Artikel Terbaru

Tari Sang Hyang

kategori: Artikel Baru
Sinergi nilai luhur Agama Hindu dan adat budaya Bali dapat mewujud­kan kebudayaan Bali yang religius. Kebudayaan Bali yang religius mengandung makna bahwa, nilai-nilai luhur budaya Bali berintikan (dijiwai) oleh nilai luhur Agama Hindu yang masih diyakini oleh masyarakat pendukungnya di Bali'. Sinergi agama dan kebudayaan Bali amat menentukan pelestarian unsur-unsur budaya Bali yang masih berkembang pada masyarakat Bali. selengkapnya

Majapahit Dalam Sejarah [4]

kategori: Artikel Baru
Pasal-pasal dalam kitab Kutaramanawa tersebut tidak bernapaskan kebudayaan luar (India), melainkan khas Jawa Kuno. Uraian yang terdapat dalam kitab itu ada yang berkenaan dengan hewan-hewan yang biasa dijumpai di Pulau Jawa, misalnya disebutkan adanya hutang piutang kerbau, sapi dan kuda; pencurian ayam, kambing, domba, kerbau, sapi, anjing dan babi; ganti rugi terhadap hewan yang terbunuh karena tidak sengaja dan juga yang banyak mendapat sorotan adalah perihal hutang piutang padi. selengkapnya

Mengapa Agama Hindu?

kategori: Artikel Baru
Umat manusia hari ini sedang melalui suatu tahap skeptisisme dan perpecahan. Ia tidak dapat menerima dalam jaman ilmu pengetahuan sekarang ini, dogma-dogma usang dan teori-teori keselamatan. Oleh karena itu ia menolak sebagian besar teori-teori religius dan menjadi tidak percaya, yang amat membahayakan bagi kemajuan peradaban manusia. selengkapnya

Pikiran Hindu dan Keharmonisan Dunia

kategori: Artikel Pilihan
Sumber sumber dasar bagi pikiran Hlindu adalah Weda-Weda dan Upanishad-Upanishad. Pengetahuan Wedic melambangkan keharmonisan yang meliputi seluruh semesta. Ia menunjukkan prinsip kebersatuan dalam kebhinekaan wujud fisik alam dan semesta raya. selengkapnya

Warisan Leluhur: Menerima Tuhan Sebagai Guru

kategori: Artikel Baru
Orang sering menyesal dan merintih dalam hidup ini. Akan tetapi, penyesalan tersebut adalah penyesalan dan rintihan yang membuat kita jatuh, kehilangan semangat hidup. Penyesalan seperti ini karena kita membandingkan diri kita dengan orang yang lebih "tinggi". Sesungguhnya kalau kita membandingkan diri kita dengan orang lain yang hidupnya lebih menderita maka kita akan merasa bersyukur, berpuas hati, dan memiliki semangat hidup yang baik. Semua kemuliaan akan datang dengan sendirinya, tanpa usaha keras. selengkapnya

Brahmavidya dalam Bhuana Kosa [3]

kategori: Artikel Baru
Perkembangan kemajuan zaman yang disertai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang kehidupan, akhirnya membuka pola interaksi antar masyarakat dari berbagai latar belakang. Demikian pula globalisasi yang ditandai oleh kemajuan dalam bidang industri, investasi, informasi dan individualisasi akan memberi peluang dan sangat memungkinkan jaringan informasi dan komunikasi akan semakin terbuka. selengkapnya

Mebanten Tak Terbatas Kewajiban

kategori: Upacara
Agama itu pelembagaan religiusitas – kesadaran mengenai hubungan dan ikatan kembali manusia dengan Tuhan. Dari penghayatan kesadaran tentang hubungan dan ikatan dengan Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, muncullah agama Hindu terdiri atas empat unsur utama, yaitu tattwa (dogma agama), susila (moral agama), acara (ibadat agama), dan parisada (lembaga agama). Tattwa merumuskan hakikat Hyang Widhi dan kehendakNya bagi umat Hindu dan masyarakat. selengkapnya

Calon Arang: Refleksi Hitam-Putih Kehidupan

kategori: Artikel Baru
Cerita Calon Arang begitu terkenal di Bali. Pada umumnya, cerita ini dipentaskan dalam bentuk drama-tari dan wayang, menceritakan pertempuran antara Calon Arang dan Empu Bharadah. Diceritakan, perang tanding ini berlangsung malam hari di Setra Ganda Mayu, Kerajaan Kediri. Pertempuran penguasa ilmu hitam dengan penguasa ilmu putih ini berlangsung hingga pagi hari. Oleh karena ilmu hitam mampunyai kekuatan hanya pada malam hari saja sehingga pada siang hari Calon Arang akhirnya terbakar hangus oleh ilmunya sendiri. Dengan meninggalnya Calon Arang, bencana berupa sakit dan kematian yang melanda Kerajaan Kediri teratasi. selengkapnya

Brahmavidya dalam Bhuana Kosa [2]

kategori: Artikel Baru
Nirguna Brahman disebut Para Brahman, yaitu Brahman Tertinggi adalah Brahman yang bebas dari guna, Brahman yang tak terbatas, tak terkondisikan dan tanpa sifat. Ia tidak dapat dipahami. Dalam Bhagawadgita. VIII.3 Sri Bhagavan bersabda, "Yang kekal abadi, maha Agung, adalah Brahman; persemayaman-Nya dalam badan individu dinamakan adhyatman; karma adalah nama yang diberikan kepada persembahan yang melahirkan makhluk hidup di dunia". selengkapnya