Artikel Terbaru

Tumpek Landep: Mengasah Generasi Landep

kategori: Hari Suci
Secara material, ritual Tumpek Landep yang jatuh pada setiap Saniscara Kliwon wuku Landep lumrah dilaksanakan dengan mengupacarai perangkat produk teknologi yang berunsurkan benda logam. Awalnya, sebagaimana menjadi pengertian ‘landep’ adalah menyucikan benda-benda tajam, berujung lancip (lanying) dan berbahan dasar logam, yang masuk katagori alat persenjataan tradisional seperti keris, tombak, pedang, pemutik, dan sejenisnya selengkapnya

Anak Perempuan Sebagai Pemberi Cinta Kasih Dalam Keluarga

kategori: Artikel Baru
Pernahkah Anda membaca kisah dua orang ibu yang memperebutkan seorang bayi laki-laki, sembari menelantarkan seorang bayi perempuan? Dikisahkan bahwa ada dua orang wanita melahirkan dalam waktu yang hampir bersamaan. Yang satu melahirkan bayi laki-laki, yang lain melahirkan bayi perempuan. Kedua bayi tersebut dibaringkan di tempat yang sama. selengkapnya

Nyepi Tingkatkan Kohesi Sosial

kategori: Hari Suci
Umat Hindu Indonesia kembali merayakan salah satu hari suci keagamaan: nyepi. Secara umum, nyepi adalah cara merayakan kedatangan Tahun Baru Saka. Dalam satu tahun, kalender saka terdiri dari 12 bulan. Mereka adalah Waisaka, Jiyestha, Asadha, Srawana, Bhadrapada, Aswina, Kartika, Margasira, Pusya, Mukha, Phalguna, dan Chaitra. Tahun Baru Saka pada tanggal 1 Waisaka 1940 akan jatuh pada tanggal 17 Maret 2018. selengkapnya

Memahami Tuhan yang Tidak Terpahami

kategori: Artikel Pilihan
Orang sering mencari Tuhan (hanya) di tempat-tempat sembahyang seperti Pura, Masjid, Gereja, Vihara, Mandir, dan lain-lain. Begitu mereka balikkan badan dari Pura dan lain-lain maka dia sudah tidak bersama Tuhan karena Tuhan "dititipkan” di Pura, Masjid, Gereja, Vihara. selengkapnya

PATIBRATA - Membaca Pesan Ibunda Sita Kepada Generasi Milenial

kategori: Artikel Pilihan
Panah bernama guhya wijaya yang diberikan Dewa Indra kepada Rama berhasil menggugurkan Rawana. Apakah masalah selesai? Ternyata tidak. Setelah musuh di luar diri dikalahkan, maka pertempuran yang sejati adalah perang melawan musuh yang konon tempatnya dekat. Pengarang kakawin Ramayana sejak awal telah mengingatkan bahwa musuh itu tidak jauh, ia dekat, ia berada di dalam diri, ia bermarkas di hati. Pada gilirannya, reinkarnasi Wisnu itu juga berhadapan dengan dirinya sendiri. selengkapnya

Agama Kemanusiaan

kategori: Artikel Baru
SEJATINYA agama diturunkan Tuhan adalah untuk manusia. Sehigga penerapannya lebih kepada usaha memanusiakan manusia agar menjadi manusiawi. Prinsip dasarnya adalah bagaimana melalui ajaran agama kehidupan manusia selalu dalam keadaan sejahtera dan bahagia, diliputi suasana aman, nyaman, rukun, dan damai. Sehingga kalau ada pertanyaan, agama apa yang baik, sebenarnya bukan pada agamanya tapi pada manusia beragamanya. selengkapnya

Politik Ni Dyah Tantri

kategori: Artikel Baru
Mendengar nama Ni Dyah Tantri, pikiran langsung melayang. Layangan pikiran itu seakan terombang-ambing ke segala arah oleh desiran angin kisahnya yang menembus berbagai belahan bumi dan temporalitas. Sekat-sekat zaman seolah lebur ketika nama Tantri disebut. Kisahnya disadur, digubah atau ditransformasi, dan dijadikan objek kajian teks, bahkan dipuja dalam wujud relief-relief pada candi-candi pemujaan. selengkapnya

Memilah untuk Memilih

kategori: Artikel Baru
Andaikan seperti buah manggis, antara tanda di luar dengan isi di dalam selalu tepat/benar, maka tidak akan ada keraguan untuk memilih, bahkan tanpa harus memilah terlebih dahulu. Sayangnya ketika berurusan dengan memilih dalam konteks kepentingan politik terkait perolehan suara guna meraih kursi kedudukan/kekuasaan, lebih sering tak mudah memilah, bahkan acapkali “galih” (gagal memilih). selengkapnya

Politik Sang Mahatma

kategori: Artikel Baru
Mahatma Gandhi menegaskan bahwa kehidupan manusia tidak bisa dipisah-pisahkan, tidak ada garis tegas yang bisa memisahkan antara masyarakat, politik, dan agama. Bahkan beliau mengatakan: “Aku tidak bisa menjalani kehidupan religius jika aku tidak mampu mengidentifikasi diriku dengan seluruh umat manusia, dan aku tidak dapat melakukannya jika aku tidak ambil bagian dalam dunia politik”. Agama adalah isi dan politik adalah cara/alat yang digunakan untuk meraih tujuan agama. Tanpa terjun kedunia politik, kesejahteraan bagi orang banyak tidak akan bisa diraih. selengkapnya

Karma Wasana

kategori: Artikel Baru
Kosa kata ini tidak asing lagi bagi sanatin. Kata karma merujuk kepada pengertian, suatu tindakan atau akumulasi berbagai tindakan, yang baik atau yang tidak baik, telah terjadi mengikuti jalan pikiran yang sudah dipolakan, terstruktur, sesuai dengan kadar intelektualitas orang yang bersangkutan. Dan tindakan-tindakan yang telah terjadi, membawa konskwensi tertentu pula. Merujuk kepada uraian sederhana ini, maka semua tindakan, yang baik atau yang tidak baik, yang dilatar belakangi oleh kesadaran, memberikan stigma dalam kurun waktu yang tidak terbatas selengkapnya