Artikel Terbaru

Tumpek Kandang untuk Memuliakan Hewan

kategori: Upacara
Kenapa hewan pun harus dimuliakan oleh manusia? Kitab Yajurweda sloka XVI.48 menyebutkan, “berbuatlah agar semua orang, binatang-binatang dan semua makhluk hidup berbahagia”. Ini sejalan dengan petikan mantram yang dipakai sebagai rangkaian Puja Trisandhya yang berbunyi “Sarvaprani hitankarah”(hendaknya semua makhluk hidup sejahtra). selengkapnya

Wirata Parwa Lakon Wayang Kulit Parwa

kategori: Artikel Baru
Kerajaan Wirata, diperintah oleh raja bernama Matswapati atau Matsyapati. Permaisuri raja bernama Dewi Rekatawati. Adik ipar raja bernama Cecaka, pejabat angkatan bersenjata Wirata. Cecaka telah berhasil "memperluas kekuasaan Wirata sampai ke wilayah Trigata. Menyebabkan Sang Cecaka sangat disegani di Wirata. Para putra-putri raja, bernama Arya Seta, Arya Utara, Arya Wretsangka, dan Diah Utari. selengkapnya

'Kesamaan dalam Perbedaan' dan 'Perbedaan dalam Kesamaan'

kategori: Artikel Pilihan
Kita tahu kalau membandingkan dan menilai merupakan dua kegiatan yang berbeda. Untuk bisa menilai lebih dari satu hal, kita diharuskan untuk melakukan pembandingan terlebih dahulu. Walaupun demikian, kita bisa hanya membandingkan saja, tanpa harus diikuti dengan menilai. Kita pun tahu kalau kita hanya bisa membandingkan .sesuatu yang sejenis, karena di dalamnya mungkin ditemukan kesamaan dan perbedaan. Kita tidak bisa membandingkan antara buah mangga dengan sepatu. selengkapnya

Agama Seyogianya Membuat Kita Bersaudara

kategori: Artikel Baru
Dalam ajaran Hindu, perbedaan dan persamaan manusia sebagai unsur yang selalu ada wajib ditata atau dimanajemen agar jadi perbedaan yang saling melengkapi. Demikian juga persamaan yang searah untuk saling berkontribusi mencapai tujuan yang benar, baik dan tepat. Semangat untuk membangun sikap hidup bahwa semua umat manusia bersaudara akan tumbuh apabila adanya keyakinan yang kuat bahwa Tuhanlah sebagai Maha Pencipta alam dan segala isinya terutama umat manusia. Kalau keyakinan tersebut dapat mendominasi sikap hidup seseorang, barulah Sesanti, Vasudheva Kutumbakam sebagaimana dinyatakan oleh pustaka Hitopadesa tersebut di atas teraplikasi. selengkapnya

Sorga-Neraka Dalam Veda Puja Pitra Siwa

kategori: Artikel Pilihan
Neraka dan atau Sorga, yang diperoleh atma, merupakan hasil sebuah karma, dalam kehidupan, di bumi. Subhakarma yang dilakukan manusia, maka setelah kematiannya, ia akan menuju Sorga. Sedang asubhakarma, yang dilakukan manusia, maka setelah kematiannya ia akan menuju Neraka. Subha-asubhakarma, yang dilakukan manusia, maka sorga dan neraka yang akan dilalui serta dinikmati. Sorga dan Neraka, bukan akhir dari kehidupan, ia tetap merupakan pilihan sesuai dengan karma manusia, serta menentukan proses kehidupan kemudian. selengkapnya

Siwa Nataraja: Filsafat dan Estetikanya

kategori: Artikel Pilihan
Eksistensi Siwa Nataraja sebagai sebuah fenomena agama, filsafat, spiritualitas dan budaya di dalam kebudayaan India, khususnya India Selatan memang menarik direnungkan manakala kita ingin mengembangkan seni yang dihajatkan untuk pembebasan. Konsep Siwa Nataraja dapat memberikan arah yang jelas proses kreatif dalam berkesenian. Di tengah-tengah aktivitas berkesenian yang berorientasi kepada pasar, kiranya memahami kembali landasan seni yang tidak hanya untuk kesejahteraan masyarakat, menyucikan alam semesta, tetapi juga untuk pendakian diri, mendekatkan diri kepada asal mula semua keberadaan menjadi tidak hanya penting tetapi memang mendesak perlu dilakukan penyadaran kepada insan seni. selengkapnya

Lingga Yoni

kategori: Artikel Baru
Manusia bisa disebut "homo simbolicus", makhluk pengguna simbol-simbol sebagai alat untuk menggambarkan fenomena-fenomena abstrak maupun nyata. Simbol-simbol tersebut ada yang dapat digunakan sebagai alat peningkat kesadaran manusia. Di antara simbol peningkat kesadaran, Lingga digunakan sebagai simbol dari Energi Maskulin, "Yang", Pria dan Yoni dipakai sebagai simbol dari Energi Feminim, "Yin", Wanita. Lingga dan Yoni adalah jalur energi Ilahi di tubuh manusia dan di alam semesta. selengkapnya

Bisikan Cakra Wisudha

kategori: Artikel Baru
"Bahasa menunjukan bangsa". Peribahasa ini sering kita dengar sebagai sebuah ungkapan yang menyiratkan bahwa baik buruknya tabiat dan watak seseorang dapat dilihat dari tutur kata bahasanya. Orang yang bertutur kata baik, lemah lembut menandai orang berbudi luhur dan baik hati. Sedangkan orang suka berkata kasar, keras, sering berteriak dan menghardik menunjukkan perangai yang keras dan kasar. selengkapnya

Yadnya yang Sangat Utama adalah Japa Yadnya

kategori: Upacara
Zaman Kali dewasa ini melakukan tapa, jnyana, upacara yadnya dan berdana punia tetap dilakukan. Cuma prioritasnya pada dana punia. Meskipun demikian, melakukan tapa, Jnyana dan upacara yadnya tetap juga dilakukan. Mengenai yadnya dalam Bhagawad Gita IV.33 menyatakan; Sreyaan dravya mayaad yadnya. Jnyanayadnya paramtapa. Artinya: Beryadnya dengan ilmu pengetahuan suci (jnyana) lebih mulia dari pada beryadnya dengan harta benda. Ini mirip dengan pepatah timur: Lebih baik orang diberi pancing dari pada ikan. selengkapnya

Ritual Kematian Nyorat

kategori: Upacara
Kekayaan tradisi keagamaan umat Hindu tidaklah diragukan lagi. Nusantara saja memiliki beragam tradisi yang terjalin harmonis dengan tiga kerangka dasar, yaitu; tattwa, susila, dan upacara. Demikian pula apabila menelusuri kearifan lokal warisan leluhur Suku Dayak di berbagai aliran sungainya. Seperti sebuah upacara unik yang telah dilak-sanakan turun temurun, dikenal sebagai Ritual Nyorat, yang dilaksanakan setelah prosesi penguburan kemudian dapat dilanjutkan dengan Ritual Tiwah sebagai puncaknya. Kata Nyorat sendiri berasal dari bahasa Dayak Ot Danum, yang berarti ritual kematian. selengkapnya