Artikel Terbaru

Makna Arah Timur Laut

kategori: Artikel Baru
Dalam perjalanan Lubdhaka di hutan mengarah ke arah timur laut (lunghang lampahika angawetan angalor). Tentu memuat gagasan yang sarat dengan makna. Seperti juga perjalanannya yang memburu binatang-binatang besar atau raja binatang (pasupati) seperti harimau, babi hutan, gajah, dan badak (anghing lot maburu gawenya, mamating mong, wok, gaja, mwang warak). Pada puncak perburuannya, setelah memanjat pohon bila yang manaungi telaga (irika tikang nisaddha mamanek panging maja teher manongi taiaga), ia menemukan sebuah siwalingga yang abstrak (siwalingga nora ginaway). selengkapnya

Ajaran Yoga Dalam Tradisi Hindu di Indonesia [2]

kategori: Artikel Pilihan
Ajaran Yoga adalah ajaran terpenting dalam agama Hindu. Dalam sejarah Agama Hindu telah ditemui istilah Yogiswara dalam peradaban pra-Weda, yaitu dalam peradaban Harappa. Dan istilah Yogiswara menjadi istilah sangat penting dalam ajaran Siwa-Agama maupun Budha-Agama, yang juga diwarisi di Indonesia. Dalam sejarah kesusastraan Hindu di Indonesia misalnya, Kakawin Ramayana sebagai karya sastra tertua yang ditulis di Indonesia, pengarangnya disebut sebagai Sang Yogiswara selengkapnya

Sara Sarira

kategori: Artikel Baru
Pesta Kesenian Bali tahun ini mengambil tema "Mulat Sarira". Mulat sarira sesungguhnya istilah yang penuh makna religiusitas, tertuang di dalam kitab-kiab tattwa atau filsafat agama. Frase itu sebenarnya berarti "melihat ke dalam diri". selengkapnya

Gerhana dan Dendam Abadi Raksasa Rau

kategori: Artikel Pilihan
Setiap kali gerhana terjadi, baik gerhana matahari maupun gerhana bulan, masyarakat sejumlah etnis di Nusantara selalu mengingat Rau, Rahu, atau Batara Kala. Sosok raksasa penelan matahari atau bulan itu selalu menjadi "kambing hitam" atas kegelapan sesaat yang terjadi. Meski mitos itu telah ditinggalkan sebagian besar masyarakat seiring berkembangnya pengetahuan dan kemampuan berpikir rasional, cerita tentang raksasa pendendam itu tetap abadi dalam ingatan rakyat. selengkapnya

Drona Jaya

kategori: Artikel Pilihan
Pandu Dewanata raja Astina, wafat tatkala memadu kasih dengan Dewi Madri, ibu dari sang kembar Nakula Sadewa. Merupakan hasil perbuatan masa lampau oleh Pandu Dewanata sendiri. Para Pandawa Lima putra Pandu : Darmawangsa, Bima, Arjuna, Nakula, Mahadewa masih berusia remaja, diasuh oleh Dewi Kunti, tinggal bersama didalam kraton Astina. selengkapnya

Garbha atau Janin

kategori: Artikel Baru
Garbha, embrio atau janin terjadi akibat terjadinya fertilasi atau bertemunya sukra dan sonita di dalam garbhasaya. Secara umum sukra ini disebut sperma. Di Bali malahan dikenal dengan nama sukla, atau kama petak. Kata sukra ini dikonotasikan dengan kata suci atau putih, sehingga diterjemahkan menjadi sukla. Atau kama petak yang bermakna kama yang warnanya petak atau putih. Memang warna sperma adalah putih. Sedangkan sonita secara umum berarti telur, atau ovum. Di Bali kata sonita ini diasosiasikan dengan kata wanita, sehingga swanita. Atau kama bang, kama yang berwarna bang atau merah, karena warna darah menstruasi adalah merah. Jadi, kama yang berwarna merah dan putih inilah yang menghasilkan garbha atau embrio. selengkapnya

Abdhi dan Adri

kategori: Artikel Baru
Ketika masyarakat dunia memperingati hari bumi, kita segera teringat betapa makna yang dikandung oleh "bhumi" itu sendiri. Bahwa dalam banyak teks bumi dinyatakan sebagai simbol "kesabaran" (kelan), bahwa bumi adalah ibu kita yang senantiasa memberi tanpa pamerih. selengkapnya

Pemberdayaan Pasraman Menuju Peningkatan Kualitas SDM Hindu

kategori: Artikel Pilihan
Bali adalah dwipa spiritual. Predikat ini sangat lazim diberikan buat pulau Bali. Bila orang asing menyebutnya dengan "sorganya dunia", "pulau dewata", pulau seribu pura" dan berbagai sebutan lainnya ke arah spiritual, maka sebutan itu dapat dikatakan apakah sudah pas atau sebaliknya? Hal ini menjadi tantangan besar bagi pulau Bali. Kalau dilihat dari realita masyarakat Hindu, bahwa secara keseharian (nitya karma) dan secara insidental (naimitika karma), umat Hindu melakukan ritual atau upacara Agama Hindu sesuai dengan etika mulia (susila) dan filsafatnya (tattwa). selengkapnya

Yoga Sutra Patanjali (Pengantar)

kategori: Artikel Baru
Yoga Sutra yang disusun oleh Maharsi Patanjali ini adalah teks klasik terbesar dan terutama dalam aliran filsafat Yoga India. Ditulis 2.500 tahun yang lalu; jadi kurang lebih sezaman dengan Buddha Gotama. Bahkan ada yang berpendapat bahwa teks ini telah disusun tak kurang dari abad ke-2 SM. Di dalamnya, sutra-sutra tentang Yoga atau penyatuan universalnya pendek dan akurat menegaskan bagian-bagian esensial secara lengkap dan rinci. Mengingat kepadatan dan kepekatan kandungan makna filosofis spiritualnya, Yoga Sutra dianjurkan agar dijelaskan dan diterjemahkan oleh seorang guru Yoga melalui komentar-komentar. Praktik Yoga dipandang sebagai pelengkap dari dan dalam satu kesatuan pandang dengan filsafat Sankhya. Tujuan pokoknya adalah merealisasikan kebebasan jiwa dari kungkungan maya. selengkapnya

Ajaran Yoga Dalam Tradisi Hindu di Indonesia

kategori: Artikel Pilihan
Ajaran Yoga adalah ajaran terpenting dalam agama Hindu. Dalam sejarah Agama Hindu telah ditemui istilah Yogiswara dalam peradaban pra-Weda, yaitu dalam peradaban Harappa. Dan istilah Yogiswara menjadi istilah sangat penting dalam ajaran Siwa-Agama maupun Budha-Agama, yang juga diwarisi di Indonesia. Dalam sejarah kesusastraan Hindu di Indonesia misalnya, Kakawin Ramayana sebagai karya sastra tertua yang ditulis di Indonesia, pengarangnya disebut sebagai Sang Yogiswara. selengkapnya