Artikel Terbaru

Pengaruh

kategori: Artikel Pilihan
Pengaruh, darimanpun itu datangnya, memegang peranan yang sangat penting di dalan kehidupan kita. Bahkan, tak jarang ia malah sudah membentuk kehidupan kita sedemikian rupa hingga menjadi seperti sekarang ini. Saya misalnya, sangat menyukai masakan Bali. Walaupun saya telah pernah mencicipi hampir seluruh masakan Indonesia-yang halal maupun tidak -saya tetap lebih menyukai masakan Bali. Masakan Bali yang disajikan oleh ibunda saya - sejak pertama kali saya belajar merasakan masakan dengan lidah-telah sedemikian mempengaruhi cita-rasa saya, membentuk cita rasa saya, dan menjadi sejenis ukuran dengan apa saya menilai enak atau tidaknya suatu masakan. selengkapnya

Bhatari Batur

kategori: Artikel Baru
Begitu masyarakat menyebutnya, ketika memuja Sang Dewi yang di sthanakan di pura Batur. Bertepatan dengan purnama Waisaka (Kedasa) diadakan upacara Ngusaba Kedasa di pura Batur, sedangkan di pura Agung Besakih diadakan upacara Bhatara Turun Kabeh (juga disebut Ngusaba Kadasa). Ada pertalian erat antara Pura Batur dan Pura Agung Besakih. selengkapnya

Siwa Dan Wiswa

kategori: Artikel Baru
Peringatan Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka adalah berkaitan dengan peristiwa alam, berkaitan dengan posisi matahari, bulan dan bumi. Pada tanggal 21 Maret untuk tahun biasa, 22 Maret untuk tahun kabisat (bilangan tahun habis di bagi empat), matahari tepat berada di atas garis Katulis tiwa, garis tengah Bumi. Atau pada saat ini sumbu bumi membuat sudut 90 derajat terhadap bumi-matahari, sehingga kutub utara dan kutub selatan terletak sama jauh terhadap matahari. selengkapnya

Implementasi Dharma Dalam Era Kaliyuga

kategori: Artikel Baru
Dharma secara umum didefinisikan sebagai kebajikan (virtue), kewajiban (duty) dan agama (religion). Dalam Santi Parwa, Rsi Bisma memberikan wejangan kepada Yudisthira, bahwa apapun yang menimbulkan pertentangan adalah adharma, dan apapun yang menyudahi pertentangan dan membawa pada kesatuan, keharmonisan dan keselarasan adalah dharma. Segala aktivitas manusia yang menimbulkan perselisihan, keretakan, ketidak selarasan dan menimbulkan kebencian adalah adharma. selengkapnya

Angsa Putih Nan Bijak

kategori: Artikel Baru
Dalam ikonografi Hindu, Dewi Saraswati, Dewi S Pengetahuan Suci nan Sejati, digambarkan berwahanakan angsa. Angsa adalah unggas yang kendati mengais makanannya di lumpur, namun bulu-bulunya yang putih tetap bersih dan tidak memakan lumpur, konon ia bisa memisahkan antara lumpur dengan susu, memisahkan lumpurnya dan hanya meminum susunya. selengkapnya

Dewi Saraswati Dalam Kesusastraan Weda

kategori: Artikel Pilihan
Saraswati dengan segala aspeknya senantiasa menarik untuk kita renungkan apalagi saat-saat kita mnyambut dan menyucikan hari suci Saraswati. Pendalaman, penghayatan makna dan signifikasi Saraswati terasa semakin penting di masa-masa umat manusia dihadapkan dengan berbagai persoalan sebagai dampak kemajuan teknologi yang demikian pesat dan sekulerasasi nilai-nialai agama yang semakin menggenjala. Pemaknaan tersebut dapat memberikan dan memperkokoh pendakian rihani kita. selengkapnya

HETU dan WYADHI "Kauasa dan Penyakit"

kategori: Artikel Baru
Di dalam kitab Ayurweda ada dua istilah, yakni hetu dan wyadhi. Kedua istilah ini perlu dijelaskan keterikatannya satu dengan lainnya dalam menimbulkan penyakit. Kebanyakan para pengobat keliru dalam manafsirkan tentang kedua hal ini. Dalam kenyataannya ada beberapa yakit dapat menimbulkan penyakit lain. Penyakit yang satu dapat sebagai hetu atau menjadi penyebab munculnya penyakit yang lain (wyadhi), atau sebaliknya. Misalnya penyakit pilek dapat menyebabkan timbulnya spenyakit batuk. selengkapnya

Yama dan Maya

kategori: Artikel Baru
Sebagai penguasa Neraka beliau memiliki pasukan para Kingkara, yang akan menyiksa para pendosa dan atma-papa yang masuk neraka.Beliau adalah penegak Dharma atau kebenaran dan keadilan, karenanya beliau menghukum manusia yang berbuat kejahatan atau dosa. Yamabrata Dumanda Karmahala, artinya Dewa Yama bertindak dengan menghukum mereka yang berbuat kejahatan. selengkapnya

Majapahit Dalam Sejarah [6]

kategori: Artikel Pilihan
Dalam hal wujud bangunan candi sendiri, jika diamati secara cermat akan terlihat adanya pembagian tataran manusia dan tataran dewata. Bagian bhurloka yang dipresentasikan di kaki bangunan akan diungkapkan dalam bentuk kaki candi yang umumnya polos tanpa hiasan relief. Apabila terdapat hiasan, maka yang ada adalah susunan perbingkaian saja. Pada beberapa candi memang terdapat relief cerita yang temanya sesuai dengan upaya manusia untuk bertemu dengan dewata. Hal ini akan diperbincangkan dalam pema­paran selanjutnya dalam kajian ini. selengkapnya

Upacara "Nyambleh"

kategori: Artikel Baru
Perkembangan agama Hindu Bali merupakan suatu akulturasi dari masuknya agama-agama besar di Indonesia. Sejarah menunjukkan bahwa agama Hindu perkembangannya berawal dari India, lanjut Jawa dan yang paling teguh untuk tetap pada agama nenek moyang adalah penganut agama Hindu di Bali. Pengalaman agama Hindu di Bali terhadap ajaran agamanya, dengan jelas nampak dalam pelaksanaanya. Upacara merupakan salah satu kerangka agama Hindu dengan penggunaan banten (sesajen) yang bervariasi sesuai dengan tujuan upacara maupun variasi berdasarkan desa kala patra selengkapnya