Artikel Terbaru

Merunduk Dalam Kemuliaan

kategori: Artikel Baru
Ada peribahasa, "Semakin berisi padi semakin merunduk". Rahmatnya sangat sederhana dan hampir tidak ada anak bangsa yang tidak hafal dengan peribahasa ini. Akan tetapi, biasanya apa pun yang sudah terbiasa kita lihat atau kita berdekatan sehari-hari dengannya, maka kita cenderung akan mengabaikan keutamaannya. Peribahasa India mengatakan "Chiraag tale andheraa", orang Barat akan mengatakan "darkness reigns at the foot ofthe lighthouse". selengkapnya

Dewi Saraswati Dalam Kesusastraan Weda [3]

kategori: Artikel Pilihan
Saraswati dengan segala aspeknya senantiasa menarik untuk kita renungkan apalagi saat-saat kita mnyambut dan menyucikan hari suci Saraswati. Pendalaman, penghayatan makna dan signifikasi Saraswati terasa semakin penting di masa-masa umat manusia dihadapkan dengan berbagai persoalan sebagai dampak kemajuan teknologi yang demikian pesat dan sekulerasasi nilai-nialai agama yang semakin menggenjala. selengkapnya

Parwatha Natha

kategori: Artikel Baru
Parwata Natha artinya "Raja Gunung", sebuah istilah yang banyak kita temui di dalam teks-teks Jawa Kuna. Istilah lain yang bisa dipakai untuk menyebut Raja Gunung adalah : Giri Natha, Giri Pati, Girisa, Girindra, Parwata Raja dan yang lain. Yang dimaksud dengan Raja Gunung tiada lain adalah Hyang Siwa. selengkapnya

Hari Raya Galungan (Kajian Filosofis dan Teologi)

kategori: Hari Suci
Menyimak kutipan sloka suci pustaka Sarasamuscaya di atas, maka ada beberapa kata kunci sebagai renungan spiritual bagi umat Hindu. Kata pilosofi yang luhur yakni dharma, svarga, parahu, dan banyaga. Apa makna dharma? kata dharma artinya hukum, kebiasaan, kealiman, kebajikan, aturan, kebenaran, tugas, keadilan, jasa, karakter, suatu keanehan, jiwa, dewa kematian, anak sulung dari pandawa (Surada, 2007 : 168-169). Kemudian kata svarga artinya sorga, alam dewa, kayangan. selengkapnya

Dewi Saraswati Dalam Kesusastraan Weda [2]

kategori: Artikel Pilihan
Saraswati dengan segala aspeknya senantiasa menarik untuk kita renungkan apalagi saat-saat kita mnyambut dan menyucikan hari suci Saraswati. Pendalaman, penghayatan makna dan signifikasi Saraswati terasa semakin penting di masa-masa umat manusia dihadapkan dengan berbagai persoalan sebagai dampak kemajuan teknologi yang demikian pesat dan sekulerasasi nilai-nialai agama yang semakin menggenjala. selengkapnya

Jangan Lengah! Jangan Mabuk

kategori: Artikel Baru
Terlalu banyak bukti-bukti di dalam kehidupan kita yang menunjukkan kalau kelengahan, keteledoran, kecerobohan, kesembronoan atau yang sejenisnya mengundang bencana, malapetaka. Anehnya adalah, walaupun kebanyakan dari kita tahu kalau memang demikian adanya, kita masih tetap saja cenderung lengah, ceroboh. selengkapnya

Pasraman Paradigma Baru

kategori: Artikel Baru
Semua anak sejatinya terlahir jenius (pintar dan cerdas), tetapi anak-anak menghabiskan enam tahun pertama kehidupan mereka dengan menghilangkan kejeniusannya, begitu kata Buckminster Fuller. Alasannya, setiap manusia memiliki potensi cipta, rasa dan karsa. Cipta adalah spiritual yang secara khusus mempersoalkan nilai kebenaran, rasa adalah kemampuan spiritual yang secara khusus mempersoalkan tentang nilai keindahan, dan karsa adalah kemampuan spiritual yang secara khusus mempersoalkan tentang nilai kebaikan. selengkapnya

Karna Sang Pemburu Guru

kategori: Artikel Baru
Dalam sistem pendidikan terlibat beberapa unsur. Tujuan, sumber, materi, metode, media, evaluasi, dan pengembangan pendidikan merupakan unsur-unsur utama yang menjalin hubungan antara guru dan murid. Dalam sistem pendidikan konvensional peranan guru tidak dapat dihindarkan. Agama Hindu mengakui bahwa guru memegang peranan penting dalam sistem pendidikan. selengkapnya

Baris Dadap, Tari Sakral Pengusir Kejahatan

kategori: Upacara
Tari Baris menurut Babad Bali merupakan tarian pasukan perang. "Baris" yang berasal dari kata bebaris dapat diartikan pasukan, maka tarian ini menggambarkan ketangkasan pasukan prajurit. Tari ini merupakan tarian kelompok yang dibawakan oleh pria, umumnya ditarikan oleh 8 sampai lebih dari 40 penari dengan gerakan yang lincah cukup kokoh, lugas dan dinamis, dengan diiringi Gong Kebyar dan Gong Gede. selengkapnya