Artikel Terbaru

Dasar Tattva Panunggun Karang

kategori: Artikel Baru
Menurut Lontar Siwagama, sepatutnya di setiap rumah umat Hindu di Bali seyogianya dibangun tempat pemujaan yang disebut Kamulan Taksu sebagai "Huluning Karang Paumahan". Pelinggih Kamulan Taksu itu sebagai tempat memuja Dewa Pitara sebagai Bharata Hyang Guru. Menurut Lontar Purwa Bhumi Kamulan, setelah Upacara Atma Wedana seperti Nyekah atau Memukur kalau dalam tingkatan yang besar disebut Maligia. Setelah Atma Wedana itu A tman disebut Dewa Pitara selanjutnya distanakan di Kamulan Taksu sebagaimana dijelaskan secara terperinci dalam Lontara Purwa Bhumi Kamulan. selengkapnya

Kutukan Ekalaya

kategori: Artikel Baru
Konon, sekian deret waktu berlalu, sampaiiah negeri Nishada diperinlah oleh seorang Raja yang bernama Hiranyadanu. Rakyat negeri ini, sangat gemar berjudi. Hiranyadanu menyadari, semua ini akibat kebodohan masyarakat yang mengabaikan pendidikan. Namun, berbagai langkah pencegahan dilakukan selalu saja gagal. Karena kegemaran itu, sudah mengakar dari sejak ribuan tahun lalu. Sulit diberantas. Ia mulai frustasi. selengkapnya

Keampuhan Gayatri Mantram

kategori: Artikel Pilihan
Keampuhan Gayatri Mantram, yang merupakan bait pertama dari Tri Sandhya memang sudah tidak diragukan lagi. Saya banyak mendapatkan keajaiban dalam pekerjaan maupun kehidupan dalam keluarga. Banyak hal-hal yang sebelumnya hanya merupakan angan-angan/hayalan saya saja, ternyata bisa terwujud dengan cara yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Meski disamping berdoa, usaha keras adalah faktor utamanya. selengkapnya

Bangkit dalam Kebersamaan

kategori: Artikel Baru
Momentum Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka mengingatkan kita kepada penghayatan Raja Kaniska 1 terhadap nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, kerukunan dan persaudaraan sejati antar sesama warga dari berbagai suku bangsa di Asia Setatan. Pada abad pertama Masehi, tepatnya pada Minggu, tanggal 21 Maret tahun 79, Raja Kaniska 1 dari Dinasti Kusana naik tahta dan menetapkan tahun yang semula menjadi tradisi dari Dinasti Saka sebagai tahun Nasional. selengkapnya

Tat Twam Asih: Cinta yang Mewujud

kategori: Artikel Baru
Pengalaman dan keberdaan kita pada saat dua kejadian bom yang terjadi di Bali dalam tiga tahun terakhir mungkin bervariasi. Namun pasti kita semua mendengarkan gema, ajakan dan panggilan yang sama dari ke dua tragedi bom ini yakni untuk mengingat, menyadari, dan mengamalkan dalam kehiduapan sehari-hari filsafat Tat Twam Asi. selengkapnya

Cinta Kasih dalam Perspektif Hindu

kategori: Artikel Baru
Sudah menjadi kata yang terpadu antara cinta dan kasih. Tentu makna kasih lebih dalam dari pada cinta. Dalam mengasihi sudah terkandung makna mencintai. Cinta adalah perasaan pada kesenangan, kesetiaan, kepuasan terhadap suatu obyek. Sedangkan kasih adalah perasaan cinta yang tulus lascarya terhadap suatu obyek. Kenapa dalam mengekspresikan sikap ini selalu digunakan gabungan kata cinta dan kasih? Pertanyaan ini menjadi menarik ketika seseorang baru sanmpai sebatas cinta. selengkapnya

Karma Phala Ajaran yang Mendewasakan

kategori: Artikel Baru
Karma phala adalah satu dari lima ajaran dasar dan satu dari filsafat Hindu yang berlaku secara universal, dan dapat diterima oleh pikiran yang paling moderen sekalipun. Ambillah contoh berbagai fenomena kehidupan di sekitar kita. Perbedaan status sosial, perbedaan tingkat ekonomi, keberuntungan, malapetaka, musibah, cacat, kesempurnaan dan sebagainya. Apakah Tuhan Yang Maha Adil menganugrahkan semua itu dengan pilihan acak? Ataukah kita berada pada kondisi kehidupan kita yang seperti ini setelah Tuhan melempar undian? Sudah barang tentu, Tuhan yang bergelar Maha Adil tidak mungkin melakukannya. selengkapnya

Pemujaan yang Digerogoti Ribuan Keinginan

kategori: Artikel Pilihan
"Wahai manusia, mari kita agung-agungkan Hyang Paramatma, yang merupakan Penyebab dari segala pekerjaan dan dari segala-galanya, yang memunculkan seluruh alam semesta dan segala pengetahuan serta merupakan Ayah dari semuanya, Beliaulah yang mengaruniai makanan dan minuman kepada kita semua. Janganlah mening-galkan Beliau untuk kemudian mengagungkan yang lain." selengkapnya

Bebas dengan Ikatan

kategori: Artikel Baru
Seorang filosof Perancis. Jean Jacques Rousseau menyatakan menurut kodratnya manusia itu sejak lahir adalah sama dan merdeka. Sedangkan ahli pikir Inggris,- John Locke menegaskan manusia sejak lahir memiliki hak-hak pokok yang tak dapat dikurangi dari-padanya. Hak itu adalah hak asasi yang meliputi hak hidup. hak milik dan hak kemerde-kaan diri. Merdeka atau kemerdekaan adalah manifestasi absolut bagi sebuah pengakuan atas kebebasan setiap insan manusia yang bersumber langsung dari Tuhan. selengkapnya