Artikel Terbaru

Mebanten Tak Terbatas Kewajiban

kategori: Upacara
Agama itu pelembagaan religiusitas – kesadaran mengenai hubungan dan ikatan kembali manusia dengan Tuhan. Dari penghayatan kesadaran tentang hubungan dan ikatan dengan Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, muncullah agama Hindu terdiri atas empat unsur utama, yaitu tattwa (dogma agama), susila (moral agama), acara (ibadat agama), dan parisada (lembaga agama). Tattwa merumuskan hakikat Hyang Widhi dan kehendakNya bagi umat Hindu dan masyarakat. selengkapnya

Calon Arang: Refleksi Hitam-Putih Kehidupan

kategori: Artikel Baru
Cerita Calon Arang begitu terkenal di Bali. Pada umumnya, cerita ini dipentaskan dalam bentuk drama-tari dan wayang, menceritakan pertempuran antara Calon Arang dan Empu Bharadah. Diceritakan, perang tanding ini berlangsung malam hari di Setra Ganda Mayu, Kerajaan Kediri. Pertempuran penguasa ilmu hitam dengan penguasa ilmu putih ini berlangsung hingga pagi hari. Oleh karena ilmu hitam mampunyai kekuatan hanya pada malam hari saja sehingga pada siang hari Calon Arang akhirnya terbakar hangus oleh ilmunya sendiri. Dengan meninggalnya Calon Arang, bencana berupa sakit dan kematian yang melanda Kerajaan Kediri teratasi. selengkapnya

Brahmavidya dalam Bhuana Kosa [2]

kategori: Artikel Baru
Nirguna Brahman disebut Para Brahman, yaitu Brahman Tertinggi adalah Brahman yang bebas dari guna, Brahman yang tak terbatas, tak terkondisikan dan tanpa sifat. Ia tidak dapat dipahami. Dalam Bhagawadgita. VIII.3 Sri Bhagavan bersabda, "Yang kekal abadi, maha Agung, adalah Brahman; persemayaman-Nya dalam badan individu dinamakan adhyatman; karma adalah nama yang diberikan kepada persembahan yang melahirkan makhluk hidup di dunia". selengkapnya

Sewaka Dharma : Landasan Ideal Pelayanan Publik

kategori: Artikel Baru
Modernisasi di Indonesia lebih dekat disebut pembangunan. Pembangunan merupakan jalan yang dipilih para pemimpin bangsa untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan, yaitu masyarakat yang makmur berkeadilan dan adil berkemakmuran (Aziz, 2003:109). Untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan ini kemudian, modernisasi diartikan sebagai perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan tradisional atau masyarakat pramodern menuju kepada suatu masyarakat modern. selengkapnya

Enam Musuh: Pembuka Pintu Gerbang Neraka

kategori: Artikel Pilihan
Agama itu sederhana – pelembagaan religiusitas. Menjadi rumit ketika agama terlibat dan ikut menentukan batas-batas dunia-kehidupan. Sederhana karena inti agama adalah ritual. Dalam agama Hindu ritual disebut acara yang terdiri atas upacara dan upakara. Menjadi rumit karena ritual menetapkan tata cara melakukan hubungan dengan Tuhan, Sang Hyang Widhi Wasa. Hubungan ini menyangkut pengalaman batin, karena itu sering disebut pengalaman religius. Apalagi agama Hindu dikontekstualisasikan dalam beranekaragam tradisi dan bahasa. Akibatnya, pengalaman religius menjadi tidak pernah sederhana. Pengalaman religius inilah dimensi misteri dari agama. selengkapnya

Brahmavidya dalam Bhuana Kosa

kategori: Artikel Pilihan
Perkembangan kemajuan zaman yang disertai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang kehidupan, akhirnya membuka pola interaksi antar masyarakat dari berbagai latar belakang. Demikian pula globalisasi yang ditandai oleh kemajuan dalam bidang industri, investasi, informasi dan individualisasi akan memberi peluang dan sangat memungkinkan jaringan informasi dan komunikasi akan semakin terbuka. Hal ini menciptakan jarak dan batas-batas kebudayaan bangsa-bangsa di dunia semakin kabur dan mendorong semakin cepat terwujudnya bumi ini sebagai sebuah desa dunia. selengkapnya

Kingking Ing Akung

kategori: Artikel Pilihan
Keindahan sasih Kapat atau Kartika memang dinanti-nanti oleh para kawi atau pengarang. Mereka juga menyebut diri "akung", dia yang merindukan keindahan, dia yang mabuk asmara atau dia yang dibelenggu "kingking" (kesedihan) karena berpisah dengan keindahan. selengkapnya

Ramayana dan Candi Prambanan

kategori: Artikel Baru
Cerita Ramayana di samping Mahabharata agaknya mengakar kuat di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta, gambaran, ukiran, pahatan tokoh-tokoh adikawya itu "dijajakan", "dijual" bersa-maan dengan barang-barang seni kerajinan lainnya. Dan ketika kita menelusuri pinggiran kota budaya Yogyakarta kita dapat menyaksikan para penatah wayang Ramayana dan Mahabharata, dan turis asing pun datang kesitu membeli wayang Anuman, Subali, Sugriwa, dan tertawa bahagia mendengar kisah cinta Rama-Sita dari pedagangnya yang pasih berbahasa asing. selengkapnya

Membaca Kembali Nilai Sakral Besakih

kategori: Artikel Baru
BESAKIH adalah pura terbesar yang ada di Bali. Riwayat pembang pembangunan Besakih tidak lepas dari kedatangan Rsi Markandeya pada abad VIII dari Gunung Raung Jawa Timur. Berdasarkan Raja Purana Besakih dan Dwijendra Tattwa disebutkan Rsi Markandeya melaksanakan panca datu (emas, perak, perunggu, tembaga dan besi) di Basukian/Besakih. Kata Besakih pada mulanya bernama Basuki yang artinya rahayu atau selamat. Dalam perkembangannya kata Basuki berubah menjadi Basukian yang artinya menyelamatkan jagat dan selanjutnya berubah menjadi kata Besakih. selengkapnya

Om Swastyastu: Sumber, Arti dan Maknanya

kategori: Artikel Pilihan
Umat Hindu Indonesia bertemu dengan umat Hindu asal India di tanah air, atau ketika berkunjung ke India, bertemu dengan umat Hindu India, maka mereka mengucapkan sapaan ramah tamah Panganjali yang dipergunakan oleh umat Hindu Nusantara, yaitu Om Swastyastu. Sapaan tersebut dijawab dengan Namaste, namaskar, atau kalau beliau orang suci/pendeta maka akan menjawab dengan Kalyanam astu, mangalam astu. Akan tetapi, umat Hindu nusantara selalu menjadi kaget, keheranan karena ternyata Om Swastyastu tidak dikenal dan tidak dipraktikkan oleh umat Hindu di India. selengkapnya