Artikel Terbaru

Tumpek Wariga dan Pelestarian Lingkungan

kategori: Artikel Baru
Mengenai Tumpek Wariga dilaksanakan secara turun-tumurun dari dahulu mungkin pra Hindu sudah ada. Ditinjau dari segi sejarah khususnya pada zaman mulai bercocok tanam manusia sudah berkembang hidup bertani. Sejak itu pun manusia sudah percaya akan adanya kuasa gaib yang menguasai tumbuh-tumbuhan atau pepohonan yang sering kita sebut Dinamisme. Kemudian ketika zaman Hindu disempurnakan lagi melalui sumber-sumber sastra guna memperkuat dan merawat iman umat Hindu. selengkapnya

Pancasila Sebagai Filter Membangun Kebudayaan Indonesia

kategori: Artikel Pilihan
Sifat keterbukaan Pancasila dan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi, secara teknis tidak mungkin kita membatasi masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan nasional. Sejarah umat manusia menunjukkan bahwa kebudayaan yang menutup dirinya dan menolak pertukaran dengan kebudayaan-kebudayaan lain biasanya menjadi beku dan ketinggalan zaman. Sebaliknya perkembangan kebudayaan suatu bangsa yang mengabaikan unsur-unsur kebudayaan daerah juga akan kehilangan jati dirinya. selengkapnya

Keharmonisan Adalah Tujuan Hidup

kategori: Artikel Pilihan
Bicara tentang kondisi bangsa kita saat ini, menurut saya baik-baik saja. Kalau kita mengikuti Berita-berita di media memang sepertinya mengerikan. Tetapi kalau dikembalikan pada apa yang sesungguhnya terjadi, tidak sepenuhnya seperti yang digambarkan oleh media. Karena pengalaman saya pribadi juga berbicara terkait dengan keberbedaan kita. Di lingkungan tempat tinggal kita yang dihuni warga yang berbeda agama, kita tidak pernah mengalami hal-hal buruk. selengkapnya

Prihan Temen

kategori: Artikel Baru
Prihan Temen artinya usahakan dengan sungguh-sungguh. Namun apa yang harus diusahakan dengan sungguh-sungguh?. Kakawin Ramayana menyuratkan bahwa tegaknya dharma atau kebenaran dalam menjalankan pemerintahan itulah yang hendaknya diusahakan dengan sungguh-sungguh : Prihan temen dharma dumaranang sarat. Ini adalah nasehat Sri Rama kepada Wibhisana yang baru saja dilantik sebagai raja di Alengka menggantikan Rawana. selengkapnya

Etika Pendidikan Agama Hindu dalam Naskah Silakrama

kategori: Artikel Pilihan
Pada naskah Silakrama sebagaimana telah ditulis oleh Ida Bagus Punyatmadja yang awalnya dikeluarkan oleh Parisada Hindu Dharma Pusat pada tahun 1976, kemudian belakangan diterbitkan kembali oleh percetakan "Upada Sastra Denpasar" pada tahun 1992. Mengapa naskah ini diangkat kembali sebagai suatu kajian penting? Oleh karena sumber ini sangat tepat dan patut dijadikan pedoman oleh para pengelola kependidikan agama Hindu untuk mencapai sasaran/tujuan yang optimal dalam menyelenggarakan pendidikan agama Hindu pada institusi maupun lembaga pendidikan agama Hindu yang dikelolanya. selengkapnya

Sistem Akuntansi Hindu dalam Artha Sastra

kategori: Artikel Baru
Sistem akuntansi yang dipergunakan oleh masyarakat Indonesia saat ini sering disebut dengan sistem akuntansi konvensional. Disebut sistem akuntansi konvesional, karena sistem tersebut dibangun berdasarkan konvensi/kesepakatan-kesepakan para akhli akuntansi diseluruh dunia, sehingga sistem tersebut dapat berlaku secara global. selengkapnya

Dari "Merasa Sadar" sampai Benar-Benar Eling

kategori: Artikel Baru
Adalah fakta yang tak terbantahkan kalau kita semua 'merasa sadar'. Ini baru memposisikan diri kita hanya sebagai subjek. Namun, mesti diakui Juga kalau, walaupun kita telah merasa sadar kita belum jelas betul akan keberadaan kita sendiri maupun akan hal-hal dan keberadaan-keberadaan lain berikut segala bentuk hubungan yang terkait dengannya. selengkapnya

Tri Kaya Parisudha dalam Segala Aspek Kehidupan

kategori: Artikel Baru
Pada dasarnya sesuai dengan siklus "rwabhineda" perbuatan manusia dapat ditinjau dari dua sisi/dimensi yang berbeda, yaitu antara perbuatan yang baik (subha karma) dan perbuatan yang tidak baik/buruk (asubha karma). Perputaran/siklus subha dan asubha karma ini selalu saling bertautan dan silih berganti satu sama lainnya dan tidak dapat dipisahkan. selengkapnya

Mengimplementasikan Bhisama Kesucian Pura

kategori: Artikel Baru
Dengan usaha terpadu berjaringan atau udyogam berbagai gagasan mulia akan terwujud. Dengan rajin memuja Tuhan seperti melakukan japa, kecillah kemungkinan kita berbuat dosa. Dengan kita bicara sesuai dengan bidang ilmu kita, kecil kemungkinan kita bertengkar. Demikian juga berhati-hati dan senantiasa waspada dalam melakukan tugas dan kewajiban, kecil kemungkinan kita tertimpa bahaya. Demikian jugalah dalam menjaga kesucian di Bali, marilah kita kerja berjaringan sesuai dengan ilmu dan swadharma kita masing-masing. selengkapnya