Artikel Terbaru

Natha dan Niti

kategori: Artikel Baru
Natha, raja atau seorang pemimpin, seharusnya berpegang teguh pada niti atau ajaran kepemimpinan. Sebuah kitab berjudul Nitisastra menguraikan secara mendalam ajaran kepemimpinan yang seharusnya dihayati oleh seorang pemimpin. Ajaran yang dikandung di dalamnya menyangkut berbagai aspek, mulai dari bagaimana seorang pemimpin membaca tanda-tanda jaman, menghadapi rakyatnya, sampai pada menentukan seorang pendeta kerajaan. selengkapnya

Tumpek Landep

kategori: Hari Suci
Tumpek Landep Memuja Sang Hyang Pasupati, Pertajam IdepUMAT Hindu kembali merayakan rerahinan Tumpek Landep, Sabtu Kliwon Wuku Landep (7 Mei 2011) hari ini Sanicara Kliwon uku landep. Pada Tumpek Landep, umat Hindu memuja Ida Sang Hyang Widhi dalam prebawa-nya sebagai Sang Hyang Pasupati yang telah menganugerahkan kecerdasan atau ketajaman pikiran sehingga mampu menciptakan teknologi atau benda-benda yang dapat mempermudah dan memperlancar hidup, seperti sepeda motor, mobil, mesin, komputer (laptop) dan sebagainya. selengkapnya

Swadharma dan Paradharma

kategori: Artikel Pilihan
Istilah swadharma dan paradharma sudah sangat sering didengar, dibicarakan, dipraktekkan, dan dijadikan bahan kajian oleh para sedharma di tanah air Indonesia. Ternyata istilah ini begitu pas dan relevan bagi umat Hindu yang merupakan ajaran suci tersurat dalam pustaka suci Bhagaivadgita sebagaimana telah disitir di depan. Kata swadharma dan paradharma berasal dari bahasa Sansekerta, yakni dari kata swa, para dan dharma. Kata swa artinya sendiri, diri sendiri, aku, orang-orang dari golongan sendiri, teman. Kata selengkapnya

Majapahit Dalam Sejarah [3]

kategori: Artikel Pilihan
Bangunan suci darmma haji berjumlah 27. Bangunan ini bertujuan untuk memuliakan para kerabat raja yang telah meninggal. Selain itu, leluhur raja dipuja dan dimuliakan setara dewata di bangunan-bangunan tersebut. Salahsatu tempat pen-dharma-an dibangun dalam masa Rajasanagara alah Prajnaparamitapuri yang dihabiskan untuk memuliakan tokoh Rajapatni, nenek Hayam Wuruk. Nagarakrtagama menguraikan sebagai berikut: selengkapnya

Yoga Sutra Patanjali: Samadhi Pada-Hakikat Penyatuan Agung

kategori: Artikel Baru
Yoga Sutra yang disusun oleh Maharsi Patanjali ini adalah teks klasik terbesar dan terutama dalam aliran filsafat Yoga India. Ditulis 2.500 tahun yang lalu; jadi kurang lebih sezaman dengan Buddha Gotama. Bahkan ada yang berpendapat bahwa teks ini telah disusun tak kurang dari abad ke-2 SM. Di dalamnya, sutra-sutra tentang Yoga atau penyatuan universalnya pendek dan akurat menegaskan bagian-bagian esensial secara lengkap dan rinci. selengkapnya

Majapahit Dalam Sejarah [2]

kategori: Artikel Pilihan
Pencapaian peradaban dalam masa Majapahit terjadi pula dalam bidang seni arca yang mempunyai bentuk dan gaya tersendiri. Jumlah arca yang dihasilkan dalam era Majapahit cukup banyak. Arca-arca tersebut ada yang berasal dari periode awal, kejayaan, kemunduran dan keruntuhan Majapahit. selengkapnya

Riuh Tetabuhan Pengusir Kegelapan

kategori: Artikel Pilihan
Saat gerhana tiba, ketika benderang siang atau indah malam purnama berganti kegelapan, keriuhan melanda bumi Nusantara. Dengan harapan Matahari dan Bulan tak jadi ditelan Batara Kala atau raksasa Rahu, warga membunyikan aneka tetabuhan supaya kegelapan sesaat itu lekas berlalu dan terang sejati kembali datang. Itulah respons masyarakat yang hidup bersama mitos. selengkapnya

Hindu Kaharingan [2]

kategori: Artikel Pilihan
Penduduk asli Pulau Kalimantan adalah Suku Dayak. Mereka terbagi dalam 405 sub suku, yang masing-masing mempunyai bahasa dan adat-istiadat sendiri-sendiri. Dari ratusan subsuku Dayak tersebut, Ch.F.H. Duman membagi Suku Dayak dalam7 kelompok, yaitu : Ngaju, Apu, Kayan, Iban, Klemantan (Darat), Murut, Punan, dan Danum. Sedangkan Tjilik Riwut juga membagi dalam 7 kelompok, tetapi sedikit berbeda dengan Ch.F.H. Duma selengkapnya

Yoga Kemenangan Dharma

kategori: Hari Suci
Dunia modern sekarang mulai kehilangan horizon spiritual. Manusia modern melihat segala sesuatu hanya dari sudut pinggiran eksistensi, tidak lagi pada "pusat spiritualitas dirinya" sehingga menyebabkan lupa pada dirinya (teralienasi) "terbelenggu derita". Dalam kondisi yang demikian, idealnya sastra suci agama dan moment hari raya galungan hadir sebagai penerang kegelapan untuk memulihkan hubungan yang terputus antara diri dan spiritualitasnya. selengkapnya

Menarikan Barong, Menjaga "Taksu" Dunia

kategori: Upacara
Matanya melotot tajam. Taringnya mencuat keluar. Badannya berbulu lebat. Sosoknya mengerikan. Itulah penampilan Barong Buntut, sosok makhluk mitologi dalam seni dan tradisi Hindu. Barong tidak hanya bentuk kesenian di Bali, tetapi juga menjadi artefak sakral dalam tradisi Bali dan diyakini memiliki fungsi religius dalam budaya Bali. selengkapnya