Artikel Terbaru

Uang dan Manusia Bagaikan Air dan Perahu

kategori: Artikel Baru
Hubungan manusia dengan uang bagaikan hubungan antara air dan perahu. Tanpa ada air perahu tak bisa berlayar. Tapi perahu berlayar bukan mencari air, tapi mencapai pantai tujuan. Kalau perahu salah caranya berlayar, justru air itulah yang menenggelamkan perahu. Penumpang dan barang yang ada dalam perahu pun ikut tenggelam dan rusak karena air. selengkapnya

Orang Bijaksana Dapat Menguasai Hawa Nafsu

kategori: Artikel Baru
Kalau dididik dan dilatih, justru nafsu itulah sebagai ujung tombak bagi manusia untuk berbuat baik dan menikmati kehidupan yang bahagia. Ibarat kuda yang terlatih mengendalikan kereta. Kuda yang terlatih dengan baik itulah yang akan membawa seseorang mencapai tujuan yang dicita-citakan. Kalau tidak dilatih dengan sebaik-baiknya, justru kuda itulah yang akan membawa seseorang terjerumus ke dalam jurang penderitaan. selengkapnya

Investasi Sebagai Media Beryadnya

kategori: Artikel Baru
Saya beberapa kali mendapat kesemptan ikut menjadi konsultan bidang sosial budaya beberapa proyek. Ketika saya ikut sebagai konsultan Proyek Perencanaan BUIP (Bali Urban Infrastruktur Proyek) yang dibiayai oleh Bank Dunia bekerja sama dengan Pemerintah RI, saya bertugas untuk memberikan masukan dan juga banyak mendapatkan suatu pelajaran yang sangat berharga. Dalam proyek perencanaan itu sangat ditegaskan, bahwa setiap kegiatan pembangunan tidak boleh melanggar empat hal, yaitu, Hukum, HAM, Lingkungan dan ciri khas sosial budaya. selengkapnya

Menguatkan Diri dalam Hadapi Dinamika Hidup

kategori: Artikel Baru
Ada empat hal yang harus terus menerus dilatih untuk meningkatkan daya tahan diri agar tidak mudah tergoyahkan oleh dinamika zaman yang dapat menjebak hidup ini pada lingkaran suka dan duka itu. Melatih diri itu dinyatakan oleh Dr. Naresh Bhatia dalam bukunya "Bertatap Muka dengan Tuhan". Melatih diri secara terus menerus itu dinyatakannya atas nasehat guru spiritualnya. Empat hal itu adalah melatih kekuatan badan jasmani, melatih mental, melatih kecerdasan dan melatih kemampuan akal budi agar dapat mencapai wiweka jnyana. selengkapnya

Mencari Manggalaning Manggala

kategori: Artikel Baru
Itu orang yang sudah mengetahui, memahami, dan mengapresiasi hakikat penjelmaan manusia sebagai anugerah yang paling mulia. Dengannya, pemimpinnya pemimpin mampu memanfaatkan kemuliaan anugerah itu untuk menyadari hakikat kesenangan, kekayaan, kebajikan, dan kebebasan. Kesadaran akan tujuan hidup inimemberikannya kesanggupan mengentaskan penderitaan dan kesengsaraan, seperti seorang raja mendidik rakyat dan pendeta membimbing umat membenahi kehidupannya. selengkapnya

Dari Nitisastra Hingga 'Maya Sastra'

kategori: Artikel Baru
Masyarakat tanpa pemimpin digambarkan sebagai matsyanyaya (hukum ikan), yakni ikan besar memangsa ikan kecil. Gambaran tersebut kiranya dapat dimaknai lebih luas dan mendalam tidak saja dalam konteks sejarah lahirnya sistem politik dan kepemimpinan, tetapi juga dalam kondisi aktual. Matsyanyaya adalah potret kehidupan masyarakat 'tanpa pemimpin'. Bukan karena ketiadaan seorang pemimpin, melainkan karena terdegradasinya nilai kepemimpinan. selengkapnya

Menggagas Sekolah Pemimpin Hindu

kategori: Artikel Baru
Sebagai organisasi pembelajar (learning organization) lembaga pendidikan sekolah, mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai jenjang pendidikan tinggi, demikian pula lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan lainnya seharusnya mampu melahirkan manusia-manusia pembelajar. Manusia pembelajar dimaksudkan di sini adalah orang yang menempatkan aktivitas belajar dalam totalitas skema kehidupanya. Bukan sebatas skema sekolah atau studi di Perguruan Tinggi, apalagi hanya menjelang ujian catur-wulan, ujian semester, atau ujian akhir. selengkapnya

Sabda Pandita Ratu

kategori: Artikel Baru
Pemimpin negara menurut agama Hindu ialah prabhawa Tuhan sebagai Dewa Wisnu yang hadir di tengah masyarakat untuk mensejahterakan rakyat. Teks Ramayana bahkan menyebutkan bahwa tugas seorang pemimpin yang paling esensial adalah ksayanikangpapa nahan prayojana, menyirnakan kepapaan seluruh masyarakat yang dipimpin. Tidak itu saja, seorang pemimpin negara bahkan disebut bertugas mensejahterakan manusia dan segela isi alamnya. selengkapnya

"Astungkara" Semoga Terjadi Atas Ijin Hyang Widhi

kategori: Artikel Baru
Astungkara bukan sekedar kata namun doa untuk bangkit dan sadar di jalan darma bahwa Hyang Widhi selalu hadir memendarkan cahaya sucinya untuk melindungi dan memberikan waranugraha. Astungkara populer dan melekat di hati umat Hindu yang berdimensi sosial sebagai ucapan sesama juga berdimensi religius mengandung doa permohonan dan harapan. Dalam agama lain di Nusantara di kenal alhamdulillah (segala puji bagi Allah), amin (terimalah; kabulkanlah; demikianlah hendaknya), puji Tuhan dalam agama Islam dan kristen, kreatifitas pergaulan multi agama, multi kultural yang terjadi di masyarakat menyebabkan adanya pencarian identitas untuk memperjelas jati diri sebagai Hindu dengan mengucapkan astungkara selengkapnya

Memasak Diri Melalui "Kompor" Tapasya

kategori: Artikel Baru
Kebanyakan para Grhastha, yaitu orang-orang yang sudah berkeluarga, dikarenakan alasan kesibukan dan lain-lain, maka di rumah mereka menyerahkan urusan masak-memasak kepada para pembantu, tanpa memertimbangkan apakah mereka bisa memasak? Mungkin saja apa-apa yang diperlukan untuk memasak mulai dari perlengkapan memasak ada dapur, ruang makan, alat alat masak, semuanya tersedia Pertanyaannya, apakah mereka bisa memasak? Andaikan yang memasak adalah istri atau bahkan diri kita sendiri apakah kita memang benar bisa masak? selengkapnya