Artikel Terbaru

Mari Merayakan Kemenangan Dharma

kategori: Artikel Baru
Di tengah bergelimang prestasi yang melingkupi hidupnya Kadek masih menyisakan sedikit kegalauan dalam hatinya. Ganjalan dalam hatinya tersebut terutama muncul menjelang Hari Raya Galungan, hari yang selama ini dimaknainya sebagai hari kemenangan, yaitu kemenangan Dharma melawan Adharma. selengkapnya

Keadilan

kategori:
Keadilan mengandung pengertian bahwa setiap orang memiliki hak yang sama, terutama dalam hal kesempatan berusaha, pendidikan, hukum, hidup layak dan lain sebagainya. Keadilan semestinya sebagai panglima dalam kehidupan. Hal ini akan dapat terwujud, apabila keadilan dilaksanakan tanpa harus membedakan klasifikasi dan status sosial. Keadilan sepatutnya dilaksanakan terbebas dari ruang, waktu dan keadaan. Apabila kita maknai keadilan sebagai panglima kehidupan, sungguh hidup ini akan indah sekali, karena penegakan hak asasi manusia benar-benar terwujud. selengkapnya

Pendidikan Yang Bernuansa Hindu

kategori: Artikel Pilihan
Tujuan hidup menurut agama Hindu sebagaimana diuraikan dalam Brahmana Purana 22845 adalah; tubuh adalah suatu alat untuk mencapai Dharma, Artha, Kama dan Moksa atau disebut pula Catur Purusan Artha yang berarti empat tujuan hidup umat manusia tersebut diatas yang terjalin satu dengan yang lain yang mewujudkan satu yang utuh. selengkapnya

Tipe Tamasika Dari Prakerti

kategori: Artikel Baru
Menurut Ayurweda mental manusia terbagi atas 3 tipe. Ketiga tipe ini adalah satwika prakrti, rajasika prakrti, dan tamasika prakrti. Ketiganva terbagi lagi atas beberapa sub-tipe. Pada tipe tamasika prakrti terbagi atas 3 sub-tipe, yaitu 1). tipe pasava, 2). tipe matsya, dan 3). vanaspatya. Untuk mengenal lebih rinci lagi tentang tipe mental manusia ini akan dijelaskan sebagai berikut. selengkapnya

Maja dan Mada

kategori: Artikel Pilihan
Majapahit dan Gajah Mada begitu dikenal luas. Majapahit adalah kerajaan besar yang menyatukan Nusantara, sementara Gajah Mada adalah patih kerajaan Majapahit dengan sumpahnya yang terkenal, sumpah Palapa, sumpah yang dimaksudkan untuk menyatukan Nusantara pula. selengkapnya

Diperlukan Jnanavan Lahir dan Batin

kategori: Artikel Baru
Apa sesungguhnya hakikat Jnanavan sesuai sumber suci Bhagawadgita. Jnanavan adalah orang yang bijaksana. Bisa pula diartikan orang yang arif, orang yang berbudi pekerti yang luhur, orang yang memiliki sraddha dan bhakti, orang yang memiliki tatakrama dan berkesabaran. Tentu dalam hal ini bahwa Jnanavan adalah bagaimana seseorang yang hidup di jagat raya terlebih dalam kebersamaan ini, diperlukan adanya kepribadian yang siap dan handal secara lahir dan batin. selengkapnya

Kerajaan Majapahit Selayang Pandang

kategori: Artikel Baru
Pendiri kerajaan Majapahit adalah Raden Wijaya. Ia merupakan raja pertama Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Pada awalnya, pusat pemerintahan kerajaan Majapahit berada di daerah Hutan Tarik. Karena di wilayah tersebut banyak ditemui pohon maja yang buahnya terasa pahit, maka kerajaan Raden Wijaya kemudian dinamakan Majapahit. Raden Wijaya memerintah dari tahun 1293 M hingga 1309 M. selengkapnya

Kesucian Gunung

kategori: Artikel Baru
Bumi ini diciptakan sebagai suatu karya seni oleh Tuhan Yang Maha Esa. Manusia menikmati segala keindahan duniawi ini menurut olah rasa yang dimiliki olehnya masing-masing. Seni itu memang relative dan tidak semua orang dapat menikmati keindahan dunia ini dengan baik. Ada kalanya seseorang menganggap dunia ini tak lebih dari sekedar "Neraka" yang menyiksa hidupnya. selengkapnya

Upacara Pasupati Sebagai Media Sakralisasi

kategori: Artikel Pilihan
Upacara pasupati merupakan bagian dari upacara Dewa Yadnya, upacara ini ditata dalam suatu keyakinan yang terkait dengan Tri Rna. Upacara pasupati yang diyakini oleh manusia sejak dulu kala sampai kini hidup dalam proses budaya dari budaya tradisi kecil ke tradisi besar dan hidup sampai tradisi modern. Upacara ini bertujuan untuk menghidupkan serta memohon kekuatan magis terhadap benda-benda tertentu yang akan dikeramatkan. selengkapnya

Kembali Kepada Hakekat Murni Manusia

kategori: Artikel Baru
Perlukah kita memurnikan sesuatu yang pada hakekatnya murni? Air pada hakekatnya murni; tapi ia belum tentu dalam keadaan murni ketika keluar dari keran air di rumah kita. Udarapun pada hakekatnya murni; tapi udara yang kita hirup sehari-hari boleh jadi penuh kecemaran dan polutan. Semua pada hakekatnya murni. Namun kondisi terkininya belum tentu; malah besar kemungkinannya tidak murni lagi. Demikian pula halnya manusia, atau seekor anjing sekalipun selengkapnya