Artikel Terbaru

Bentuk-Bentuk Sraddha

kategori: Artikel Pilihan
Bab ketujuh belas dari Bhagavadgita berjudul sraddhat-rayavibhagayoga (tiga lapis bagian sraddha). Bab mi diawali dengan sebuah pertanyaan yang diajukan oleh Arjuna mengenai kedudukan (nistha) manusia yang seharusnya mentaati sraddha tetapi mengabaikan perintah dan larangan sastra, sadar atau tidak sadar. Persoalan yang menguji pemikiran Arjuna itu tertulis pada dua baris terakhir syair pada bab sebelumnya yang menetapkan: selengkapnya

Weda dan Sraddha

kategori: Artikel Baru
Konsep Sraddha memang pada awalnya tertuang dalam Rg. Weda, dokumen tertua dalam tradisi Hindu. Dalam tradisi Latin dikenal cred-do dan dalam Avesta dikenal Zrazd. Dalam Rg Weda ditemui kata-kata majemuk seperti Sraddhamanas, Sraddhadewa dan Sraddhadeya. Dengan demikian munculah sejumlah tulisan seputar Sraddha dan Bhakti, yang mengaitkan antara ketulusan hati, keikhlasan dengan kepercayaan atau keyakinan. selengkapnya

Upacara Sipatan dalam Meminimalkan Kehamilan Pada Usia Pra-Nikah [3]

kategori: Upacara
Untuk menyalurkan nafsu sek, ajaran agama Hindu sudah membagi fase kehidupan yang disebut Catur Asrama. Pada masa Brahmacari kehidupan difokuskan untuk mempelajari ilmu pengetahuan sebagai bekal hidup pada tingakatan fase berikutnya, dengan demikian, harapan dari ajaran agama tersebut agar umatnya mampu untuk mengendalikan nafsu sek dengan menggunalan wiweka. Realitanya secara biologis, setiap manusia normal yang sudah manginjak remaja akan memiliki nafsu sek serta tertarik dengan lawan jenis. selengkapnya

Bahana Panggilan Kesujatian

kategori: Artikel Baru
Ketik kita menyelesaikan tugas yang mesti diselesaikan saat ini, kita merasa lega. Kita merasa bebas, tanpa ada beban lagi. Namun itu hanya untuk sementara waktu, hanya sejenak saja; sebab beban tugas lainnya sudah menunggu untuk diselesaikan, dituntaskan. Padahal kelegaan itu sangat kita dambakan. selengkapnya

Datang Bulan, Bolehkah Sembahyang?

kategori: Artikel Pilihan
Pertanyaan di atas acap kali terlontar dari para remaja putri Hindu, yang sudah akil balik alias sudah mengalami pancaroba dalam jasmaninya yaitu dalam bentuk menstruasi atau yang lasim disebut datang bulan. Pada kondisi ini para ABG (anak baru gede) biasa menyebut dirinya dengan ungkapan "duh ! lagi dapet nih", tersirat jelas dari ungkapan tersebut bernada keluhan, bahwa tidak dapat dipungkiri pada kondisi demikian sedikit tidaknya menganggu aktivitas mereka, sekurang-kurangnya mereka tidak beraktivitas sebebas pada kondisi normal. selengkapnya

Tutur Tantri

kategori: Artikel Baru
Kepustakaan Bali Mewariskan sejumlah naskah Niti, diantaranya naskah Tantri Kamandaka Naskah berbahasa Kawi ini luas dibaca oleh para sastrawan dan juga para pemimpin di masa lalu. Apa yang disebut Subhasita atau ungkapan-ungkapan kebajikan tertuang didalamnya. selengkapnya

Widyantara

kategori: Artikel Baru
Apakah yang dimaksud dengan Widyantara? istilah ini berasal dari bahasa Sansekerta yaitu dari kata 'widya' dan kata 'antara'. Kata 'widya' artinya pengetahuan. Sedangkan kata 'antara' artinya hias, jarak, ruang, dan sebagainya. Jadi maksud dari istilah Widyantara adalah orang yang berilmu. Dapat diartikan juga bahwa orang yang ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk juga dalam hal seni. Dalam kesenian lebih lazim disebut dengan istilah ahli, pakar, atau orang yang propesiaonal dalam bidang ilmu tertentu. selengkapnya

Grahastha Asrama

kategori: Artikel Baru
Bagi masyarakat Hindu, grahasta asrama mempunyai arti dan kedudukan khusus di dalam kehidupan. Tahap hidup grahasta asrama (berumah tangga) diawali oleh upacara perkawinan (samskara wiwaha). Ini berarti masa brahmacari secara resmi telah berakhir dan sejak saat itu pula suami istri atau dampati; dan sejak itu pula mereka harus melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai grahastin. Tugas itu antara lain mencari artha untuk memenuhi kama berlandaskan dengan dharma, melaksanakan upacara sraddha, dan panca maha yadnya. selengkapnya

Kunti Yadnya

kategori: Artikel Baru
Adegan dimulai dengan pertemuan di lingkungan keluarga Pandawa, yang dihadiri oleh: Bagawan Domia, Sri Kreshna, Pandawa Lima, Ponakawan Tuwalen Merdah. Dewi Kunti mengutarakan rencana beliau, untuk melaksanakan : Ngerorasin, Mukur/Nyekah/Nyekar, Maligia, 'Pitra yadnya terakhir' bagi jiwa raja Pandu, yarg wafat bersama Dewi Madri di Sata Srengga, peristirahatan kerajaan. selengkapnya

Kiratarjuna

kategori: Artikel Baru
Lakon ini disanggit menggunakan materi : Arjuna Wiwaha dan lakon seni pertunjukan Katha kali, dari negara bagian Kerala, India Barat Daya. Lakon cerita sederhana, bermanfaat bagi seorang calon dalang dalam membina keterampilan, kemahiran melaksanakan 'sabet' yaitu, terampil mahir, menggerakkan wayang berlaga, dengan menggunakan tokoh wayang sangat terbatas jumlahnya. selengkapnya