Artikel Terbaru

Kurikulum Pasraman Sebuah Jawaban

kategori:
Sebagai sebuah negara yang penduduknya terdiri atas berbagai suku bangsa, etnisitas, dan agama, Indonesia seharusnya mampu mengembangkan sikap pluralisme, yakni sikap yang mengakui dan menghargai keadaan yang plural secara etis. Untuk mengembangkan sikap semacam itu, satu-satunya jalan yang dapat ditempuh oleh negara adalah membangun sistem pendidikan yang di dalamnya dimungkinkan berlangsungnya pendidikan pluralisme. selengkapnya

Absurditas Medsos Hindu

kategori: Artikel Baru
Media sosial (medsos) yang sedemikian terbuka telah merembesi berbagai celah kehidupan, sesempit apapun celah itu. Anak kandung kebebasan ini bukan saja meluber liar ke ruang publik, tetapi juga ke ruang privat dan sensitif. Medsos berwajah ganda, menggemaskan tetapi juga disoraki dengan gembira. Ka-langan konservatif dan modernis berkelahi dengan masing-masing klaimnya: medsos itu penyakit apa obat. selengkapnya

Harmonisasi Catur Marga

kategori: Artikel Baru
Jalan memberikan pilihan dalam mengamalkan dan menghayati ajaran sanatana dharma, namun di jalan itu terdapat rambu-rambu yang patut ditaati. Kendaraan untuk meniti jalan itu tergurat dalam sastra agung Weda, Sruti, Smerti, Sila, Acara, dan Atmanastusti, namun jangan salah pilih dan salah arah dalam memakai kendaraan itu karena panjang dan luasnya jalan yaitu agama, adat dan budaya yang bhineka dan aneka. Menelusuri jalan itu, Sang Diri dalam saput jiwani dan ragawi bergerak harmoni cakra ning gilingan menyujuh moksartam dan jagaddhita. selengkapnya

Berbagai Cara untuk Mendekatkan Diri Kepada Tuhan

kategori: Artikel Baru
Sejak zaman dahulu banyak orang telah berusaha mencapai Tuhan dengan mempraktekkan empat jenis ibadat sebagaimana telah ditentukan oleh kebudyaan leluhur (Hindu): (1) Satyavati Aaraadhana, (2) Anggavati Aaraadhana, (3) Anyavati Aaraadhana, (4) Nidanavati Aaraadhana. Berikut penjelasannya. selengkapnya

Prenatal Education Dasar Pembentukan Karakter Anak

kategori: Artikel Baru
Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan manusia dibentuk dan dibina karaktemya, sehingga tercipta manusia yang berkarakter mulia. Dalam perkembangan dunia pendidikan, ternyata banyak terlahir generasi-generasi yang rendah secara kualitas dan lemah dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada. Kecenderungan yang muncul, permasalahan diselesaikan dengan cara-cara kekerasan (anarkis), mudah terpengaruh dan cepat putus asa dengan mengambil jalan pintas. selengkapnya

Dasar Tattva Panunggun Karang

kategori: Artikel Baru
Menurut Lontar Siwagama, sepatutnya di setiap rumah umat Hindu di Bali seyogianya dibangun tempat pemujaan yang disebut Kamulan Taksu sebagai "Huluning Karang Paumahan". Pelinggih Kamulan Taksu itu sebagai tempat memuja Dewa Pitara sebagai Bharata Hyang Guru. Menurut Lontar Purwa Bhumi Kamulan, setelah Upacara Atma Wedana seperti Nyekah atau Memukur kalau dalam tingkatan yang besar disebut Maligia. Setelah Atma Wedana itu A tman disebut Dewa Pitara selanjutnya distanakan di Kamulan Taksu sebagaimana dijelaskan secara terperinci dalam Lontara Purwa Bhumi Kamulan. selengkapnya

Kutukan Ekalaya

kategori: Artikel Baru
Konon, sekian deret waktu berlalu, sampaiiah negeri Nishada diperinlah oleh seorang Raja yang bernama Hiranyadanu. Rakyat negeri ini, sangat gemar berjudi. Hiranyadanu menyadari, semua ini akibat kebodohan masyarakat yang mengabaikan pendidikan. Namun, berbagai langkah pencegahan dilakukan selalu saja gagal. Karena kegemaran itu, sudah mengakar dari sejak ribuan tahun lalu. Sulit diberantas. Ia mulai frustasi. selengkapnya

Keampuhan Gayatri Mantram

kategori: Artikel Pilihan
Keampuhan Gayatri Mantram, yang merupakan bait pertama dari Tri Sandhya memang sudah tidak diragukan lagi. Saya banyak mendapatkan keajaiban dalam pekerjaan maupun kehidupan dalam keluarga. Banyak hal-hal yang sebelumnya hanya merupakan angan-angan/hayalan saya saja, ternyata bisa terwujud dengan cara yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Meski disamping berdoa, usaha keras adalah faktor utamanya. selengkapnya

Bangkit dalam Kebersamaan

kategori: Artikel Baru
Momentum Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka mengingatkan kita kepada penghayatan Raja Kaniska 1 terhadap nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, kerukunan dan persaudaraan sejati antar sesama warga dari berbagai suku bangsa di Asia Setatan. Pada abad pertama Masehi, tepatnya pada Minggu, tanggal 21 Maret tahun 79, Raja Kaniska 1 dari Dinasti Kusana naik tahta dan menetapkan tahun yang semula menjadi tradisi dari Dinasti Saka sebagai tahun Nasional. selengkapnya