Artikel Terbaru

Tri Kaya Parisuda Tuntunan Moral Bangsa

kategori: Artikel Baru
Etika agama Hindu mengandung nilai-nilai luhur yang harus dipahami, dihayati, ditransformasi dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai luhur dalam Etika Hindu seharusnya lebih sering disosialisasikan agar mampu dipahami dan diyakini kebenarannya sebagai tuntunan hidup yang berbudi luhur. Etika ini merupakan salah satu dari kerangka dasar agama Hindu, yang terdiri dari Tatwa; Susila dan Upacara yang ketiganya tidak bisa dipisahkan, karena satu unsur dengan unsur yang lain saling menata dan membangun secara sibernetik. selengkapnya

Mencari Tuhan Sebagai Sebuah Pendakian Spiritual

kategori: Artikel Baru
Walaupun menurut tattwa Tuhan itu berada dimana-mana/meresap dimana-mana (wiapi-zuiapaka.... ) namun kita tetap dan selalu mencari Tuhan. Dewasa ini kecendrungan (trend) berdharma yatra atau bertirta yatra cukup semarak adanya. Umat Hindu secara perseorangan atau berkelompok bepergian sampai jauh keluar daerah untuk mecari Tuhan, yang berada di Pura yang terletak di kaki gunung, sekitar lautan, danau dan sebagainya. selengkapnya

Hindu Kaharingan

kategori: Artikel Pilihan
Penduduk asli Pulau Kalimantan adalah Suku Dayak. Mereka terbagi dalam 405 sub suku, yang masing-masing mempunyai bahasa dan adat-istiadat sendiri-sendiri. Dari ratusan subsuku Dayak tersebut, Ch.F.H. Duman membagi Suku Dayak dalam7 kelompok, yaitu : Ngaju, Apu, Kayan, Iban, Klemantan (Darat), Murut, Punan, dan Danum. Sedangkan Tjilik Riwut juga membagi dalam 7 kelompok, tetapi sedikit berbeda dengan Ch.F.H. Duman, yaitu: selengkapnya

Makna Arah Timur Laut

kategori: Artikel Baru
Dalam perjalanan Lubdhaka di hutan mengarah ke arah timur laut (lunghang lampahika angawetan angalor). Tentu memuat gagasan yang sarat dengan makna. Seperti juga perjalanannya yang memburu binatang-binatang besar atau raja binatang (pasupati) seperti harimau, babi hutan, gajah, dan badak (anghing lot maburu gawenya, mamating mong, wok, gaja, mwang warak). Pada puncak perburuannya, setelah memanjat pohon bila yang manaungi telaga (irika tikang nisaddha mamanek panging maja teher manongi taiaga), ia menemukan sebuah siwalingga yang abstrak (siwalingga nora ginaway). selengkapnya

Ajaran Yoga Dalam Tradisi Hindu di Indonesia [2]

kategori: Artikel Pilihan
Ajaran Yoga adalah ajaran terpenting dalam agama Hindu. Dalam sejarah Agama Hindu telah ditemui istilah Yogiswara dalam peradaban pra-Weda, yaitu dalam peradaban Harappa. Dan istilah Yogiswara menjadi istilah sangat penting dalam ajaran Siwa-Agama maupun Budha-Agama, yang juga diwarisi di Indonesia. Dalam sejarah kesusastraan Hindu di Indonesia misalnya, Kakawin Ramayana sebagai karya sastra tertua yang ditulis di Indonesia, pengarangnya disebut sebagai Sang Yogiswara selengkapnya

Sara Sarira

kategori: Artikel Baru
Pesta Kesenian Bali tahun ini mengambil tema "Mulat Sarira". Mulat sarira sesungguhnya istilah yang penuh makna religiusitas, tertuang di dalam kitab-kiab tattwa atau filsafat agama. Frase itu sebenarnya berarti "melihat ke dalam diri". selengkapnya

Gerhana dan Dendam Abadi Raksasa Rau

kategori: Artikel Pilihan
Setiap kali gerhana terjadi, baik gerhana matahari maupun gerhana bulan, masyarakat sejumlah etnis di Nusantara selalu mengingat Rau, Rahu, atau Batara Kala. Sosok raksasa penelan matahari atau bulan itu selalu menjadi "kambing hitam" atas kegelapan sesaat yang terjadi. Meski mitos itu telah ditinggalkan sebagian besar masyarakat seiring berkembangnya pengetahuan dan kemampuan berpikir rasional, cerita tentang raksasa pendendam itu tetap abadi dalam ingatan rakyat. selengkapnya

Drona Jaya

kategori: Artikel Pilihan
Pandu Dewanata raja Astina, wafat tatkala memadu kasih dengan Dewi Madri, ibu dari sang kembar Nakula Sadewa. Merupakan hasil perbuatan masa lampau oleh Pandu Dewanata sendiri. Para Pandawa Lima putra Pandu : Darmawangsa, Bima, Arjuna, Nakula, Mahadewa masih berusia remaja, diasuh oleh Dewi Kunti, tinggal bersama didalam kraton Astina. selengkapnya

Garbha atau Janin

kategori: Artikel Baru
Garbha, embrio atau janin terjadi akibat terjadinya fertilasi atau bertemunya sukra dan sonita di dalam garbhasaya. Secara umum sukra ini disebut sperma. Di Bali malahan dikenal dengan nama sukla, atau kama petak. Kata sukra ini dikonotasikan dengan kata suci atau putih, sehingga diterjemahkan menjadi sukla. Atau kama petak yang bermakna kama yang warnanya petak atau putih. Memang warna sperma adalah putih. Sedangkan sonita secara umum berarti telur, atau ovum. Di Bali kata sonita ini diasosiasikan dengan kata wanita, sehingga swanita. Atau kama bang, kama yang berwarna bang atau merah, karena warna darah menstruasi adalah merah. Jadi, kama yang berwarna merah dan putih inilah yang menghasilkan garbha atau embrio. selengkapnya

Abdhi dan Adri

kategori: Artikel Baru
Ketika masyarakat dunia memperingati hari bumi, kita segera teringat betapa makna yang dikandung oleh "bhumi" itu sendiri. Bahwa dalam banyak teks bumi dinyatakan sebagai simbol "kesabaran" (kelan), bahwa bumi adalah ibu kita yang senantiasa memberi tanpa pamerih. selengkapnya