Artikel Terbaru

Dari "Merasa Sadar" sampai Benar-Benar Eling

kategori: Artikel Baru
Adalah fakta yang tak terbantahkan kalau kita semua 'merasa sadar'. Ini baru memposisikan diri kita hanya sebagai subjek. Namun, mesti diakui Juga kalau, walaupun kita telah merasa sadar kita belum jelas betul akan keberadaan kita sendiri maupun akan hal-hal dan keberadaan-keberadaan lain berikut segala bentuk hubungan yang terkait dengannya. selengkapnya

Tri Kaya Parisudha dalam Segala Aspek Kehidupan

kategori: Artikel Baru
Pada dasarnya sesuai dengan siklus "rwabhineda" perbuatan manusia dapat ditinjau dari dua sisi/dimensi yang berbeda, yaitu antara perbuatan yang baik (subha karma) dan perbuatan yang tidak baik/buruk (asubha karma). Perputaran/siklus subha dan asubha karma ini selalu saling bertautan dan silih berganti satu sama lainnya dan tidak dapat dipisahkan. selengkapnya

Mengimplementasikan Bhisama Kesucian Pura

kategori: Artikel Baru
Dengan usaha terpadu berjaringan atau udyogam berbagai gagasan mulia akan terwujud. Dengan rajin memuja Tuhan seperti melakukan japa, kecillah kemungkinan kita berbuat dosa. Dengan kita bicara sesuai dengan bidang ilmu kita, kecil kemungkinan kita bertengkar. Demikian juga berhati-hati dan senantiasa waspada dalam melakukan tugas dan kewajiban, kecil kemungkinan kita tertimpa bahaya. Demikian jugalah dalam menjaga kesucian di Bali, marilah kita kerja berjaringan sesuai dengan ilmu dan swadharma kita masing-masing. selengkapnya

Candi Rimbi Tempat Pendharmaan Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi

kategori: Artikel Pilihan
Runtuhan Candi Rimbi ditemukan oleh orang Inggris yang bernama Alfred Wallace, ketika melewati tempat itu saat mengoleksi tanaman di Wonosalam sekitar akhir abad 19. Daerah ini terletak dikaki sebelah barat gunung Anjasmoro, berada diantara hunian penduduk, persawahan dan hutan lebat disekelilingnya serta pemandangan yang indah. Candi Rimbi adalah peninggalan agama Hindu dari masa Klasik Majapahit merupakan candi pendharmaan Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi ibunda dari Prabu Hayam Wuruk. selengkapnya

Menjernihkan Teologi Hindu "Brahma Widya"

kategori: Artikel Pilihan
Sebagai umat Hindu dengan konsep teologi yang jelas dan khas, tentu tidak tepat jika kita berusaha ''memodifikasi'' konsep teologi hanya karena ingin menghindari sebuah sebutan yang menurut kita ''tidak enak didengar''. Dalam relasi antaragama, sering terlihat kegamangan umat Hindu misalnya ketika menghadapi beberapa pertanyaan sahabat-sahabat beragama lain tentang Hindu. selengkapnya

Ajaran Teologi Hindu dalam Naskah Siwagama

kategori: Artikel Pilihan
Naskah Siwagama merupakan naskah tradisional Bali, yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal Bali terutama sekali nilai spiritual, filosofis, ritual, etika, sosial, budaya, teologi, dari lain-lainnya. Naskah Siwagama adalah naskah tutur yang dikarang oleh Ida Pedanda Made Sidemen dari Geria Delod Pasar, Intaran Sanur, Denpasar Selatan. Naskah Siwagama juga disebut dengan Purwagamasasana yang dikarang pada tahun 1938. selengkapnya

Arti Saraswati

kategori: Hari Suci
Kata "Saraswati" adalah sebuah nama suci untuk menyebutkan sosok Dewi Ilmu Pengetahuan. Kata Saraswati itu terdiri secara etimologi berasal dari kata 'saras' dan 'wati'. Kata "saras" yang juga berasal dari urat kata sansekerta "sr" memiliki arti mata air, terus-menerus atau sesuatu yang terus-menerus mengalir. Sedangkan Kata "wati" berarti yang memiliki. Arti lengkap kata "Saraswati" adalah sesuatu yang memiliki atau mempunyai sifat mengalirkan secara terus menerus air kehidupan dan ilmu pengetahuan. selengkapnya

Agama dan Perdamaian Perspektif Hindu

kategori: Artikel Baru
Agama sebagai sebuah ajaran yang diturunkan/diwahyukan/difirmankan/disabdakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, pada dasarnya bertujuan untuk mengarahkan umat-Nya pada kedamaian dan perdamaian. Hal tersebut nampak dalam salam yang menjadi ciri khas tiap-tiap agama, seperti sa-lam (Islam), sa-lom (Kristen), sa-nti (Hindu), sa-dhu (Buddha), sa-nzai (Khonghucu), sa-he (Kaharingan), sa-mpurasun (Sunda Wiwitan) yang kesemuanya memiliki arti yang sama yaitu damai. selengkapnya

Sepenggal Kisah Sejarah Majapahit di Negeri Atas Angin

kategori: Artikel Baru
Berdasarkan arca yang ditemukan di candi ini, yaitu berupa arca Siwa dan arca Wisnu, dapat dikatakan bahwa Candi Ngetos bersifat Siwa–Wisnu. Kalau dikaitkan dengan agama yang dianut raja Hayam Wuruk, amatlah sesuai yaitu agama Siwa-Wisnu. Menurut seorang ahli (Hoepermas), bahwa didekat berdirinya candi ini pernah berdiri candi berukuran lebih kecil (sekitar 8 meter persegi), namun bentuk keduanya sama. N.J. Krom memperkirakan bahwa bangunan candi tersebut semula dikelilingi oleh tembok yang berbentuk bulat cincin. selengkapnya

Candi Kotes, Peninggalan Majapahit di Wilayah Blitar

kategori: Artikel Baru
Candi Kotes adalah sebuah candi yang terletak di sebelah selatan lereng gunung Kelud, tepatnya di Desa Kotes, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Berdasarkan namanya pasti kita mengira kalau nama candi tersebut diambil dari nama desa Kotes tersebut. Menurut ceritanya, konon pada jaman dahulu pada daerah sekitar candi tersebut terdapat sebuah kolam yang berisi banyak ikan gabus, anak ikan gabus tersebut biasa disebut Kotesan, oleh karena itu muncullah sebuah nama yaitu Kotes, dan menjadi nama Candi sekaligus desa Kotes. selengkapnya