Artikel Terbaru

Jnana Yadnya, Jalan Spiritual Para Pemikir?

kategori: Artikel Baru
Setiap makhluk hadir di du-nia kehidupan dengan kualitas iguna) yang berbeda-beda. Perbedaan-perbedaan itu hadir berdasarkan kualitas kenangan masa lalu {karma) masing-masing. Tugas utama masing-masing makhluk itu bukanlah untuk memertajam perbedaan itu, tapi sebaliknya, yaitu saling melengkapi demi kemenduniaan bersama. selengkapnya

Toya Anyar

kategori: Artikel Pilihan
Siklus air memperlihatkan bahwa matahari sebagai sumber energi telah dengan setia dan disiplin menyinari air laut yang sangat luas itu, air laut kemudian menguap karena sinar itu, menjadi awan, titik air dan hujan. Air hujan jatuh ke bumi, mengalir menjadi air tanah, danau, sungai dan akhirnya kembali ke laut. Sebagai sebuah sistem daur air ini senantiasa bergerak tanpa pernah henti, yang memberikan implikasi terhadap kesejahteraan ma-nusia di bumi ini. selengkapnya

Darmaning Ibu

kategori: Artikel Baru
Ibu menjadi sosok yang istimewa. Ibu kita hormati dan muliakan karena ibu yang melahirkan kita. Hanya ibu yang merasakan apa yang disebut "nyakit" waktu melahirkan kita. Begini disebutkan dalam Sarasamuscaya: Apan Iwih temen bwating ibu, sangkeng bwating lemah, katwangana, tar bari-barin kalinganya aruhur temen sang bapa sangke langit (sebab jauh lebih berat kewajiban ibu daripada beratnya bumi, karenanya patut dihormati beliau dengan sungguh-sungguh, tanpa ragu-ragu demikian pula lebih tinggi penghormatan kepada bapa daripada tingginya langit). selengkapnya

TUMPEK LANDEP: Antara Adu Gengsi dan Ketumpulan Nurani

kategori: Hari Suci
Bali sedang menikmati kemakmuran, memang. Bukti kemakmuran orang Bali itu bisa diamati dalam laku beragama mereka satu dasa warsa terakhir. Pura orang Bali kini tampak megah-megah. Upacara berskala besar dengan biaya ratusan juta dan milyaran rupiah pun begitu kerap digelar sepuluh tahun terakhir. Banyak orang Bali juga gemar matirtha yatra, bersembahyang ke berbagai pura di Bali, bahkan di luar Bali hingga Mancanegara. selengkapnya

Merawat Kebhinekaan

kategori: Artikel Baru
Sesungguhnya kebenaran yang diajarkan dalam masing-masing agama adalah kebenaran yang sama. Akan tetapi dalam kenyataannya kebenaran itu menjadi berbeda karena pandangan, pengalaman dan penafsiran yang berbeda-beda pula. Sebagaimana diilustrasikan dalam susastra Wrehaspati Tattwa tentang kisah Tiga Orang Buta Yang Sedang Meraba Gajah. selengkapnya

Menggagas 'Hindukonomi'

kategori: Artikel Pilihan
Sesungguhnya setiap kelahiran, seorang manusia membawa perannya masing-masing. Manusia yang telah melakukan perenungan secara mendalam dengan pikiran yang jernih akan bertanya, apa sesungguhnya yang menjadi tujuan hidupnya. Ada dua macam tujuan hidup manusia yaitu tujuan duniawi dan tujuan spiritual. Tujuan duniawi berupa harta benda sebagai penopang kehidupan ini, sedangkan tujuan spiritual, yaitu keinginan untuk bersatu kepada yang hakekat dan asal yang sesungguhnya. selengkapnya

Pusaka – Pustaka – Petaka

kategori: Artikel Baru
Entah dalam buku apa pernah saya baca bahwa bentuk peta Kabupaten Badung menyerupai sebilah keris. Penulis artikel dalam buku itu menyebutkan ujung keris itu ada di utara. Hanya itu yang saya ingat. Mungkin pula memang hanya itu yang dikatakan buku itu. selengkapnya

Merawat dan Meruwat Pikiran

kategori: Artikel Pilihan
Cogito ergosum, demikian kata filsuf Rene Descartes yang artinya 'aku berpikir maka aku ada'. Jadi keberadaan, tepatnya kehidupan manusia ditandai dengan berfungsinya kemampuan berpikir. Tanpa berpikir, manusia dianggap "tiada", sering dianalogikan seperti "bangke majalan", tampak hidup, tetapi sebenarnya "tidak hidup", lantaran pikirannya tidak diolahfungsikan. Dikaitkan konsep Tri Pramana, itu artinya elemen pikiran (idep) yang menjadi penciri eksistensi manusia telah kehilangan daya fungsinya, sehingga yang menggerakkan aktivitas manusia lebih banyak karena unsur tenaga (bayu), lalu diwacanakan lewat suara/kata-kata (sabda), baru kemudian dilaksanakan selengkapnya

Batu Ka(r)u, Vibrasi Misteri

kategori: Artikel Baru
BATUKAU! Apa yang dilihat orang pada mulanya sehingga Batu itu dinamakan kau? Kau adalah tempurung kelapa yang dibelah dua, yang bila diletakkan terbalik akan menyerupai miniatur gunung. Sesederhana itukah mata dan pikiran orang yang pada mulanya menamai gunung itu? selengkapnya

Rambut Siwi: Pemberhentian Rindu dan Gelombang Sensor Diri

kategori: Artikel Baru
Kekuatan yang ada di Rambut Siwi sehingga orang yang datang dari barat maupun dari timur menghentikan kendaraannya di sana, lalu duduk di tanah mencakupkan dan mengangkat tangan tanda menyembah kekuatan yang tidak kelihatan itu?Entahlah! Barangkali kekuatan itu memang benar-benar ada sehingga dari dulu hingga kini orang tetap berperilaku-budaya seperti itu bila melintas di sana. Atau, barangkali kebanyakan dari mereka itu ikut-ikutan, karena memang seperti itulah perilaku-budaya berproses: dari ikut-ikutan menjadi benar-benar ikut. selengkapnya