Artikel Terbaru

Apa Itu Meditasi Eling Lan Waspada? [2]

kategori:
Pertama-tama kita harus 'sadar', harus eling. Dari sinilah kita memulainya; memulai semuanya. Sadar disini bisa diibaratkan dengan bangun tidur, ia juga bisa diibaratkan dengan terbitnya sang surya. Kita mengawali segala aktivitas keseharian kita, sejak bangun tidur. selengkapnya

Fungsi "Kahyangan Tiga" Dalam Desa Adat

kategori: Artikel Pilihan
Dalam salah satu tulisannya yang berjudul "Het Godsdienstig Karakter Der Balische Dorpsgemeenschap", R. Goris mencatat bahwa ciri religius dari desa adat di Bali dibentuk oleh tiga unsur fundamental yaitu: (1) Sejumlah tempat suci desa (Pura-Pura desa) sebagai tempat pemujaan; (2) susunan kepengurusan desa (prajuru desa) yang selalu dikaitkan dengan fungsi-fungsi keagamaan; (3) berbagai upacara seremonial (upakara)yang konsisten dilakukan oleh desa. selengkapnya

Sarameya Menonton Yajna

kategori: Artikel Baru
Posisinya cukup jauh ia hanya menonton upacara yajna yang dilaksanakan oleh Sang Srutasena atas perintah Maharaja Janamejaya. Ia menyadari dirinya kotor, tak patut mendekat ke kancah upacara besar itu, upacara yajna yang dilaksanakan di Kuruksetra. selengkapnya

"Happy Birthday", Tradisi Salah Kaprah

kategori: Artikel Pilihan
Dunia Barat merayakan hari ulang tahun dengan sebutan Happy Birthday atau Selamat Hari Ulang Tahun. Selanjutnya, dunia Timur khususnya India dan Indonesia (Bali) pun mengikutinya mentah-mentah. Tanpa merasa ada sesuatu yang salah, tanpa pertanyaan apapun juga. selengkapnya

Swana dan Swarga

kategori: Artikel Baru
Kisah perjalanan Sang Dharmawangsa ke sorga (Swarga) menghadirkan sebuah bahan renungan. Bahwa Sang Dharmawangsa, setelah meninggalkan ke empat adiknya dan Sang Dewi Drupadi istrinya, masih melanjutkan perjalanannya diikuti oleh seekor anjing (swana) yang setia. Mengetahui hal itu, Dewa Indra turun mendekati sambil meminta Sang Dharmawangsa meninggalkan anjingnya itu. "Ananda tidak dapat masuk sorga bila bersama anjing itu" sabda Dewa Indra. selengkapnya

Nilai Mitos Raja Purana

kategori: Artikel Pilihan
Dalam rangka memantapkan dan melengkapi Sradha Umat Hindu menjelang Upacara Agung Panca Bali Krama yang puncak penyelenggaraaannya tanggal 17 Maret 1999 di i pura terbesar di dunia Besakih, perlu kiranya rangsangan-rangsangan untuk membangkitkan emosi keagamaan. Rangsangan-rangsangan tersebut tidak terbatas hanya informasi yang bernilai magis, keajaiban-keajaiban yang pernah terjadi, tetapi perlu juga rangsangan-rangsangan dari kajian-kajian ilmiah dari para ilmuwan yang ahli dalam bidang religi mitologi. selengkapnya

Majapahit Dalam Sejarah [5]

kategori: Artikel Baru
Kerajaan Majapahit yang berkembang antara abad ke-14-awal ke-16 M merupakan penerus Kerajaan Singha-sari yang berkembang dalam masa sebelumnya (abad ke-13 M). Raja-raja Singhasari dan Majapahit berpangkal pada tokoh Ken Angrok yang nama penobatannya ialah Sri Ranggah Rajasa Bhattara sang Amurwwabhumi. Oleh karena itu, tokoh Ken Angrok dapat dinyatakan sebagai vamsakrta (pendiri dinasti). Dinasti yang dikembangkannya adalah wangsa Rajasa (Rajasavamsa). selengkapnya

Sanghyang Rwa Bhinneda

kategori: Artikel Pilihan
Kata Rwa Bhinneda sangat akrab di telinga dalam hidup dan kehidupan masyarakat Hindu. Rwa Bhinneda dalam pemahaman masyarakat, sering diartikan suatu sistem yang memutar kehidupan berkrama (bermasyarakat). Dengan kata Rwa Bhinneda ini, suatu perbuatan atau keadaan, maupun waktu yang senantiasa bertentangan. Dengan pertentangan inilah, hidup ini berputar. selengkapnya

Menyapa Kala di Candi Pringapus

kategori: Artikel Pilihan
Sastrawan dan filsuf terkenal dari India, Rabindranath Tagore (1861-1941), mendatangi Jawa pada 1930 untuk melihat sendiri jejak masa lampau ekspansi India. Di Jawa, Tagore memang merasakan "India" hadir di mana-mana, tetapi sudah tak dalam bentuk aslinya. Penduduk Jawa telah mengubahnya, memodifikasinya sesuai dengan penafsiran mereka. selengkapnya

Samudra dan Mudra

kategori: Artikel Baru
Tradisi sastra dan filsafat Hindu mengulang-ulang ucapan ini: "Sebagaimana sungai-sungai memiliki sumber yang berbeda-beda tempatnya, namun semua airnya berbaur menjadi satu di samudra, demikian pula, oh Tuhan, jalan-jalan yang berbeda yang ditempuh oleh manusia melalui keinginan-keinginan yang berbeda, walaupun tampak beragam, berbelok atau lurus, semuanya menuju kepada-Nya jua". Ya, samudra menjadi tujuan semua sungai, atau semua air yang mengalir tujuan itu ternyata satu. selengkapnya