Artikel Terbaru

Pengekangan Indria Melalui Puasa

kategori: Artikel Baru
Ajaran Sanātana Dharma memberikan penekananan penting pada puasa karena ia merupakan dasar penting dari ajaran Veda. Upavāsa berasal dari akar upa dan vasa; Upa artinya dekat, dan vasa artinya tinggal. Upavāsa artinya praktik pengendalian diri dalam segala hal, khususnya pengendalian indria-indria dalam segala hal agar tidak tertlalu bebas bersentuhan dengan objek-objek indria, agar orang bisa datang mendekat pada Tuhan. Upavāsa yang dalam bahasa Indonesia menjadi puasa dikenal sebagai pengendalian diri terhadap makanan dan minuman. selengkapnya

Dewasa Lahirnya Panca Sila 1 Juni 1945

kategori: Artikel Pilihan
Peringatan lahirnya Pancasila, diperingati setiap tanggal 1 Juni. Salah satu tokoh yang membidani keliharan Pancasila tiada lain Bung Karno. Tentu saja Bung Karno ketika mereka-reka rumusan Pancasila serta unsur yang ada didalamnya tidak terlepas dari pemikiran akan kebudayaan Nusantara yang adi luhung dengan keanekaragaman Suku, Agama, Ras, Bahasa, Budaya, Adat dan lain sebagainya. selengkapnya

Samudera

kategori: Artikel Baru
Sumber air yang terbesar di planet bumi ini adalah samudera, semua mahluk sangat tergantung dan terikat kepada keberadaan samudera. Manusia, hewan, tumbuhan, dan juga sarwa prani yang hidup di bumi ini secara tidak langsung sangat tergantung kepada keberadaan samudera itu. Turunnya hujan, segala macam makanan laut seperti hewan, ikan, tumbuhan rumput laut juga berasal dari samudera, minyak bumi, batu-bara dan segala macam kebutuhan energy manusia kebanyakan berasal dari samudera, itulah sebabnya manusia sebenarnya sangat terikat kepada keberadaan samudera. selengkapnya

Sibuk Menenggelamkan Usia

kategori: Artikel Baru
"Bersamaan dengan terbit dan tenggelamnya matahari maka setiap hari usia hidup juga menjadi semakin berkurang. Disebabkan oleh sibuk lelap dalam pekerjaan maka orang tidak lagi menyadari berlalunya sang waktu. Setelah melihat kelahiran, usia tua, kesulitan-kesulitan, dan kematian pun orang-orang tidak menjadi kecemasan. Dari semua ini dapat diketahui bahwa seluruh mahluk hidup di alam material ini sibuk lelap meminum-minuman keras duniawi memabukkan". selengkapnya

Ritual Mistik dalam Tantra

kategori: Artikel Baru
Saya lahir dan dibesarkan di bagian India Utara yang telah lama menjadi kubu praktik tantra tempat kelahiran saya Amargarh terletang pada segitiga yang dibentuk oleh tiga kota paling suci di India, yaitu: Waranasi, Allahabad, dan Ayodhya. Waranasi kota terang mewujudkan tradisi spiritual India kuno termasuk semua bentuk tantra. Tantra Hindu, Budha, dan Jain, juga Tantra tangan kiri dan Tantra tangan kanan, tantra-tantra terlarang dan praktik tantra yang bersifat murni yoga. selengkapnya

Sesana Pinandita (kajian singkat)

kategori: Artikel Baru
Pada dasarnya kehidupan manusia sekarang ini sangat dipengaruhi oleh watak (bakat) dari kehidupan pribadi pada masa yang lalu (karma vasana), namun seiring perkembangan usia dan pola pergaulan di tengah masyarakat serta tingkat pendidikan yang diperolehnya telah menyebabkan lahirnya manusia yang memiliki kualitas yang berbeda. Maka jika kita renungkan dan meneliti sejenak kehidupan manusia di sekitar kita, kita akan dapat menemukan orang per orang yang aktivitas kerjanya berbeda-beda. selengkapnya

Belajar dari Jam Dinding

kategori: Artikel Baru
Dilihat orang tua atau tidak, ia tetap berdenting. Dihargai orang atau tidak, ia tetap berputar. Walau tak seorangpun mengucapkan terimakasih, ia tetap bekerja. Setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik. Itulah makna belajar dari jam dinding, terus berbuat baik,meskipun tidak dilihat, tidak dianggap apalagi dihargai, sekalipun bermanfaat bagi orang lain. selengkapnya

Teropong Astrologi 20-05-08

kategori: Artikel Baru
20 Mei 1908 dalam astrologi Hindu jatuh pada Budha Pon Watugunung dan pada waktu itu adalah transisi dari sasih Jyesta ke sasih Sada dalam Surya Pramana. Sasih Jyesta dan Sasih Sada, dalam nama-nama bulan masehi ada dikisaran bulan April-Mei. Pada teks atau Lontar Wariga Sasih Jyesta-Sada, dalam padewasaan disebut sebagai sasih Mala yaitu sasih yang kurang baik dipergunakan dalam upacara Panca Yajna, baik itu Dewa Yajna, Pitra Yajna, Manusa Yajna, Rsi Yajna juga Bhuta Yajna. selengkapnya