Artikel Terbaru

Hinduisme dan Buddhisme di Indonesia

kategori: Artikel Pilihan
Ajaran Hindu dan Buddha diperkenalkan di Indonesia pada abad kelima Masehi ketika rute perdagangan laut yang menghubungkan India di Barat dengan China di Timur berkembang di wilayah tersebut. Rute yang lebih awal yang menghubungkan dunia Mediterania dan China bergerak ke Utara wilayah bagian benua India, dengan jaringan perdagangan jarak jauh dan hubungan internasional yang melewati Kepulauan Indonesia. selengkapnya

Militansi Hindu

kategori: Artikel Baru
Militansi itu awalnya muncul dalam diri, yang memiliki pengertian kegigihan memperjuangakan sesuatu hal yang sangat diyakini, seperti halnya keyakinan berketuhanan. Apalagi aspek Tuhan dalam agama merupakan hal inti, substansial. Umat agama militan membela keyakinan agamanya karena aspek Tuhan itu yang memberikannya semangat ekstra. Pantang mundur ketika berhadapan dengan penentang keyakinannya. Militansi masyarakat Bali misalnya, menjaga tradisi dan agama tercermin dalam kehidupan sehari-harinya. Sejak selesai masak di pagi hari menghaturkan banten saiban. Banten ini mengandung makna rasa syukur bahwa sang penguasa hidup sudah memberkati kehidupan selengkapnya

Rasionalisme atau Nasionalisme Hindu?

kategori: Artikel Baru
Modernitas telah membawa arus besar perubahan pola pikir umat manusia yang ada puncaknya di tandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pola pikir rasional yang menjadikan akal sebagai titik sentrum dalam memperoleh pengetahuan dan kebenaran. Rasionalisme atau gerakan rasionalis adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, daripada melalui iman, dogma, atau ajaran agama, gejala seperti ini merambah ketataran agama, di mana agama mengedepankan iman, keyakinan sebagai pondasi kebenaran. selengkapnya

Garuda di Dadaku

kategori: Artikel Baru
Sang Garuda akhirnya sampai di gua tempat amreta tersebut. Di depan pintu gua terdapat jandtracakra terus berputar, ujungnya yang tajam terbuat dari besi, setiap yang masuk ke gua itu menjadi terputus-putus oleh cakra tadi. Namun Sang Garuda memperkecil badannya sehingga dapat masuk diantara cakra tersebut. Sang Garuda lalu masuk namun ia masih masih berhadapan dengan dua ekor naga yang menjaga amreta. Dua ekor naga ini tidak pernah memejamkan matanya sedetikpun, setiap yang dilihatnya dibakarnya karena matanya selalu menyala. selengkapnya

Belajar Pada Karakter Tokoh Hindu

kategori: Artikel Pilihan
Sejak dua tahun belakangan ini, istilah revolusi mental menggema baik sebagai "ideologi baru" maupun gerakan. Tak sedikit yang sebetulnya mahfum, namun diskursus ini sudah kadung menggelinding kencang, terutama dari pewartaan media. Saking terkenalnya, hampir semua aspek kehidupan menjadi sasaran revolusi mental. Bahkan, tidak gagah kalau alfa menyebut istilah ini, terutama ketika menggambarkan keinginan untuk mengubat keadaan. selengkapnya

Di Perbatasan Lidah, Sejatinya Zona Anugerah

kategori: Artikel Baru
LAGI KITA bicara tentang lidah. Karena lidah adalah sarana berucap, berbahasa, dan menyuarakan sari-sari shastra. Dan juga karena lidahlah yang biasanya dirajah dalam upacara inisiasi, untuk mendudukkan Saraswati, bahkan Sang Hyang Pashupati, agar kata-kata yang ke luar tidak kosong seperti ampas. Berikut ini, sedikit tambahan perbincangan tentang lidah. selengkapnya

Parasara

kategori: Artikel Baru
Seorang Bhagawan yang masih rrmda bernama Parasara berdiri di tepi sungai Yamuna. Beliau tengah menunggu sebuah perahu yang akan menyeberangkannya ke seberang. Setelah lama menunggu datanglah perahu yang dikemudikan oleh seorang gadis yang cantik. Bhagawan Parasara sungguh terkejut melihat seorang gadis mengambil pekerjaan mengemudi perahu. Tidakkah orang tua gadis ini sayang kepadanya, atau kalau dia telah bersuami tidakkah suaminya kasihan padanya? selengkapnya

Menjadi Wayang di Tangan Dalang Semesta

kategori: Artikel Pilihan
Yudhisthira dikenal sebagai rajanya dharma. Ia bahkan dalam bercanda pun bukan menghindari berbohong tetapi Yudhisthira TIDAK berbohong. Ia sepenuhnya berada dan menempatkan dirinya dijalan dharma. Oleh karena itulah ia menjadi kepercayaan 101 % Sang Mahagurunya. Seorang Mahaguru militer "number one" di seluruh dunia pada zaman itu, Drona Acarya menaruh kepercayaannya kepada seorang muridnya seratus satu persen alias melebihi batas orang boleh menaruh kepercayaan. Tentu saja kebijaksanaan seorang Mahaguru Militer level dunia seperti itu patut "dipertanyakan". selengkapnya

Menolak Godaan: Siapa Pelaku Siapa Korban?

kategori: Artikel Baru
Shiwa adalah manusia biasa yang disibukkan oleh urusan batin yang kedalamannya tanpa dasar, dan keluasannya tanpa tepi. Shiwa-manusia itu juga akan marah kalau keasyikannya diganggu. Ia juga bisa membiarkan pikirannya teringat dan kemudian mengenang-ngenang kenangan indah. Ia juga tergoda untuk mengulangi peristiwa yang memberinya perasaan indah dan perasaan manis itu. selengkapnya