Artikel Terbaru

Wakcapala dan Hastacapala

kategori: Artikel Pilihan
Dari sekian banyak ciptaan Timan Yang Maha Esa di muka bumi ini, manusia merupakan makhluk yang paling utama. Keutamaan manusia ini, karena di antara ciptaan Tuhan, manusia memiliki Tripramana (Bayu, Sabdha dan Idep), sedangkan binatang, khewan dan sejenisnya mempunyai dwi Pramana (bayu dan sabdha) dan tumbuh-tumbuhan dan sejenisnya mempunyai eka pramana (bayu) saja. Sebagai makhluk sempurna, manusia dilengkapi dengan akal-pikiran serta budi dan daya, sehingga dengan berbekalkan keempat unsur itu, manusia menjadi makhluk berbudaya. selengkapnya

Apa Itu Meditasi Eling Lan Waspada?

kategori: Artikel Baru
Pertama-tama kita harus 'sadar', harus eling. Dari sinilah kita memulainya; memulai semuanya. Sadar disini bisa diibaratkan dengan bangun tidur, ia juga bisa diibaratkan dengan terbitnya sang surya. Kita mengawali segala aktivitas keseharian kita, sejak bangun tidur. Terbitnya matahari berarti dimulainya hari; terbitnya matahari juga berarti dunia mulai terang; kegelapan malam dan kegelapan tidur serta buaian mimpi-mimpi telah usai. selengkapnya

Brahmana dalam Sumpah "Brahmacarya"

kategori: Artikel Baru
Orang yang bisa menjadi seorang brahmana dianggap sebagai orang yang sangat utama diantara manusia. Tentu saja brahmana dalam hal ini bukanlah brahmana karena kelahiran yang dinamakan brahma-bandhu melainkan brahmana yang karena kualifikasi ke-brahmana-an, karena sifat-sifat mulia yang harus dimiliki oleh seorang brahmana. Kitab-kitab suci Veda memberikan definisi apa dan siapa itu brahmana sebagai "brahman janati iti brahmanah", bahwa brahmana adalah dia yang mengetahui Tuhan. selengkapnya

Kasih Sayang Ibu yang Mensejahterakan

kategori: Artikel Pilihan
Bagaimanakah kuasa ibu? Sulit dijawab, tetapi para bhakti sudah mencintainya. Para bhakti akan tahu kalau telah di beri kuasa Ibu, sebagai ibu yang memiliki sifat kasih sayang, menuntun, dan mengarahkan yang baik, memiliki sifat memberi dan melindungi. selengkapnya

Sikap Santun Saat Berdana Punia

kategori: Artikel Baru
Dewasa ini ada tren masyarakat mendapatkan aliran bantuan sosial yang meningkat. Aliran tersebut banyak dikemas dengan istilah Daana Punia. Prioritas beragama zaman Kali menurut Manawa Dharmasastra 1.86 adalah dengan Daana Punia. Apa lagi kalau Daana Punia itu untuk pendidikan membangun Suputra jauh lebih mulia dari seratus kali Upacara Yadnya. Demikian Slokantara 2 menyatakan. selengkapnya

Keberagaman Perekat Persatuan

kategori: Hari Suci
Keberagaman bangsa Indonesia yang terbentuk sejak dahulu kala dipengaruhi oleh berbagai latar belakang. Belasan ribu pulau, ribuan suku bangsa dengan ribuan bahasa dan adat istiadat, beragam agamadankepercayaan, tumbuh dan berkembang dengan subur. selengkapnya

Nyepi Dalam Kegaduhan

kategori: Hari Suci
Mari sejenak mengingat alunan mendiang Franky Sahilatua berikut, “Hari ini telah terbaca, Tentang banjir dan gajah mati, Gempa bumi dan para pencuri, Harga harga tinggi.” Syair tersebut merupakan penggalan lagu “Hari Ini Telah Terbaca” yang didendangkan Franky di era tujuh puluhan. Syair tersebut menggambarkan situasi kehidupan bangsa Indonesia masa itu, yang ternyata hingga kini masih banyak terjadi. Bahkan skalanya jauh lebih besar dan berintensitas lebih tinggi. selengkapnya

Perayaan Nyepi dan Gerhana Matahari

kategori: Hari Suci
Nyepi, perayaan Tahun Baru Saka 1938 bagi umat Hindu jatuh pada 9 Maret 2016. Perayaan Nyepi kali ini bertepatan dengan gerhana matahari total, yang sering dikaitkan dengan berbagai mitos kesialan, walaupun secara ilmu pengetahuan modern diketahui bahwa gerhana matahari merupakan peristiwa alam biasa yang datang secara berulang. selengkapnya

Meneguhkan Jalan Peradaban

kategori: Hari Suci
Hari raya Nyepi pada hakikatnya adalah peristiwa budaya dengan diakuinya tahun Saka pada 78 Masehi oleh Raja Kaniska I di India Utara. Hal itu seiring dengan perubahan strategi perang sang raja: menjadi diplomasi dan persahabatan. selengkapnya

10 Abad Jejak Gerhana di Nusantara

kategori: Artikel Baru
Gerhana matahari total adalah fenomena alam biasa yang mulai terjadi sejak terbentuknya tata surya 4,5 miliar tahun lalu. Namun, peristiwa itu menjadi langka karena hanya sedikit daratan di muka bumi yang bisa menyaksikan dan merasakan dampaknya. Karena itu, tak banyak dokumentasi nenek moyang kita yang merekam gerhana matahari di Nusantara. selengkapnya