Artikel Terbaru

Garuda di Dadaku

kategori: Artikel Baru
Sang Garuda akhirnya sampai di gua tempat amreta tersebut. Di depan pintu gua terdapat jandtracakra terus berputar, ujungnya yang tajam terbuat dari besi, setiap yang masuk ke gua itu menjadi terputus-putus oleh cakra tadi. Namun Sang Garuda memperkecil badannya sehingga dapat masuk diantara cakra tersebut. Sang Garuda lalu masuk namun ia masih masih berhadapan dengan dua ekor naga yang menjaga amreta. Dua ekor naga ini tidak pernah memejamkan matanya sedetikpun, setiap yang dilihatnya dibakarnya karena matanya selalu menyala. selengkapnya

Belajar Pada Karakter Tokoh Hindu

kategori: Artikel Pilihan
Sejak dua tahun belakangan ini, istilah revolusi mental menggema baik sebagai "ideologi baru" maupun gerakan. Tak sedikit yang sebetulnya mahfum, namun diskursus ini sudah kadung menggelinding kencang, terutama dari pewartaan media. Saking terkenalnya, hampir semua aspek kehidupan menjadi sasaran revolusi mental. Bahkan, tidak gagah kalau alfa menyebut istilah ini, terutama ketika menggambarkan keinginan untuk mengubat keadaan. selengkapnya

Di Perbatasan Lidah, Sejatinya Zona Anugerah

kategori: Artikel Baru
LAGI KITA bicara tentang lidah. Karena lidah adalah sarana berucap, berbahasa, dan menyuarakan sari-sari shastra. Dan juga karena lidahlah yang biasanya dirajah dalam upacara inisiasi, untuk mendudukkan Saraswati, bahkan Sang Hyang Pashupati, agar kata-kata yang ke luar tidak kosong seperti ampas. Berikut ini, sedikit tambahan perbincangan tentang lidah. selengkapnya

Parasara

kategori: Artikel Baru
Seorang Bhagawan yang masih rrmda bernama Parasara berdiri di tepi sungai Yamuna. Beliau tengah menunggu sebuah perahu yang akan menyeberangkannya ke seberang. Setelah lama menunggu datanglah perahu yang dikemudikan oleh seorang gadis yang cantik. Bhagawan Parasara sungguh terkejut melihat seorang gadis mengambil pekerjaan mengemudi perahu. Tidakkah orang tua gadis ini sayang kepadanya, atau kalau dia telah bersuami tidakkah suaminya kasihan padanya? selengkapnya

Menjadi Wayang di Tangan Dalang Semesta

kategori: Artikel Pilihan
Yudhisthira dikenal sebagai rajanya dharma. Ia bahkan dalam bercanda pun bukan menghindari berbohong tetapi Yudhisthira TIDAK berbohong. Ia sepenuhnya berada dan menempatkan dirinya dijalan dharma. Oleh karena itulah ia menjadi kepercayaan 101 % Sang Mahagurunya. Seorang Mahaguru militer "number one" di seluruh dunia pada zaman itu, Drona Acarya menaruh kepercayaannya kepada seorang muridnya seratus satu persen alias melebihi batas orang boleh menaruh kepercayaan. Tentu saja kebijaksanaan seorang Mahaguru Militer level dunia seperti itu patut "dipertanyakan". selengkapnya

Menolak Godaan: Siapa Pelaku Siapa Korban?

kategori: Artikel Baru
Shiwa adalah manusia biasa yang disibukkan oleh urusan batin yang kedalamannya tanpa dasar, dan keluasannya tanpa tepi. Shiwa-manusia itu juga akan marah kalau keasyikannya diganggu. Ia juga bisa membiarkan pikirannya teringat dan kemudian mengenang-ngenang kenangan indah. Ia juga tergoda untuk mengulangi peristiwa yang memberinya perasaan indah dan perasaan manis itu. selengkapnya

Makna Meru bagi Tahapan Kehidupan di Bumi

kategori: Artikel Baru
Bentuk pelinggih Meru yang ada di Bali terutama di Pura Padharman pada awalnya berbentuk candi. Seperti meru di Pura Padharman Ida Dalem Klungkung di Besakih, semuanya berbentuk Candi Prasada dibuat dari batu bata. Saat Gunung Agung meletus tahun 1963, semua pelinggih Candi Prasada itu hancur. selengkapnya

Inovasi Pembelajaran Agama Hindu [2]

kategori: Artikel Baru
Kemajuan dalam dunia pendidikan di era global patut dicermati oleh para pendidik secara konfrehensif. Termasuk juga kemajuan pendidikan pada umumnya di negara Republik Indonesia tercinta. Kalangan kependidikan tidak boleh merasa merasa puas dan merasa bangga terlebih dahulu di era kekinian. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan oleh adanya dinamika pendidikan dari berbagai sisi secara kontinyu dan berlangsung instan dan refflek. selengkapnya

Panca Mahabhuta Sebagai Anasir Dasar Penyusun Alam Semesta

kategori: Artikel Pilihan
Kalau kita perhatikan segala sesuatu yang ada di sekitar kita maka beraneka ragam benda, pemandangan yang indah dan mahluk hidup yang dapat kita lihat. Kesemuanya itu merupakan isi alam semesta atau Buana Agung yang dapat menimbulkan sebuah pertanyaan sederhana yang selalu menggelitik hati kita yaitu "Dari manakah asal mula segala sesuatu yang ada di alam semesta ini atau lebih sederhana lagi dari mana asal mula alam semesta ini yang dikenal pula sebagai Buana Agung dalam Agama Hindu?". selengkapnya