Artikel Terbaru

Dana Punia

kategori: Artikel Baru
Dalam kehidupan beragama, yang memberi kesejahteraan pada manusia adalah dharma. Tidak semata-mata harta benda dan berbagai pemuas duniawi lainnya, konsep ini dalam ajaran Catur Purusa Artha jelas dikatakan bahwa apapun aktivitas manusia (umat Hindu) hendaknya didasari oleh jalan "Dharma". Hakikat Catur Purusa Artha "sebagai empat tujuan hidup manusia" Dharma, Artha, Kama dan Moksha, mesti berjalan atas dasar kebenaran atau Dharma. selengkapnya

Ongkara Nyasa Brahman

kategori: Artikel Baru
Ongkara merupakan aksara tertinggi dalam aksara Bali dan Ongkara dimaksud ditulis (x) yang merupakan ke-empat putra Sang Hyang Brahma. Hal ini sangat seirama dengan Babad Brahmana Catur, disebutkan bahwa Sang Hyang Brahma mayoga maka lahir Ongkara (x). Kamus Jawa Kuna Indonesia menguraikan, Aksara berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti kata suci. Sehingga, Ongkara merupakan kata utama dan suci. Ongkara merupakan nyasa Ida Sanghyang Widhi Wasa. Dengan demikian Ongkara senantiasa mengawali setiap mantra. Ongkara berhubungan dengan yadnya khususnya yang berkaitan dengan Kramaning Sembah dalam hal ini sarana yang berupa kwangen, sejatinya merupakan nyasa Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus merupakan nyasa suara tertinggi. selengkapnya

Ikuti Kebiasaan Pandita dan Burung Angsa

kategori: Artikel Baru
Kemampuan selalu seimbang dan bahagia itulah seorang Brahmana disebut orang suci. Beliau hidup di dunia yang selalu ada baik buruknya. Sarasamuscaya 128 menyatakan di Bhuwana Alit dan Bhuwana Agung dinyatakan ada dua lautan yaitu Wisaya Arnawa dan Amertha Arnawa. Yaitu lautan beracun dan lautan madu. Sedikit saja salah dalam mengarungi kehidupan ini dapat terjerumus ke dalam Wisaya Arnawa atau lautan beracun. Bagi beliau yang sudah pada tahapan Pandita tidak terpengaruh oleh dua lautan itu. selengkapnya

Buana Kosa Pembangkit Spiritual Umat Hindu di Bali

kategori: Artikel Baru
Paham Sivaisme yang berkembang di India yang merupakan asal mula dari agama Hindu berawal dari kelahiran dan perkembangan paham Sivaisme di daerah Jammu dan Kashmir. Wilayah tersebut terletak di ujung utara ilayah negara India, yang saat ini berbatasan dengan negara Pakistan, negara Afganistan, negara Cina, dan kerajaan Nepal di sekitar pegunungan Himalaya (Parvata Kailasa). Tepatnya di wilayah Jammu dan Kashmir tersebut terdapat sebuah lembah yang sangat indah dan subur bernama lembah sungai Sindhu. selengkapnya

Melatih Diri Menguatkan Hati Nurani

kategori: Artikel Baru
Membangun moral yang semakin luhur dan mental yang semakin tangguh secara teoritis sangat mudah,tetapi dalam tataran implementasi sungguh tidak mudah. Membangun badan fisik yang sehat mungkin lebih mudah kalau hal itu benar-benar juga dipelajari dan dilatih saban hari. Fisik, moral dan mental ketiganya menyatu dalam diri setiap orang. Fisik, moral dan mental ini yang harus dikendalikan dengan Hati Nurani. selengkapnya

Dana Punia Sadhana Utama di Zaman Kali

kategori: Artikel Baru
Dari segi arti, dana punia disebutkan suatu pemberian tulus ikhlas sebagai salah satu bentuk pengamalan ajaran dharma yang harus dihayati dan diamalkan. Dana punia ini dituangkan dalam Bhisama Pandita PHDI Pusat No: 01/Bhisama/Sabha Pandita Parisada Pusat/X/2002. selengkapnya

Celengan Majapahit

kategori: Artikel Baru
Banyaknya temuan celengan di Trowulan menunjukkan bahwa tradisi menabung telah berlangsung pada masa Majapahit. Jenis mata uang yang ditabung kemungkinan besar adalah kepeng atau logam, didasarkan pada temuan-temuan uang kepeng di dekat celengan dan perbandingan antara ukuran mata uang dengan ukuran lubang pada celengan untuk memasukkan uang. selengkapnya

Wirata Parwa Lakon Wayang Kulit Parwa [2]

kategori: Artikel Pilihan
Kerajaan Wirata, diperintah oleh raja bernama Matswapati atau Matsyapati. Permaisuri raja bernama Dewi Rekatawati. Adik ipar raja bernama Cecaka, pejabat angkatan bersenjata Wirata. Cecaka telah berhasil "memperluas kekuasaan Wirata sampai ke wilayah Trigata. Menyebabkan Sang Cecaka sangat disegani di Wirata. Para putra-putri raja, bernama Arya Seta, Arya Utara, Arya Wretsangka, dan Diah Utari. selengkapnya

Yang Menemani Kita Hidup di

kategori: Artikel Baru
Di dunia sekala kita akan hidup bahagia apabila kita berhasil hidup bersinergi secara benar, baik, tepat dan wajar dengan mereka semuanya itu. Di samping itu, di dunia sekala manusia tidak bisa hidup tanpa lingkungan alam yang lestari atau dalam Sastra Hindu disebut Bhuta Hita. Karena Panca Maha Bhuta seperti pertiwi, apah, bayu, teja dan akasa sangat menentukan kehidupan baik dan buruknya semua makhluk hidup di bumi ini. selengkapnya

Japamala: Bagaimana Menggunakan dan Apa Maknanya

kategori: Artikel Baru
Kini banyak orang yang membawa japamala atau yang di agama lain populer dengan sebutan tasbih. Benda yang melingkar itu lebih sering terlihat dikalungkan di leher. Bukan hanya di kalangan para sulinggih dan pemangku, umat Hindu yang masih berstatus walaka juga banyak membawanya. Tak ada larangan atau sebaliknya tak ada keharusan memakai japamala. Benda ini sudah umum dijual di berbagai toko aksesoris yang menyediakan lambang-lambang dan simbol Hindu. selengkapnya