Artikel Terbaru

Lima Hal Orang Bisa disebut Bapak

kategori: Artikel Pilihan
BAPAK dalam babasa Sansekerta disebut dengan istilah "Pita" atau "Pitra" dalam bahasa Jawa Kuna. Pita atau Pitra juga berarti leluhur yang menurunkan anak, cucu, buyut, dan seterusnya. Penyebutan "bapak" dalam bahasa Indonesia mungkin berasal dari kata "bapa" dalam bahasa Jawa Kuno yang sudah lama mewarga ke dalam bahasa Bali. Kata bapa mungkin berasal dari bahasa Sansekerta dari kata "bat hara" yang asal katanya dari "btr" yang artinya melindungi. Hal inilah yang menyebabkan Dewa manifestasi Tuhan juga disebut Bhatara karena salah satu fungsi Dewa sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Esa memberi perlindungan ciptaanNya. selengkapnya

Ada Tiga Jenis Manusia Menurut Keinginannya

kategori: Artikel Baru
Sudah merupakan pengetahuan umum bahwa manusia yang lahir di dunia ini bermacam-macam jenisnya. Brahma Purana 228.45 telah memberikan arah bahwa wujud fisik ini hanya boleh digunakan sebagai alat untuk mencapai empat tujuan hidup yang disebut Catur Purusa Artha. Dalam Brahma Purana dinyatakan: Dharma, artha, kama Mokshanam sarira sadhanam. Wujud fisik yang disebut Sarira hanyalah boleh digunakan sebagai alat untuk mencapai dharma, artha, kama dan moksha. selengkapnya

Dimana Wanita Dihormati Disana Para Dewa Melimpahkan Anugerahnya

kategori:
Dalam Manawa Dharmasastra I. 32 ada dinyatakan bahwa laid dan perempuan sama-sama diciptakan oleh Tuhan. Dalam ajaran Hindu tidak dikenal bahwa wanita itu berasal dari tulang rusuk laki-laki. Ini artinya menurut sloka Manawa Dharmasastra tersebut bahwa laid dan perempuan menurut pandangan Hindu memiliki kesetaraan. Sayang dalam adat istiadat Hindu seperti di Bali misalnya wanita masih belum sepenuhnya setara terutama dalam perlakuan adat beragama Hindu. selengkapnya

Uang dan Manusia Bagaikan Air dan Perahu

kategori: Artikel Baru
Hubungan manusia dengan uang bagaikan hubungan antara air dan perahu. Tanpa ada air perahu tak bisa berlayar. Tapi perahu berlayar bukan mencari air, tapi mencapai pantai tujuan. Kalau perahu salah caranya berlayar, justru air itulah yang menenggelamkan perahu. Penumpang dan barang yang ada dalam perahu pun ikut tenggelam dan rusak karena air. selengkapnya

Orang Bijaksana Dapat Menguasai Hawa Nafsu

kategori: Artikel Baru
Kalau dididik dan dilatih, justru nafsu itulah sebagai ujung tombak bagi manusia untuk berbuat baik dan menikmati kehidupan yang bahagia. Ibarat kuda yang terlatih mengendalikan kereta. Kuda yang terlatih dengan baik itulah yang akan membawa seseorang mencapai tujuan yang dicita-citakan. Kalau tidak dilatih dengan sebaik-baiknya, justru kuda itulah yang akan membawa seseorang terjerumus ke dalam jurang penderitaan. selengkapnya

Investasi Sebagai Media Beryadnya

kategori: Artikel Baru
Saya beberapa kali mendapat kesemptan ikut menjadi konsultan bidang sosial budaya beberapa proyek. Ketika saya ikut sebagai konsultan Proyek Perencanaan BUIP (Bali Urban Infrastruktur Proyek) yang dibiayai oleh Bank Dunia bekerja sama dengan Pemerintah RI, saya bertugas untuk memberikan masukan dan juga banyak mendapatkan suatu pelajaran yang sangat berharga. Dalam proyek perencanaan itu sangat ditegaskan, bahwa setiap kegiatan pembangunan tidak boleh melanggar empat hal, yaitu, Hukum, HAM, Lingkungan dan ciri khas sosial budaya. selengkapnya

Menguatkan Diri dalam Hadapi Dinamika Hidup

kategori: Artikel Baru
Ada empat hal yang harus terus menerus dilatih untuk meningkatkan daya tahan diri agar tidak mudah tergoyahkan oleh dinamika zaman yang dapat menjebak hidup ini pada lingkaran suka dan duka itu. Melatih diri itu dinyatakan oleh Dr. Naresh Bhatia dalam bukunya "Bertatap Muka dengan Tuhan". Melatih diri secara terus menerus itu dinyatakannya atas nasehat guru spiritualnya. Empat hal itu adalah melatih kekuatan badan jasmani, melatih mental, melatih kecerdasan dan melatih kemampuan akal budi agar dapat mencapai wiweka jnyana. selengkapnya

Mencari Manggalaning Manggala

kategori: Artikel Baru
Itu orang yang sudah mengetahui, memahami, dan mengapresiasi hakikat penjelmaan manusia sebagai anugerah yang paling mulia. Dengannya, pemimpinnya pemimpin mampu memanfaatkan kemuliaan anugerah itu untuk menyadari hakikat kesenangan, kekayaan, kebajikan, dan kebebasan. Kesadaran akan tujuan hidup inimemberikannya kesanggupan mengentaskan penderitaan dan kesengsaraan, seperti seorang raja mendidik rakyat dan pendeta membimbing umat membenahi kehidupannya. selengkapnya

Dari Nitisastra Hingga 'Maya Sastra'

kategori: Artikel Baru
Masyarakat tanpa pemimpin digambarkan sebagai matsyanyaya (hukum ikan), yakni ikan besar memangsa ikan kecil. Gambaran tersebut kiranya dapat dimaknai lebih luas dan mendalam tidak saja dalam konteks sejarah lahirnya sistem politik dan kepemimpinan, tetapi juga dalam kondisi aktual. Matsyanyaya adalah potret kehidupan masyarakat 'tanpa pemimpin'. Bukan karena ketiadaan seorang pemimpin, melainkan karena terdegradasinya nilai kepemimpinan. selengkapnya

Menggagas Sekolah Pemimpin Hindu

kategori: Artikel Baru
Sebagai organisasi pembelajar (learning organization) lembaga pendidikan sekolah, mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai jenjang pendidikan tinggi, demikian pula lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan lainnya seharusnya mampu melahirkan manusia-manusia pembelajar. Manusia pembelajar dimaksudkan di sini adalah orang yang menempatkan aktivitas belajar dalam totalitas skema kehidupanya. Bukan sebatas skema sekolah atau studi di Perguruan Tinggi, apalagi hanya menjelang ujian catur-wulan, ujian semester, atau ujian akhir. selengkapnya