Artikel Terbaru

Upacāra dan Upakāra Sebuah Kajian Filosofis [2]

kategori: Upacara
Seiring dengan pesatnya perkembangan Iptek dan gencarnya penyiaran agama baik yang dilakukan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Departemen Agama, LSM, Organisasi Kepemudaan, Banjar dan Desa Adat, membuat perkembangan umat Hindu terutama dari sisi kualitas semakin menggembirakan. Hal ini tampak dengan semarak diadakannya acara-acara keagamaan baik dalam bidang ritual, kesenian, seminar keagamaan, munculnya kelompok–kelompok kajian Veda, sekeha pesantian, kelompok meditasi dan sebagainya. selengkapnya

Menajamkan Pikiran Melalui Tumpek Landep

kategori: Hari Suci
Salah satu hari suci agama Hindu yang cukup istimewa adalah Tumpek Landep yang jatuh setiap 210 hari sekali tepatnya pada setiap hari Saniscara Kliwon wuku Landep. Secara umum untuk merayakannya, masyarakat Hindu menggelar kegiatan ritual yang khusus dipersembahkan untuk benda-benda dan teknologi, yang berkat jasanya telah mampu memberikan kemudahan bagi umat dalam mencapai tujuan hidup. Utamanya adalah benda-benda pusaka, semisal keris, tombak, sampai kepada kendaraan bermotor, komputer, dan sebagainya. selengkapnya

Pasraman Antara 'Educational dan Political'

kategori: Artikel Pilihan
Pasraman adalah lembaga pendidikan Hindu. Oleh karena itu, perbincangan tentang pasraman idealnya diarahkan untuk mengupas persoalan-persoalan seputar pendidikan agama dan keagamaan Hindu. Sistem pendidikan pasraman sepatutunya menjadi materi pembahasan yang perlu dieksplorasi secara luas dan mendalam. Walaupun dalam realitas empirik, umat Hindu masih meraba-raba sistem pendidikan pasraman yang benar-benar sesuai dengan struktur dan kultur masyarakatnya. selengkapnya

Mencermati 40 : 60

kategori: Artikel Baru
Demikian pula kurikulum juga bisa dilihat dari kata curere bahasa Latin yang berarti berlari cepat, maju dengan cepat, merambat, tergesa-gesa, menjelajahi, menjalani, dan berusaha untuk... (Hasibuan, 1979). Kemudian dalam perkembangan selanjutnya istilah kurikulum dibawa ke ranah dunia pendidikan yang kurang lebih berarti seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. selengkapnya

Hoax di Medan Kurukshetra

kategori: Artikel Pilihan
Bima mengangkat gadanya tinggi-tinggi. Dengan perasaan sedih ia mengumpulkan kekuatan untuk kemudian menghantamkan gada saktinya itu ke kepala gajah bernama "Aswatama". Gajah setia dan perkasa itupun ambruk. Mati. Inilah "fakta" yang sengaja diciptakan oleh Bima agar ia dapat berteriak "Aswatama telah matiiiiiii.....". selengkapnya

Sikap Nyangut dalam Representasi Kehidupan Sosial

kategori: Artikel Baru
Nyangut!!! Begitu biasanya orang Bali memberi istilah bagi mereka yang pikirannya bertentangan dengan tuannya. Dia seolah memihak musuh akibat pikirannya itu. Tidak ada yang tahu persis, entah apa ide dasarnya sehingga I Sangut justru ditempatkan di posisi “Wang Kebot”. Di posisi mana biasanya Ki Dalang menempatkan para pembuat onar macamnya Rahwana dalam serial Ramayana. Atau Korawa dalam ephos Mahabharata. selengkapnya

Sisupala Si Tukang Hina

kategori: Artikel Pilihan
Dari itihasa Mahabharata, tersebutlah kisah di Kerajaan Chedi. Rajanya bernama Damagosa di dampingi permaisuri Srutasrawa. Keluarga kerajaan ini masih terikat kekerabatan dengan Vasudewa Krisna. Damagosa dan Srutasrawa memiliki seorang putra bernama Sisupala, yang lahir dengan tiga mata dan empat lengan. Karena keanehan itu, orangtuanya berniat untuk membuangnya, namun sabda dari langit mencegah mereka untuk melakukan hal tersebut karena Sisupala ditakdirkan untuk hidup sampai dewasa. selengkapnya

PASRAMAN: Kecerdasan Moral Budi Pekerti

kategori: Artikel Baru
Agama Hindu meyakini kitab Ramayana merupakan kisah nyata yang menceritakan raja agung Prabu Rama dari Dinasti Surya atau Suryawangsa. Prabu Rama mewarisi tahta ayahandanya Prabu Dasarata yang mendirikan Kerajaan Kosala dengan ibu kota Ayodya Pura. selengkapnya

Memaknai Siwalatri di Zaman Globalisasi

kategori: Hari Suci
Umat Hindu setiap tahun merayakan hari raya Siwaratri sebagai malam perenungan dan pemujaan kepada Sang Hyang Siwa. Siwaratri (malam Siwa) yang jatuh pada Panglong Ping 14 Sasih Kapitu menjadi momentum intropeksi diri dan penyadaran. Tetapi banyak terjadi salah pemaknaan tentang Siwaratri (malam Siwa) sebagai malam peleburan dosa. Sesungguhnya dosa dari setiap manusia tidak bisa dilebur, tetapi mampu dinetralisir dengan perbuatan baik. selengkapnya