Artikel Terbaru

Trimatra Manajamen Hindu

kategori: Upacara
Dalam ilmu manajemen, tentu konsep ini bisa dilihat dari sisi keluasan dan betapa pentingnya implementasi manajemen dalam kehidupan kemasyarakatan, karena disadarai bahwa manajemen penting untuk semua orang, terlebih lagi organisasi. Manajemen sangat diperlukan agar segala sesuatunya dapat terencana, terorganisasi, terarah, dan terkontrol. selengkapnya

Sarining Yadnya Desa, Kala, Patra

kategori: Upacara
“Yadnya” tak tulus iklas bukanlah sesungguhnya yadnya sempurna. Tulus iklas tak dapat diukur, namun dapat dirasakan dan direnungkan siapa saja sebagai pelakon yadnya. Yadnya adalah korban suci yang jauh dari ketidak-sucian. Tulus iklas merupakan wujud kesucian hati nurani yang menjadikan yadnya satwika, unggul utama. Yadnya satwika lahir dari ketidakterikatan diri dan tak memaksakan diri. selengkapnya

Penerapan Asta Bratha dalam Mencetak Pemimpin Hidnu Modern

kategori: Artikel Baru
Sebagai pencinta dan pengelana buku tidaklah mengherankan jika buku-buku karya Anand Krishna ini menjadi populer sampai saat ini, salah satunya adalah buku Sel-Leadership ini. Pada bagian pertama Bung Karno berkata bahwa dia tidak akan pernah berhenti belajar, serta jangan pernah melupakan sejarah supaya kita bisa mengulangi sejarah masa lalu dan tidak mengulang kegagalan masa lalu. Nilai-Nilai Asta Bratha mengajak kita untuk hidup lebih alami sesuai dengan kodrat (wasana) kita sebagai anak alam. selengkapnya

Menyelami Pesta Cahaya Dipavali

kategori: Hari Suci
Jyotisa adalah Dipa, lampu suci atau sinar suci penerang kegelapan. Kini umat Hindu Dharma di Nusantara mulai diperkenalkan tentang perayaan lampu suci Dipa yang dinamakan Dipavali. Selamat bagi umat yang merayakannya. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa mengaruniai segala jenis kecemerlangan dalam hidup. selengkapnya

Ketika Kehebatan dan Kejahatan Bergabung dalam Seorang Ravana

kategori: Artikel Pilihan
Raja lanka (Lengka, Alengka) Ravana dalam sloka di atas disebutkan sebagai seorang raja yang sangat gagah perkasa. Ia terlahir dari Rsi Visrama dengan istrinya Dewi Kaikesi. Ravana mempunyai vimsat bhuja atau 20 lengan (lawan bahu rwang puluh), memiliki kekuatan dan kesaktian yang bahkan para dewa pun mengalami kesulitan untuk menghadapinya, apalagi mengalahkannya. Untuk itu, Tuhan sendiri harus ber-avatara ke dunia untuk membasmi kejahatan Ravana. selengkapnya

Menoleh Bingkai Desa, Kala, Patra

kategori: Artikel Baru
Trimatra itu, bukanlah bermakna tunggal sebagai pemenuhan horizon of expectation (horizon harapan) untuk menyelesaikan dengan mudah apa yang menjadi kendala dengan sesuatu yang mudah juga. Misalnya, apabila ada kerabat yang meninggal di rumah sakit, agar tidak merepotkan diri sendiri dan keluarga simpan saja jenazahnya di cold strorage rumah sakit. Nanti, kalau sudah ada hari baik (dewasa) langsung dibawa ke setra untuk dilakukan upacara pembakaran jenazah. selengkapnya

Purana dalam Khasanah Veda dan Susastra Hindu

kategori: Artikel Baru
Purana menduduki posisi yang penting dan strategis dalam tata urutan Weda dan susastra Hindu. Kitab-kitab Itihasa dan Purana dapat digolongkan sebagai gudang pengetahuan agama yang sangat besar. Kitab-kitab tersebut disusun oleh para Rsi yang dimaksudkan untuk menjabarkan ajaran suci Weda yang demikian luas, penuh kandungan spiritual, filosofis, moral, edukasi, dan lain-lain. Dengan memahami Itihasa dan Purana, maka Weda dapat dipahami, seperti diamanatkan dalam Vayu Purana, juga Sarasamucaya (39) selengkapnya

Makna Simbolik Sesajen Sunda

kategori: Upacara
Dalam kehidupan bermasyarakat sekarang tidak sedikit orang yang menganggap sesajen ini berbenturan dengan norma-norma agama tertentu, akan tetapi jika kita mengetahui arti dan makna yang terkandung di alamnya, kita tidak akan menganggap sesajen sebagai hal yang tabu lagi, karena sesajen merupakan warisan budaya dari leluhur yang harus dijaga kelestariannya. selengkapnya

Desa, Kala, Patra vs Homogenisasi

kategori: Artikel Baru
Umat Hindu dari Bali di Palangkaraya pernah resah. Isu itu memang tak pernah jelas, hingga kini. Tetapi menurut kabar, mereka sempat (katanya) agak “memaksakan” upacara keagamaan seperti di Bali. Beruntung, sampai saat ini Balai Sarah masih tegak menjadi sentral pemujaan ke hadapan Sang Atalalangit. Hal yang sama, meski tersamar, sempat juga terdengar umat Hindu di Jawa sebenarnya “tidak terlalu nyaman” dengan pura karena sejak hidup dan mendapat pengaruh agama, mereka melakukannya di bataran candi. selengkapnya