Artikel Terbaru

Pencerahan Sang Bima Sena

kategori: Artikel Baru
Sang Bima adalah simbul kekuatan dan kesehatan. Ayurveda mendefinisikan kesehatan mental sebagai keadaan mental, intelektual dan spiritual kesejahteraan. Ayurveda telah berusaha untuk memeriksa setiap detail dari atribut pikiran dengan keberhasilan yang adil. Ayurveda menekankan pencegahan penyakit, peremajaan sistem tubuh kita, dan perpanjangan masa hidup. Selain itu, sehat menurut filospi China adalah gejala ketidakseimbangan antara unsur yin dan yang, baik antara manusia (mikrokosmos) dengan alam semesta (makrokosmos), maupun unsur-unsur yang ada pada kehidupan di dalam tubuh manusia sendiri. selengkapnya

Jnana Yadnya, Jalan Spiritual Para Pemikir?

kategori: Artikel Baru
Setiap makhluk hadir di du-nia kehidupan dengan kualitas iguna) yang berbeda-beda. Perbedaan-perbedaan itu hadir berdasarkan kualitas kenangan masa lalu {karma) masing-masing. Tugas utama masing-masing makhluk itu bukanlah untuk memertajam perbedaan itu, tapi sebaliknya, yaitu saling melengkapi demi kemenduniaan bersama. selengkapnya

Toya Anyar

kategori: Artikel Pilihan
Siklus air memperlihatkan bahwa matahari sebagai sumber energi telah dengan setia dan disiplin menyinari air laut yang sangat luas itu, air laut kemudian menguap karena sinar itu, menjadi awan, titik air dan hujan. Air hujan jatuh ke bumi, mengalir menjadi air tanah, danau, sungai dan akhirnya kembali ke laut. Sebagai sebuah sistem daur air ini senantiasa bergerak tanpa pernah henti, yang memberikan implikasi terhadap kesejahteraan ma-nusia di bumi ini. selengkapnya

Darmaning Ibu

kategori: Artikel Baru
Ibu menjadi sosok yang istimewa. Ibu kita hormati dan muliakan karena ibu yang melahirkan kita. Hanya ibu yang merasakan apa yang disebut "nyakit" waktu melahirkan kita. Begini disebutkan dalam Sarasamuscaya: Apan Iwih temen bwating ibu, sangkeng bwating lemah, katwangana, tar bari-barin kalinganya aruhur temen sang bapa sangke langit (sebab jauh lebih berat kewajiban ibu daripada beratnya bumi, karenanya patut dihormati beliau dengan sungguh-sungguh, tanpa ragu-ragu demikian pula lebih tinggi penghormatan kepada bapa daripada tingginya langit). selengkapnya

TUMPEK LANDEP: Antara Adu Gengsi dan Ketumpulan Nurani

kategori: Hari Suci
Bali sedang menikmati kemakmuran, memang. Bukti kemakmuran orang Bali itu bisa diamati dalam laku beragama mereka satu dasa warsa terakhir. Pura orang Bali kini tampak megah-megah. Upacara berskala besar dengan biaya ratusan juta dan milyaran rupiah pun begitu kerap digelar sepuluh tahun terakhir. Banyak orang Bali juga gemar matirtha yatra, bersembahyang ke berbagai pura di Bali, bahkan di luar Bali hingga Mancanegara. selengkapnya

Merawat Kebhinekaan

kategori: Artikel Baru
Sesungguhnya kebenaran yang diajarkan dalam masing-masing agama adalah kebenaran yang sama. Akan tetapi dalam kenyataannya kebenaran itu menjadi berbeda karena pandangan, pengalaman dan penafsiran yang berbeda-beda pula. Sebagaimana diilustrasikan dalam susastra Wrehaspati Tattwa tentang kisah Tiga Orang Buta Yang Sedang Meraba Gajah. selengkapnya

Menggagas 'Hindukonomi'

kategori: Artikel Pilihan
Sesungguhnya setiap kelahiran, seorang manusia membawa perannya masing-masing. Manusia yang telah melakukan perenungan secara mendalam dengan pikiran yang jernih akan bertanya, apa sesungguhnya yang menjadi tujuan hidupnya. Ada dua macam tujuan hidup manusia yaitu tujuan duniawi dan tujuan spiritual. Tujuan duniawi berupa harta benda sebagai penopang kehidupan ini, sedangkan tujuan spiritual, yaitu keinginan untuk bersatu kepada yang hakekat dan asal yang sesungguhnya. selengkapnya

Merawat dan Meruwat Pikiran

kategori: Artikel Pilihan
Cogito ergosum, demikian kata filsuf Rene Descartes yang artinya 'aku berpikir maka aku ada'. Jadi keberadaan, tepatnya kehidupan manusia ditandai dengan berfungsinya kemampuan berpikir. Tanpa berpikir, manusia dianggap "tiada", sering dianalogikan seperti "bangke majalan", tampak hidup, tetapi sebenarnya "tidak hidup", lantaran pikirannya tidak diolahfungsikan. Dikaitkan konsep Tri Pramana, itu artinya elemen pikiran (idep) yang menjadi penciri eksistensi manusia telah kehilangan daya fungsinya, sehingga yang menggerakkan aktivitas manusia lebih banyak karena unsur tenaga (bayu), lalu diwacanakan lewat suara/kata-kata (sabda), baru kemudian dilaksanakan selengkapnya

Ibu dan Tahun Baru

kategori: Artikel Baru
Ibu secara biologis ialah perempuan yang mampu melahirkan anak. Karena ibu memiliki rahim kuat menampung benih kehidupan. Pada ruang rahim yang nyaman benih kehidupan bersemayam menunggu waktu lahir untuk menunaikan tugas kelahiran di dunia yang diterangi mentari. Tergantung harapan seorang ibu agar kelak anaknya menjadi suputra 'anak yang berbudi dan beperilaku luhur'. Itulah keistimewaan ibu dibanding ayah yang menyemai benih di dalam rahim ibu. selengkapnya

Merespon Satyam Siwam Sundaram

kategori: Artikel Baru
Satya (kebenaran), rta (tertib semesta), diksa (kesucian), tapa (pengendalian diri), brahma (pemujaan), dan yajna (persembahan, pelayanan) adalah enam prinsip ajaran Hindu yang harus dilaksanakan demi tegaknya dunia. Keenam prinsip tersebut menurut hemat saya dapat disederhanakan menjadi tiga, yakni kebenaran (satyam, sat), kesucian (siwam, cit), dan keindahan atau kebahagiaan (sundaram, ananda). Satyam di dalamnya mencakup prinsip satya dan rta, siwam mencakup prinsip diksa dan tapa, sedangkan sundaram mencakup prinsip brahma dan yadnya. selengkapnya