Artikel Terbaru

Madana Dahana

kategori: Artikel Baru
Madana Dahana artinya terbakarnya Dewa Kama, atau Madana, atau Smara. Kisahnya terdapat di dalam Kuman Sambhawa karva Kalidasa dalam bahasa Sanskerta, dan kakawin Smaradahana karya Mpu Dharmaja dalam bahsa Kawi atau Jawa Kuna. Cerita penuh makna, terutama terkait dengan pelaksanaan yoga ini menjadi penting direnungkan dalam rangka menyambut aktivitas nyastra pada bulan Kartika atau Kapat ini. selengkapnya

Siwa Mahadewa Dewa Yang Agung

kategori: Artikel Baru
Siwa adalah Dewa yang agung, Mahadewa. Dia adalah Cahaya Tuhan yang abadi yang meresap ke dalam mahluk hidup. Mahadewa dikenal sebagai Penakluk Kematian, Mrtyunjaya. Dewa yang Agung adalah sumber hidup abadi. Mahadewa berinkarnasi dalam perwujudan dan ada di lintasan perjalanan hidup setiap mahluk. Mahadewa tidak termanifestasikan dalam perwujudan universalnya melainkan dalam setiap tubuh perseorangan baik pada manusia, binatang maupun tumbuh-tumbuhan. selengkapnya

Upacara Sipatan dalam Meminimalkan Kehamilan Pada Usia Pra-Nikah [2]

kategori: Upacara
Pada akhir bulan kedua benjolan kecil sudah berbentuk menyerupai manusia dengan kepala besar, bertubuh serta beranggota kaki dan tangan. Pada usia ini, panjang bayi atau janin (foctus) kira - kita 3 cm. Diakhir bulan ketiga, bayi dalam kandungan sudah tampak perbedaan jenis kelaminnya. Panjang bayi sudah mencapai kurang lebih 9cm, serta jari tangan dan jari kaki sudah tampak adanya kuku. Pada akhir bulan keempat, bayi yang ada dalam .kandungan sudah jelas jenis kelaminnya, serta panjangnya sudah mencapai kurang lebih 16cm. selengkapnya

Mencari Kebenaran Sejati pada Kata-kata

kategori: Artikel Baru
Kata-kata adalah nyawa bagi mereka yang mengikuti jalan Dharma. Kata-kata adalah ciri terhormat bagi orang-orang yang menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran. Pada zaman dahulu orang-orang dalam mimpi pun tidak pernah berpikir untuk ingkar pada kata-kata yang sudah diucapkan. Mereka sangat menjunjung tinggi-tinggi nilai kata-kata yang sudah dikeluarkan dari bibirnya. selengkapnya

Perjuangan Wanita Tanpa Batas Waktu

kategori: Artikel Baru
Identitas yang tidak tergantikan dalam balutan kodrat mulia nan indah disematkan pada sosok wanita. Makhluk indah yang diciptakan untuk saling melengkapi dan mendampingi sosok laki-laki yang sesungguhnya tidak berdaya tanpa adanya wanita di sampingnya. Wanita adalah makhluk yang hanya bisa disentuh dan dipahami dengan cinta dan kasih sayang. Tetapi pada kenyataannya mereka terbelenggu dalam tirani diskriminasi dan ketidakadilan. selengkapnya

Agama dalam Praksis Budaya

kategori: Artikel Baru
Agama secara normatif terlalu jauh dari hasrat untuk melakukan penekanan-penekanan, baik inter maupun antarumat beragama karena selain mengutamakan religi agama juga mengajarkan etiket dan manganjurkan moralitas. Ini menunjukkan bahwa agama adalah sumber nilai dan norma moral penting dalam berbagai praktik kehidupan manusia. Oleh karena itu di Indonesia kebebasan dalam keber-agamaan sungguh-sungguh dijamin oleh undang-undang, bahkan umat beragama diberikan kebebasan dalam menjalankan berbagai praktik agama. selengkapnya

Evolusi Sraddha

kategori: Artikel Baru
Jika dibandingkan dengan agama-agama lain, misalnya Kristen dan Islam, Hindu Dharma memiliki berbagai kekhasan. Agama-agama tersebut didirikan oleh serang Nabi, yang membawa pesan suci dari Sang Pencipta. Ibarat membuat bangunan, Sang Nabilah yang membangun fondasi agama sampai berdiri tegak menantang langit. Di sisi lain, ajaran Dharma dipandang sebagai sesuatu yang selamanya ada, kekal abadi, (Sanatana Dharma), dan terus berusaha diungkap, dirumuskan dan disebarluaskan oleh para Vipra dari jaman ke jaman. selengkapnya

Bentuk-Bentuk Sraddha

kategori: Artikel Pilihan
Bab ketujuh belas dari Bhagavadgita berjudul sraddhat-rayavibhagayoga (tiga lapis bagian sraddha). Bab mi diawali dengan sebuah pertanyaan yang diajukan oleh Arjuna mengenai kedudukan (nistha) manusia yang seharusnya mentaati sraddha tetapi mengabaikan perintah dan larangan sastra, sadar atau tidak sadar. Persoalan yang menguji pemikiran Arjuna itu tertulis pada dua baris terakhir syair pada bab sebelumnya yang menetapkan: selengkapnya

Weda dan Sraddha

kategori: Artikel Baru
Konsep Sraddha memang pada awalnya tertuang dalam Rg. Weda, dokumen tertua dalam tradisi Hindu. Dalam tradisi Latin dikenal cred-do dan dalam Avesta dikenal Zrazd. Dalam Rg Weda ditemui kata-kata majemuk seperti Sraddhamanas, Sraddhadewa dan Sraddhadeya. Dengan demikian munculah sejumlah tulisan seputar Sraddha dan Bhakti, yang mengaitkan antara ketulusan hati, keikhlasan dengan kepercayaan atau keyakinan. selengkapnya

Upacara Sipatan dalam Meminimalkan Kehamilan Pada Usia Pra-Nikah [3]

kategori: Upacara
Untuk menyalurkan nafsu sek, ajaran agama Hindu sudah membagi fase kehidupan yang disebut Catur Asrama. Pada masa Brahmacari kehidupan difokuskan untuk mempelajari ilmu pengetahuan sebagai bekal hidup pada tingakatan fase berikutnya, dengan demikian, harapan dari ajaran agama tersebut agar umatnya mampu untuk mengendalikan nafsu sek dengan menggunalan wiweka. Realitanya secara biologis, setiap manusia normal yang sudah manginjak remaja akan memiliki nafsu sek serta tertarik dengan lawan jenis. selengkapnya