Artikel Terbaru

Siwa Sebagai Pemberi Anugerah: Memaknai Perayaan Sivaratri

kategori: Artikel Baru
Bilamana dibaca beberapa sumber suci agama Hindu, di antaranya Veda, Itihasa, Upanisad, Purana, dan sumber suci lainnya, maka dengan jelas dijarkan bahwa Sang Hyang Siva adalah nama Tuhan dalam agama Hindu yang juga bergelar Brahman. Namun demikian bagi umat Hindu sering juga memberi nama atau gelar yakni Prabhu, Bhagavan, dan kalau di Indonesia maka Beliau digelari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selanjutnya kalau dibaca lagi secara lebih seksama, misalnya dalam pustaka suci Purana atau Mahapurana, maka ada banyak diajarkan tentang teologi Hindu (Brahma Widya) terutama mengenai Deva Siwa. selengkapnya

Prakrti

kategori: Artikel Baru
Ketika sperma (Sansekerta : sukra, Bali: sukla) dan telur (Sansekerta: sonita, Bali : swanita) bersatu di dalam alat kandungan membentuk janin (embrio, zygote), dosa menentukan keadaan jasmani atau konstitusi fisik (prakrti) dari janin. Prakrti adalah keadaan jasmani, atau konstitusi dari tubuh manusia. selengkapnya

Leadership Dalam Agama Hindu [2]

kategori: Artikel Baru
Menanamkan ajaran kepemimpinan sesuai sumber suci agama Hindu kepada para generasi muda (sekati teruna) atau kelompok muda-mudi bangsa Indonesia, para pemimpin dalam bidang kependidikan seperti kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, para pengawas ataupun komponen kependidikan yang lainnya dalam bidang pendidikan dari berbagai jenjang adalah upaya positif dan terpuji untuk meningkatkan pemahaman serta praktek kepemimpinan Hindu sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. selengkapnya

Revitalisasi Kearifan Lokal Untuk Pelestarian Lingkungan Hidup

kategori: Artikel Baru
Berbicara tentang kearifan lokal, tidak bisa lepas dari berbicara kebudayaan, karena kearifan lokal merupakan salah satu bagian dari kebudyaaan. Kearifan lokal di Bali mempunyai keunggulan yang disebut lokal genious - merupakan puncak kebudayaan Bali yang dapat dibanggakan baik oleh masyarakat Bali maupun masyarakat Indonesia dan dunia. Macam-macam kearifan lokal yang terdapat dalam legenda, foklore (satua), sastra, hukum adat, upacara tradisional, dan terejawantahkan melalui media ritual, perkataan yang disebut sebagai living culture yang juga tersirat dalam prilaku yang bijak selengkapnya

Belajar dari Lakon Dewa Ruci

kategori: Artikel Baru
Lakon Dewa Ruci dalam kesusastraan Jawa ditulis dalam beberapa sumber pustaka seperti "Nawaruci", "Dewa Ruci" dan "Bimo Suci". Menurut Seno Sastroamidjojo (1967) babon cerita Dewa Ruci itu berbahasa Jawa kuno atau Kawi, tertulis pada rontal. Tan Khoen Swie (1923) menyebutan bahwa cerita Dewaruci yang asli itu digubah dalam bahasa Kawi oleh Mpu Wijayaka di Mamenang, Kediri atau lebih terkenal dengan Ajisaka yang pada waktu kecilnya bernama Jayasengkala, salah seorang putra Mpu Anggojali. selengkapnya

Hendak Menemukan Kedamaian di Liang - Kubur?

kategori: Artikel Baru
Disadari atau tidak, setiap orang menganut suatu prinsip tertentu di dalam hidupnya, di dalam menjalani kehidupannya ini. Prinsip itulah yang menjadi landasan sekaligus pegangannya setiap kali seseorang mesti berpikir menilai, menimbang, dan sebagainya berucap, dan bertindak. Pendek kata, prinsip-hidupnya inilah yang melandasi setiap gerak dan langkahnya di dalam menjalani kehidupannya. selengkapnya

Leadership Dalam Agama Hindu

kategori: Artikel Baru
Menanamkan ajaran kepemimpinan sesuai sumber suci agama Hindu kepada para generasi muda (sekati teruna) atau kelompok muda-mudi bangsa Indonesia, para pemimpin dalam bidang kependidikan seperti kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, para pengawas ataupun komponen kependidikan yang lainnya dalam bidang pendidikan dari berbagai jenjang adalah upaya positif dan terpuji untuk meningkatkan pemahaman serta praktek kepemimpinan Hindu sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. selengkapnya

Tri Matra

kategori: Artikel Baru
Tri Matra terdiri atas Bhuta Matra, Prana Matra, dan Prajnya Matra. Bhuta Matra terdiri atas lima bagian yaitu : Pratiwi, Apah, Teja, Bayu, dan Akasa; Prana Matra terdiri atas dua bagian yaitu Surya dan Candra, sedangkan Prajnya Matra adalah Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan demikian Tri Matra terdiri atas delapan bagian yang disebut juga Asta Murti. selengkapnya

Nias Tradisi Pemujaan Leluhur Yang Hilang

kategori: Artikel Baru
Pada pertengahan Februari 2007 saya berkesempatan datang ke Pulau Nias, sebuah pulau kira-kira seluas Pulau Bali di sebelah barat Sumatera. Saya mengunjungi desa-desa tradisional di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Berdasarkan informasi dari rekan-rekan saya yang telah lebih dahulu berkunjung ke sana, di Kecamatan Teluk Dalam setidak-tidaknya masih terdapat 16 desa tradisional. Desa-desa tradisional di Nias Selatan ditandai dengan letaknya di punggung bukit atau dataran yang tinggi, rumah-rumah didirikan berderet memanjang, saling berhadapan dengan halaman desa di tengahnya, yang diperkeras dengan lantai batu. selengkapnya

Karna dan Kunti

kategori: Artikel Baru
Pada hari ke tujuh belas Bratayuda berlangsung, pagi-pagi benar Karna telah mengenakan baju kebesaran baru, anugerah dari Suyodana, pada malam sebelumnya dianjungan Korawa Seratus di Tegal Kuru Keshetra. Karna duduk dengan sikap sempurna, wajahnya menatap arah terbitnya surya. Karna sedang melaksanakan Surya Sewana. Tiba-tiba Kunti hadir berdiri didekat Karna, menghalangi wajah Karna dari sinar surya pagi, menggunakan kain kerudung sutra putih tipis lembut dan halus. selengkapnya