Artikel Terbaru

Siwa Nataraja: Filsafat dan Estetikanya [2]

kategori: Artikel Pilihan
Eksistensi Siwa Nataraja sebagai sebuah fenomena agama, filsafat, spiritualitas dan budaya di dalam kebudayaan India, khususnya India Selatan memang menarik direnungkan manakala kita ingin mengembangkan seni yang dihajatkan untuk pembebasan. Konsep Siwa Nataraja dapat memberikan arah yang jelas proses kreatif dalam berkesenian. selengkapnya

Wanita - Madunya Mantra dan Yadnya

kategori: Artikel Pilihan
Kutara Manawa, menjelaskan bahwa, suami istri merupakan cikal bakal terbentuknya hukum kehidupan, baik sebagai panutan, di bidang spiritual, ia juga sebagai panutan tata kehidupan bermasyarakat maupun bernegara, di samping merupakan dasar utama, terjadinya tata hukum Pewarisan bagi anak-anaknya selengkapnya

Ajaran Brata Dalam Wratisasana

kategori: Artikel Baru
Sebuah naskah tradisional Bali yang sarat dengan ajaran tata susila Hindu dinamai lontar Wratisasana. Naskah ini ada dikoleksi di gedong Kirtya Singaraja, juga ada dikoleksi di Kantor Dokumentasi Kebudayaan Bali, di Perpustakaan Faksas Unud Denpasar, serta di beberapa perpustakaan pribadi pada tokoh agama Hindu di Bali. Naskah ini berbahasa Sansekerta dengan terjemahannya atau bahasan artinya ke dalam bahasa Jawa Kuna. selengkapnya

Rasa, Virya dan Vipaka

kategori: Artikel Baru
Menurut Ayurweda, makanan tidak hanya terletak pada kuantitasnya, tetapi juga dalam hal kualitasnya. Yang dimaksudkan dengan kuantitas adalah banyaknya atau jumlah dan mudahnya makanan dibakar didalam tubuh. Dinilai dari kuantitasnya apakah makanan tersebut mampu menghasilkan sejumlah energi atau substansi vital yang mencukupi guna memenuhi kebutuhan tubuh melakukan segala aktivitasnya, terutama untuk bergerak dalam menjalani kehidupan sehari-hari. selengkapnya

Transplantasi Adalah Yadnya Mulia

kategori: Artikel Baru
Pesamuhan Sabha Pandita Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) yang digelar di Jakarta pekan lalu menghasilkan salah satu keputusan yang menyangkut transplantasi. Dengan kalimat yang sederhana inti dari keputusan itu adalah “transplantasi adalah yadnya yang utama dan sangat mulia”. Disebut utama dan mulia karena dengan memberikan donor dari organ tubuh seseorang maka ada orang lain yang berkesempatan menikmati hidup yang normal. Membantu kehidupan seseorang tentulah yadnya yang sangat mulia. selengkapnya

Sumpah Gajah Mada

kategori: Artikel Pilihan
Sudah pasti bahwa sumpah Gajah Mada tentang perubahan politik pemerintahan diucapkan pada atau sesudah tahun saka 1256 atau tahun Masehi 1334. Para menteri duduk padat di panangkilan menghadap sang rani. Di hadapan sang rani, didengar oleh semua menteri, Gadjah Mada sebagai patih amangku bumi bersumpah :"Jika telah berhasil mendudukkan Nusantara, saya baru akan beristirahat. Jika Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik telah tunduk, saya baru akan beristirahat". selengkapnya

Agama Majapahit

kategori: Artikel Baru
Majapahit banyak meninggalkan tempat-tempat suci, sisa-sisa sarana ritual keagamaan masa itu. Bangunan-bangunan suci ini dikenal dengan nama candi, pemandian suci (patirthan) dan gua-gua pertapaan. Selain itu terdapat pula sisa-sisa bangunan lain, misalnya pintu gerbang yang kadangkala disebut candi pula. Bangunan-bangunan suci masa Majapahit ini kebanyakan bersifat agama Siwa, dan sedikit yang bersifat agama Buddha, antara lain Candi Jago. selengkapnya

Otonan - Peringatan Hari Kelahiran Umat Hindu Bali

kategori: Upacara
Bali memang unik dan menarik bagi semua orang, tidak hanva Bangsa sendiri tetapi juga Bangsa-bangsa di seluruh dunia membicarakan tentang "Bali". Salah satu keunikan yang sudah menjadi tradisi umat Hindu Bali dimanapun berada tidak pernah melupakan prihal; Otonan atau Ngotonin, yang merupakan peringatan hari kelahiran berdasarkan satu tahun wuku, yakni; 6 (enam) bulan kali 35 hari = 210 hari. Jatuhnya Otonan akan bertepatan sama persis dengan; Hari, Panca Wara, dan Wuku yang sama. selengkapnya

Pengabenan Bhuta Cuil Upaya Mendamaikan Alam Astral

kategori: Upacara
Menurut kepercayaan umat Hindu di Bali, apabila ada orang yang meninggal kemudian tidak ada yang mengupacarakannya secara layak menurut ketentuan, maka roh orang bersangkutan akan gentayangan dan menjadi bhuta cuil. Demikian pula, bilamana terdapat orang meninggal kemudian mayatnya ditanam tanpa dibarengi upacara yang patut, maka sampai batas waktu tertentu (12 sasih) atau selama setahun belum ada yang mengupacarainya untuk mendoakan rohnya, maka roh yang bersangkutan pun akan merana di alam astral dan menjadi roh gentayangan yang keberadaannya kemudian sering mengganggu manusia di alam nyata. selengkapnya

Berbagai Kisah Seputar Wong Samar

kategori: Artikel Baru
Seperti yang disebutkan dalam kitab Weda, Tuhan menciptakan jutaan jenis makhluk hidup yang nampak dan yang tidak nampak, yang bergerak dan yang diam, dan lainnya. Wong Samar adalah salah satu ciptaan Tuhan yang tidak nampak oleh mata manusia. Mereka ada di dimensi lain didunia ini, dan hidup bersama kita. Walaupun kita tidak bisa melihatnya, tetapi perkataan dan perbuatan mereka kadang-kadang terdengar dan terasa oleh kita. Seperti rasa merinding di kuduk, ada suara-suara aneh, atau pintu kamar menutup dan membuka sendiri, bayi menangis sejadi-jadinya, dan lain-lainnya. selengkapnya