Artikel Terbaru

Widura Niti [3]

kategori: Artikel Pilihan
Telah terbukti di atas dunia ini, bahwa keluarga diselamatkan oleh keluarga, tetapi sebaliknya juga keluarga dihancurkan pula oleh keluarga. Mereka yang berkebajikan akan menyelamatkan keluarga dari bahaya, sedangkan mereka yang tak berkebajikan menjerumuskan ke dalam bahaya, Paduka Sri Maharaja adalah keturunan Kuru yang tertua. Kalau Pangeran Duryodhana melancarkan sesuatu yang buruk terhadap putera-putera Pandu, adalah tugas kewajiban Paduka Sri Maharaja untuk mencegah perbuatan itu. Benda hilang kalau dibuang ke dalam laut. Kata-kata hilang percuma kalau ditujukan kepada orang yang tidak suka mendengarkan. Tatwa-tatwa hilang percuma bagi mereka yang tidak waras jiwanya, orang lemah setiap waktu memberi ampun. selengkapnya

Evolusi Pemujaan Siwa-Buddha di Jawa [2]

kategori:
Migrasi Buddhisme ke daratan-daratan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, merupakan sebuah fenomena yang sangat penting, karena ia tidak hanya secara kuat telah mempengaruhi kehidupan dan pikiran begitu banyak umat manusia yang hidup di wilayah ini, tetapi bahkan ia sekarang berkembang dalam beberapa wilayah yang terbatas di Indonesia, tetapi ia merupakan sebuah kekuatan yang lemas di Asia Tenggara lainnya, walaupun sia-sia masa lalunya dapat dilihat pada semua tempat penting di wilayah ini. selengkapnya

Batur Dan Baturenggong

kategori: Artikel Baru
Pura Batur yang berada di kaki Gunung Batur dan juga di tepi Danau Batur adalah Pura Agung yang begitu indah, yang juga menjadi sungsungan Umat Hindu di Bali khususnya. Pura besar ini ternyata sempat mendapat bencana, diguyur oleh lahar Gunung Batur. Hampir tak tersisa karena dahsyatnya bencana itu, kecuali yang tersisa adalah kori agung pura itu di tengah-tengah hamparan lahar yang berbukit-bukit. Maka Pura baturpun kemudian dibangun di tempat yang baru, di atas sekaligus di tepi jalan besar Kintamani. Sungguh kita telah kehilangan Pura dengan arsitekturnya yang megah, yang terbangun di sebuah tempat (yang sangat indah, yang pada masanya sangat sulit dijangkau kecuali dengan dorongan ikthiar yang kuat. selengkapnya

Hinduisme dan Buddhisme di Indonesia [3]

kategori: Artikel Baru
Kekuasaan raja-raja dinasti Syailendra yang menjadi penguasa utama di Jawa antara tahun 778 dan pertengahan abad 9, yang menghasilkan tersebarnya agama Buddha antara akhir abad 8 dan awal abad 9. Bangunan yang paling berkesan dan yang menjadi saksi atas penyebaran ajaran Buddha ini adalah Borobudur, monumen Buddha Mahayana yang teragung di Indonesia, bentuk ajaran Buddha di mana Dinasti Syailendra menandai perannya. Borobudur, yang sempurna berdiri sekitar tahun 830 diklasifikasikan sebagai sebuah stupa, sebuah struktur Buddhis yang dibangun melalui bentuk fisik atau tekstual yang menjabarkan ajaran Buddha. selengkapnya

Pemikiran Bijak Ajaran Tantra [2]

kategori: Artikel Baru
Di antara orang-orang kebanyakan terdapat sebuah kesalahpahaman secara umum tentang Tantra dan Tantrika; adalah sangat diyakini bahwa di dalam pelaksanaan pengalaman ajaran Tantra seseorang menggunakan rumus mistik atau Mantra, memuja roh-roh halus dan dewa-dewa mistik, dan sebagai hasilnya mendapatkan kekuatan-kekuatan gaib dan pengalaman-pengalaman aneh. selengkapnya

Pemikiran Upanisad [2]

kategori: Artikel Pilihan
Jika di dalam bagian mantra dan brahmana benih-benih filsafaf masih belum nampak jelas, maka pada bagian upanisad pemikiran-pemikiran spekulatif para rsi telah memulai memperliahatkan pencarian kedalam, sehingga perhatian kepada agama-agama yang bersifat eksternal tidak lagi dilakukan. Zaman ini tidak lagi zaman local dengan segala aturan dan kompleksitasnya, tetapi sebuah zaman reflektif dan kontemflatif. selengkapnya

Kerangka-Kerangka Pemikiran Hindu [2]

kategori: Artikel Baru
Segenap kebudayaan, sebagaimana bahasa-bahasa yang dihubungkan dengan mereka mengungkap, telah melakukan percobaan-percobaan untuk mengubah pengalaman-pengalaman hidup mereka menjadi pemikiran-pemikiran dan menjadi gambar-gambar dunia simbolis yang masuk akal. Kebudayaan India pun telah melakukannya lebih dari pada terlebih dari yang lainnya. selengkapnya

Sebelas Patirtahan di Tepi Danau Batur

kategori: Artikel Baru
Sebenarnya baik secara fotografis, maupun seperti yang dikemukakan dalam Rajapura Pura Ulun Danu Batur, di kawasan Danau Batur, ada sebelas patirthan, yang menurut istilah masyarakat setempat, sering pula disebut buka patirthan ring segara Danu Batur. Kalau disimak dan dikaji, Istilah masyarakat setempat itu memang benar, karena diantara kesebelas patirthan itu, banyak yang menjadi buka (sumber mata air) beberapa sungai di Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Badung beberapa buka patirthan yang berlokasi di bagian Timur Danau Batur, diantara Desa Buwahan dan Desa Abang selengkapnya

Sejarah Pura Batur

kategori: Artikel Baru
Segala sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada, kemudian menjadi ada, pasti memiliki saat awal penciptaan serta awal pengadaannya di muka bumi ini. Pura sebagai tempat pemujaan umat Hindu mempersembahkan sujud kepada Hyang Widi/ Tuhan Yang Maha Esa, juga tidak luput dari diktum ini. Eksistensi pura di Bali adalah merupakan perwujudan interaksi hakiki antara manusia dengan pencipta-Nya, antara manusia dengan manusia, manusia dengan dunia tempatnya berada. selengkapnya

Grahastha Asrama [2]

kategori: Artikel Baru
Bagi masyarakat Hindu, grahasta asrama mempunyai arti dan kedudukan khusus di dalam kehidupan. Tahap hidup grahasta asrama (berumah tangga) diawali oleh upacara perkawinan (samskara wiwaha). Ini berarti masa brahmacari secara resmi telah berakhir dan sejak saat itu pula suami istri atau dampati; dan sejak itu pula mereka harus melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai grahastin. selengkapnya