Artikel Terbaru

Mulat Sarira dan Sara Sarira

kategori: Artikel Baru
Mulat Sarira memang menjadi ajaran penting dalam kitab-kitab Siwaistis. Apa yang disebut Sara-Sarira (sari diri) senantiasaa ditekankan untuk dipahami terlebih dahulu : Tatwanya n sara sarira ri yawa ri dalem ning awak yekatonton, apan tan bheda ring sarwa bhuwana harta ring angga sarwastasiddhi; na hetunya n sarinya ng sarira juga pineh siddha ring moksa marga, (hakekat intisari diri baik diluar maupun didalam badan lihatlah itu, karena tidak beda buana maupun badan memuat delapan kekuatan; itulah sebabnya sarinya badan diperas sehingga tercapi tujuan moksa itu). selengkapnya

Tangisan Ibu Pertiwi

kategori: Artikel Baru
Telah menjadi kepercayaan Asia Purba bahwa kehidupan terjadi karena Bapa Langit dan Ibu Bumi. Identik dengan peristilahan Bapa Akasa dan Ibu Prethiwi dalam lontar-lontar di Bali. Gagasan tentang Sang Hyang Luhuring Akasa dan Sang Hyang Ibu Prethiwi terakualisasi dalam penggunaan banten-banten di sanggar pasaksi. Sesajen yang dipersembahkan kepada para dewa yang berkedudukan di atas langit diletakkan di atas (sanggar). selengkapnya

Konsep Anugrah Tuhan Dalam Saiva Siddhanta

kategori: Artikel Baru
Anugerah Tuhan (Tiruarul) adalah salah satu konsep dasar dalam Saiva Siddhanta. Satu dari 14 karya ajaran Saiva Shiddanta berjudul Tiruarulpayan. Seperti halnya dengan dengan Tiruktural yang sangat terkenal itu, Tiruarulpayan berwujud couplet yang masing-masing panjangnya satu setengah baris. Disusun dalam 10 bab, masing-masing dari 10 couplet dapat dipandang sebagai edisi pendamping Tirukkural. Sementara Tirukkural secara eksplisit berkenaan hanya dengan tiga Purusartha pertama (dharma-aram; artha-porul; dan kama) Tiruarulpayan secara eksklusif berkenaan dengan yang keempat yakni Moksa-vidu. selengkapnya

Manajemen Kreatif 'Yadnya'

kategori: Upacara
Dari lima unsur itu, yang paling mudah terlihat secara visual adalah Yadnya. Yadnya berasal dari Bahasa Sansekerta dari akar kata "Yaj" yang artinya memuja. Secara etimologi pengertian Yadnya adalah persembahan suci secara tulus ikhlas dalam memuja Hyang Widhi. Sementara itu, banyak orang mengartikan bahwa Yadnya hanyalah upacara ritual keagamaan. Pemahaman tersebut tentu tidak terlalu salah karena upacara ritual keagamaan adalah bagian dari Yadnya. selengkapnya

Multi Peran Wanita

kategori: Artikel Pilihan
Berangkat dari gagasan tersebut, kemudian dikaitkan dengan adanya keinginan wanita untuk meningkatkan perannya di sektor publik, tanpa dibarengi dengan upaya untuk mengurangi perannya di sektor domestik merupakan dilema yang tak kunjung berakhir. Artinya, ketika multi peran wanita diciptakan di saru sisi, sementara di sisi lain peran kulturalnya tidak dikurangi, atau setidak-tidaknya tidak diciptakan modifikasi dalam kehidupannya sebagai wanita tradisional, maka hal tersebut akan menyulitkan diri mereka sendiri. selengkapnya

Tiga Ta Vs Panca Ma (harta, tahta, wanita)

kategori: Artikel Baru
Lingkaran panca ma disarankan untuk dihindari karena merugikan diri sendiri dan masyarakat. Aktivitas madat tidak saja mencakup kegiatan mengkonsumsi obat-obatan yang tergolong psikotropika, namun apa saja bisa membuat diri manusia melakukan aktivitas itu. Main game, bahkan menekuni suatu ilmu juga bisa membuat manusia menjadi pemadat. Karena suntuknya bermain game, orang bisa lupa segalanya, bahkan lupa makan dan minum. selengkapnya

Bhaktityaga: Ujian Bagi Dharmawangsa

kategori: Artikel Baru
Dharmawangsa diuji? Demikianlah tersurat dalam Swarga-rohana parwa, kitab ke-18 atau terakhir dari Mahabharata. Ujian maha berat, karena menyangkut sebuah pandangan atau keyakinan. Di dalamnya terkandung ajaran rokhani yang patut dihayati. selengkapnya

Apa Itu Meditasi Eling Lan Waspada? [2]

kategori:
Pertama-tama kita harus 'sadar', harus eling. Dari sinilah kita memulainya; memulai semuanya. Sadar disini bisa diibaratkan dengan bangun tidur, ia juga bisa diibaratkan dengan terbitnya sang surya. Kita mengawali segala aktivitas keseharian kita, sejak bangun tidur. selengkapnya

Fungsi "Kahyangan Tiga" Dalam Desa Adat

kategori: Artikel Pilihan
Dalam salah satu tulisannya yang berjudul "Het Godsdienstig Karakter Der Balische Dorpsgemeenschap", R. Goris mencatat bahwa ciri religius dari desa adat di Bali dibentuk oleh tiga unsur fundamental yaitu: (1) Sejumlah tempat suci desa (Pura-Pura desa) sebagai tempat pemujaan; (2) susunan kepengurusan desa (prajuru desa) yang selalu dikaitkan dengan fungsi-fungsi keagamaan; (3) berbagai upacara seremonial (upakara)yang konsisten dilakukan oleh desa. selengkapnya

Sarameya Menonton Yajna

kategori: Artikel Baru
Posisinya cukup jauh ia hanya menonton upacara yajna yang dilaksanakan oleh Sang Srutasena atas perintah Maharaja Janamejaya. Ia menyadari dirinya kotor, tak patut mendekat ke kancah upacara besar itu, upacara yajna yang dilaksanakan di Kuruksetra. selengkapnya