Artikel Terbaru

Artha Lan Niratha

kategori: Artikel Baru
"Artha" dan "Nirartha", dua istilah yang beroposisi dalam lingkaran perspeksi religius (the circle of religous perspection) manusia Hindu. Kedua istilah itu menjadi oposisi biner yang secara struktural memadah dalam diri manusia. Betapa tidak, apakah anda ingin dipuji karena begitu banyaknya harta yang anda timbun? Atau anda ingin dipuji karena sifat anda nirartha, tak hirau akan harta benda? Bekerja tanpa menghiraukan hasil? Atau mau bekerja kalau hasilnya banyak? Sudah nadar-nya manusia mengharapkan puja-puji. selengkapnya

Manfaat Dhatu dalam Pengobatan Ayurweda

kategori: Artikel Baru
Logam pada umumnya jarang digunakan sebagai bahan ramuan obat. Menurut Ayurveda logam digunakan dengan cara pengolahan khusus sehingga terbentuk bhasma. Bhasma ini merupakan bentuk logam yang terbebas dari racun sehingga dapat digunakan sebagai ramuan obat. Dhatu atau logam yang paling sering digunakan adalah swarna (emas), tara (perak) tamra (tembaga), vanga (timah putih), naga (timah hitam) logam genta (ritika), kamsya (kuningan), dan loha (besi) yang dikenal dengan nama Astha dhatu. selengkapnya

Yoga dan Bhoga

kategori: Upacara
Ada tradisi yang patut mendapat perenungan dalam masyarakat, yaitu bahwa tidak boleh mengganggu orang yang tengah tidur, demikian juga ketika orang sedang makan. Bahwa tidur menjadi pembahasan yang mendalam di dalam tradisi Hindu, termasuk tahapan-tahapannya, sampai pada tidur tanpa mimpi. Demikian juga makan sebagai penikmatan atas bhoga menjadi sangat dihargai tinggi, karena di sana terjadi penikmatan rasa. Tradisi tersebut juga menyatakan bahwa tidur maupun makan sesungguhnya adalah proses yoga, oleh karena itu situasi itu harus dijaga dan jangan diganggu. selengkapnya

Menjadi Layak dalam Agama Spiritual

kategori: Artikel Pilihan
Sebagaimana orang perlu memberikan perhatian lebih pada pem-buatan dasar bangunan yang kuat dan kokoh demi berdirinya bangunan megah yang dicita-citakan, seperti itu pula orang hendaknya memberikan perhatian lebih pada praktik-praktik agama-spiritual yang dilakukannya. Akan tetapi, pada praktiknya, lumayan jarang orang menaruh perhatian lebih pada masalah mendasar ini. Khususnya dalam Yoga dan/atau meditasi masalah dasar ini memang merupakan keharusan untuk ditegakkan, sebab, ia akan menjadi dasar kokoh yang tanpa goyah-retak mampu menahan berat bangunan bertingkat berapa pun. selengkapnya

Brahmacari: Masa Menuntut Ilmu [4]

kategori:
Berdasarkan sloka di atas, maka melakukan brunaha (mengugurkan kandungan) merupakan perbuatan yang sangat berdosa. Realitanya di masyarakat, mengugurkan kandungan (aborsi) relatif banyak dilakukan oleh umat manusia. Hal ini dilakukan oleh mereka yang belum menikah maupun yang sudah menikah dengan berbagai alasan. Lebih lanjut Tjok Rai Sudharta menjelaskan mengenai brunaha ini di bicarakan juga di dalam kitab Wrtisasana, walaupun tidak diberi perincian yang jelas. selengkapnya

Konsep Taksu dalam Berkesenian dan Kreativitas Seni [2]

kategori:
Jika ditanya apa yang menjadi penentu keberhasilan sebuah pergelaran atau penciptaan seni, hampir dapat dipastikan warga masyarakat Hindu-Bali akan menjawabnya dengan taksu. Masyarakat Bali pada umumnya memandang taksu sebagai kekuatan yang dapat memberi kecerdasan dan kewibawaan kepada pemiliknya Jiwa dan daya pikat bagi karya seni' Pergelaran atau ciptaan seni yang kemasukan taksu akan menjadi hidup dan berjiwa sehingga dapat menggetarkan perasaan para penikmatnya. selengkapnya

Ayodhya Pura Atisaya

kategori: Artikel Pilihan
Ayodnya adalah istana yang luar biasa, demikian pengarang kakawin Ramayana menjelaskan. Apa yang menjadi keluarbiasaan dari istana raja Dasaratha itu?. Inilah sebuah istana yang dinyatakan mengalahkan kemegahan sorga. Segala benda berharga seperti emas dan mutu manikam ada di sana. "Ada rumah emas manikam dikelilingi taman yang indah, dipenuhi para gadis bagaikan bidadari di gunung Mahameru. Permata putih begitu banyak, bersinar di balai anjungan, bagaikan sungai Gangga yang mengalir dari gunung Himalaya, tampak bersinar cemerlang indah sekali". selengkapnya

Brahmacari: Masa Menuntut Ilmu [3]

kategori: Artikel Baru
Dalama Agama Hindu, kehidupan dibagi berdasarkan jenjang kehidupan yang mesti dilalui sesuai dengan tingkatan-tingkatan yang disebut dengan Catur Asrama. Jenjang kehidupan manusia berdasarkan alas tatanan rohani, waktu, umur dan sifat perilaku manusia. Catur Asrama berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu dari kata Catur dan Asrama. Catur berarti empat dan Asrama berarti tempat atau lapangan "Kerohanian". Kata Asrama sering juga dikaitkan dengan jenjang kehidupan. selengkapnya

Bali, Banten, dan Santun

kategori: Upacara
Salah saru kekhasan Bali adalah adanya banten (sesajen) yang begitu rumit kompleks tetapi juga sangat indah. Di balik banten ada berbagai makna filsafat atau tattwa yang menyertainya. Dan kata Bali sendiri memang berarti banten. Ada seorang raja di Bali di masa lalu bernama Astha Asura Ratna Bumi Banten, Raja yang dikalahkan oleh Gajah Mada dalam suatu ekspedisi yang dilakukan ke Bali. selengkapnya

Airlangga dari Bali ke Jawa

kategori: Artikel Pilihan
Airlangga adalah putra raja Udayana bersama permaisuri Gunapriyadharmapathi yang memerintah di Bali. Selain Airlangga Sang Raja juga berputra Marakata dan Anak Wungsu. Airlangga diketahui dari prasasti Kalkuta. Ia dilahirkan pada tahun 100 masehi, dan pada usia 16 tahun ia diminta oleh pamannya raja Dharmawangsa Teguh untuk datang ke Jawa Timur dengan tujuan untuk dikawinkan dengan putrinya. Ketika upacara perkawinan berlangsung kerajaan Dharmawangsa Teguh diserang oleh raja Wurawari sehingga kerajaan hancur, atau dikatakan pralaya. Airlangga mengungsi ke hutan, menuju sebuah asrama pertapaan. Raja Wurawari berhasil memecah belah kerajaan. selengkapnya