Artikel Terbaru

Bangkit dalam Kebersamaan

kategori: Artikel Baru
Momentum Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka mengingatkan kita kepada penghayatan Raja Kaniska 1 terhadap nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, kerukunan dan persaudaraan sejati antar sesama warga dari berbagai suku bangsa di Asia Setatan. Pada abad pertama Masehi, tepatnya pada Minggu, tanggal 21 Maret tahun 79, Raja Kaniska 1 dari Dinasti Kusana naik tahta dan menetapkan tahun yang semula menjadi tradisi dari Dinasti Saka sebagai tahun Nasional. selengkapnya

Tat Twam Asih: Cinta yang Mewujud

kategori: Artikel Baru
Pengalaman dan keberdaan kita pada saat dua kejadian bom yang terjadi di Bali dalam tiga tahun terakhir mungkin bervariasi. Namun pasti kita semua mendengarkan gema, ajakan dan panggilan yang sama dari ke dua tragedi bom ini yakni untuk mengingat, menyadari, dan mengamalkan dalam kehiduapan sehari-hari filsafat Tat Twam Asi. selengkapnya

Cinta Kasih dalam Perspektif Hindu

kategori: Artikel Baru
Sudah menjadi kata yang terpadu antara cinta dan kasih. Tentu makna kasih lebih dalam dari pada cinta. Dalam mengasihi sudah terkandung makna mencintai. Cinta adalah perasaan pada kesenangan, kesetiaan, kepuasan terhadap suatu obyek. Sedangkan kasih adalah perasaan cinta yang tulus lascarya terhadap suatu obyek. Kenapa dalam mengekspresikan sikap ini selalu digunakan gabungan kata cinta dan kasih? Pertanyaan ini menjadi menarik ketika seseorang baru sanmpai sebatas cinta. selengkapnya

Karma Phala Ajaran yang Mendewasakan

kategori: Artikel Baru
Karma phala adalah satu dari lima ajaran dasar dan satu dari filsafat Hindu yang berlaku secara universal, dan dapat diterima oleh pikiran yang paling moderen sekalipun. Ambillah contoh berbagai fenomena kehidupan di sekitar kita. Perbedaan status sosial, perbedaan tingkat ekonomi, keberuntungan, malapetaka, musibah, cacat, kesempurnaan dan sebagainya. Apakah Tuhan Yang Maha Adil menganugrahkan semua itu dengan pilihan acak? Ataukah kita berada pada kondisi kehidupan kita yang seperti ini setelah Tuhan melempar undian? Sudah barang tentu, Tuhan yang bergelar Maha Adil tidak mungkin melakukannya. selengkapnya

Pemujaan yang Digerogoti Ribuan Keinginan

kategori: Artikel Pilihan
"Wahai manusia, mari kita agung-agungkan Hyang Paramatma, yang merupakan Penyebab dari segala pekerjaan dan dari segala-galanya, yang memunculkan seluruh alam semesta dan segala pengetahuan serta merupakan Ayah dari semuanya, Beliaulah yang mengaruniai makanan dan minuman kepada kita semua. Janganlah mening-galkan Beliau untuk kemudian mengagungkan yang lain." selengkapnya

Bebas dengan Ikatan

kategori: Artikel Baru
Seorang filosof Perancis. Jean Jacques Rousseau menyatakan menurut kodratnya manusia itu sejak lahir adalah sama dan merdeka. Sedangkan ahli pikir Inggris,- John Locke menegaskan manusia sejak lahir memiliki hak-hak pokok yang tak dapat dikurangi dari-padanya. Hak itu adalah hak asasi yang meliputi hak hidup. hak milik dan hak kemerde-kaan diri. Merdeka atau kemerdekaan adalah manifestasi absolut bagi sebuah pengakuan atas kebebasan setiap insan manusia yang bersumber langsung dari Tuhan. selengkapnya

Labirin Dunia Maya Hindu

kategori: Artikel Pilihan
Dunia internet saat ini menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia modern. Dari urusan surat-menyurat sampai melihat resep masakan, masyarakat berurusan dengan dunia internet. Bahkan makalah apa saja bisa dicari dengan mesin pencari hanya dengan mengetik kata kunci, dengan secepat kilat akan menampilkan bahasan apa yang kita inginkan dan tinggal memilih. Begitu juga berita-berita yang terbaru sangat cepat bisa kita akses melalui internet, lebih cepat jika dibandingkan dengan berita yang beredar di koran-koran nasional maupun daerah yang berbasis offline, hanya dengan menggunakan perangkat personal komputer maupun telepon genggam. selengkapnya

'Mahardika' Spirit Manajemen Hindu

kategori: Artikel Baru
Setiap menjelang hari kemerdekaan selalu diperingati dengan ajakan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, khususnya mengisi dengan ajakan membangun bangsa sesuai dengan kompetensi masing-masing, paling tidak pembangunan diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. selengkapnya

'Merdeka Ragawi, Merdeka Jiwani'

kategori: Artikel Baru
Begitu pekik kata itu membahana membelah angkasa setelah Bung Karno membacakan teks proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945. Sebelumnya para pejuang yang berperang di medan laga melawan penjajah juga telah memekikkan kata yang sama saat bertempur. Sampai sekarang pekik kata itu juga sering memecah hening sebuah pertemuan partai. Mengapa begitu? Entahlah! Mungkin karena belum benar-benar merasa merdeka? Atau memperingatkan bahwa "kemerdekaan" itu sangatlah pentingnya? Agamawan, politikus, abdinegara, dan yang lainnya memiliki tafsir sendiri-sendiri atas kata "merdeka" itu. selengkapnya