Artikel Terbaru

Mendulang Generasi Emas di Jaman Selaka, Mungkinkah?

kategori: Artikel Baru
Terminologi generasi emas, boleh jadi hanya otopia belaka jika belum terumuskan dengan indicator yang terukur. Dan masalah ini bukan ‘barang baru’ karena diskusi tentangnya sudah lama berlangsung. Menjadi bias ketika batasan waktu untuk memetakannya juga samar. Pembabakan sejarah dengan hanya bertumpu pada angka tahun belumlah tepat, apalagi memakai periode putaran Catur Yuga. selengkapnya

'Nunas Ajengan' Dalam Tradisi Leluhur

kategori: Upacara
Tradisi “melakukan sesuatu” sebelum makan merupakan peradaban sangat kuna. Ia telah eksis pada zaman Yajur Veda paling tidak, yang berarti zaman yang sudah tidak bisa diperkirakan entah oleh ketajaman kecerdasan manusia ataupun oleh mesin paling modern sekalipun. selengkapnya

Banten Sebagai Bahasa Simbol

kategori: Upacara
BANTEN dalam lontar Yajna Prakrti memiliki tiga arti sebagai simbol ritual yang sakral. Dalam lontar tersebut banten disebutkan: "Sahananing Bebanten Pinaka Raganta Tuwi, Pinaka Warna Rupaning Ida Bhattara, Pinaka anda Bhuvana". Dalam lontar ini ada tiga hal yang dibahasakan dalam wujud lambang oleh banten yaitu: "Pinaka Raganta Tuwi" artinya banten itu merupakan perwujudan dari kita sebagai manusia. "Pinaka Warna Rupaning Ida Bhatara" artinya banten merupakan perwujudan dari manifestasi (prabhawa) Ida Hyang Widhi. Dan "Pinaka Andha Bhuvana" artinya banten merupakan refleksi dari wujud alam semesta atau Bhuvana Agung. selengkapnya

Pengekangan Indria Melalui Puasa

kategori: Artikel Baru
Ajaran Sanātana Dharma memberikan penekananan penting pada puasa karena ia merupakan dasar penting dari ajaran Veda. Upavāsa berasal dari akar upa dan vasa; Upa artinya dekat, dan vasa artinya tinggal. Upavāsa artinya praktik pengendalian diri dalam segala hal, khususnya pengendalian indria-indria dalam segala hal agar tidak tertlalu bebas bersentuhan dengan objek-objek indria, agar orang bisa datang mendekat pada Tuhan. Upavāsa yang dalam bahasa Indonesia menjadi puasa dikenal sebagai pengendalian diri terhadap makanan dan minuman. selengkapnya

Dewasa Lahirnya Panca Sila 1 Juni 1945

kategori: Artikel Pilihan
Peringatan lahirnya Pancasila, diperingati setiap tanggal 1 Juni. Salah satu tokoh yang membidani keliharan Pancasila tiada lain Bung Karno. Tentu saja Bung Karno ketika mereka-reka rumusan Pancasila serta unsur yang ada didalamnya tidak terlepas dari pemikiran akan kebudayaan Nusantara yang adi luhung dengan keanekaragaman Suku, Agama, Ras, Bahasa, Budaya, Adat dan lain sebagainya. selengkapnya

Samudera

kategori: Artikel Baru
Sumber air yang terbesar di planet bumi ini adalah samudera, semua mahluk sangat tergantung dan terikat kepada keberadaan samudera. Manusia, hewan, tumbuhan, dan juga sarwa prani yang hidup di bumi ini secara tidak langsung sangat tergantung kepada keberadaan samudera itu. Turunnya hujan, segala macam makanan laut seperti hewan, ikan, tumbuhan rumput laut juga berasal dari samudera, minyak bumi, batu-bara dan segala macam kebutuhan energy manusia kebanyakan berasal dari samudera, itulah sebabnya manusia sebenarnya sangat terikat kepada keberadaan samudera. selengkapnya

Sibuk Menenggelamkan Usia

kategori: Artikel Baru
"Bersamaan dengan terbit dan tenggelamnya matahari maka setiap hari usia hidup juga menjadi semakin berkurang. Disebabkan oleh sibuk lelap dalam pekerjaan maka orang tidak lagi menyadari berlalunya sang waktu. Setelah melihat kelahiran, usia tua, kesulitan-kesulitan, dan kematian pun orang-orang tidak menjadi kecemasan. Dari semua ini dapat diketahui bahwa seluruh mahluk hidup di alam material ini sibuk lelap meminum-minuman keras duniawi memabukkan". selengkapnya

Ritual Mistik dalam Tantra

kategori: Artikel Baru
Saya lahir dan dibesarkan di bagian India Utara yang telah lama menjadi kubu praktik tantra tempat kelahiran saya Amargarh terletang pada segitiga yang dibentuk oleh tiga kota paling suci di India, yaitu: Waranasi, Allahabad, dan Ayodhya. Waranasi kota terang mewujudkan tradisi spiritual India kuno termasuk semua bentuk tantra. Tantra Hindu, Budha, dan Jain, juga Tantra tangan kiri dan Tantra tangan kanan, tantra-tantra terlarang dan praktik tantra yang bersifat murni yoga. selengkapnya