Artikel Terbaru

Perilaku Umat Saat Hari Raya Agama, Seharusnya Lebih Religius

kategori: Hari Suci
Ada suatu informasi dari te-man yang sempat dapat keliling di beberapa negara di daratan Eropa. Konon di sana ada dua negara, katanya kegiatan beragama rakyatnya yang juga menganut agama tidak terlalu menonjol dalam ritual dan seremonial agamanya. Namun, beragama itu diwujudkan dengan langkah nyata menata hidup yang semakin bermoral dengan daya tahan mental yang kuat dan tangguh. Dengan langkah tersebut secara terus menerus menyebabkan perilaku umat semakin bermoral dengan mental yang semakin kuat. selengkapnya

Jaga Keseimbangan Alam Melalui "Usaba Kaulu"

kategori: Upacara
Tradisi ritual yang diwariskan leluhur, hingga kini tetap lestari di sejumlah desa di Bali. Demikian halnya di Desa Adat Asak, Pertima, Karangasem. Salah satu desa tua di Karangasem ini memiliki tradisi yang tetap terjaga dan dilestarikan yaitu Usaba Kaulu. selengkapnya

Siwarartri: Anugerah Siwa

kategori: Hari Suci
Anugeraha merupakan aktivitas dari Bhatara Siwa sendiri dan Untuk memahami lebih jauh tentang 'anugraha' ini dapat ditelusuri dalam Kakawin Arjunawiwaha. Untuk menguji keteguhan hati Arjuna, Bhatara Siwa mengutus bidadari tercantik di kahyangan untuk menggoda Arjuna. Bidadari adalah simbol Shakti (maya) yang diciptakan untuk 'mengaburkan' kesadaran jiwa. Selain itu, Bhatawa Siwa juga menciptakan ilusi berupa babi hutan yang dipanah oleh Bhatara Siwa dan Arjuna secara bersamaan, dan menjadi rebutan. selengkapnya

Cahaya Siwaratri

kategori: Hari Suci
"Engkau Mahasuci, sumber segala cahaya dan kehidupan ". Begitulah ungkapan umat Hindu memuja Sanghyang Widhi Wasa. Ia Mahasuci adalah Sinar dan Hidup. Ia adalah Sinar yang memantulkan cahaya dan Hidup yang memantulkan kehidupan. Sinar dan Hidup adalah Sat, Kebenaran Yang Nyata; sedangkan cahaya dan kehidupan adalah Asat, Kebenaran Yang Tak Nyata. Sinar-Hidup yang Satu-Mutlak memantulkan cahaya-kehidupan menjadi segala ciptaan, baik benda maupun makhluk. Inilah dunia-cahaya, tempat tinggal manusia bersama makhluk lainnya. selengkapnya

Bersatu dalam Rajutan Tantra

kategori: Artikel Baru
Kesamaan-kesamaan dalam ajaran Tantra telah menyatukan Hindu (Siwaisme) dan Buddhisme, menjadi satu mazab keagamaan tunggal: Sivabuddha. Dalam teks sastra Jawa Kuno kenyataan itu berpuncak dalam sebutan “ya Buddha ya Siva”, yang berarti: tidak ada perbedaan apakah Anda seorang penganut Siva atau Buddha. Sebagian besar sarjana menerima Tantrayana merupakan faktor utama yang memberi ruang terjadinya fusi antara Sivaisme dan Buddhisme, sehingga menjadi suatu mazab keagamaan yang berdiri sendiri di Indonesia. selengkapnya

Melahirkan Diri dari Proses Panjang Pencarian Sendiri Saat Upacara, Kebutuhan dan Agama Lebih Formal

kategori: Artikel Baru
Manusia Setengah Pendeta, baik laki maupun perempuan, umumnya berkonotasi orang yang belum menjadi atau berstatus pendeta. Kata menjadi dan berstatus dengan jelas menunjukkan bahwa pendeta adalah sosok institusional yang secara formal harus menjadi atau dijadikan. Walaupun belum menjadi dan berstatus pendeta, orang ini melalui realisasi dirinya dalam keseharian bisa dirasakan dan diketahui punya kualitas pendeta yang benar. selengkapnya

Sang Hyang Kumara [2]

kategori: Artikel Baru
Menurut kisah yang terdapat dalam Lontar Siwa Gama bahwa Dewa Kumara adalah salah satu putra Dewa Siwa dan Dewi Uma. Putra Siwa yang lainnya adalah Dewa Kala dan Dewa Ghana. Dikisahkan suatu ketika Dewa Siwa sedang sakit. Untuk mengobati sakitnya itu Dewa Siwa minta kepada Dewi Uma untuk mencarikan susu lembu hitam. Demi kesehatan Dewa Siwa dan rasa setianya kepada suami maka Dewi Uma berusaha keras untuk mendapatkan susu tersebut. selengkapnya

Upacara Otonan dan Penguatan Identitas Kehinduan

kategori: Upacara
Memperhatikan perkembangan masyarakat Bali dewasa ini terdapat gejala menarik yang perlu mendapatkan perhatian serius, yaitu terjadinya perubahan sikap dan perilaku orang Bali secara signifikan. Orang Bali kini cenderung menjadi sangat pragmatis sehingga mengarah pada human ekonomikus. Gejala lain adalah semakin memudarnya kebiasaan membuatkan upacara otonan (peringatan kelahiran yang dilaksanakan setiap 210 hari sekali) dan digantikan dengan peringatan kelahiran berupa ulang tahun (dirayakan setahun sekali). selengkapnya

Mitos-Mitos Pendidikan Prenatal Menurut Hindu [3]

kategori: Artikel Baru
Semua langkah yang diambil bersumber dan keyakinan akan adanya Samsara atau Reinkarnasi sehingga Jiwatman yang baiklah akan turun untuk merestui kelahiran suputra. Ada kalanya karena bawaan bayi, ibu yang sedang mengandung sering berbuat yang tidak pada umumnya dilakukan. Misalnya, karena perubahan bentuk tubuh dan hawa panas dari dalam membuat si ibu sering "uring-uringan". Dalam keadaan seperti ini suami dituntut selalu bersabar dalam mendampingi istri yang sedang mengandung. Sentuhan-sentuhan langsung, baik dari ibu maupun suami sangat dibutuhkan bayi dikandung seperti dinyatakan dalam sebuah sumber sebagai berikut selengkapnya

Kong Kasmala Kuwong

kategori: Artikel Baru
Pertunjukan wayang menyimpan makna yang senantiasa berguna untuk direnungkan. Mpu Kanwa pun secara khusus menuliskan sebuah perumpamaan yang menarik tentang wayang. Sang kawi ingin menerangkan kepada kita suatu ajaran (lewat tokoh Hyang Indra yang menyamar sebagai pandita tua), bahwa duma yang nampak ini hanya sebuah pertunjukan yang dapat menyesatkan, tetapi tidak dapat menipu orang bijak, orang yang suci. selengkapnya