Artikel Terbaru

Tirtha

kategori: Artikel Baru
Ada sejumlah mantra yang diucapkan dalam rangka pembuatan tirtha, diantarannya adalah mantra suci berikut: om Gangga Saraswati Sindu, Wipasa Kausi-kinadi, Jamuna mahasrestha Serayu sa Mahanadi, Om Gangga dewi mahapunya, Ganggasa-hasranedhini, Gangga-tarangga-samyukte, Gangga dewi namo-stute, Om Gangga mahadewi tad-upamamrtanjiwani, Ungkarasara bhuwana-padamrta-manohara, Om utpatika sura-sanca, utpati tawa ghoras ca, Utpeti sarwa-hitanca, utpawiwa sriwahinam. selengkapnya

Manggala Baru, Paradigma Baru

kategori: Artikel Baru
Pemimpin lahir dari proses politik inheren dalam kebutuhan dan kepentingan sejarah. Hanya saja kebutuhan dan kepetingan tidak pernah muncul dengan wajah tunggal sehingga pemimpin pun tampil dengan beragam sebutan, seperti manggala, kepala, komandan, senopati, dan ketua. Setiap nama-rupa pemimpin mempunyai daya-upaya mencerminkan wawasan kepemimpinan lazimnya disebut paradigma. Idealnya memang manggala baru tampil dengan paradigma baru seiring dengan harapan-harapan baru. selengkapnya

Menghormati Makanan dalam Tradisi Veda

kategori: Artikel Baru
"Jangan pemah menunjukkan rasa tidak hormat pada makanan. Makanan adalah sumpah suci agama. Sesungguhnya nafas hidup adalah makanan, sedangkan badan jasmani merupakan pemakan dari makanan. Badan jasmani berada ajeg dalam napas hidup, dan napas hidup berada ajeg dalam badan jasmani. Makanan berada ajeg pada makanan. Ketika orang menyadari hal mi, bahwa makanan berada ajeg dalam makanan, maka ia berada mantap di jalan spiritual. Dia menjadi pemilik makanan dan menjadi orang yang merasakan rasa sejati makanan. Dia menjadi muha oleh keturunan, ternak, oleh kemuhaan Brahman, dan ia menjadi terkenal karena hakikatnya." selengkapnya

Kesempurnaan Maharesi Krsna-Dvaipayana Vyasa

kategori: Artikel Baru
Tersebutlah seorang Maharesi; tidak ada sesuatu pun yang beliau tidak ketahui, dipuja-puja oleh Triloka, mempunyai kemampuan untuk melenyapkan kegelapan pikiran seluruh makhluk. Beliau adalah putra Dewi Satyavati, dari pertemuannya dengan Bhagavan Parasara, yang terlahirkan di tengah-tengah (pulau kecil) Krsna-dvipa. Nama beliau adalah Bhagavan Byasa, yang sangat patut disembah, sebelum hamba memulai menyampaikan sari-sari ajaran suci karya beliau. selengkapnya

Menuju Hindu Bhawantu

kategori: Artikel Baru
Dharma adalah penghayatan kebenaran dalam kehidupan dan kekuatan untuk mengubah kealamiahan manusia sehingga menjadi beradab. Melalui pemahaman konsep dharma, Hindu membawa bentuk-bentuk dan aktivitas-aktivitas yang memertajam dan memertahankan kehidupan manusia. Manusia secara alamiah hidup dengan hasrat, nafsu, atau keinginan (kama). Dengan hasrat itu manusia mencapai segala yang ideal, yang paripurna (artha). selengkapnya

Manunggaling Kawula Lan Gusti

kategori: Artikel Pilihan
Bagi agamawan, persoalan Yang Ada itu jamak atau tunggal adanya bukanlah menjadi persoalan. Persoalan Tuhan sebagai Yang Ada telah selesai menurut keyakinan yang dite-rima melalui masing-masing kitab sucinya. Juga melalui otoritas orang suci yang dipercayai kebenaran pandangannya. Tidak demikian dengan para filsuf yang sejak dahulu kala senantiasa memusatkan perhatiannya pada persoalan hubungan antara yang tunggal dan yang jamak itu, persoalan hubungan kawula yang jamak itu dengan gusti yang tunggal. selengkapnya

'Role Model' Pendidikan Hindu

kategori: Artikel Pilihan
Pendidikan dalam bahasanya Freire (2002) merupakan alat pembebasan, yakni membebaskan manusia dari berbagai bentuk penindasan, kebodohan, kemiskinan, sampai pada ketertinggalan. Oleh karena itu, sebagai pusat pendidikan, manusia harus menjadikan pendidikan sebagai alat pembebasan untuk mengantarkan manusia menjadi mahluk yang bermartabat. Namun, dengan meminjam gagasan Piliang (2004:355) dapat dipahami bahwa masuknya sistem kapitalisme ke dalam dunia pendidikan, telah menciptakan sebuah kondisi bertautnya logika pendidikan dengan logika kap-itaisme (logics of capitalism). selengkapnya

Wejangan Arjuna Tentang Kemanunggalan

kategori: Artikel Baru
Dewi Subadra tersenyum riang, karena dalam dalam waktu singkat Arjuna dan Subadra bisa bercengkeraman dalam kasih sayang. Mereka berada dalam kerinduan yang dalam. Subadra berucap lirih, "Aku berharap sikapmu seperti lautan, segemuruh apa pun tetap jadi muara hatiku. Aku tatap matamu, ingin rasanya aku berteduh di situ. Hatiku merasa damai saat bersamamu, kau sangat aku sayangi tiada yang bisa menghentikan aku untuk mendapatkamu. Oh kakak Arjuna." selengkapnya

Persembahan Canang Sari dengan Bunga Cinta Kasih

kategori: Hari Suci
Makna dari sloka Bhagawad Gita di atas adalah kalau seseorang mempersembahkan daun, bunga, buah atau air dengan cinta bhakti, Tuhan akan menerimanya. Dari pengertian sloka itu, maka dengan akal budhi yang terangkum dalam tradisi, maka terangkailah suatu bentuk persembahan berupa Canang Sari. Yang mana secara umum bentuk canang itu adalah sekumpulan bunga yang beralaskan ceper (alas dari daun janur berbentuk persegi). selengkapnya

Pentingnya Konsentrasi dalam Setiap Aktivitas

kategori: Artikel Pilihan
Semakin jauh lagi kita menyelami samudera hati ini, kita sekarang berada pada zone pikiran. Pada zone ini kita harus memahami bahwa pikiran merupakan sumber kebahagiaan dan penderitaan, itu tergantung dari kemampuan seseorang dalam mengelola dan mengendalikan pikirannya, serta sejauh mana ia berkonsultasi degan hati nuraninya. Kondisi pikiran sangat berpengaruh terhadap apa yang akan dikerjakan dalam aktivitas kehidupan. selengkapnya