Artikel Terbaru

Mengapa Agama Hindu?

kategori: Artikel Baru
Umat manusia hari ini sedang melalui suatu tahap skeptisisme dan perpecahan. Ia tidak dapat menerima dalam jaman ilmu pengetahuan sekarang ini, dogma-dogma usang dan teori-teori keselamatan. Oleh karena itu ia menolak sebagian besar teori-teori religius dan menjadi tidak percaya, yang amat membahayakan bagi kemajuan peradaban manusia. selengkapnya

Pikiran Hindu dan Keharmonisan Dunia

kategori: Artikel Pilihan
Sumber sumber dasar bagi pikiran Hlindu adalah Weda-Weda dan Upanishad-Upanishad. Pengetahuan Wedic melambangkan keharmonisan yang meliputi seluruh semesta. Ia menunjukkan prinsip kebersatuan dalam kebhinekaan wujud fisik alam dan semesta raya. selengkapnya

Warisan Leluhur: Menerima Tuhan Sebagai Guru

kategori: Artikel Baru
Orang sering menyesal dan merintih dalam hidup ini. Akan tetapi, penyesalan tersebut adalah penyesalan dan rintihan yang membuat kita jatuh, kehilangan semangat hidup. Penyesalan seperti ini karena kita membandingkan diri kita dengan orang yang lebih "tinggi". Sesungguhnya kalau kita membandingkan diri kita dengan orang lain yang hidupnya lebih menderita maka kita akan merasa bersyukur, berpuas hati, dan memiliki semangat hidup yang baik. Semua kemuliaan akan datang dengan sendirinya, tanpa usaha keras. selengkapnya

Brahmavidya dalam Bhuana Kosa [3]

kategori: Artikel Baru
Perkembangan kemajuan zaman yang disertai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang kehidupan, akhirnya membuka pola interaksi antar masyarakat dari berbagai latar belakang. Demikian pula globalisasi yang ditandai oleh kemajuan dalam bidang industri, investasi, informasi dan individualisasi akan memberi peluang dan sangat memungkinkan jaringan informasi dan komunikasi akan semakin terbuka. selengkapnya

Mebanten Tak Terbatas Kewajiban

kategori: Upacara
Agama itu pelembagaan religiusitas – kesadaran mengenai hubungan dan ikatan kembali manusia dengan Tuhan. Dari penghayatan kesadaran tentang hubungan dan ikatan dengan Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, muncullah agama Hindu terdiri atas empat unsur utama, yaitu tattwa (dogma agama), susila (moral agama), acara (ibadat agama), dan parisada (lembaga agama). Tattwa merumuskan hakikat Hyang Widhi dan kehendakNya bagi umat Hindu dan masyarakat. selengkapnya

Calon Arang: Refleksi Hitam-Putih Kehidupan

kategori: Artikel Baru
Cerita Calon Arang begitu terkenal di Bali. Pada umumnya, cerita ini dipentaskan dalam bentuk drama-tari dan wayang, menceritakan pertempuran antara Calon Arang dan Empu Bharadah. Diceritakan, perang tanding ini berlangsung malam hari di Setra Ganda Mayu, Kerajaan Kediri. Pertempuran penguasa ilmu hitam dengan penguasa ilmu putih ini berlangsung hingga pagi hari. Oleh karena ilmu hitam mampunyai kekuatan hanya pada malam hari saja sehingga pada siang hari Calon Arang akhirnya terbakar hangus oleh ilmunya sendiri. Dengan meninggalnya Calon Arang, bencana berupa sakit dan kematian yang melanda Kerajaan Kediri teratasi. selengkapnya

Brahmavidya dalam Bhuana Kosa [2]

kategori: Artikel Baru
Nirguna Brahman disebut Para Brahman, yaitu Brahman Tertinggi adalah Brahman yang bebas dari guna, Brahman yang tak terbatas, tak terkondisikan dan tanpa sifat. Ia tidak dapat dipahami. Dalam Bhagawadgita. VIII.3 Sri Bhagavan bersabda, "Yang kekal abadi, maha Agung, adalah Brahman; persemayaman-Nya dalam badan individu dinamakan adhyatman; karma adalah nama yang diberikan kepada persembahan yang melahirkan makhluk hidup di dunia". selengkapnya

Sewaka Dharma : Landasan Ideal Pelayanan Publik

kategori: Artikel Baru
Modernisasi di Indonesia lebih dekat disebut pembangunan. Pembangunan merupakan jalan yang dipilih para pemimpin bangsa untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan, yaitu masyarakat yang makmur berkeadilan dan adil berkemakmuran (Aziz, 2003:109). Untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan ini kemudian, modernisasi diartikan sebagai perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan tradisional atau masyarakat pramodern menuju kepada suatu masyarakat modern. selengkapnya

Enam Musuh: Pembuka Pintu Gerbang Neraka

kategori: Artikel Pilihan
Agama itu sederhana – pelembagaan religiusitas. Menjadi rumit ketika agama terlibat dan ikut menentukan batas-batas dunia-kehidupan. Sederhana karena inti agama adalah ritual. Dalam agama Hindu ritual disebut acara yang terdiri atas upacara dan upakara. Menjadi rumit karena ritual menetapkan tata cara melakukan hubungan dengan Tuhan, Sang Hyang Widhi Wasa. Hubungan ini menyangkut pengalaman batin, karena itu sering disebut pengalaman religius. Apalagi agama Hindu dikontekstualisasikan dalam beranekaragam tradisi dan bahasa. Akibatnya, pengalaman religius menjadi tidak pernah sederhana. Pengalaman religius inilah dimensi misteri dari agama. selengkapnya

Brahmavidya dalam Bhuana Kosa

kategori: Artikel Pilihan
Perkembangan kemajuan zaman yang disertai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang kehidupan, akhirnya membuka pola interaksi antar masyarakat dari berbagai latar belakang. Demikian pula globalisasi yang ditandai oleh kemajuan dalam bidang industri, investasi, informasi dan individualisasi akan memberi peluang dan sangat memungkinkan jaringan informasi dan komunikasi akan semakin terbuka. Hal ini menciptakan jarak dan batas-batas kebudayaan bangsa-bangsa di dunia semakin kabur dan mendorong semakin cepat terwujudnya bumi ini sebagai sebuah desa dunia. selengkapnya