Artikel Terbaru

Maja dan Mada

kategori: Artikel Pilihan
Majapahit dan Gajah Mada begitu dikenal luas. Majapahit adalah kerajaan besar yang menyatukan Nusantara, sementara Gajah Mada adalah patih kerajaan Majapahit dengan sumpahnya yang terkenal, sumpah Palapa, sumpah yang dimaksudkan untuk menyatukan Nusantara pula. selengkapnya

Diperlukan Jnanavan Lahir dan Batin

kategori: Artikel Baru
Apa sesungguhnya hakikat Jnanavan sesuai sumber suci Bhagawadgita. Jnanavan adalah orang yang bijaksana. Bisa pula diartikan orang yang arif, orang yang berbudi pekerti yang luhur, orang yang memiliki sraddha dan bhakti, orang yang memiliki tatakrama dan berkesabaran. Tentu dalam hal ini bahwa Jnanavan adalah bagaimana seseorang yang hidup di jagat raya terlebih dalam kebersamaan ini, diperlukan adanya kepribadian yang siap dan handal secara lahir dan batin. selengkapnya

Kerajaan Majapahit Selayang Pandang

kategori: Artikel Baru
Pendiri kerajaan Majapahit adalah Raden Wijaya. Ia merupakan raja pertama Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Pada awalnya, pusat pemerintahan kerajaan Majapahit berada di daerah Hutan Tarik. Karena di wilayah tersebut banyak ditemui pohon maja yang buahnya terasa pahit, maka kerajaan Raden Wijaya kemudian dinamakan Majapahit. Raden Wijaya memerintah dari tahun 1293 M hingga 1309 M. selengkapnya

Kesucian Gunung

kategori: Artikel Baru
Bumi ini diciptakan sebagai suatu karya seni oleh Tuhan Yang Maha Esa. Manusia menikmati segala keindahan duniawi ini menurut olah rasa yang dimiliki olehnya masing-masing. Seni itu memang relative dan tidak semua orang dapat menikmati keindahan dunia ini dengan baik. Ada kalanya seseorang menganggap dunia ini tak lebih dari sekedar "Neraka" yang menyiksa hidupnya. selengkapnya

Upacara Pasupati Sebagai Media Sakralisasi

kategori: Artikel Pilihan
Upacara pasupati merupakan bagian dari upacara Dewa Yadnya, upacara ini ditata dalam suatu keyakinan yang terkait dengan Tri Rna. Upacara pasupati yang diyakini oleh manusia sejak dulu kala sampai kini hidup dalam proses budaya dari budaya tradisi kecil ke tradisi besar dan hidup sampai tradisi modern. Upacara ini bertujuan untuk menghidupkan serta memohon kekuatan magis terhadap benda-benda tertentu yang akan dikeramatkan. selengkapnya

Kembali Kepada Hakekat Murni Manusia

kategori: Artikel Baru
Perlukah kita memurnikan sesuatu yang pada hakekatnya murni? Air pada hakekatnya murni; tapi ia belum tentu dalam keadaan murni ketika keluar dari keran air di rumah kita. Udarapun pada hakekatnya murni; tapi udara yang kita hirup sehari-hari boleh jadi penuh kecemaran dan polutan. Semua pada hakekatnya murni. Namun kondisi terkininya belum tentu; malah besar kemungkinannya tidak murni lagi. Demikian pula halnya manusia, atau seekor anjing sekalipun selengkapnya

Perilaku Umat Saat Hari Raya Agama, Seharusnya Lebih Religius

kategori: Hari Suci
Ada suatu informasi dari te-man yang sempat dapat keliling di beberapa negara di daratan Eropa. Konon di sana ada dua negara, katanya kegiatan beragama rakyatnya yang juga menganut agama tidak terlalu menonjol dalam ritual dan seremonial agamanya. Namun, beragama itu diwujudkan dengan langkah nyata menata hidup yang semakin bermoral dengan daya tahan mental yang kuat dan tangguh. Dengan langkah tersebut secara terus menerus menyebabkan perilaku umat semakin bermoral dengan mental yang semakin kuat. selengkapnya

Jaga Keseimbangan Alam Melalui "Usaba Kaulu"

kategori: Upacara
Tradisi ritual yang diwariskan leluhur, hingga kini tetap lestari di sejumlah desa di Bali. Demikian halnya di Desa Adat Asak, Pertima, Karangasem. Salah satu desa tua di Karangasem ini memiliki tradisi yang tetap terjaga dan dilestarikan yaitu Usaba Kaulu. selengkapnya

Siwarartri: Anugerah Siwa

kategori: Hari Suci
Anugeraha merupakan aktivitas dari Bhatara Siwa sendiri dan Untuk memahami lebih jauh tentang 'anugraha' ini dapat ditelusuri dalam Kakawin Arjunawiwaha. Untuk menguji keteguhan hati Arjuna, Bhatara Siwa mengutus bidadari tercantik di kahyangan untuk menggoda Arjuna. Bidadari adalah simbol Shakti (maya) yang diciptakan untuk 'mengaburkan' kesadaran jiwa. Selain itu, Bhatawa Siwa juga menciptakan ilusi berupa babi hutan yang dipanah oleh Bhatara Siwa dan Arjuna secara bersamaan, dan menjadi rebutan. selengkapnya

Cahaya Siwaratri

kategori: Hari Suci
"Engkau Mahasuci, sumber segala cahaya dan kehidupan ". Begitulah ungkapan umat Hindu memuja Sanghyang Widhi Wasa. Ia Mahasuci adalah Sinar dan Hidup. Ia adalah Sinar yang memantulkan cahaya dan Hidup yang memantulkan kehidupan. Sinar dan Hidup adalah Sat, Kebenaran Yang Nyata; sedangkan cahaya dan kehidupan adalah Asat, Kebenaran Yang Tak Nyata. Sinar-Hidup yang Satu-Mutlak memantulkan cahaya-kehidupan menjadi segala ciptaan, baik benda maupun makhluk. Inilah dunia-cahaya, tempat tinggal manusia bersama makhluk lainnya. selengkapnya