Artikel Terbaru

Bersatu dalam Rajutan Tantra

kategori: Artikel Baru
Kesamaan-kesamaan dalam ajaran Tantra telah menyatukan Hindu (Siwaisme) dan Buddhisme, menjadi satu mazab keagamaan tunggal: Sivabuddha. Dalam teks sastra Jawa Kuno kenyataan itu berpuncak dalam sebutan “ya Buddha ya Siva”, yang berarti: tidak ada perbedaan apakah Anda seorang penganut Siva atau Buddha. Sebagian besar sarjana menerima Tantrayana merupakan faktor utama yang memberi ruang terjadinya fusi antara Sivaisme dan Buddhisme, sehingga menjadi suatu mazab keagamaan yang berdiri sendiri di Indonesia. selengkapnya

Melahirkan Diri dari Proses Panjang Pencarian Sendiri Saat Upacara, Kebutuhan dan Agama Lebih Formal

kategori: Artikel Baru
Manusia Setengah Pendeta, baik laki maupun perempuan, umumnya berkonotasi orang yang belum menjadi atau berstatus pendeta. Kata menjadi dan berstatus dengan jelas menunjukkan bahwa pendeta adalah sosok institusional yang secara formal harus menjadi atau dijadikan. Walaupun belum menjadi dan berstatus pendeta, orang ini melalui realisasi dirinya dalam keseharian bisa dirasakan dan diketahui punya kualitas pendeta yang benar. selengkapnya

Sang Hyang Kumara [2]

kategori: Artikel Baru
Menurut kisah yang terdapat dalam Lontar Siwa Gama bahwa Dewa Kumara adalah salah satu putra Dewa Siwa dan Dewi Uma. Putra Siwa yang lainnya adalah Dewa Kala dan Dewa Ghana. Dikisahkan suatu ketika Dewa Siwa sedang sakit. Untuk mengobati sakitnya itu Dewa Siwa minta kepada Dewi Uma untuk mencarikan susu lembu hitam. Demi kesehatan Dewa Siwa dan rasa setianya kepada suami maka Dewi Uma berusaha keras untuk mendapatkan susu tersebut. selengkapnya

Upacara Otonan dan Penguatan Identitas Kehinduan

kategori: Upacara
Memperhatikan perkembangan masyarakat Bali dewasa ini terdapat gejala menarik yang perlu mendapatkan perhatian serius, yaitu terjadinya perubahan sikap dan perilaku orang Bali secara signifikan. Orang Bali kini cenderung menjadi sangat pragmatis sehingga mengarah pada human ekonomikus. Gejala lain adalah semakin memudarnya kebiasaan membuatkan upacara otonan (peringatan kelahiran yang dilaksanakan setiap 210 hari sekali) dan digantikan dengan peringatan kelahiran berupa ulang tahun (dirayakan setahun sekali). selengkapnya

Mitos-Mitos Pendidikan Prenatal Menurut Hindu [3]

kategori: Artikel Baru
Semua langkah yang diambil bersumber dan keyakinan akan adanya Samsara atau Reinkarnasi sehingga Jiwatman yang baiklah akan turun untuk merestui kelahiran suputra. Ada kalanya karena bawaan bayi, ibu yang sedang mengandung sering berbuat yang tidak pada umumnya dilakukan. Misalnya, karena perubahan bentuk tubuh dan hawa panas dari dalam membuat si ibu sering "uring-uringan". Dalam keadaan seperti ini suami dituntut selalu bersabar dalam mendampingi istri yang sedang mengandung. Sentuhan-sentuhan langsung, baik dari ibu maupun suami sangat dibutuhkan bayi dikandung seperti dinyatakan dalam sebuah sumber sebagai berikut selengkapnya

Kong Kasmala Kuwong

kategori: Artikel Baru
Pertunjukan wayang menyimpan makna yang senantiasa berguna untuk direnungkan. Mpu Kanwa pun secara khusus menuliskan sebuah perumpamaan yang menarik tentang wayang. Sang kawi ingin menerangkan kepada kita suatu ajaran (lewat tokoh Hyang Indra yang menyamar sebagai pandita tua), bahwa duma yang nampak ini hanya sebuah pertunjukan yang dapat menyesatkan, tetapi tidak dapat menipu orang bijak, orang yang suci. selengkapnya

Dharma Paling Luhur Adalah Mengikuti Kebenaran

kategori: Artikel Baru
Suatu kali ketika Dharmaraja dan Draupadi sedang berada dalam pembuangan, mereka berjalan-jalan di hutan. Pada waktu itu Draupadi melihat suatu buah yang sangat besar di atas sebatang pohon. Ia ingin mendapatkan buah itu karena akan merupakan santapan yang mewah bagi Pandava bersaudara. Dharmaraja menanggapi keinginan Draupadi lalu memanah buah itu hingga jatuh. Kemudian ia berusaha mengangkatnya, tetapi tidak berhasil karena sangat berat. Sementara itu Arjuna datang dan mencoba mengangkat buah tersebut. Dharmaraja dan Draupadi berusaha membantunya, tetapi mereka bertiga tetap tidak mampu mengangkatnya. Sementara itu Bhima, Nakula, dan Sahadewa tiba. selengkapnya

Candi Jawi: Menelusuri Jejak Peninggalan Singhasari di Pasuruan

kategori: Artikel Baru
Candi Jawi terletak di kaki Gunung Welirang, tepatnya di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, sekitar 31 km dari kota Pasuruan. Bangunan candi dapat dikatakan masih utuh karena telah berkali-kali mengalami pemugaran. Candi Jawi dipugar untuk kedua kalinya tahun 1938-1941 dari kondisinya yang sudah runtuh. Akan tetapi, pemugaran tidak dapat dituntaskan karena banyak batu yang hilang dan baru disempurnakan pada tahun 1975-1980. selengkapnya

Berikan Pendapat Tanpa Marah

kategori: Artikel Baru
Dalam kitab Sarasamuscaya sloka 108 ada petuah yang menyangkut soal kepada siapa kita tidak boleh marah. Sloka itu berbunyi: Devatasu vicesena raajasu brahmanesu ca, atyaantavya bhavet krodha balavrddhaturesu ca. Terjemahan bebasnya adalah: Maka dari itu, hendaknya manusia benar-benar berusaha dengan sekuat tenaganya untuk menghilangkan kemarahan dan nafsu angkaranya, misalnya, terhadap para dewata, terhadap para raja, terhadap para brahmana, terhadap anak-anak, terhadap orang yang lanjut usia selengkapnya

Mitos-Mitos Pendidikan Prenatal Menurut Hindu [2]

kategori: Artikel Baru
Semua langkah yang diambil bersumber dan keyakinan akan adanya Samsara atau Reinkarnasi sehingga Jiwatman yang baiklah akan turun untuk merestui kelahiran suputra. Ada kalanya karena bawaan bayi, ibu yang sedang mengandung sering berbuat yang tidak pada umumnya dilakukan. Misalnya, karena perubahan bentuk tubuh dan hawa panas dari dalam membuat si ibu sering "uring-uringan". Dalam keadaan seperti ini suami dituntut selalu bersabar dalam mendampingi istri yang sedang mengandung. Sentuhan-sentuhan langsung, baik dari ibu maupun suami sangat dibutuhkan bayi dikandung seperti dinyatakan dalam sebuah sumber sebagai berikut. selengkapnya