Artikel Terbaru

Agama Majapahit

kategori: Artikel Baru
Majapahit banyak meninggalkan tempat-tempat suci, sisa-sisa sarana ritual keagamaan masa itu. Bangunan-bangunan suci ini dikenal dengan nama candi, pemandian suci (patirthan) dan gua-gua pertapaan. Selain itu terdapat pula sisa-sisa bangunan lain, misalnya pintu gerbang yang kadangkala disebut candi pula. Bangunan-bangunan suci masa Majapahit ini kebanyakan bersifat agama Siwa, dan sedikit yang bersifat agama Buddha, antara lain Candi Jago. selengkapnya

Otonan - Peringatan Hari Kelahiran Umat Hindu Bali

kategori: Upacara
Bali memang unik dan menarik bagi semua orang, tidak hanva Bangsa sendiri tetapi juga Bangsa-bangsa di seluruh dunia membicarakan tentang "Bali". Salah satu keunikan yang sudah menjadi tradisi umat Hindu Bali dimanapun berada tidak pernah melupakan prihal; Otonan atau Ngotonin, yang merupakan peringatan hari kelahiran berdasarkan satu tahun wuku, yakni; 6 (enam) bulan kali 35 hari = 210 hari. Jatuhnya Otonan akan bertepatan sama persis dengan; Hari, Panca Wara, dan Wuku yang sama. selengkapnya

Pengabenan Bhuta Cuil Upaya Mendamaikan Alam Astral

kategori: Upacara
Menurut kepercayaan umat Hindu di Bali, apabila ada orang yang meninggal kemudian tidak ada yang mengupacarakannya secara layak menurut ketentuan, maka roh orang bersangkutan akan gentayangan dan menjadi bhuta cuil. Demikian pula, bilamana terdapat orang meninggal kemudian mayatnya ditanam tanpa dibarengi upacara yang patut, maka sampai batas waktu tertentu (12 sasih) atau selama setahun belum ada yang mengupacarainya untuk mendoakan rohnya, maka roh yang bersangkutan pun akan merana di alam astral dan menjadi roh gentayangan yang keberadaannya kemudian sering mengganggu manusia di alam nyata. selengkapnya

Berbagai Kisah Seputar Wong Samar

kategori: Artikel Baru
Seperti yang disebutkan dalam kitab Weda, Tuhan menciptakan jutaan jenis makhluk hidup yang nampak dan yang tidak nampak, yang bergerak dan yang diam, dan lainnya. Wong Samar adalah salah satu ciptaan Tuhan yang tidak nampak oleh mata manusia. Mereka ada di dimensi lain didunia ini, dan hidup bersama kita. Walaupun kita tidak bisa melihatnya, tetapi perkataan dan perbuatan mereka kadang-kadang terdengar dan terasa oleh kita. Seperti rasa merinding di kuduk, ada suara-suara aneh, atau pintu kamar menutup dan membuka sendiri, bayi menangis sejadi-jadinya, dan lain-lainnya. selengkapnya

Tumpek Kandang untuk Memuliakan Hewan

kategori: Upacara
Kenapa hewan pun harus dimuliakan oleh manusia? Kitab Yajurweda sloka XVI.48 menyebutkan, “berbuatlah agar semua orang, binatang-binatang dan semua makhluk hidup berbahagia”. Ini sejalan dengan petikan mantram yang dipakai sebagai rangkaian Puja Trisandhya yang berbunyi “Sarvaprani hitankarah”(hendaknya semua makhluk hidup sejahtra). selengkapnya

Wirata Parwa Lakon Wayang Kulit Parwa

kategori: Artikel Baru
Kerajaan Wirata, diperintah oleh raja bernama Matswapati atau Matsyapati. Permaisuri raja bernama Dewi Rekatawati. Adik ipar raja bernama Cecaka, pejabat angkatan bersenjata Wirata. Cecaka telah berhasil "memperluas kekuasaan Wirata sampai ke wilayah Trigata. Menyebabkan Sang Cecaka sangat disegani di Wirata. Para putra-putri raja, bernama Arya Seta, Arya Utara, Arya Wretsangka, dan Diah Utari. selengkapnya

'Kesamaan dalam Perbedaan' dan 'Perbedaan dalam Kesamaan'

kategori: Artikel Pilihan
Kita tahu kalau membandingkan dan menilai merupakan dua kegiatan yang berbeda. Untuk bisa menilai lebih dari satu hal, kita diharuskan untuk melakukan pembandingan terlebih dahulu. Walaupun demikian, kita bisa hanya membandingkan saja, tanpa harus diikuti dengan menilai. Kita pun tahu kalau kita hanya bisa membandingkan .sesuatu yang sejenis, karena di dalamnya mungkin ditemukan kesamaan dan perbedaan. Kita tidak bisa membandingkan antara buah mangga dengan sepatu. selengkapnya

Agama Seyogianya Membuat Kita Bersaudara

kategori: Artikel Baru
Dalam ajaran Hindu, perbedaan dan persamaan manusia sebagai unsur yang selalu ada wajib ditata atau dimanajemen agar jadi perbedaan yang saling melengkapi. Demikian juga persamaan yang searah untuk saling berkontribusi mencapai tujuan yang benar, baik dan tepat. Semangat untuk membangun sikap hidup bahwa semua umat manusia bersaudara akan tumbuh apabila adanya keyakinan yang kuat bahwa Tuhanlah sebagai Maha Pencipta alam dan segala isinya terutama umat manusia. Kalau keyakinan tersebut dapat mendominasi sikap hidup seseorang, barulah Sesanti, Vasudheva Kutumbakam sebagaimana dinyatakan oleh pustaka Hitopadesa tersebut di atas teraplikasi. selengkapnya

Sorga-Neraka Dalam Veda Puja Pitra Siwa

kategori: Artikel Pilihan
Neraka dan atau Sorga, yang diperoleh atma, merupakan hasil sebuah karma, dalam kehidupan, di bumi. Subhakarma yang dilakukan manusia, maka setelah kematiannya, ia akan menuju Sorga. Sedang asubhakarma, yang dilakukan manusia, maka setelah kematiannya ia akan menuju Neraka. Subha-asubhakarma, yang dilakukan manusia, maka sorga dan neraka yang akan dilalui serta dinikmati. Sorga dan Neraka, bukan akhir dari kehidupan, ia tetap merupakan pilihan sesuai dengan karma manusia, serta menentukan proses kehidupan kemudian. selengkapnya

Siwa Nataraja: Filsafat dan Estetikanya

kategori: Artikel Pilihan
Eksistensi Siwa Nataraja sebagai sebuah fenomena agama, filsafat, spiritualitas dan budaya di dalam kebudayaan India, khususnya India Selatan memang menarik direnungkan manakala kita ingin mengembangkan seni yang dihajatkan untuk pembebasan. Konsep Siwa Nataraja dapat memberikan arah yang jelas proses kreatif dalam berkesenian. Di tengah-tengah aktivitas berkesenian yang berorientasi kepada pasar, kiranya memahami kembali landasan seni yang tidak hanya untuk kesejahteraan masyarakat, menyucikan alam semesta, tetapi juga untuk pendakian diri, mendekatkan diri kepada asal mula semua keberadaan menjadi tidak hanya penting tetapi memang mendesak perlu dilakukan penyadaran kepada insan seni. selengkapnya