Artikel Terbaru

Kingking Ing Akung

kategori: Artikel Pilihan
Keindahan sasih Kapat atau Kartika memang dinanti-nanti oleh para kawi atau pengarang. Mereka juga menyebut diri "akung", dia yang merindukan keindahan, dia yang mabuk asmara atau dia yang dibelenggu "kingking" (kesedihan) karena berpisah dengan keindahan. selengkapnya

Ramayana dan Candi Prambanan

kategori: Artikel Baru
Cerita Ramayana di samping Mahabharata agaknya mengakar kuat di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta, gambaran, ukiran, pahatan tokoh-tokoh adikawya itu "dijajakan", "dijual" bersa-maan dengan barang-barang seni kerajinan lainnya. Dan ketika kita menelusuri pinggiran kota budaya Yogyakarta kita dapat menyaksikan para penatah wayang Ramayana dan Mahabharata, dan turis asing pun datang kesitu membeli wayang Anuman, Subali, Sugriwa, dan tertawa bahagia mendengar kisah cinta Rama-Sita dari pedagangnya yang pasih berbahasa asing. selengkapnya

Membaca Kembali Nilai Sakral Besakih

kategori: Artikel Baru
BESAKIH adalah pura terbesar yang ada di Bali. Riwayat pembang pembangunan Besakih tidak lepas dari kedatangan Rsi Markandeya pada abad VIII dari Gunung Raung Jawa Timur. Berdasarkan Raja Purana Besakih dan Dwijendra Tattwa disebutkan Rsi Markandeya melaksanakan panca datu (emas, perak, perunggu, tembaga dan besi) di Basukian/Besakih. Kata Besakih pada mulanya bernama Basuki yang artinya rahayu atau selamat. Dalam perkembangannya kata Basuki berubah menjadi Basukian yang artinya menyelamatkan jagat dan selanjutnya berubah menjadi kata Besakih. selengkapnya

Om Swastyastu: Sumber, Arti dan Maknanya

kategori: Artikel Pilihan
Umat Hindu Indonesia bertemu dengan umat Hindu asal India di tanah air, atau ketika berkunjung ke India, bertemu dengan umat Hindu India, maka mereka mengucapkan sapaan ramah tamah Panganjali yang dipergunakan oleh umat Hindu Nusantara, yaitu Om Swastyastu. Sapaan tersebut dijawab dengan Namaste, namaskar, atau kalau beliau orang suci/pendeta maka akan menjawab dengan Kalyanam astu, mangalam astu. Akan tetapi, umat Hindu nusantara selalu menjadi kaget, keheranan karena ternyata Om Swastyastu tidak dikenal dan tidak dipraktikkan oleh umat Hindu di India. selengkapnya

Menakar Kebenaran

kategori: Artikel Pilihan
Mendengar kata kebenaran akan terlintas dalam pikiran adalah sesuatu yang baik dan disetujui oleh banyak orang, dibela oleh banyak orang dan banyak yang setuju jika yang benar tersebut dijadikan ukuran bersama demi ketentraman hidup di dunia. selengkapnya

Agama Akal-Sehat dan Hati-Nurani

kategori: Artikel Baru
Akal yang masih sangat mudah dipengaruhi, didikte dan termotivasi oleh tampakan kasat-indria belum benar-benar sehat. Ia belum sepenuhnya dapat disebut sbagai akal-sehat. Ia masih sakit. Mudah dipengaruhi, didikte dan termotivasi oleh tampakan kasat-indria inilah merupakan "penyakit" bagi si akal. Kalau kita merasa berkepentingan terhadap - apa yang kita sebut sebagai akal-sehat - maka juga seharusnyalah membasmi penyakit akut dari si akal ini menjadi kepentingan kita. Tapi bagaimana membasminya? selengkapnya

Tumpek Klurut: Cinta Kasih adalah Saripati Kehidupan

kategori: Artikel Baru
Persembahan bhakti terwujud dalam bentuk cinta kasih spiritual yang maha agung ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Sutra ke-2 dari Narada Bhakti Sutra menjelaskan perihal cinta kasih maha agung yang merupakan perasan sari dari praktik-praktik persembahan yajna dan praktik keagamaan spiritual lainnya. selengkapnya

Mengendalikan Kerlap-kerlip Pikiran

kategori: Artikel Pilihan
Menurut Yoga Sutra Patanjali, sebagaimana dijelaskan pada bagian awal kitab Yoga ini, definisi Yoga merupakan cara untuk menghentikan kerlap-kerlip pikiran. Sutra 1.12 dari Yoga Sutra Patanjali ini merupakan salah satu Sutra yang dipandang sangat penting, menjadi kunci ajaran atau teknik untuk mengendalikan dan menghentikan kerlap-kerlip pikiran yang sangat ampuh. Ia mengajarkan dua teknik atau cara indah untuk mengontrol, men-ghalangi, bahkan menghentikan (nirodhah) kerlap-kerlip pikiran melalui abhyàsa dan vairâgya. selengkapnya

Kartika "Amerta" Masa

kategori: Artikel Baru
Sekitar bulan Oktober kita memasuki bulan Kartika, yang oleh masyarakat luas dikenal sebagai "sasih Kapat", bulan yang ke-empat. Bulan ketika bunga-bunga bermekaran, ketika bau harum diterbangkan angin dan meliputi alam. Kartika mendapat perhatian istimewa para "pendamba keindahan", para kawi yang suka angdon lango, menikmati keindahan. Karena kartika adalah bulan penuh keindahan (kalangwan), bulan yang dihiasi riris (hujan gerimis) dan suara guntur yang lemah di kejauhan. selengkapnya

Beragama Kekinian

kategori: Artikel Baru
Agama adalah institusi illahi, di mana kesadaran tertinggi setiap insani memuncak pada keyakinan kuasa Hyang Widhi/ Tuhan Yang Maha Esa. Beragama sama dengan berobsesi mencapai Tuhan, sebagai reahtas tertinggi yang mewajibkan umat-Nya mengejawantahkan ajaran Tuhan ke dalam reahtas membumi yang bersifat manusiawi. selengkapnya