Artikel Terbaru

Sebelas Patirtahan di Tepi Danau Batur

kategori: Artikel Baru
Sebenarnya baik secara fotografis, maupun seperti yang dikemukakan dalam Rajapura Pura Ulun Danu Batur, di kawasan Danau Batur, ada sebelas patirthan, yang menurut istilah masyarakat setempat, sering pula disebut buka patirthan ring segara Danu Batur. Kalau disimak dan dikaji, Istilah masyarakat setempat itu memang benar, karena diantara kesebelas patirthan itu, banyak yang menjadi buka (sumber mata air) beberapa sungai di Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Badung beberapa buka patirthan yang berlokasi di bagian Timur Danau Batur, diantara Desa Buwahan dan Desa Abang selengkapnya

Sejarah Pura Batur

kategori: Artikel Baru
Segala sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada, kemudian menjadi ada, pasti memiliki saat awal penciptaan serta awal pengadaannya di muka bumi ini. Pura sebagai tempat pemujaan umat Hindu mempersembahkan sujud kepada Hyang Widi/ Tuhan Yang Maha Esa, juga tidak luput dari diktum ini. Eksistensi pura di Bali adalah merupakan perwujudan interaksi hakiki antara manusia dengan pencipta-Nya, antara manusia dengan manusia, manusia dengan dunia tempatnya berada. selengkapnya

Grahastha Asrama [2]

kategori: Artikel Baru
Bagi masyarakat Hindu, grahasta asrama mempunyai arti dan kedudukan khusus di dalam kehidupan. Tahap hidup grahasta asrama (berumah tangga) diawali oleh upacara perkawinan (samskara wiwaha). Ini berarti masa brahmacari secara resmi telah berakhir dan sejak saat itu pula suami istri atau dampati; dan sejak itu pula mereka harus melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai grahastin. selengkapnya

Pengalaman Sebagai Guru Utama dan Pengalaman Berguru [2]

kategori: Artikel Baru
Pengalaman, sesuai dengan tataran keberadaan kita, sebetulnya ada tiga jenis. Namun, lantaran ketidak sadaran kita akan keberadaan kita sendiri, kita menyangka hanya pengalaman jasmaniah yang fisikal-indriawi inilah satu-satunya pengalaman. Apa yang selama ini kita sebut dan anggap sebagai pengalaman hanyalah sebatas pengalaman fisikal-indriawi ini saja. selengkapnya

Hinduisme dan Buddhisme di Indonesia [2]

kategori: Artikel Baru
Ajaran Hindu dan Buddha diperkenalkan di Indonesia pada abad kelima Masehi ketika rute perdagangan laut yang menghubungkan India di Barat dengan China di Timur berkembang di wilayah tersebut. Rute yang lebih awal yang menghubungkan dunia Mediterania dan China bergerak ke Utara wilayah bagian benua India, dengan jaringan perdagangan jarak jauh dan hubungan internasional yang melewati Kepulauan Indonesia. selengkapnya

Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa

kategori: Artikel Baru
Dapatlah kiranya diajukan suatu perkiraan, bahwa negara kerajaan Majapahit dahulu dapat berkembang menjadi besar karena munculnya kemampuan kreatif pada warga negaranya. Daya cipta yang produktif itu mestinya terdapat di semua lapisan masyarakat. Daya cipta ini memang masih perlu mendapat pengujian dari berbagai arah. Apa yang hendak dikemukakan dalam tulisam ini adalah suatu contoh dari hasil kreativitas orang Majapahit, khususnya dalam menjawab tantangan kehidupan di bidang keagamaan. selengkapnya

Pemikiran Bijak Ajaran Tantra

kategori: Artikel Baru
Di antara orang-orang kebanyakan terdapat sebuah kesalahpahaman secara umum tentang Tantra dan Tantrika; adalah sangat diyakini bahwa di dalam pelaksanaan pengalaman ajaran Tantra seseorang menggunakan rumus mistik atau Mantra, memuja roh-roh halus dan dewa-dewa mistik, dan sebagai hasilnya mendapatkan kekuatan-kekuatan gaib dan pengalaman-pengalaman aneh. Akan tetapi pengertian tentang Tantra ini adalah benar-benar naif, karena Tantra memiliki sebuah makna tersirat yang lebih luas. selengkapnya

Pemikiran Upanisad

kategori: Artikel Pilihan
Jika di dalam bagian mantra dan brahmana benih-benih filsafaf masih belum nampak jelas, maka pada bagian upanisad pemikiran-pemikiran spekulatif para rsi telah memulai memperliahatkan pencarian kedalam, sehingga perhatian kepada agama-agama yang bersifat eksternal tidak lagi dilakukan. Zaman ini tidak lagi zaman local dengan segala aturan dan kompleksitasnya, tetapi sebuah zaman reflektif dan kontemflatif. selengkapnya

Dana Sadhana

kategori: Artikel Baru
Kitab Sarasamucchaya secara panjang lebar menguraikan tentang apa yang disebut sebagai Dana atau Dana Punia. Uraian ini menjadi begitu penting karena ia berhubungan dengan Dharma Sadhana atau tindakan berdasarkan Dharma. Sarasamucchaya menyuratkan: yang disebut Dana atau sedekah menurut sang Pandita, ialah sifat tidak dengki atau hiri hati, dan yang taat berbuat kebajikan atau Dharma; sebab bila hal itu terus menerus terjadi senantiasa akan diperoleh keselamatan, sama pahalanya dengan amal sedekah yang berlimpah. selengkapnya