Artikel Terbaru

PAUD Menurut Pandangan Hindu

kategori: Artikel Baru
Mungkin semua orang akan sepakat jika dikatakan bahwa setiap anak yang lahir dalam keluarga merupakan harta yang terindah dan tak ternilai harganya. Anak-anak itu dapat diibaratkan bagaikan bejana-bejana suci yang tidak seorang pun di dunia ini mampu menakar secara material berapa nilai (harga) kehadiran seorang anak di tengah-tengah keluarga yang senantiasa berharap akan kehadiran rnereka. selengkapnya

Aywawere Sebuah Keniscayaan

kategori:
Aywawere dalam konstelasi pikir masyarakat Hindu merupakan istilah esensial. Betapa tidak, istilah itu sangat mendasar, menentukan plot pemikiran filsafati mengenai “pemahaman” ataupun “ilmu pengetahuan” terpenting tentang esensi agama Hindu. Esensi srada tentang ke-Tuhan-an dan bhakti sebagai wujud memahami satyam (kebenaran: sat), siwam (kesucian: cit), sundaram (keindahan: kebahagiaan: ananda). selengkapnya

'Volunteerism' Hindu

kategori: Artikel Baru
Melepas millennium kedua, Bali diguncang peristiwa hebat saat bom meledak di Kuta dan sekitarnya pada 2002, dan terguncang lagi tiga tahun kemudian. Cerita manisnya, peristiwa laknat itu segera teratasi. Pelakukanya dibui, bahkan sudah ada yang meregang nyawa dihukum mati. Yang tetap pahit, ingatan kolektif kita masih membekas, bagaimana orang Bali menanggapi kejadian maha mengerikan itu. Ada ragam cara, baik dengan sekala maupun niskala. Ada yang bekerja individual, juga kolektif selengkapnya

Pemuda Hindu dan Soempah Pemoeda

kategori: Artikel Baru
Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia, begitu Bung Karno pernah berujar. Dalam berbagai pidatonya, Bung Karno kerap berseru, ”Beri aku seribu orang, dan dengan mereka aku akan menggerakkan Gunung Semeru. Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan dengan mereka aku akan mengguncang dunia”. selengkapnya

Dimensi Religi Ngayah

kategori: Artikel Baru
Ngayah menjadi jiwa dalam tindakan keagamaan, kata yang anggun, santun “tiang ngayah” mendamaikan hati dan pikiran. Masihkan ngayah menjadi pundi dan panji kehidupan beragama, sosial dan budaya?. Dibutuhkan internalisasi kesadaran ngayah bukan sekedar tiket menggapai surgawi, tapi melepaskan segala bentuk keterikatan padanya. Ketika ngayah masih dilekatkan pada egoisme, mencari untung, material oriented di jenjang ini kita harus melompat melampaui semua itu bahwa Sang Penguasa atas kerja adalah Hyang Widhi. selengkapnya

Gotong Royong Masa Kini

kategori: Artikel Baru
Ketika suatu urusan 'diuras' oleh orang lain, tentu saja suatu urusan akan menjadi lebih ringan bagi si pemilik urusan. Inilah yang disebut sebagai profesionalitas atau pekerjaan, swadharma atau swaguna. Hakikat kehadiran adalah saling melayani (sewa) dan perbuatan (karma). Orang lain, termasuk negara, perlahan-lahan menjadi tumpuan untuk menyelesaikan urusan atau pekerjaan sendiri. selengkapnya

Bhakti atau Bati

kategori: Artikel Baru
Bhakti berasal dari kata 'bhaj' (Sanskerta) yang artinya terikat, mengikat dan melekatkan diri pada Tuhan. Dari kata tersebut terbentuk kata bhakti ysng berarti kasih sayang, cinta kasih, pelayanan, kesetiaan, cinta yang tulus dan luhur serta tanpa pamrih kepada Tuhan. Ibarat tumbuhan menjalar, dari bagian bawah sudah tertancap akar kuat sebagai alur tumbuh berkembangnya bibit luhur ketuhanan. Sulurnya dapat melilit, lama kelamaan semakin membelit hingga sampai di puncak pohon — puncak kesadaran Tuhan. selengkapnya

Manajemen Cerdas, Tuntas, dan Ikhlas

kategori: Artikel Pilihan
Manajemen pada dasarnya sebagai suatu seni untuk mengelola atau mengarahkan orang lain agar dapat mencapai tujuan utama organisasi (main purpose of organization), meialui proses perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan pengawasan (controlling) sumber daya yang ada secara efektif dan efisien. selengkapnya

SANTIH: Damai dalam Senyapnya Ahamkara

kategori: Artikel Baru
Santih (damai) adalah sesuatu yang dipandang sangat penting bagi manusia, yang merupakan dambaan setiap insan yang meliputi semua aspek kehidupan. Hindu menempatkan santih sebagai bagian dari doa yang mengantarkan manusia hidup selaras dengan alam (buana agung). Damai dimulai dari langit, antariksa, bumi, air, tumbuh-tumbuhan, pepohonan, para Dewata, Brahma, alam semesta, baru kemudian manusia. selengkapnya

Gunung

kategori: Artikel Baru
Pengetahuan masyarakat Bali tentang lingkungan alam semesta sesungguhnya sangatlah sistematis, holistik, dan cenderung mengarah kepada ekosentrisme. Lingkungan alam semesta adalah suatu harmonia yang diciptakan dan diatur oleh Brahma. Planet-planet disebut sebagai Brahmanda (telur Brahma) sebagaimana dituangkan dalam Kitab Brahmanda Purana (1993). Manusia wajib senantiasa menjaga keharmonisan alam itu dengan terlebih dahulu memahami hukum-hukum yang dimilikinya (Rta). selengkapnya