Artikel Terbaru

Etno Nasionalisme

kategori: Artikel Baru
Ketika berada di luar Bali, entah di mana saja, bahkan di luar negeri sekalipun, kadang kita ingin mencari “orang yang sama” dengan diri, semisal suku, agama, atau daerah asal. Jika mencari orang Bali sampai bertanya lelintihannya juga. Ada perasaan yang liyan jika itu terjadi. Akhirnya kita merayakannya karena merasa "disatukan” lagi meski di tempat dan waktu yang berbeda. Namun, suasana berkebalikan jika kita berada di tengah-tengah “orang yang sama” itu, sering bergesekan justru karena homogenitas itu. selengkapnya

Bali dan Maharaja Bali

kategori: Artikel Pilihan
Salah satu tonggak yang dapat dikatakan paling menonjol dalam sejarah Bali adalah kedatangan Rsi Markandya sekitar abad VII Masehi. Konon sang pendeta mendapat wahyu untuk membuka hutan di wilayah Bali ketika mengadakan pertapaan di Gunung Raung. Misi pertama sang pendeta mendalami kegagalan sebab orang-orang Desa Age yang mengiringi perjalanannya banyak yang meninggal akibat terserang wabah gudu (malaria). Setelah memohon petunjuk gaib, misi kedua sang pendeta menemui kesuksesan sebab segala kegiatan yang akan dilakukan didahului oleh caru pengruwak selengkapnya

Nyepi untuk Pemilu Berkualitas

kategori: Artikel Baru
Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dunia, Indonesia telah membuktikan mampu menyelenggarakan salah satu tahapan berdemokrasi dengan baik, lancar, dan bermartabat. Rakyat dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam penerapan sistem demokrasi yang merupakan pilihan terbaik dan final bagi bangsa Indonesia yang dibangun di atas berbagai perbedaan. selengkapnya

Segalanya Bisa Dicapai Melalui Pertapaan

kategori: Artikel Baru
Tapa berasal dari akar kata Sanskerta tap, berarti membakar, memanaskan, menjadi panas atau dipanaskan, terbakar, membuat menderita, menjadikan sakit, menyiksa, mendisiplin, atau terpanaskan. Tapa berarti “memanaskan” diri melalui praktik-praktik disiplin ke dalam diri demi pematangan phisik, mental, dan spiritual. selengkapnya

Sraddha Sebagai Dasar Utama Keberhasilan

kategori: Artikel Pilihan
“Pertama-tama Sraddha terbentuk dalam kesadaran, dilanjutkan pada pergaulan dengan orang-orang suci. Pada tahap berikutnya, praktik-praktik spiritual dilakukan demi mengarahkan pada keadaan terbebaskan dari hal-hal yang tidak diinginkan, lalu mencapai kemantapan keyakinan yang sangat kokoh ajeg, dan pada akhirnya muncullah kerinduan spiritual pada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.” selengkapnya

Memerangi Sampah Plastik dalam Strategi Revolusi

kategori: Artikel Pilihan
BHUMI adalah bumi ini, tempat kita diajak berpijak untuk menjadi bijak. Bumi memberi, memelihara dan menghidupi semua. “Mata bhumi”, bumi adalah Ibu. Tempat kita berpijak ini adalah Ibu. Bumi yang menghidupi kita ini adalah Ibu. Bumi atau Pertiwi melahirkan, membesarkan, memelihara, menjaga, menghidupi dan akhirnya “mengambil” kembali ke dalam “pelukan”-nya pada waktunya. selengkapnya

Wani Ta?

kategori: Artikel Pilihan
Judul di atas adalah sebuah pertanyaan besar yang perlu direnungkan untuk setiap Wanita Hindu di seluruh Indonesia. Sebenarnya judul ini merupakan pertanyaan untuk menanggapi tema yang diberikan oleh Pengurus Pusat Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) dalam memperingati HUT ke-31 WHDI pada tahun 2019 melalui Ketua WHDI Kabupaten Blitar. Adapun tema dari WHDI Pusat melalui surat edarannya nomor:B/16/I/2019/Set tanggal 16 Januari 2019 adalah “Peran Wanita Hindu Dharma Indonesia dalam Melaksanakan Dharma Negara”. selengkapnya

Dalam Shanti Menanti Gita Jayanti

kategori: Artikel Baru
“Aham tisthami”, Tuhan Yang Maha Esa bertempat tinggal, dan rumah tempat tinggal-Nya yang maha utama “paramam grham me” adalah Bhagavadgita. Tuhan memelihara seluruh Tri Loka (alam Bhuh, Bhuvah, Svah) melalui ajaran-ajaran suci Bhagavadgita (gita-jnanam samasritya aham trilokam palayami). Dapat dikatakan, tanpa Bhagavadgita kebesaran Hindu tidak akan secemerlang seperti sekarang ini. Hindu mendapat tempat terpandang disebabkan ajaran-ajaran mulia Bhagavadgita. selengkapnya

Bergembira di Dalam Diri Melalui Kesadaran Gambhira

kategori: Artikel Baru
Pikiran dan kesadaran orang kebanyakan bagaikan periuk yang berisi air setengah, atau keadaan nasi yang baru setengah matang dalam periuk nasi. Kedua contoh menunjukkan keadaan air dan nasi setengah matang yang selalu tidak bisa tenang dan setiap saat membuat periuk menjadi berguncang keras. Kesadaran dan pikiran orang-orang biasa selalu mudah diombang-ambingkan oleh keadaan yang menyentuhnya. Jika keadaan senang yang menyentuhnya maka ia akan melonjak bersukaria, jika keadaan duka menyentuhnya maka ia akan meldnjak pula, tetapi di dalam kedukaan. Lonjakan suka dan duka akan sangat kentara pada diri orang-orang yang tidak menempatkan kesadarannya di dalam kesadaran gambhira. selengkapnya

Tirai Tipis: Uttpti Stiti Pralina

kategori: Artikel Baru
Uttpti-Stiti-PraIina, lazim disebut Tri Kona, yaitu tiga sifat Kemahakuasaan Tuhan (Sang Hyang Widhi). Menciptakan, memelihara, dan melebur ialah tiga sifat Kemahakuasaan Tuhan yang tiada ada luput dariNya. Ketiganya melekat dalam perwujudan Tuhan sebagai Tri Murti. selengkapnya