Artikel Terbaru

Mencari Kebenaran Sejati pada Kata-kata

kategori: Artikel Baru
Kata-kata adalah nyawa bagi mereka yang mengikuti jalan Dharma. Kata-kata adalah ciri terhormat bagi orang-orang yang menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran. Pada zaman dahulu orang-orang dalam mimpi pun tidak pernah berpikir untuk ingkar pada kata-kata yang sudah diucapkan. Mereka sangat menjunjung tinggi-tinggi nilai kata-kata yang sudah dikeluarkan dari bibirnya. selengkapnya

Perjuangan Wanita Tanpa Batas Waktu

kategori: Artikel Baru
Identitas yang tidak tergantikan dalam balutan kodrat mulia nan indah disematkan pada sosok wanita. Makhluk indah yang diciptakan untuk saling melengkapi dan mendampingi sosok laki-laki yang sesungguhnya tidak berdaya tanpa adanya wanita di sampingnya. Wanita adalah makhluk yang hanya bisa disentuh dan dipahami dengan cinta dan kasih sayang. Tetapi pada kenyataannya mereka terbelenggu dalam tirani diskriminasi dan ketidakadilan. selengkapnya

Agama dalam Praksis Budaya

kategori: Artikel Baru
Agama secara normatif terlalu jauh dari hasrat untuk melakukan penekanan-penekanan, baik inter maupun antarumat beragama karena selain mengutamakan religi agama juga mengajarkan etiket dan manganjurkan moralitas. Ini menunjukkan bahwa agama adalah sumber nilai dan norma moral penting dalam berbagai praktik kehidupan manusia. Oleh karena itu di Indonesia kebebasan dalam keber-agamaan sungguh-sungguh dijamin oleh undang-undang, bahkan umat beragama diberikan kebebasan dalam menjalankan berbagai praktik agama. selengkapnya

Evolusi Sraddha

kategori: Artikel Baru
Jika dibandingkan dengan agama-agama lain, misalnya Kristen dan Islam, Hindu Dharma memiliki berbagai kekhasan. Agama-agama tersebut didirikan oleh serang Nabi, yang membawa pesan suci dari Sang Pencipta. Ibarat membuat bangunan, Sang Nabilah yang membangun fondasi agama sampai berdiri tegak menantang langit. Di sisi lain, ajaran Dharma dipandang sebagai sesuatu yang selamanya ada, kekal abadi, (Sanatana Dharma), dan terus berusaha diungkap, dirumuskan dan disebarluaskan oleh para Vipra dari jaman ke jaman. selengkapnya

Bentuk-Bentuk Sraddha

kategori: Artikel Pilihan
Bab ketujuh belas dari Bhagavadgita berjudul sraddhat-rayavibhagayoga (tiga lapis bagian sraddha). Bab mi diawali dengan sebuah pertanyaan yang diajukan oleh Arjuna mengenai kedudukan (nistha) manusia yang seharusnya mentaati sraddha tetapi mengabaikan perintah dan larangan sastra, sadar atau tidak sadar. Persoalan yang menguji pemikiran Arjuna itu tertulis pada dua baris terakhir syair pada bab sebelumnya yang menetapkan: selengkapnya

Weda dan Sraddha

kategori: Artikel Baru
Konsep Sraddha memang pada awalnya tertuang dalam Rg. Weda, dokumen tertua dalam tradisi Hindu. Dalam tradisi Latin dikenal cred-do dan dalam Avesta dikenal Zrazd. Dalam Rg Weda ditemui kata-kata majemuk seperti Sraddhamanas, Sraddhadewa dan Sraddhadeya. Dengan demikian munculah sejumlah tulisan seputar Sraddha dan Bhakti, yang mengaitkan antara ketulusan hati, keikhlasan dengan kepercayaan atau keyakinan. selengkapnya

Upacara Sipatan dalam Meminimalkan Kehamilan Pada Usia Pra-Nikah [3]

kategori: Upacara
Untuk menyalurkan nafsu sek, ajaran agama Hindu sudah membagi fase kehidupan yang disebut Catur Asrama. Pada masa Brahmacari kehidupan difokuskan untuk mempelajari ilmu pengetahuan sebagai bekal hidup pada tingakatan fase berikutnya, dengan demikian, harapan dari ajaran agama tersebut agar umatnya mampu untuk mengendalikan nafsu sek dengan menggunalan wiweka. Realitanya secara biologis, setiap manusia normal yang sudah manginjak remaja akan memiliki nafsu sek serta tertarik dengan lawan jenis. selengkapnya

Bahana Panggilan Kesujatian

kategori: Artikel Baru
Ketik kita menyelesaikan tugas yang mesti diselesaikan saat ini, kita merasa lega. Kita merasa bebas, tanpa ada beban lagi. Namun itu hanya untuk sementara waktu, hanya sejenak saja; sebab beban tugas lainnya sudah menunggu untuk diselesaikan, dituntaskan. Padahal kelegaan itu sangat kita dambakan. selengkapnya

Datang Bulan, Bolehkah Sembahyang?

kategori: Artikel Pilihan
Pertanyaan di atas acap kali terlontar dari para remaja putri Hindu, yang sudah akil balik alias sudah mengalami pancaroba dalam jasmaninya yaitu dalam bentuk menstruasi atau yang lasim disebut datang bulan. Pada kondisi ini para ABG (anak baru gede) biasa menyebut dirinya dengan ungkapan "duh ! lagi dapet nih", tersirat jelas dari ungkapan tersebut bernada keluhan, bahwa tidak dapat dipungkiri pada kondisi demikian sedikit tidaknya menganggu aktivitas mereka, sekurang-kurangnya mereka tidak beraktivitas sebebas pada kondisi normal. selengkapnya

Tutur Tantri

kategori: Artikel Baru
Kepustakaan Bali Mewariskan sejumlah naskah Niti, diantaranya naskah Tantri Kamandaka Naskah berbahasa Kawi ini luas dibaca oleh para sastrawan dan juga para pemimpin di masa lalu. Apa yang disebut Subhasita atau ungkapan-ungkapan kebajikan tertuang didalamnya. selengkapnya