Artikel Terbaru

Pusaka – Pustaka – Petaka

kategori: Artikel Baru
Entah dalam buku apa pernah saya baca bahwa bentuk peta Kabupaten Badung menyerupai sebilah keris. Penulis artikel dalam buku itu menyebutkan ujung keris itu ada di utara. Hanya itu yang saya ingat. Mungkin pula memang hanya itu yang dikatakan buku itu. selengkapnya

Merawat dan Meruwat Pikiran

kategori: Artikel Pilihan
Cogito ergosum, demikian kata filsuf Rene Descartes yang artinya 'aku berpikir maka aku ada'. Jadi keberadaan, tepatnya kehidupan manusia ditandai dengan berfungsinya kemampuan berpikir. Tanpa berpikir, manusia dianggap "tiada", sering dianalogikan seperti "bangke majalan", tampak hidup, tetapi sebenarnya "tidak hidup", lantaran pikirannya tidak diolahfungsikan. Dikaitkan konsep Tri Pramana, itu artinya elemen pikiran (idep) yang menjadi penciri eksistensi manusia telah kehilangan daya fungsinya, sehingga yang menggerakkan aktivitas manusia lebih banyak karena unsur tenaga (bayu), lalu diwacanakan lewat suara/kata-kata (sabda), baru kemudian dilaksanakan selengkapnya

Batu Ka(r)u, Vibrasi Misteri

kategori: Artikel Baru
BATUKAU! Apa yang dilihat orang pada mulanya sehingga Batu itu dinamakan kau? Kau adalah tempurung kelapa yang dibelah dua, yang bila diletakkan terbalik akan menyerupai miniatur gunung. Sesederhana itukah mata dan pikiran orang yang pada mulanya menamai gunung itu? selengkapnya

Rambut Siwi: Pemberhentian Rindu dan Gelombang Sensor Diri

kategori: Artikel Baru
Kekuatan yang ada di Rambut Siwi sehingga orang yang datang dari barat maupun dari timur menghentikan kendaraannya di sana, lalu duduk di tanah mencakupkan dan mengangkat tangan tanda menyembah kekuatan yang tidak kelihatan itu?Entahlah! Barangkali kekuatan itu memang benar-benar ada sehingga dari dulu hingga kini orang tetap berperilaku-budaya seperti itu bila melintas di sana. Atau, barangkali kebanyakan dari mereka itu ikut-ikutan, karena memang seperti itulah perilaku-budaya berproses: dari ikut-ikutan menjadi benar-benar ikut. selengkapnya

Ibu dan Tahun Baru

kategori: Artikel Baru
Ibu secara biologis ialah perempuan yang mampu melahirkan anak. Karena ibu memiliki rahim kuat menampung benih kehidupan. Pada ruang rahim yang nyaman benih kehidupan bersemayam menunggu waktu lahir untuk menunaikan tugas kelahiran di dunia yang diterangi mentari. Tergantung harapan seorang ibu agar kelak anaknya menjadi suputra 'anak yang berbudi dan beperilaku luhur'. Itulah keistimewaan ibu dibanding ayah yang menyemai benih di dalam rahim ibu. selengkapnya

Membaca dan Menyimak Pustaka Hati

kategori: Artikel Pilihan
Ketika para raja dan pengikutnya dari Karangasem menyeberang ke Lombok, mereka tidak lupa membawa lontar-lontar, selain keris dan pekakas lainnya. Kemudian tentara Belanda datang. Diplomasi kata-kata ternyata gagal. Maka diplomasi kemudian menggunakan senjata. Belanda menyerang Cakranegara, basis kerajaan orang-orang Karangasem itu. Menurut catatan sejarah, perang pengetahuan dan senjata itu, secara fisik dimenangkan oleh Belanda selengkapnya

Merespon Satyam Siwam Sundaram

kategori: Artikel Baru
Satya (kebenaran), rta (tertib semesta), diksa (kesucian), tapa (pengendalian diri), brahma (pemujaan), dan yajna (persembahan, pelayanan) adalah enam prinsip ajaran Hindu yang harus dilaksanakan demi tegaknya dunia. Keenam prinsip tersebut menurut hemat saya dapat disederhanakan menjadi tiga, yakni kebenaran (satyam, sat), kesucian (siwam, cit), dan keindahan atau kebahagiaan (sundaram, ananda). Satyam di dalamnya mencakup prinsip satya dan rta, siwam mencakup prinsip diksa dan tapa, sedangkan sundaram mencakup prinsip brahma dan yadnya. selengkapnya

Retrospeksi Pendidikan Hindu

kategori: Artikel Pilihan
Sebagaimana dipahami bersama bahwa pendidikan agama dapat dijadikan sebagai wahana untuk mengembangkan moralitas universal yang ada dalam agama-agama, sehingga dapat dijadikan acuan dalam berpikir, berkata, dan berperilaku (bertindak). Namun, dalam praktiknya pendidikan agama sering hanya memberikan pemahaman agama yang ekslusif dan dogmatis kepada para peserta didiknya, sehingga sedikit banyak telah menyumbang dan mengabadikan konflik, baik ekternal maupun internal umat beragama. selengkapnya

Resonansi Tattwa Susila Acara

kategori: Artikel Pilihan
Rangkaian tattwa-susila-acara merupakan satu kesatuan yang utuh dalam ajaran agama Hindu. Orang menyebut tiga rangkaian itu sebagai tiga kerangka dasar agama Hindu. Maksudnya ketiga kerangka dasar itu harus dikuasai dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. selengkapnya

Menyoal Pilar Keagamaan, Seperti Menerima Pilar Kebangsaan

kategori: Artikel Baru
Hindu, pada akhirnya harus mau melengkapi seperangkat syarat, seperti telah memiliki nama untuk agama, Tuhan, kitab suci, nabi, hari suci dan peranti administrasi lainnya. Andaikan saja sejumlah prasyarat ini dibuka lagi, mungkin Konghucu bukan agama terakhir yang akan diakui dan diterima resmi. Sebabnya, masih banyak "agama lokal" yang masih hidup subur, bahkan ada di tiap daerah seantero nusantara. selengkapnya