Artikel Terbaru

Jangan Lengah! Jangan Mabuk

kategori: Artikel Baru
Terlalu banyak bukti-bukti di dalam kehidupan kita yang menunjukkan kalau kelengahan, keteledoran, kecerobohan, kesembronoan atau yang sejenisnya mengundang bencana, malapetaka. Anehnya adalah, walaupun kebanyakan dari kita tahu kalau memang demikian adanya, kita masih tetap saja cenderung lengah, ceroboh. selengkapnya

Pasraman Paradigma Baru

kategori: Artikel Baru
Semua anak sejatinya terlahir jenius (pintar dan cerdas), tetapi anak-anak menghabiskan enam tahun pertama kehidupan mereka dengan menghilangkan kejeniusannya, begitu kata Buckminster Fuller. Alasannya, setiap manusia memiliki potensi cipta, rasa dan karsa. Cipta adalah spiritual yang secara khusus mempersoalkan nilai kebenaran, rasa adalah kemampuan spiritual yang secara khusus mempersoalkan tentang nilai keindahan, dan karsa adalah kemampuan spiritual yang secara khusus mempersoalkan tentang nilai kebaikan. selengkapnya

Karna Sang Pemburu Guru

kategori: Artikel Baru
Dalam sistem pendidikan terlibat beberapa unsur. Tujuan, sumber, materi, metode, media, evaluasi, dan pengembangan pendidikan merupakan unsur-unsur utama yang menjalin hubungan antara guru dan murid. Dalam sistem pendidikan konvensional peranan guru tidak dapat dihindarkan. Agama Hindu mengakui bahwa guru memegang peranan penting dalam sistem pendidikan. selengkapnya

Baris Dadap, Tari Sakral Pengusir Kejahatan

kategori: Upacara
Tari Baris menurut Babad Bali merupakan tarian pasukan perang. "Baris" yang berasal dari kata bebaris dapat diartikan pasukan, maka tarian ini menggambarkan ketangkasan pasukan prajurit. Tari ini merupakan tarian kelompok yang dibawakan oleh pria, umumnya ditarikan oleh 8 sampai lebih dari 40 penari dengan gerakan yang lincah cukup kokoh, lugas dan dinamis, dengan diiringi Gong Kebyar dan Gong Gede. selengkapnya

Memahami Dharma Gita Dalam Sistem Nilai Agama Dan Budaya Hindu

kategori: Artikel Baru
Dalam perhelatan tualang angkah kita yang makin jauh menjelajahi ranah zaman Kali hingga ke gerbang milenium ketiga ini, maka berarti sejauh itu pulalah dharma gita (kidung dharma/religius) dikidungkan dalam bioritmis hidup dan kehidupan. Bahkan, gita dharma ini yang secara kosmologis an sich akan bersifat ad infinitum manakala kehidupan itu sendiri meniadakan hidup kita. selengkapnya

Gita Dan Kita

kategori: Artikel Pilihan
Rabindranath Tagore adalah penulis karya sastra Gitanjali. Berkat karya sastranya ini dia mendapat hadiah Nobel kesusastraan. Penyair ini juga pernah berkunjung ke Bali pada tahun 1927, sebuah perjalanan setelah mengunjungi Jawa. Lewat Gitanjali kita mengetahui betapa sebuah gita atau "puisi" dapat dijadikan sebuah persembahan. Gita memang bukan sekedar puisi, bukan pula sekedar persembahan tetapi adalah juga teriakan jiwa lewat kidung yang indah. selengkapnya

Toya Pawitra

kategori: Artikel Baru
Bima yang dikisahkan dalam cerita ini, disuruh oleh gurunya Bagawan Drona untuk mencari air suci, tirta amreta ke sebuah tempat yang sering juga disebut dengan alas Tibrasara di daerah Candra-muka, yang dihuni oleh dua orang raksasa. Hal ini bisa dimaknai bahwa untuk mencari 'kesucian' dan 'kesejatian' seseorang harus melalui suatu proses kesengsaraan dan penderitaan di dalam kawah Candramuka dan bisa mengalahkan raksasa-raksasa itu yang pada hakikatnya melambangkan nafsu keserakahan dan kekurangan, demikian perumpamaan sering diberikan. selengkapnya

Tut Wuri Handayani: Siapa Punya?

kategori: Artikel Baru
Ketiga prinsip dasar pendidikan ini, jika dikaji dari aspek ontologisme pendidikan, maka dapat dijabarkan sebagai berikut. Pendekatan ontologis menekankan pada hakikat atau keberadaan pendidikan itu sendiri. Artinya, keberadaan atau hakikat pendidikan adalah berkenaan dengan keberadaan atau hakikat manusia itu sendiri. Atau dengan bahasa lainya dapat dikatakan bahwa peserta didik dan pendidik tidak terlepas dari makna keberadaan manusia itu sendiri selengkapnya

Saripati Pendidikan Hindu

kategori: Artikel Baru
Sehingga akan ada empat belas Manu dan Manu pertama disebut sebagai Swayambu Manu. Setelah Swayambu Manu menikah dengan Satarupa maka lahirlah para manawa (anak manusia,). Setelah itu apa yang terjadi? Tentu saja para manawa beranak pinak menjadi tambah banyak, dan tambah banyak terus. Meski ada yang mati, yang lahirpun semakin banyak. Dalam siklus kelahiran dan kematian itu terjadilah tumimbal lahir (punarbhawa). selengkapnya

Tradisi

kategori: Artikel Pilihan
Mantra ini menjadi penting karena memiliki pesan yang sangat indah, tinggi, dan mendalam, yang ia adalah bukan sekadar doa, tetapi sekaligus perenungan spiritual, sekaligus meditasi, yaitu bermeditasi pada tujuan hidup seperti yang disebutkan di dalam kitab Upanisad ini. Juga, sekaligus perenungan spiritual karena ia merupakan perenungan "mulat sarira", yaitu "perjalanan spiritual" memasuki gudang harta karun sang diri sejati. selengkapnya