Artikel Terbaru

Jagaraga

kategori: Artikel Baru
Jagaraga nama sebuah desa di Buleleng tempat terjadinya perang Buleleng menghadapi Belanda menarik perhatian kita. Nama itu telah ada sebelum perang terjadi, namun makna yang dikandungnya agaknya relevan dengan makna perang itu sendiri. Jagaraga dapat dimaknai "menjaga diri, mengendalikan diri", namun kata raga sendiri memiliki makna yang lebih khusus. Raga di dalam Kakawin Ramayana berarti nafsu: Ragadi musuh maparo, ri hati ya tonggwannya tan madoh ring awak. selengkapnya

Revitalisasi Makna Tumpek Landep Dalam Kehidupan Masyarakat Modern [4]

kategori: Artikel Baru
Pengertian idep dalam konteks TUmpek Landep tampaknya tidak tepat jika disamakan dengan manah (pikiran) yang hanya identik dengan daya tahu manusia. Mengingat manusia dalam dirinya juga memiliki kehendak dan ego yang menyempurnakan hakikat kemanusiaannya. Kata "idep" lebih tepat dijelaskan dalam terminologi "citta" atau alam pikiran menurut ajaran Samkhya-Yoga. Seperti dijelaskan oleh Maharsi Patanjali bahwa: selengkapnya

Pura Penataran Agung Peed

kategori: Artikel Baru
Secara rasional maupun para penganut kepercayaan yang hidup pada zaman Megalithik itu menaruh perhatian yang sungguh-sungguh terhadap terpeliharanya kesuburan tanaman, binatang tumbuh-tumbuhan lainnya yang ada di bumi ini. Mereka mengharapkan kesuburan senantiasa terpelihara sehinga dapat memberi kenikmatan pada kehidupan, sungai yang bening, air pancuran yang jernih akan memberi kesuburan kepada masyarakat. Kesuburan yang terpelihara dengan baik dengan usaha yang benar-benar jernih akan memberi kesuburan kepada mereka sekalian. Makanan yang berlimpah ruah, tumbuhan yang terpelihara, binatang yang hidup sehat akan memberikan kesehatan kepada penduduk, dan Anak Cucu mereka. selengkapnya

Kautilya Artha Sastra [2]

kategori:
Sejarah tradisi politik India setua Veda dan politik sudah dikenal sejak awal Smrti dan Purana sebagai Dandaniti yang isinya merupakan kristalisasi tradisi Arthasastra dan Dharmasastra. Walaupun terdapat refrensi tentang naskah-naskah politik sebelum abad keempat SM, interpretasi yang paling populer, benar-benar ilmiah, dan paling kuasa atas trasisi itu ialah Kautilya Arthasastra. selengkapnya

Kala dan Mala

kategori: Artikel Pilihan
Cerita tentang Kalarahu cukup populer dalam masyarakat. Cerita yang bersumber dari kitab Adi Parwa, kitab pertama dari delapan belas kitab yang membangun Mahabharata, menceritakan Kalarahu menaruh dendam kepada Surya dan Candra, karena keduanya menjadi saksi atas perbuatannya ikut meminim Amreta bersama para Dewa. Ketika Amreta baru berada di kerongkongannya ia lalu dipenggal oleh Dewa Wisnu atas pemberitahuan dari Surya dan Candra. selengkapnya

Memahami Dharma Gita Dalam Sistem Nilai Agama Dan Budaya Hindu [2]

kategori: Artikel Pilihan
Dalam perhelatan tualang angkah kita yang makin jauh menjelajahi ranah zaman Kali hingga ke gerbang milenium ketiga ini, maka berarti sejauh itu pulalah dharma gita (kidung dharma/religius) dikidungkan dalam bioritmis hidup dan kehidupan. Bahkan, gita dharma ini yang secara kosmologis an sich akan bersifat ad infinitum manakala kehidupan itu sendiri meniadakan hidup kita. selengkapnya

Sistem Hukum dalam Arthasastra [2]

kategori: Artikel Pilihan
Dalam suatu teks Arthasastra dinyatakan bahwa seorang raja yang melaksanakan tugasnya melindungi masyarakat secara adil dan sesuai dengan ketentuan hukum, maka ia akan masuk surga. Sebaliknya, mereka (para pemimpin, termasuk dalam pengertian ini adalah para hakim atau mereka yang menjalankan tugas mengadili atau memberikan keadilan kepada masyarakat; Pen) selengkapnya

Widura Niti [3]

kategori: Artikel Pilihan
Telah terbukti di atas dunia ini, bahwa keluarga diselamatkan oleh keluarga, tetapi sebaliknya juga keluarga dihancurkan pula oleh keluarga. Mereka yang berkebajikan akan menyelamatkan keluarga dari bahaya, sedangkan mereka yang tak berkebajikan menjerumuskan ke dalam bahaya, Paduka Sri Maharaja adalah keturunan Kuru yang tertua. Kalau Pangeran Duryodhana melancarkan sesuatu yang buruk terhadap putera-putera Pandu, adalah tugas kewajiban Paduka Sri Maharaja untuk mencegah perbuatan itu. Benda hilang kalau dibuang ke dalam laut. Kata-kata hilang percuma kalau ditujukan kepada orang yang tidak suka mendengarkan. Tatwa-tatwa hilang percuma bagi mereka yang tidak waras jiwanya, orang lemah setiap waktu memberi ampun. selengkapnya

Evolusi Pemujaan Siwa-Buddha di Jawa [2]

kategori:
Migrasi Buddhisme ke daratan-daratan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, merupakan sebuah fenomena yang sangat penting, karena ia tidak hanya secara kuat telah mempengaruhi kehidupan dan pikiran begitu banyak umat manusia yang hidup di wilayah ini, tetapi bahkan ia sekarang berkembang dalam beberapa wilayah yang terbatas di Indonesia, tetapi ia merupakan sebuah kekuatan yang lemas di Asia Tenggara lainnya, walaupun sia-sia masa lalunya dapat dilihat pada semua tempat penting di wilayah ini. selengkapnya

Batur Dan Baturenggong

kategori: Artikel Baru
Pura Batur yang berada di kaki Gunung Batur dan juga di tepi Danau Batur adalah Pura Agung yang begitu indah, yang juga menjadi sungsungan Umat Hindu di Bali khususnya. Pura besar ini ternyata sempat mendapat bencana, diguyur oleh lahar Gunung Batur. Hampir tak tersisa karena dahsyatnya bencana itu, kecuali yang tersisa adalah kori agung pura itu di tengah-tengah hamparan lahar yang berbukit-bukit. Maka Pura baturpun kemudian dibangun di tempat yang baru, di atas sekaligus di tepi jalan besar Kintamani. Sungguh kita telah kehilangan Pura dengan arsitekturnya yang megah, yang terbangun di sebuah tempat (yang sangat indah, yang pada masanya sangat sulit dijangkau kecuali dengan dorongan ikthiar yang kuat. selengkapnya