Artikel Terbaru

Mengeksistensikan Kesucian Pura Besakih

kategori: Artikel Baru
Pura Besakih dalam Lontar Padma Bhuwana disebut sebagai: Huluning Bali Rajya. Artinya, Pura Besakih adalah hulunya Pulau Bali. Pura Besakih juga sebagai Pura Rwa Bhineda yaitu sebagai Pura Purusa dan Pura Batur sebagai Pura Pradana. Artinya, sebagai Pura Purusa Pura Besakih sebagai jiwa spiritualnya daerah Bali. Pura Besakih juga sebagai Pura Sad Winayaka atau salah satu dari Sad Kahyangan yang paling utama. Pura Sad Winayaka itu sebagai jiwa dalam menggerakkan unsur-unsur Sad kerti menjaga di terpadusecara sinergis harmonis. selengkapnya

Brahmana Itu Bertani

kategori: Artikel Baru
Bhagawan Domya didatangi oleh tiga calon muridnya yaitu Sang Utamanyu, Sang Arunika, dan Sang Weda. Ketiganya menyatakan keinginannya untuk berguru kepada Bhagawan Domya. Sebelum memberikan pelajaran kepada calon muridnya Bhagawan Domya melakukan Upanayana, yaitu menguji sang murid dengan berbagai aktivitas. Ternyata Bhagawan Domya menugaskan murid-muridnya yaitu : Sang Utamanyu melakukan aktivitas bertani, Sang Arunika menggembala sapi, dan Sang Weda memasak. Bagi sementara orang pekerjaan seperti itu mungkin dianggap mudah, namun bagi Bhagawan Domya dengan lekerjaan inilah beliau dapat menguji karakter muridnya. selengkapnya

Kepahlawanan Guru dalam Pandangan Hindu

kategori: Artikel Baru
Dalam konteks sosial kemasyarakatan, guru punya posisi sangat strategis. Oleh karenanya sosok guru senantiasa mendapat perhatian berbagai kalangan. Dari pemerintah, ahli pendidikan, LSM, juga dari tokoh agama untuk menghargai peran guru dalam konteks pembangunan suber daya manusia, guru sering dipandang sebagai orang yang perlu ditiru dan digugu. Saking strategisnya peran guru dalam kehidupan masyarakat, sampai-sampai guru diberi julukan "pahlawan tanpa tanda jasa". selengkapnya

kategori: Artikel Baru
Sejarah mencatat bahwa perjuangan umat Hindu melawan penjajah terkonsentrasi di Bali, keterlibatan pejuang Bali dalam melawan kolonialisme Belandal Gusti Agung Jelantik dalam Perang Jagaraga, Tjokorda Mantuk Ring Rana memimpin Perang Puputan Badung, Ida Tjokorda Istri Kanya memimpin Perang Puputan Klungkung, dan I Gusti Ngurah Rai yang memimpin Perang Puputan Margarana. Perang melawan pemerintah kolonial ini menunjukkan peran penting masyarakat Bali (umat Hindu) dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. selengkapnya

Kemerdekaan dan Karmaphala

kategori: Artikel Baru
Kemerdekaan lebih sering dipahami sebagai hak daripada kewajiban. Seseorang dikatakan merdeka, bila memiliki hak penuh mengendalikan dan mengatur dirinya tanpa bergantung pada orang lain. Begitu pula suatu negara dan bangsa dikatakan merdeka, bila memiliki hak penuh mengendalikan dan mengatur sebagian dan/atau keseluruhan wilayahnya tanpa bergantung pada negara dan bangsa lain. selengkapnya

Drama Sapu Leger

kategori: Upacara
Di Siwa Loka, Dewa Siwa Maha Guru dan Dewi Uma, berputra dua orang. Yang tua bernama Battara Kala, gede ganggas bersifat seperti raksasa angker galak. Yang kecil bernama Rare Kumara, bagus halus baik budi pekerti. Lahir sama-sama pada Wuku Wayang/ Sari Sena. Hal ini menjadi alasan bagi putra yang tua, hendak memangsa sang adik yang kecil. selengkapnya

Upacara Memohon Keselamatan untuk Kendaraan Bermotor di India

kategori: Artikel Baru
Seperti halnya umat Hindu di In-donesia,-mmat Hindu di India juga mengenal upacara memohon keselamatan untuk kendaraan bermotor, baik untuk sepeda motor, bajaj, maupun mobil. Pada dasarnya upacara permohonan keselamatan ini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu ypacara untuk kendaraan baru dan upacara yang dilakukan rutin setiap hari. Upacara untuk kendaraan baru memerlukan lebih banyak sarana upacara, di samping juga harus dilakukan oleh seorang Pandit (pendeta). Sedangkan upacara rutin untuk sehari-hari, sarananya lebih sederhana dan dapat dilakukan sendiri oleh pemilik atau pengemudi kendaraan. selengkapnya

Permata Bagi Pemimpin

kategori: Artikel Baru
Kakawin Ramayana karya sastra tertua, terunggul dan terbesar dam dalam jenisnya, yaitu jenis kekawin, memuat ajaran kepemimpinan yang patut kita dalam dewasa ini. Ajaran itulah yang membedakan kakawin Ramayan dengan karya-karya lain dengan judul Ramayana, termasuk Ramayana Walmiki, Ramayana Bati yang menjadi sumbernya. Kakawin Ramayana memang telah menjadi karya sastra khas Indonesia, ditulis di Jawa Tengah pada jaman Dyah Balitung, yang menurut tradisi Bali penggubahnya adalah Mpu Yogiswara. selengkapnya

Pendidikan dan Nilai Kemanusiaan

kategori: Artikel Baru
"Hendaknya ia setiap memperdalam ilmu pengetahuan kesusastraan klasik, kesusastraan kuno, filsafat, ilmu ekonomi, ilmu obat-obatan, astrologi dan lain-lain, yang dengan cepat dapat menumbuhkan kebijaksanaan, mempelajari segala yang mengakarkan bagaimana mendapatkan harta, segala yang berguna untuk hidup keduniawian, demikian pula mempelajari nigama yang memberikan keterangan tentang wea" selengkapnya