Artikel Terbaru

Nyepi Sebuah Edukasi

kategori: Artikel Baru
Upacara nitya karma, adalah upacara yang dilakukan setiap hari dan upacara naimitika karma adalah upacara yang dilakukan pada waktu tertentu. Contoh jenis upacara yang termasuk dalam upacara nitya karma adalah (1) yadnya sesa, yakni persembahan berupa makanan dan lauk-pauk, setelah selesai memasak; (2) persembahan canang sari, dan (3) melakukan persembahyangan tri sandya, pada pagi hari, siang hari, dan sore hari. Sedangkan yang termasuk upacara naimitika karma adalah upacara yang sifatnya insidental meliputi berbagai jenis upacara yang tercakup dalam upacara panca yadnya. selengkapnya

Mulat Sarira Hangrasa Wani

kategori: Artikel Baru
Untuk apa manusia harus selalu mulat sarira angrasa wanil Pertanyaan ini berkaitan dengan jati diri manusia yang sesungguhnya menurut agama Hindu. Setiap makhluk, termasuk manusia menurut agama Hindu sesungguhnya berasal dari paramatman (Tuhan) yang maha besar. Bagian terkecil dari paramatman yang kemudian disebut atman, mewujud ke dalam setiap makhluk. Ibaratnya setetes embun yang berasal dari air laut yang maha luas, demikianlah atman meresap ke dalam setiap wujud makhluk hidup. selengkapnya

Kancut Bali di Kaki Nusa Damai

kategori: Artikel Baru
W. S. Rendra Hidup dikuasai kehendak manusia, tanpa menyimak jalannya alam. Kekuasaan kemauan manusia, yang dilembagakan dengan kuat, tidak mengacuhkan naluri ginjal, hati, empedu, sungai, dan hutan. Di Bali: pantai, gunung, tempat tidur dan pura, telah dicemarkan selengkapnya

Etno Nasionalisme

kategori: Artikel Baru
Ketika berada di luar Bali, entah di mana saja, bahkan di luar negeri sekalipun, kadang kita ingin mencari “orang yang sama” dengan diri, semisal suku, agama, atau daerah asal. Jika mencari orang Bali sampai bertanya lelintihannya juga. Ada perasaan yang liyan jika itu terjadi. Akhirnya kita merayakannya karena merasa "disatukan” lagi meski di tempat dan waktu yang berbeda. Namun, suasana berkebalikan jika kita berada di tengah-tengah “orang yang sama” itu, sering bergesekan justru karena homogenitas itu. selengkapnya

Bali dan Maharaja Bali

kategori: Artikel Pilihan
Salah satu tonggak yang dapat dikatakan paling menonjol dalam sejarah Bali adalah kedatangan Rsi Markandya sekitar abad VII Masehi. Konon sang pendeta mendapat wahyu untuk membuka hutan di wilayah Bali ketika mengadakan pertapaan di Gunung Raung. Misi pertama sang pendeta mendalami kegagalan sebab orang-orang Desa Age yang mengiringi perjalanannya banyak yang meninggal akibat terserang wabah gudu (malaria). Setelah memohon petunjuk gaib, misi kedua sang pendeta menemui kesuksesan sebab segala kegiatan yang akan dilakukan didahului oleh caru pengruwak selengkapnya

Nyepi untuk Pemilu Berkualitas

kategori: Artikel Baru
Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dunia, Indonesia telah membuktikan mampu menyelenggarakan salah satu tahapan berdemokrasi dengan baik, lancar, dan bermartabat. Rakyat dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam penerapan sistem demokrasi yang merupakan pilihan terbaik dan final bagi bangsa Indonesia yang dibangun di atas berbagai perbedaan. selengkapnya

Segalanya Bisa Dicapai Melalui Pertapaan

kategori: Artikel Baru
Tapa berasal dari akar kata Sanskerta tap, berarti membakar, memanaskan, menjadi panas atau dipanaskan, terbakar, membuat menderita, menjadikan sakit, menyiksa, mendisiplin, atau terpanaskan. Tapa berarti “memanaskan” diri melalui praktik-praktik disiplin ke dalam diri demi pematangan phisik, mental, dan spiritual. selengkapnya

Sraddha Sebagai Dasar Utama Keberhasilan

kategori: Artikel Pilihan
“Pertama-tama Sraddha terbentuk dalam kesadaran, dilanjutkan pada pergaulan dengan orang-orang suci. Pada tahap berikutnya, praktik-praktik spiritual dilakukan demi mengarahkan pada keadaan terbebaskan dari hal-hal yang tidak diinginkan, lalu mencapai kemantapan keyakinan yang sangat kokoh ajeg, dan pada akhirnya muncullah kerinduan spiritual pada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.” selengkapnya

Memerangi Sampah Plastik dalam Strategi Revolusi

kategori: Artikel Pilihan
BHUMI adalah bumi ini, tempat kita diajak berpijak untuk menjadi bijak. Bumi memberi, memelihara dan menghidupi semua. “Mata bhumi”, bumi adalah Ibu. Tempat kita berpijak ini adalah Ibu. Bumi yang menghidupi kita ini adalah Ibu. Bumi atau Pertiwi melahirkan, membesarkan, memelihara, menjaga, menghidupi dan akhirnya “mengambil” kembali ke dalam “pelukan”-nya pada waktunya. selengkapnya

Wani Ta?

kategori: Artikel Pilihan
Judul di atas adalah sebuah pertanyaan besar yang perlu direnungkan untuk setiap Wanita Hindu di seluruh Indonesia. Sebenarnya judul ini merupakan pertanyaan untuk menanggapi tema yang diberikan oleh Pengurus Pusat Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) dalam memperingati HUT ke-31 WHDI pada tahun 2019 melalui Ketua WHDI Kabupaten Blitar. Adapun tema dari WHDI Pusat melalui surat edarannya nomor:B/16/I/2019/Set tanggal 16 Januari 2019 adalah “Peran Wanita Hindu Dharma Indonesia dalam Melaksanakan Dharma Negara”. selengkapnya