Artikel Terbaru

Ri Taru Tiraning Ranu

kategori: Artikel Baru
Susunan kata yang dipilih oleh Mpu Tanakung dalam kakawin Siwaratrikalpa pasti bukanlah susunan kata yang tanpa makna. Ri taru tiraning ranu berarti di pohon di tepi danau, itulah tempat si Lubdaka bermalam. Pohon itu tiada lain adalah pohon maja, sebuah pohon yang memiliki makna penting dalam ajaran Siwa, pohon yang tumbuh di tepi danau dan menjorok ke tengah danau. Maka daun-daun pohon itu yang dipipiknya, lalu dibuangnya, mengenai sebuah lingga yang ada di tengah danau itu, sebuah lingga yang tidak ada yang membuatnya (nora ginawe). selengkapnya

Bhuta Hita

kategori: Artikel Baru
Hari raya Nyepi menyisakan renungan tentang Bhuta Hita atau keharmonisan jagat raya. Bahwa sehari sebelum Nyepi umat Hindu melaksanakan Bhuta Yadnya, pengorbanan suci yang ditujukan kepada Bhuta. Konsep Hindu tentang Bhuta tertuang di dalam ajaran Hyang Siwa, seperti ajaran tentang Panca Maha Bhuta. Itulah sebabnya Bhuta Yadnya menjadi salah satu bagian dari Panca Maha Yadny selengkapnya

Garuda Panca Sila Bagi Umat Hindu

kategori: Artikel Baru
Pengenalan mendalam terhadap kebesaran burung Garuda baru terjadi sejak epos Ramayana dan Mahabrata yang terkenal ditulis kembali dalam bahasa Jawa Kuna. Dalam kedua epos tersebut, Garuda berperan sebagai 'tokoh' pembebasan di tengah arus deras kebatilan. selengkapnya

Panca Sila dan Bhineka Tunggal Ika

kategori: Artikel Baru
Siapakah nama tokoh yang menjadi teman Bung Karno, yang ahli Bahasa, dan yang memberi petunjuk tentang penanaman dasar negara dengan kata Pancasila?. Walau tokoh tersebut masih menyimpan misteri, namun dapat ditentukan bahwa tokoh bersangkutan adalah seorang yang akrab dengan Kekawin Sutasoma karya Mpu Tantular. selengkapnya

Yadnya Sesa

kategori: Upacara
Dalam ajaran Hindu, Tuhan di puja sebagai yang ngiyangin 'mengisi' berbagai aspek kehidupan, tempat ruang dan waktu. Seperti Pasar, kebun, sawah, pohon besar, batu besar, kantor, peternakan, perdagangan, kekayaan, kesehatan, kesenian, ilmu pengetahuan, kerajinan untuk menyebut beberapa contoh. Hampir tidak ada aspek kehidupan yang lepas dari kemahakuasaan Hyang Widhi. selengkapnya

Nyanyian Karawista

kategori: Artikel Baru
Ilalang, alang alang sejenis rumput yang sangat eksotis sehingga sering menjadi bagian dari metafora para kawi sastra. Dalam kepustakaan Hindu rumput dengan ketinggian hampir sedepa, merupakan salah satu sarana penting dalam yadnya. Syahdan, dikisahkan dalam cerita Sang Garuda dalam penggalan Adi Parwa, ilalang adalah rumput suci karena terkena percikan tirtha amertha saat terjadi perebutan tirtha kamandalu. selengkapnya

Ahimsa dan Himsa

kategori: Artikel Pilihan
Salah satu ajaran Saiva Siddhanta yang telah lama diajarkan kepada umat manusia di jagat raya ini adalah ajaran panca yama brata yakni lima macam pengendalian diri sebagai ajaran moralitas bagi umat manusia. Kelima ajaran tersebut juga merupakan lima ajaran keharusan yang diajarkan oleh Bhatara Rudra (Bhatara Siva), sebagaimana dinyatakan dalam pustaka suci slokantara. selengkapnya

Revitalisasi Nilai Tradisi dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

kategori: Artikel Baru
Keragaman agama budaya dan etnis serta berbagai variasinya dalam suatu masyarakat bukanlah fenomena baru. Para ahli ilmu-ilmu sosial telah mengembangkan beberapa skema yang menggambarkan situasi perbedaan dan penjelasan dari terjadinya (dan tidak terjadinya) konflik antar etnis di suatu negara. Terlepas dari berbagai diskursus teori, skema itu menegaskan bagaimana antar etnis dihubungkan dengan perbedaan-perbedaan yang mempengaruhi akses kepada kekuasaan dan sumber daya material antara kelompok yang dominan dengan kelompok minoritas. selengkapnya

Jadikanlah Tuhan Bagaikan Ibu dan Ayah Membangun Dunia Satu Keluarga

kategori: Artikel Baru
Hakikat beragama adalah sraddha bhakti atau meyakini dan bhakti pada Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan adalah sumber dari segala sumber. Maha Sempurna, Maha Kuasa, Maha Tahu, Maha Karya dan seterusnya. Tujuan beragama untuk membangun nilai-nilai kemanusiaan. Karena dengan bangkitnya nilai kemanusiaan dalam diri itu, maka manusia akan memperlakukan sesamanya dengan pendekatan kemanusiaan. Kata "manusia" berasal dari bahasa Sansekerta dari kata "manu" artinya bijaksana. selengkapnya