Artikel Terbaru

Peteng Pitu

kategori: Artikel Baru
Lwirning mandadi madaning jana surupa dhana guna-kulina yowana/ lawan tang sura len kacuran agawe wereh i manahikang sarat kabeh/ yan wwanten sira sang dhanecwara surupa guna dhana kulina yowana/yan tan mada maharddhikeka pangaranya sira putusi sang pinandita// selengkapnya

Leadership Dalam Agama Hindu [3]

kategori: Artikel Baru
Menanamkan ajaran kepemimpinan sesuai sumber suci agama Hindu kepada para generasi muda (sekati teruna) atau kelompok muda-mudi bangsa Indonesia, para pemimpin dalam bidang kependidikan seperti kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, para pengawas ataupun komponen kependidikan yang lainnya dalam bidang pendidikan dari berbagai jenjang adalah upaya positif dan terpuji untuk meningkatkan pemahaman serta praktek kepemimpinan Hindu sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. selengkapnya

Kisah Legenda Calonarang: Janda Tua Yang Sakti

kategori: Artikel Baru
Petilasan calonarang yang hidup saat zaman Raja Airlangga masih bisa ditemui hingga saat ini. Calonarang ini diceritakan sebagai sebagai seorang rondo (janda) yang menguasai ilmu hitam dan penganut aliran durga yang sakti dan jahat. Ia dijuluki “Rondo Naten Girah” (janda yang tinggal di Girah). Karena sangat jahat, warga menamainya Calonarang. Ia juga mempunyai banyak murid, yang semuanya adalah perempuan. selengkapnya

Banyu Pinaweruh: Bersihnya Jiwa Dengan Air Pengetahuan

kategori: Hari Suci
Setelah merayakan piodalan Saraswati, pada Minggu Paing Sinta umat Hindu melanjutkannya dengan malaksanakan prosesi Banyu Pinaruh. Sarana pelaksanaan Banyu Pinaruh menggunakan air kembang (kumkuman). Kumkuman itu dibawa ke tempat-tempat sumber air seperti pancuran, segara, sungai, beji yang diyakini sebagai tempat penyucian atau peleburan mala atau kotoran batin. Di situ umat membersihkan diri, keramas dan mandi. Tetapi jika tak sempat ke tempat-tempat seperti itu, umat bisa melakukannya di rumah. selengkapnya

Caru Adalah Memaknai Ruang dan Waktu

kategori: Upacara
Setiap upacara agama yang berdasarkan Veda selalu ada lima unsur yang memvisualkan nilai-nilai suci upacara agama Hindu. Lima unsur tersebut adalah Mantra, Tantra, Yantra, Yadnya dan Yoga. Yantra itu berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya alat atau sarana dalam bentuk simbol. selengkapnya

Siwa Sebagai Pemberi Anugerah: Memaknai Perayaan Sivaratri

kategori: Artikel Baru
Bilamana dibaca beberapa sumber suci agama Hindu, di antaranya Veda, Itihasa, Upanisad, Purana, dan sumber suci lainnya, maka dengan jelas dijarkan bahwa Sang Hyang Siva adalah nama Tuhan dalam agama Hindu yang juga bergelar Brahman. Namun demikian bagi umat Hindu sering juga memberi nama atau gelar yakni Prabhu, Bhagavan, dan kalau di Indonesia maka Beliau digelari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selanjutnya kalau dibaca lagi secara lebih seksama, misalnya dalam pustaka suci Purana atau Mahapurana, maka ada banyak diajarkan tentang teologi Hindu (Brahma Widya) terutama mengenai Deva Siwa. selengkapnya

Prakrti

kategori: Artikel Baru
Ketika sperma (Sansekerta : sukra, Bali: sukla) dan telur (Sansekerta: sonita, Bali : swanita) bersatu di dalam alat kandungan membentuk janin (embrio, zygote), dosa menentukan keadaan jasmani atau konstitusi fisik (prakrti) dari janin. Prakrti adalah keadaan jasmani, atau konstitusi dari tubuh manusia. selengkapnya

Leadership Dalam Agama Hindu [2]

kategori: Artikel Baru
Menanamkan ajaran kepemimpinan sesuai sumber suci agama Hindu kepada para generasi muda (sekati teruna) atau kelompok muda-mudi bangsa Indonesia, para pemimpin dalam bidang kependidikan seperti kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, para pengawas ataupun komponen kependidikan yang lainnya dalam bidang pendidikan dari berbagai jenjang adalah upaya positif dan terpuji untuk meningkatkan pemahaman serta praktek kepemimpinan Hindu sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. selengkapnya

Revitalisasi Kearifan Lokal Untuk Pelestarian Lingkungan Hidup

kategori: Artikel Baru
Berbicara tentang kearifan lokal, tidak bisa lepas dari berbicara kebudayaan, karena kearifan lokal merupakan salah satu bagian dari kebudyaaan. Kearifan lokal di Bali mempunyai keunggulan yang disebut lokal genious - merupakan puncak kebudayaan Bali yang dapat dibanggakan baik oleh masyarakat Bali maupun masyarakat Indonesia dan dunia. Macam-macam kearifan lokal yang terdapat dalam legenda, foklore (satua), sastra, hukum adat, upacara tradisional, dan terejawantahkan melalui media ritual, perkataan yang disebut sebagai living culture yang juga tersirat dalam prilaku yang bijak selengkapnya