Artikel Terbaru

Om Swastyastu: Sumber, Arti dan Maknanya

kategori: Artikel Pilihan
Umat Hindu Indonesia bertemu dengan umat Hindu asal India di tanah air, atau ketika berkunjung ke India, bertemu dengan umat Hindu India, maka mereka mengucapkan sapaan ramah tamah Panganjali yang dipergunakan oleh umat Hindu Nusantara, yaitu Om Swastyastu. Sapaan tersebut dijawab dengan Namaste, namaskar, atau kalau beliau orang suci/pendeta maka akan menjawab dengan Kalyanam astu, mangalam astu. Akan tetapi, umat Hindu nusantara selalu menjadi kaget, keheranan karena ternyata Om Swastyastu tidak dikenal dan tidak dipraktikkan oleh umat Hindu di India. selengkapnya

Menakar Kebenaran

kategori: Artikel Pilihan
Mendengar kata kebenaran akan terlintas dalam pikiran adalah sesuatu yang baik dan disetujui oleh banyak orang, dibela oleh banyak orang dan banyak yang setuju jika yang benar tersebut dijadikan ukuran bersama demi ketentraman hidup di dunia. selengkapnya

Agama Akal-Sehat dan Hati-Nurani

kategori: Artikel Baru
Akal yang masih sangat mudah dipengaruhi, didikte dan termotivasi oleh tampakan kasat-indria belum benar-benar sehat. Ia belum sepenuhnya dapat disebut sbagai akal-sehat. Ia masih sakit. Mudah dipengaruhi, didikte dan termotivasi oleh tampakan kasat-indria inilah merupakan "penyakit" bagi si akal. Kalau kita merasa berkepentingan terhadap - apa yang kita sebut sebagai akal-sehat - maka juga seharusnyalah membasmi penyakit akut dari si akal ini menjadi kepentingan kita. Tapi bagaimana membasminya? selengkapnya

Tumpek Klurut: Cinta Kasih adalah Saripati Kehidupan

kategori: Artikel Baru
Persembahan bhakti terwujud dalam bentuk cinta kasih spiritual yang maha agung ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Sutra ke-2 dari Narada Bhakti Sutra menjelaskan perihal cinta kasih maha agung yang merupakan perasan sari dari praktik-praktik persembahan yajna dan praktik keagamaan spiritual lainnya. selengkapnya

Mengendalikan Kerlap-kerlip Pikiran

kategori: Artikel Pilihan
Menurut Yoga Sutra Patanjali, sebagaimana dijelaskan pada bagian awal kitab Yoga ini, definisi Yoga merupakan cara untuk menghentikan kerlap-kerlip pikiran. Sutra 1.12 dari Yoga Sutra Patanjali ini merupakan salah satu Sutra yang dipandang sangat penting, menjadi kunci ajaran atau teknik untuk mengendalikan dan menghentikan kerlap-kerlip pikiran yang sangat ampuh. Ia mengajarkan dua teknik atau cara indah untuk mengontrol, men-ghalangi, bahkan menghentikan (nirodhah) kerlap-kerlip pikiran melalui abhyàsa dan vairâgya. selengkapnya

Kartika "Amerta" Masa

kategori: Artikel Baru
Sekitar bulan Oktober kita memasuki bulan Kartika, yang oleh masyarakat luas dikenal sebagai "sasih Kapat", bulan yang ke-empat. Bulan ketika bunga-bunga bermekaran, ketika bau harum diterbangkan angin dan meliputi alam. Kartika mendapat perhatian istimewa para "pendamba keindahan", para kawi yang suka angdon lango, menikmati keindahan. Karena kartika adalah bulan penuh keindahan (kalangwan), bulan yang dihiasi riris (hujan gerimis) dan suara guntur yang lemah di kejauhan. selengkapnya

Beragama Kekinian

kategori: Artikel Baru
Agama adalah institusi illahi, di mana kesadaran tertinggi setiap insani memuncak pada keyakinan kuasa Hyang Widhi/ Tuhan Yang Maha Esa. Beragama sama dengan berobsesi mencapai Tuhan, sebagai reahtas tertinggi yang mewajibkan umat-Nya mengejawantahkan ajaran Tuhan ke dalam reahtas membumi yang bersifat manusiawi. selengkapnya

Rasa Kartika

kategori: Artikel Baru
Sastra Kawi merekam perjalanan musim dengan kalimat-kalimat yang mengesankan. Pada bulan Srawana (Kasa) musim terasa kering, pepohonan mulai kehilangan kesegarannya, sehingga pada bulan Bhadrawada (Karo) yang dingin, pohon-pohon mulai terlihat gundul. Bulan Asuji (Katiga) terasa panas, air sedikit, sungai-sungai ada yang mengering, burung kalangkyang, menangis, jalan-jalan berdebu dan berbatu. Pada awal bulan Kartika (Kapat) hujan gerimis (riris) mulai turun, guruh terdengar di kejauhan, bunga beraneka warna mulai bermekaran. selengkapnya

Tanda-Tanda Kebangkitan Spiritual Umat Hindu di Banyuwangi

kategori: Artikel Pilihan
Tepat pada hari Anggara Kasih (Selasa Kliwon), wuku Dukut, Tilem (Amawasya) Sasih Kasa Saka 1931, 21 Juli 2009, segenap umat Hindu Banjar Blok Agung. Desa Karang Doro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwmgi-Jatim telah mengungkapkan rasa suku citanya dan bahagianya yang sangat mulia, oleh karena pada saat itu telah berhasil mewujudkan cita-cita sucinya untuk memiliki sebuah bangunan suci berupa pura. Pura yang terletak di tengah-tengah desa itu diberi nama "Pura Luhur Natar Sari Saraswati" telah diupacarai dengan upacara pamelaspas yang dipuput oleh sapta resi atau tujuh pandita Hindu selengkapnya