Artikel Terbaru

Siwa Puja dalam Atma Wedana

kategori: Artikel Pilihan
Siwa Puja adalah pemujaan kepada Siwa sebagai prinsip tertinggi alam semesta, sangkan paraning dumadi, tujuan tertinggi setiap manusia; sementara Atma Wedana adalah penyucian roh (jivatman) dari belenggu badan halus (suksma sarira). Pemujaan Siwa banyak diuraikan di dalam kitab suci Veda, purana, itihasa, kitab-kitab yang digolongkan ke dalam Agama dan tantra, tutur atau tattwa, susila, upacara dan sebagainya baik berbahasa Sansekerta maupun Jawa Kuna. selengkapnya

Rta dan Rna

kategori: Artikel Baru
alam semesta dikendalikan oleh hukum lahir (Utpeti), hidup (Stiti) dan mati (Pralina), dan tak ada seorangpun yang dapat menghindari hukum tersebut. Maka lahirlah aksara suci OM yang merupakan penyatuan dari aksara Ang, Ung, dan Mang sebagai simbol dari hukum tersebut. Maka OM mencerminkan tidak saja Kesucian tetapi juga Keabadian dan Hukum Alam Semesta. Begitu tertariknya para pemikir dimasa silam tentang hukum suci alam semesta tersebut, maka lahirlah berbagai tulisan, ajaran tentang hukum tersebut, sebagai hasil dari pemahaman, penghayatan, tetapi juga interpretasi dan usaha merevitalisasi ajaran yang mendasar dan tinggi tersebut. selengkapnya

Rambu Solo, Tradisi Pemakaman Unik di Tana Toraja

kategori: Artikel Baru
Tana Toraja merupakan salah satu daya tarik wisata paling populer di Provinsi Sulawesi Selatan. Di sini Anda menikmati kebudayaan khas Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan dengan budaya khas Austronesia asli. Cicipilah nuansa lain kebudayaan yang unik dan berbeda, mulai dari rumah adat Tongkonan, upacara pemakaman Rambu Solo, Pekuburan Gua Londa, Pekuburan Batu Lemo, atau Pekuburan Bayi Kambira. selengkapnya

Gambaran Singkat Sejarah Ayurveda

kategori: Artikel Baru
Pada zaman Periode Weda, yakni dari tahun 5000 sebelum Masehi, bahkan lebih tua lagi, merupakan dasar kebudayaan India. Ilmu memanah, seni lukia, arsitektur dan pengobatan merupakan subjek utama (upaveda) dari Rg. Yajur, Sama dan Atharva Yeda, Semua weda berisi tentang pengobatan, termasuk konsep tridosha, sumber acuan tentang pencernaan, metabolisme, anatomi dan uraian penyakit. Ditulis pula berbagai macam bakteri sebagai penyebab penyakit tertentu. Dalam kitab Rg Veda disebutkan sebanyak 67 obat tanaman, dalam Yajur Veda 81 buah, dan dalam Atharva Veda disebutkan sebanyak 299 buah. selengkapnya

Bimaniu Gugur Lakon Wayang Parwa

kategori: Artikel Baru
Brata Yudha hari kesepuluh Senapati Bhisma dipanah bertubi-tubi oleh Srikandi, Panah Srikandi kurang tenaga, disusul digebugi oleh anak panah Arjuna yang bertenaga lebih kuat. Sehingga anak panah Srikandi, bisa menembus jasad Senapati Bhisma. Tubuh Bhisma yang kokoh roboh, tidak menyentuh tanah, disangga banyak anak panah Srikandi, ditepi Tegal Kuru Kshetra medan perang Brata Yudha itu. selengkapnya

Senthong Tengah, "Mrajannya" Orang Jawa

kategori: Artikel Baru
Di dalam rumah tradisional Jawa pada umumnya terdapat ruangan yang disebut senthong. Senthong adalah ruang yang terletak di bagian belakang bangunan omah atau ndalem (rumah pokok) dengan mengambil sekitar 1/4 bagian dari bangunan tersebut. Ruang senthong pada umumnya terbagi menjadi 3 bagian, yaitu : senthong kiwo (kiri), senthong tengah dan senthong tengen (kanan). Tiap-tiap ruang senthong mempunyai sebuah pintu masuk, baik dengan maupun tanpa daun pintu, mengharap ke arah ruang omah/ndalem (ruang tengah atau ruang keluarga). Untuk ruang senthong yang tidak mempunyai daun pintu, pintu masuk tersebut hanya ditutup dengan kain korden dan sewaktu-waktu dapat disibakkan. selengkapnya

Fungsi dan Makna Ritual Melukat dalam Pemnyembuhan Gangguan Jiwa di Bali

kategori: Artikel Baru
Setiap masyarakat di dunia, baik yang tergolong modern maupun yang tradisional akan mengenal dan pernah melakukan kegiatan ritual. Dalam masyarakat tertentu ritual sering menjadi bagian penting dari cara-cara anggota masyarakat mengekspresikan emosinya, memelihara dan memperbaiki dunia kehidupannya, serta cara-cara mereka menolak atau mengatasi bahaya dalam hubungannya dengan dunianya. Dengan demikian, ritual dapat dikatakan sebagai suatu fenomena yang universal. selengkapnya

Berguru Kepada Sang Gembala

kategori: Artikel Pilihan
Pada dasarnya, mengendalikan-diri adalah mengendalikan-pikiran, dimana yang dimaksudkan dengan 'pikiran' disini adalah duet antara pikiran dengan perasaan, kerjasama antara motor sistem kognitif dan sistem afektif kita. Duet ini merupakan proponen mental utama kita yang paling aktif, yang menciptakan mood yang sering kita sebut juga dengan suasana-hati, yang memicu kehendak yang menimbulkan bentuk-bentuk keinginan dan perasaan lebih lanjut serta mengaktifkan kelima indria-motorik dan kelima indria sensorik, yang membangkitkan semangat dan daya juang, mengaktifkan naluri, dan berbagai aktivitas mental dan fisikal lainnya. selengkapnya

Siswa Bhagawan Dhomya : Pengembala

kategori: Artikel Pilihan
Sebuah cerita di dalam kitab Adiparwa sangat relevan untuk kita jadikan bahan renungan ketika kita membahas tentang sistem pendidikan Hindu. Adalah Bhagawan Domya memiliki tiga orang siswa masing-masing bernama Sang Utamanyu, Sang Arunika, dan Sang Weda. Masing-masing melewati masa pemeriksaan dengan cara yang berbeda. Sang Arunika disuruh bersawah, sang Utamanyu disuruh menggembala sementara Sang Weda mendapat tugas memasak. Cara dan proses pemeriksaan seperti itu menarik perhatian kita karena sarat makna. selengkapnya

Gatutkaca Sang Kancing Jaya

kategori: Artikel Baru
Paham manusia, sejalan dengan paham para dewa; tentang 'Sad Ripu' musuh dalam diri manusia, ada enam jumlahnya : 1. Kama, 2. Loba, 3. Kroda, 4. Moha, 5. Maha, dan 6. Matsarya. Sad Ripu wajib diwaspadai dan dibasmi oleh diri manusia itu sendiri. Namun bagi kaum raksasa, 'Sad Ripu', justru dipupuk diladeni sepuas-puasnya sepenuhnya oleh para kaum raksasa. Perbedaan paham manusia dan desa dengan kaum raksasa, mencipta-kan perang antara dewa dan manusia, melawan kaum raksasa. Hal ini dijadikan rriotifasi bekerja kreatif menyusun sanggit cerita lakon. selengkapnya