. Kerja adalah tanda dari kemanusiaanya. Kerja memiliki dinamika dan dimensi yang inheren di dalam dirinya. Salah satunya adalah dimensi fisiologis. selengkapnya

(A) musti Muspa

kategori: Artikel Baru
Kehadiran puspa nas harum begitu penting dalam ritus-ritus Hindu. Beberapa jenis bunga menjadi terpilih sebagai sarana maupun symbol Bhatara-Bhatari dilihat dari bentuk, warna, baud an tempat tumbuhnya. Bhagawad Gita IX.26 menjelaskan puspa menjadi salah satu benda alam terpilih sebagai sarana persembahan utama, selain patram ‘daun’ phalam ‘buah’, dan toyam ‘air’. selengkapnya

Kebangkitan dari Ranah Weda

kategori: Artikel Baru
Ranah Weda ialah universum di mana manusia Hindu menjelajah semesta raya ini. Cahaya Weda yang memendar menyinari semesta alam ini menjadi tuntunan subha karma untuk menyirnakan asubha karma. Bila tujuan hidup sesungguhnya adalah moksartham jagadhita ya ca iti dharma (hidup bahagia di dunia maya ini dan di sunya nirbana kelak), maka sesungguhnya kebangkitan imanen dalam ranah weda merupakan esensinya. Dimana esensi kehidupan manusia ialah doktrin subha karma dalam arti hidup dengan segala tingkah laku baik dan mulia sesuai ajaran dharma selengkapnya