Artikel Terbaru

Sistem Hukum dalam Arthasastra

kategori: Artikel Pilihan
Dalam suatu teks Arthasastra dinyatakan bahwa seorang raja yang melaksanakan tugasnya melindungi masyarakat secara adil dan sesuai dengan ketentuan hukum, maka ia akan masuk surga. Sebaliknya, mereka (para pemimpin, termasuk dalam pengertian ini adalah para hakim atau mereka yang menjalankan tugas mengadili atau memberikan keadilan kepada masyarakat; Pen) yang tidak melindungi masyarakat atau bersikap tidak adil dalam menjatuhkan putusan-putusan dan hukuman-hukuman, maka mereka tidak akan mendapatkan pahala surga seperti itu selengkapnya

Kautilya Artha Sastra

kategori: Artikel Baru
Sejarah tradisi politik India setua Veda dan politik sudah dikenal sejak awal Smrti dan Purana sebagai Dandaniti yang isinya merupakan kristalisasi tradisi Arthasastra dan Dharmasastra. Walaupun terdapat refrensi tentang naskah-naskah politik sebelum abad keempat SM, interpretasi yang paling populer, benar-benar ilmiah, dan paling kuasa atas trasisi itu ialah Kautilya Arthasastra. selengkapnya

Rahasia Indah di Balik Tradisi

kategori: Artikel Pilihan
'Tradisi' mulo keto 'adalah sebuah tradisi indah yang berdasar ada nisthata-bhakti yang sangat powerful, namun akan powerless bahkan useless bila terjebak anisthata-bhakti. Sering terjadi bahwa tradisi "mulo keto" ditunggangi tradisi baru yang tidak berdasar susastra Veda." Terdapat tiada terbatas cara pendekatan diri kepada Ida Hyang Parama Kawi, Tuhan YME. selengkapnya

Berakhirnya Keinginan Dan Kemelekatan

kategori: Artikel Baru
Segala sesuatu di Mayapada ini berawal dan, tentunya, juga berakhir. Yang terlahir, secara pasti menemui kematian dan kemusnahan. Demikianlah hukumnya. Tak satu makhlukpun di semesta raya terbatas daripadanya; bahkan semestapun berawal, oleh karenanya ia juga berakhir. selengkapnya

Rekonstruksi Konsep "Ngayah" di Zaman Global

kategori: Artikel Baru
Perkembangan zaman yang terjadi membawa perubahan yang sangat signifikan. Bahkan di zaman globalisasi pengaruh budaya dari luar telah merubah tatanan kehidupan masyarakat. Hal ini pun dirasakan oleh masyarakat Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata. Dengan berkembangnya sektor pariwisata, maka budaya Bali secara tidak langsung bersentuhan dengan kebudayaan luar yang dibawa oleh wisatawan. Paham kehidupan masyarakat yang modern telah merambah masuk dalam kehidupan masyarakat Bali tanpa terkendali. selengkapnya

Dewi Saraswati Dalam Kesusastraan Weda [4]

kategori: Artikel Pilihan
Saraswati dengan segala aspeknya senantiasa menarik untuk kita renungkan apalagi saat-saat kita mnyambut dan menyucikan hari suci Saraswati. Pendalaman, penghayatan makna dan signifikasi Saraswati terasa semakin penting di masa-masa umat manusia dihadapkan dengan berbagai persoalan sebagai dampak kemajuan teknologi yang demikian pesat dan sekulerasasi nilai-nialai agama yang semakin menggenjala selengkapnya

RITUAL GALUNGAN: Dari Tradisi Agraris Menuju Tradisi Metropolis [2]

kategori: Artikel Baru
Perayaan Galungan mulai dari persiapan sampai dengan berakhirnya sebenarnya berjalan dalam kurun waktu yang cukup lama yaitu mulai dari Tumpek Wariga sampai dengan Budha Kliwon Pahang. Tumpek Wariga atau 25 hari sebelum Galungan ditandai dengan upacara yang bermakna untuk mengingatkan tumbuh-tumbuhan agar berbuah lebat yang akan digunakan untuk perayaan Galungan selengkapnya

Dewa dan Bhuta

kategori: Artikel Baru
Deva adalah kekuatan dewata dan Bhuta adalah kebendaan. Siva dinamakan Bhutapati, Penguasa Kebendaan atau kelima elemen material kasar, Deva adalah terang dan Buta adalah kegelapan. Dua kekuatan yang bertentangan ini terkunci dan konflik abadi yang di dalam bahasa Sansekerta disebut Daivasuram. Para Deva mewakili kebenaran, keabadian dan terang; Asura mewakili dusta, kematian dan kegelapan. Secara umum mereka tidak saling bertenggang rasa dan yang satu terprovokasi oleh kehadiran yang lain. Bahwa yang dinamakan kebendaan adalah bentuk-bentuk Asura. selengkapnya