Artikel Terbaru

Jana Kertih Menuju Jana Hita

kategori: Artikel Baru
Jana Kertih artinya membangun manusia secara individu agar menjadi SDM yang sehat secara jasmani, tenang secara rohani dan profesional. SDM yang demikian itulah yang dapat berperan membangun kehidupan bersama untuk menciptakan rasa aman, damai, dan sejahtera secara ekonomi. selengkapnya

Pengamalan Agama Ibarat Sebutir Telur

kategori: Artikel Baru
Ada ungkapan yang menarik bagaimana mengamalkan ajaran Hindu dengan mengumpamakan sebutir telur. Sebagaimana kita ketahui bersama, kerangka dasar dalam pengamalan agama Hindu di masyarakat ada tiga hal. Yakni ritual keagamaan atau berbagai upacara yang dibuat masyarakat, etika yang melandasi tata pergaulan di masyarakat, dan filsafat atau tatwa yang harus terus-menerus dipelajari. Jadi upacara, etika dan tatwa itu haruslah menyatu dan saling mendukung selengkapnya

Nyepi, Kerja, dan Kemuliaan Hidup

kategori: Hari Suci
Pada tanggal 28 Maret 2017 yang lalu, umat Hindu di seluruh pelosok nusantara baru saja melaksanakan hari raya Nyepi, sebagai penanda awal tahun baru saka 1939. Sebelumnya, dilaksanakan upacara melasti, yaitu upacara penyucian pratima ke sumber-sumber mata air atau laut. Sehari sebelum Nyepi, umat Hindu secara nasional mengadakan upacara Tawur [ruwatan bumi] yang dipusatkan di depan candi Prambanan, Jateng diikuti dengan hal yang sama di masing-masing Provinsi lain. selengkapnya

Hari Raya Kuningan Sebagai Tonggak Meningkatkan Keharmonisan Keluarga

kategori: Hari Suci
Sebagai umat Hindu kita sungguh sangat bersyukur karena kita banyak mempunyai hari-hari suci keagamaan. Ada yang datangnya setiap enam bulan sekali (tepatnya setiap 210 hari sekali), seperti Hari Raya Galungan dan Kuningan, ada juga yang datangnya setahun sekali, seperti Hari Raya Nyepi dan Hari Siwaratri. Hari ini, Saniscara Kliwon Kuningan, kita merayakan Hari Raya Kuningan. selengkapnya

JANA NAJA 'Manusia Malu'

kategori: Artikel Baru
Kata जन (jana) adalah kata Sanskerta yang berarti “manusia”. Kata “jana” berasal dari suku kata yakni suku kata ja yang mendahului suku kata na. Jika suku kata na mendahului ja, maka akan menjadi kata Sanskerta नज (naja) yang artinya “malu”. Jika kita mengucapkan kedua suku kata ini secara berulang-ulang, maka kedua kata tersebut akan saling melengkapi (ja-na-ja-na-ja-...dst.). Demikian pula dengan maknanya, jana (manusia) akan sempurna jika dilengkapi dengan naja (rasa malu). selengkapnya

Mengendalikan Api dalam Diri

kategori: Artikel Baru
Hari Selasa (28/3), umat Hindu akan merayakan pergantian tahun Saka, dari Saka 1939 menuju Saka 1939. Beda tahun Saka dari tahun Masehi adalah 68 tahun. Saat pergantian tahun seperti ini, umat Hindu melakukan perenungan, evaluasi diri, dengan melaksanakan empat pantangan (catur brata) penyepian, yakni amati geni, amati lelanguan, amati karya, dan amati lelungan. selengkapnya

Dharmayudha Galungan

kategori: Hari Suci
Hari raya Galungan adalah salah satu hari raya umat Hindu yang pelaksanaannya dilaksanakan setiap 6 (enam) bulan sekali atau enam bulan kalender Bali yaitu 210 hari sekali tepatnya pada Budha Kliwon Dungulan. Penjadwalannya didasari atas perhitungan kalender Pawukon, yaitu kalender yang penghitungannya atas dasar daur hari Wuku dan Wewaraan. selengkapnya

Nyepi dan Peradaban Berkualitas

kategori: Hari Suci
Tanggal 1 bulan Waisaka Tahun Saka 1939 bertepatan dengan Selasa, 28 Maret 2017, dirayakan umat Hindu sebagai Tahun Baru Saka. Sudah lama umat Hindu Indonesia merayakan Tahun Baru Saka dengan melaksanakan Nyepi. Ritual Nyepi diawali dengan melaksanakan melasti, kemudian dilanjutkan dengan tawur agung. Lalu, Nyepi selama penuh dan diakhiri ngembak nyepi atau geni. selengkapnya

Nyepi untuk Keutuhan NKRI

kategori: Hari Suci
Selamat datang Tahun Baru Saka 1939. Tahun Saka sebagai penanggalan yang sejak belasan abad yang lalu digunakan sebagai penanggalan resmi di seluruh Nusantara segera akan memasuki tahun yang ke-1939. Penanggalan Saka yang dimulai sejak 21 Maret 78 Masehi merupakan tonggak sejarah berakhirnya perang antarsuku di daratan Bharatawarsa yang ketika itu meliputi wilayah India, Pakistan, Afghanistan, dan Bangladesh (saat ini). selengkapnya

Santi Nawa Warsa: 'Akhir Tahun untuk Mulat Sarira, Mengalami Atman'

kategori: Hari Suci
Hari suci dalam agama Hindu selalu terkait dengan waktu, baik sasih maupun wuku. Hal ini menunjukkan kejelian penerapan ilmu astronomi (jyotisa) oleh para Rsi sebagai ilmuan yang menghubungkan fenomena alam berupa peredaran matahari, bulan, bintan dan benda langit lainnya serta pengaruhnya terhadap kelahiran, kehidupan, dan kematian. Tak terkecuali hari raya nyepi yang jatuh pada penanggal 1 sasih ke dasa sekitar bulan maret. selengkapnya