Artikel Terbaru

Menjadi Layak dalam Agama Spiritual

kategori: Artikel Pilihan
Sebagaimana orang perlu memberikan perhatian lebih pada pem-buatan dasar bangunan yang kuat dan kokoh demi berdirinya bangunan megah yang dicita-citakan, seperti itu pula orang hendaknya memberikan perhatian lebih pada praktik-praktik agama-spiritual yang dilakukannya. Akan tetapi, pada praktiknya, lumayan jarang orang menaruh perhatian lebih pada masalah mendasar ini. Khususnya dalam Yoga dan/atau meditasi masalah dasar ini memang merupakan keharusan untuk ditegakkan, sebab, ia akan menjadi dasar kokoh yang tanpa goyah-retak mampu menahan berat bangunan bertingkat berapa pun. selengkapnya

Brahmacari: Masa Menuntut Ilmu [4]

kategori:
Berdasarkan sloka di atas, maka melakukan brunaha (mengugurkan kandungan) merupakan perbuatan yang sangat berdosa. Realitanya di masyarakat, mengugurkan kandungan (aborsi) relatif banyak dilakukan oleh umat manusia. Hal ini dilakukan oleh mereka yang belum menikah maupun yang sudah menikah dengan berbagai alasan. Lebih lanjut Tjok Rai Sudharta menjelaskan mengenai brunaha ini di bicarakan juga di dalam kitab Wrtisasana, walaupun tidak diberi perincian yang jelas. selengkapnya

Konsep Taksu dalam Berkesenian dan Kreativitas Seni [2]

kategori:
Jika ditanya apa yang menjadi penentu keberhasilan sebuah pergelaran atau penciptaan seni, hampir dapat dipastikan warga masyarakat Hindu-Bali akan menjawabnya dengan taksu. Masyarakat Bali pada umumnya memandang taksu sebagai kekuatan yang dapat memberi kecerdasan dan kewibawaan kepada pemiliknya Jiwa dan daya pikat bagi karya seni' Pergelaran atau ciptaan seni yang kemasukan taksu akan menjadi hidup dan berjiwa sehingga dapat menggetarkan perasaan para penikmatnya. selengkapnya

Ayodhya Pura Atisaya

kategori: Artikel Pilihan
Ayodnya adalah istana yang luar biasa, demikian pengarang kakawin Ramayana menjelaskan. Apa yang menjadi keluarbiasaan dari istana raja Dasaratha itu?. Inilah sebuah istana yang dinyatakan mengalahkan kemegahan sorga. Segala benda berharga seperti emas dan mutu manikam ada di sana. "Ada rumah emas manikam dikelilingi taman yang indah, dipenuhi para gadis bagaikan bidadari di gunung Mahameru. Permata putih begitu banyak, bersinar di balai anjungan, bagaikan sungai Gangga yang mengalir dari gunung Himalaya, tampak bersinar cemerlang indah sekali". selengkapnya

Brahmacari: Masa Menuntut Ilmu [3]

kategori: Artikel Baru
Dalama Agama Hindu, kehidupan dibagi berdasarkan jenjang kehidupan yang mesti dilalui sesuai dengan tingkatan-tingkatan yang disebut dengan Catur Asrama. Jenjang kehidupan manusia berdasarkan alas tatanan rohani, waktu, umur dan sifat perilaku manusia. Catur Asrama berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu dari kata Catur dan Asrama. Catur berarti empat dan Asrama berarti tempat atau lapangan "Kerohanian". Kata Asrama sering juga dikaitkan dengan jenjang kehidupan. selengkapnya

Bali, Banten, dan Santun

kategori: Upacara
Salah saru kekhasan Bali adalah adanya banten (sesajen) yang begitu rumit kompleks tetapi juga sangat indah. Di balik banten ada berbagai makna filsafat atau tattwa yang menyertainya. Dan kata Bali sendiri memang berarti banten. Ada seorang raja di Bali di masa lalu bernama Astha Asura Ratna Bumi Banten, Raja yang dikalahkan oleh Gajah Mada dalam suatu ekspedisi yang dilakukan ke Bali. selengkapnya

Airlangga dari Bali ke Jawa

kategori: Artikel Pilihan
Airlangga adalah putra raja Udayana bersama permaisuri Gunapriyadharmapathi yang memerintah di Bali. Selain Airlangga Sang Raja juga berputra Marakata dan Anak Wungsu. Airlangga diketahui dari prasasti Kalkuta. Ia dilahirkan pada tahun 100 masehi, dan pada usia 16 tahun ia diminta oleh pamannya raja Dharmawangsa Teguh untuk datang ke Jawa Timur dengan tujuan untuk dikawinkan dengan putrinya. Ketika upacara perkawinan berlangsung kerajaan Dharmawangsa Teguh diserang oleh raja Wurawari sehingga kerajaan hancur, atau dikatakan pralaya. Airlangga mengungsi ke hutan, menuju sebuah asrama pertapaan. Raja Wurawari berhasil memecah belah kerajaan. selengkapnya

Tampak Ing Paksi

kategori: Artikel Baru
Kitab Sarasamuccaya menguraikan sesuatu yang patut mendapat perenungan yang mendalam. Bagian akhir dari kitab yang merupakan intisari Mahabharata tersebut menyuratkan apa yang disebut sebagai "Jnana", atau kepradnyanan. Orang yang disebut majnana atau memiliki kepradnyanan adalah orang yang tidak terikat oleh keinginan dan kesedihan hatinya (tan raket ikang harsa lawan prihati ri manahnya). Pikiran seperti itu disebut pradnya. selengkapnya

Brahmacari: Masa Menuntut Ilmu [2]

kategori: Artikel Baru
Dalama Agama Hindu, kehidupan dibagi berdasarkan jenjang kehidupan yang mesti dilalui sesuai dengan tingkatan-tingkatan yang disebut dengan Catur Asrama. Jenjang kehidupan manusia berdasarkan alas tatanan rohani, waktu, umur dan sifat perilaku manusia. Catur Asrama berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu dari kata Catur dan Asrama. Catur berarti empat dan Asrama berarti tempat atau lapangan "Kerohanian". Kata Asrama sering juga dikaitkan dengan jenjang kehidupan selengkapnya

Kriya Yoga Mengawali Pendakian Spiritual

kategori: Artikel Pilihan
Memasuki Sadhana Pada berarti memasuki paparan spiritual praktis untuk mencapai Samadhi dalam berbagai kategori, seperti yang dipaparkan dalam Samadhi Pada. Dalam Samadhi Pada telah disajikan idealisasi-idealisasi terpenting Yoga untuk mencapai. Kini, Patanjali akan memaparkan bagaimana mencapai semua dalam Sadhana Pada sebagai paparan praktis praktik sprirtual -dibuka dengan Kriya Yoga melalui dua sutra berikut. selengkapnya