Artikel Terbaru

Yoga Millenial

kategori: Artikel Baru
Matsyendra, Goraksa, yang lainnya mengetahui Hatha Vidya dan melalui kebaikan mereka, Yogi Swatmarama juga mempelajarinya dari para Siddha tersebut yang diyakini pernah hidup pada jaman sebelumnya. Ada empat poros atau gugusan atau tradisi pemikiran yang berkembang sejak jaman Renaissance sampai awal millennial ini menyangkut prinsip teologi, kepercayaan, agama dan spiritualitas. Pertama, orang mulai jenuh beragama. selengkapnya

Manusia Dadu

kategori: Artikel Baru
Kama adalah dewa. Dewa Kama tidak memiliki tubuh. Karena itu ia disebut Anangga. A berarti tidak. Angga berarti tubuh. Tanpa tubuh, maka ia tidak kelihatan. Dalam bahasa sekarang ia adalah energi. Energi Kama mengembara ke sana ke mari di alam bebas. Tujuannya mencari tubuh untuk dimasukinya. Pada waktunya, tubuh yang dicari ditemukannya. Kama masuk ke dalam tubuh melalui pandangan mata. Caranya masuk sangat rahasia sehingga tidak terdeteksi. selengkapnya

Merawat Iman

kategori: Artikel Baru
Beranalogi dengan sebuah rumah, jika dibiarkan kosong, cepat ataupun lambat pasti akan dipenuhi debu. Debu yang kian banyak akan menebal, lalu ruangan menjadi kotor, lembab, pengap dan berbau. Dalam keadaan demikian, tanpa diundang akan datang dan berdiam berbagai jenis binatang, mulai jangkrik. laba-laba, kecoak, lipan, kalajengking. tikus dll. Semakin lama rumah dengan ruang-ruangnya dibiarkan kosong, kotor dan berbau. pelan tapi pasti aura manusia sebagai penghuni awal mulai pudar dan menghilang, diganti dengan masuknya energi astral, berdaya magis atau mistis selengkapnya

Rahasia Dibalik Otonan

kategori: Upacara
Dalam tradisi Hindu Bali, otonan diperingati setiap 210 hari, disebut pinget, maknanya, agar kita selalu sadar atau ingat pada diri sendiri, ingat selalu berpegang teguh pada Dharma. Ingat siapa diri kita, di mana kita berada, berapa usia kita, apa tujuan lahir menjadi manusia, dan seterusnya. Di Barat, G.I. Gurdjieff menggunakan mengingat diri (self-remembering) sebagai teknik dasar meditasi. Di India, Osho menjelaskan “self-remembering", mengingat sang diri diajarkan sejak dahulu sebagai teknik dasar meditasi dalam kitab Vigyan Bhairav Tantra. selengkapnya

Mendambakan Kematian yang Indah

kategori: Artikel Baru
Orang menginginkan kematian indah tetapi tidak semua beruntung mendapatkannya. Jatayu, sang raja burung yang mencoba menyelamatkan Dewi Sita dari tangan Ravana merupakan salah satu yang beruntung mendapatkan kematian indah. Ia melepaskan nyawanya di hadapan Rama dan Laksamana, bahkan dipeluk oleh Rama dalam keadaan berlumuran darah. Pelukan Sri Rama bukanlah sembarang pelukan, dan itu merupakan pesan rama kepada Hanuman bahwa pelukannya adalah harta berharga bagi Rama. Pelukan tersebut didapatkan oleh Jatayu sekaligus menjadi "pengantar" pulang ke alam pembebasan. Moksa. Jatayu beruntung memperoleh kesempatan meninggal di jalan sangat indah. selengkapnya

Kicaka Birahi Pada Draupadi

kategori: Artikel Baru
Begitulah berbulan-bulan berlalu bagi para Pandawa, hidup dengan menyamar di ibukota Wirata. Bulan-bulan penuh kerja keras bagi Draupadi yang biasa hidup mewah, terpaksa bekerja untuk orang lain. Namun ia melakukan pekerjaan sebaik-baiknya, untuk menyenangkan hati Ratu Sudesna dan wanita-wanita lain di dalam istana itu. selengkapnya

Manusia Tri Guna

kategori: Artikel Baru
Dalam kitab Tantri Kamandaka ada cerita seekor macan berguru pada sapi. Akhirnya macan ikut-ikutan vegetarian seperti gurunya. Lama kelamaan macan kehilangan jatidirinya sebagai macan. Tidak juga ia berhasil menjadi sapi. Oleh karena itu, maka dengan sangat mudah pemburu menangkapnya. Karena sudah tidak lagi ada macan, akhirnya hutan tidak lagi angker. Para penebang kayu seenaknya membabat pohon-pohon. Lama kelamaan hutan itu pun musnah. Tanpa hutan hancurlah jagat. selengkapnya

Tumpek Landep: Mengasah Generasi Landep

kategori: Hari Suci
Secara material, ritual Tumpek Landep yang jatuh pada setiap Saniscara Kliwon wuku Landep lumrah dilaksanakan dengan mengupacarai perangkat produk teknologi yang berunsurkan benda logam. Awalnya, sebagaimana menjadi pengertian ‘landep’ adalah menyucikan benda-benda tajam, berujung lancip (lanying) dan berbahan dasar logam, yang masuk katagori alat persenjataan tradisional seperti keris, tombak, pedang, pemutik, dan sejenisnya selengkapnya

Anak Perempuan Sebagai Pemberi Cinta Kasih Dalam Keluarga

kategori: Artikel Baru
Pernahkah Anda membaca kisah dua orang ibu yang memperebutkan seorang bayi laki-laki, sembari menelantarkan seorang bayi perempuan? Dikisahkan bahwa ada dua orang wanita melahirkan dalam waktu yang hampir bersamaan. Yang satu melahirkan bayi laki-laki, yang lain melahirkan bayi perempuan. Kedua bayi tersebut dibaringkan di tempat yang sama. selengkapnya