Artikel Terbaru

Menjadi Wayang di Tangan Dalang Semesta

kategori: Artikel Pilihan
Yudhisthira dikenal sebagai rajanya dharma. Ia bahkan dalam bercanda pun bukan menghindari berbohong tetapi Yudhisthira TIDAK berbohong. Ia sepenuhnya berada dan menempatkan dirinya dijalan dharma. Oleh karena itulah ia menjadi kepercayaan 101 % Sang Mahagurunya. Seorang Mahaguru militer "number one" di seluruh dunia pada zaman itu, Drona Acarya menaruh kepercayaannya kepada seorang muridnya seratus satu persen alias melebihi batas orang boleh menaruh kepercayaan. Tentu saja kebijaksanaan seorang Mahaguru Militer level dunia seperti itu patut "dipertanyakan". selengkapnya

Menolak Godaan: Siapa Pelaku Siapa Korban?

kategori: Artikel Baru
Shiwa adalah manusia biasa yang disibukkan oleh urusan batin yang kedalamannya tanpa dasar, dan keluasannya tanpa tepi. Shiwa-manusia itu juga akan marah kalau keasyikannya diganggu. Ia juga bisa membiarkan pikirannya teringat dan kemudian mengenang-ngenang kenangan indah. Ia juga tergoda untuk mengulangi peristiwa yang memberinya perasaan indah dan perasaan manis itu. selengkapnya

Makna Meru bagi Tahapan Kehidupan di Bumi

kategori: Artikel Baru
Bentuk pelinggih Meru yang ada di Bali terutama di Pura Padharman pada awalnya berbentuk candi. Seperti meru di Pura Padharman Ida Dalem Klungkung di Besakih, semuanya berbentuk Candi Prasada dibuat dari batu bata. Saat Gunung Agung meletus tahun 1963, semua pelinggih Candi Prasada itu hancur. selengkapnya

Inovasi Pembelajaran Agama Hindu [2]

kategori: Artikel Baru
Kemajuan dalam dunia pendidikan di era global patut dicermati oleh para pendidik secara konfrehensif. Termasuk juga kemajuan pendidikan pada umumnya di negara Republik Indonesia tercinta. Kalangan kependidikan tidak boleh merasa merasa puas dan merasa bangga terlebih dahulu di era kekinian. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan oleh adanya dinamika pendidikan dari berbagai sisi secara kontinyu dan berlangsung instan dan refflek. selengkapnya

Panca Mahabhuta Sebagai Anasir Dasar Penyusun Alam Semesta

kategori: Artikel Pilihan
Kalau kita perhatikan segala sesuatu yang ada di sekitar kita maka beraneka ragam benda, pemandangan yang indah dan mahluk hidup yang dapat kita lihat. Kesemuanya itu merupakan isi alam semesta atau Buana Agung yang dapat menimbulkan sebuah pertanyaan sederhana yang selalu menggelitik hati kita yaitu "Dari manakah asal mula segala sesuatu yang ada di alam semesta ini atau lebih sederhana lagi dari mana asal mula alam semesta ini yang dikenal pula sebagai Buana Agung dalam Agama Hindu?". selengkapnya

Nitisastra dalam Tradisi Hindu [3]

kategori: Artikel Baru
Kata-kata bijak, peribahasa, pepatah, aphorisme, sangat populer di India sejak awal diciptakan. Biasanya kata-kata bijak dikumpulkan menjadi satu yang disebut subhasila-samgrdlia, yakni kumpulan stanza ber-rima; bahasa yang baik (subhasita). Sir M. Monier Wiliams dalam karyanya Indian Wisdom or Examples ofthe Religion, Philosophical and Ethical Doctrines ofthe Hindus menjelaskan hal ini, "kata-kata bijak, kesusastraan niti India, sebagai acuan yang berkharisma bagi objek-objek alamiah dan kehidupan rumah tangga, dengan pemikiran yang ketat pada waktu tertentu mengenai sifat Tuhan dan keabadian jiwa, selengkapnya

Bentuk-Bentuk Sraddha [2]

kategori: Artikel Pilihan
Bab ketujuh belas dari Bhagavadgita berjudul sraddhat-rayavibhagayoga (tiga lapis bagian sraddha). Bab mi diawali dengan sebuah pertanyaan yang diajukan oleh Arjuna mengenai kedudukan (nistha) manusia yang seharusnya mentaati sraddha tetapi mengabaikan perintah dan larangan sastra, sadar atau tidak sadar. selengkapnya

Perayaan Saraswati dengan Mengakrabi Kitab-kitab Suci

kategori: Hari Suci
Peringatan atau perayaan suatu hari raya bagi umat Hindu adalah merupakan momentum untuk mengingat kembali, bahwa kita memiliki suatu petunjuk atau jalan pada setiap aspek kehidupan, memiliki pedoman kebenaran mutlak yaitu Veda (Sruti). Veda Sruti diyakini sebagai kitab wahyu yang diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa (Brahman), yang dikodifikasikan oleh Maharsi Vyasa (Rsi Vyasa Deva) dengan dibantu oleh beberapa murid-murid Beliau, selanjutnya kitab Sruti dijadikan sumber hukum pertama (Srtishuveda vidnevo) disamping sumber-sumber hukum Hindu lainnya seperti Smerti (kitab tafsir), Sila (prilaku orang sadhu suci), Acara atau Cistacara (adat istiadat yang telah turun-temurun) dan Atmanastuti (kepuasan bathin hasil musyawarah kelompok), selengkapnya

Widura Niti [2]

kategori: Artikel Pilihan
Prabhu Dristarastha bertanya kepada Arya Vidura (Kshattri), "Utusan anaknda Prabhu Yudhisthira (Ajatasatru) besok akan tiba. Aku belum dapat meyakinkan, apakah kiranya yang akan disampikan itu, Oleh karena itu badanku terasa panas, rasanya seperti terbakar dan karena itu aku tidak bisa tidur. Katakanlah kepadaku apakah yang baik bagi seseorang yang tidak bisa tidur karena ada sesuatu yang dicemaskan?. Wahai Vidura, yang paham akan agama dan apa yang berguna. selengkapnya