Artikel Terbaru

Sabda Pandita Ratu

kategori: Artikel Baru
Pemimpin negara menurut agama Hindu ialah prabhawa Tuhan sebagai Dewa Wisnu yang hadir di tengah masyarakat untuk mensejahterakan rakyat. Teks Ramayana bahkan menyebutkan bahwa tugas seorang pemimpin yang paling esensial adalah ksayanikangpapa nahan prayojana, menyirnakan kepapaan seluruh masyarakat yang dipimpin. Tidak itu saja, seorang pemimpin negara bahkan disebut bertugas mensejahterakan manusia dan segela isi alamnya. selengkapnya

"Astungkara" Semoga Terjadi Atas Ijin Hyang Widhi

kategori: Artikel Baru
Astungkara bukan sekedar kata namun doa untuk bangkit dan sadar di jalan darma bahwa Hyang Widhi selalu hadir memendarkan cahaya sucinya untuk melindungi dan memberikan waranugraha. Astungkara populer dan melekat di hati umat Hindu yang berdimensi sosial sebagai ucapan sesama juga berdimensi religius mengandung doa permohonan dan harapan. Dalam agama lain di Nusantara di kenal alhamdulillah (segala puji bagi Allah), amin (terimalah; kabulkanlah; demikianlah hendaknya), puji Tuhan dalam agama Islam dan kristen, kreatifitas pergaulan multi agama, multi kultural yang terjadi di masyarakat menyebabkan adanya pencarian identitas untuk memperjelas jati diri sebagai Hindu dengan mengucapkan astungkara selengkapnya

Memasak Diri Melalui "Kompor" Tapasya

kategori: Artikel Baru
Kebanyakan para Grhastha, yaitu orang-orang yang sudah berkeluarga, dikarenakan alasan kesibukan dan lain-lain, maka di rumah mereka menyerahkan urusan masak-memasak kepada para pembantu, tanpa memertimbangkan apakah mereka bisa memasak? Mungkin saja apa-apa yang diperlukan untuk memasak mulai dari perlengkapan memasak ada dapur, ruang makan, alat alat masak, semuanya tersedia Pertanyaannya, apakah mereka bisa memasak? Andaikan yang memasak adalah istri atau bahkan diri kita sendiri apakah kita memang benar bisa masak? selengkapnya

"Swaha" Semoga 'sujati' Seijin Hyang Widhi

kategori: Artikel Pilihan
Hampir setiap doa dalam Hindu diakhiri dengan kata swaha misalnya: pernyataan kesiapan diri sebelum persembahyangan; Om prasadha sthiti sarira siwa suci nirmala ya namah swaha, permohonan penyucian tangan; Om Sudhamam swaha, penyucian bunga; Om puspa danta ya namah swaha, dan sebagainya. selengkapnya

'Gentingnya' Kepemimpinan Spiritual

kategori: Artikel Pilihan
Berbicara masalah kepemimpinan, selalu menarik dan juga tidak menarik untuk dibahas. Menarik karena pemimpin (bukan pimpinan) memegang peran sentral dalam menggerakkan orang-orangyang dipimpin dengan berbagai karakteristiknya, yang memerlukan seni pendekatan tersendiri sesuai dengan karakter orang yang dipimpin. selengkapnya

'Manajer' Pasraman "Sumbangan Pemikiran"

kategori: Artikel Baru
Tujuan pendidikan agama Hindu tidak terbatas pada transfer ilmu pengetahuan (knowledge transfer) semata-mata, karena sejalan dengan tujuan pendidikan nasional seperti disebutkan dalam UU Sisdiknas no. 20/2003, yakni untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, keceroasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat membangun manusia-manusia yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab terhadap pembangunan bangsa, sehingga jelas bahwa arah dan strategi pendidikan nasional adalah terbinanya manusia-manusia Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan memperhatikan aspek-aspek kecerdasan, keterampilan dan keahlian. selengkapnya

Sewaka Dharma

kategori: Artikel Baru
Sosok bayang-bayang yang tersentuh hujan kian mendekat tatkala kami bersimpuh di pelataran pura gunung memohon berkah Bhatara-Bhatari. Seorang Pamangku tua datang dari kegelapan memercikkan air suci. Air suci yang luluh bersama tetes anugerah langit bernama hujan. Ia tak gentar membawa kendi air suci, mungkin pengabdiannya mendidihkan semangat halau dingin dan hempas terjangan hujan. Ia tumpahkan hidup sebagai abdi Tuhan sekaligus pelayan umat. selengkapnya

Tirtha

kategori: Artikel Baru
Ada sejumlah mantra yang diucapkan dalam rangka pembuatan tirtha, diantarannya adalah mantra suci berikut: om Gangga Saraswati Sindu, Wipasa Kausi-kinadi, Jamuna mahasrestha Serayu sa Mahanadi, Om Gangga dewi mahapunya, Ganggasa-hasranedhini, Gangga-tarangga-samyukte, Gangga dewi namo-stute, Om Gangga mahadewi tad-upamamrtanjiwani, Ungkarasara bhuwana-padamrta-manohara, Om utpatika sura-sanca, utpati tawa ghoras ca, Utpeti sarwa-hitanca, utpawiwa sriwahinam. selengkapnya

Manggala Baru, Paradigma Baru

kategori: Artikel Baru
Pemimpin lahir dari proses politik inheren dalam kebutuhan dan kepentingan sejarah. Hanya saja kebutuhan dan kepetingan tidak pernah muncul dengan wajah tunggal sehingga pemimpin pun tampil dengan beragam sebutan, seperti manggala, kepala, komandan, senopati, dan ketua. Setiap nama-rupa pemimpin mempunyai daya-upaya mencerminkan wawasan kepemimpinan lazimnya disebut paradigma. Idealnya memang manggala baru tampil dengan paradigma baru seiring dengan harapan-harapan baru. selengkapnya

Menghormati Makanan dalam Tradisi Veda

kategori: Artikel Baru
"Jangan pemah menunjukkan rasa tidak hormat pada makanan. Makanan adalah sumpah suci agama. Sesungguhnya nafas hidup adalah makanan, sedangkan badan jasmani merupakan pemakan dari makanan. Badan jasmani berada ajeg dalam napas hidup, dan napas hidup berada ajeg dalam badan jasmani. Makanan berada ajeg pada makanan. Ketika orang menyadari hal mi, bahwa makanan berada ajeg dalam makanan, maka ia berada mantap di jalan spiritual. Dia menjadi pemilik makanan dan menjadi orang yang merasakan rasa sejati makanan. Dia menjadi muha oleh keturunan, ternak, oleh kemuhaan Brahman, dan ia menjadi terkenal karena hakikatnya." selengkapnya