Artikel Terbaru

Nyepi dan Revolusi Mental

kategori: Hari Suci
Bagi umat Hindu Indonesia, Nyepi Tahun Baru Saka 1937 yang jatuh bertepatan dengan Sabtu, 21 Maret 2015, merupakan Nyepi pertama ketika bangsa ini berada di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dengan panggilan akrabnya Jokowi. Sejak jauh sebelum dan setelah terpilih sebagai presiden RI ketujuh, Jokowi mengembuskan Nawacita yang merupakan sembilan agenda prioritas untuk mewujudkan visi dan misinya sebagai pemimpin salah satu negara besar di dunia. Dalam poin ke-8 Nawacita tersebut, disebutkan ”Melakukan revolusi karakter bangsa melalui penataan kembali kurikulum pendidikan nasional.” selengkapnya

Nyepi dan Kerja Demi Kebaikan Bersama

kategori: Hari Suci
Masyarakat tentu masih ingat lagu, “Mari kawan kita bekerja. Menanam jagung di kebun kita. Ambil cangkulmu. Ambil cangkulmu. Kita bekerja tak jemu-jemu. Cangkul. Cangkul, …dst.” Potongan lirik lagu anak-anak ciptaan Ibu Sud ini mengajarkan sekaligus mengajak masyarakat untuk senantiasa bekerja dan bekerja. Rajin bekerja menjadi salah satu budaya positif dan kreatif yang harus ditanamkan sejak kanak-kanak. Etos kerja tersebut akan menjadi bekal berharga ketika seseorang menginjak dewasa dan mandiri. Dengan bekerja seseorang memenuhi kebutuhan hidup dan berbagi kepada sesama. selengkapnya

Siwa Ratri: Perjuangan Melawan Lupa

kategori: Hari Suci
Manusia kerap disebut sebagai makhluk tidak sempurna. Salah satu ketidaksempurnaannya, yakni sering dan mudah lupa. Jangankan sesuatu yang sudah terjadi puluhan tahun silam, terhadap peristiwa yang dilalui beberapa saat lalu pun manusia kerap kali begitu susah untuk mengingatnya. Tidak hanya sering dan mudah lupa terhadap apa yang dilakukannya, manusia juga teramat sering lupa dengan kesejatian dirinya. selengkapnya

Artha

kategori: Artikel Baru
Artha merupakan milik, artha benda, kekayaan, segala material sebagai sadhana bagi umat Hindu. Artha juga diartikan tujuan. Cara mendapatkan artha adalah dengan cara kebaikan berlandaskan dharma dan snkerta, dengan cara bekerja yang ulet, bekerja yang rajin, bekerja sebagai buruh, bekerja sebagai pegawai negeri sipil maupun sebagai pegawai swasta, dengan cara berjualan/berdagang, dengan cara mohon bantuan kepada yang iklas membantu dan sebagainya. selengkapnya

“Tenget”-nya Pura Petitenget

kategori: Artikel Baru
Pura Petitenget berlokasi di tempat strategis, tak jauh dari pinggir Pantai Petitenget, pantai yang berpasir putih. Di jaba sisi terdapat tempat parkir yang cukup luas. Memasuki areal pura, pemedek melewati jalan di sebelah selatan pura dan keluar melalui jalan utara pura. Di halaman terluar pura berdiri wantilan yang cukup besar. selengkapnya

Nyepi: Mengintip Saldo Rekening Kehidupan

kategori: Hari Suci
Perbuatan baik akan mendatangkan pahala yang baik, sedangkan perbuatan yang tidak baik pasti mendatangkan pahala yang juga tidak baik. Sisa atau saldo hasil perbuatan (karmaphala) setiap makhluk berupa sancita karmaphala akan menjadi takdirnya dalam kehidupan berikutnya. selengkapnya

Ogoh-ogoh Gaya Khas Hindu "MELAWAN" Setan

kategori: Upacara
Sejak beberapa tahun terakhir, umat Hindu di Bali yang kemudian diikuti juga oleh umat Hindu diluar Bali, setiap datangnya hari raya Nyepi selalu mengadakan pawai ogoh-ogoh atau pawai figur simbolis Bhuta Kala yang diadakan sehari sebelum hari raya Nyepi tiba atau hari peringatan Tahun Baru Saka.Tahun ini hari raya Nyepi jatuh pada tanggal 07 Maret 2008 berarti pawai ogoh-ogoh diadakan pada tgl 06 Maret 2008. Pawai ogoh-ogoh sesungguhnya adalah pawai budaya. Hanya saja karena acara pawai budaya tsb bernafaskan Tattwa atau Filsafat Hindu alias merupakan implementasi dari konsep agama Hindu dalam memerangi segala bentuk kekuatan negatif abstrak (niskala), mengingat figur ogoh-ogoh tsb merupakan personifikasi dari berbagai jenis mahkluk alam bawah yang dipercaya membawa aura negatif yang dalam bahasa Hindu disebut Bhuta Kala (bhs. Jawa: Buto Kolo) atau bahasa umumnya biasa disebut setan, sehingga dengan demikian secara kacamata Hindu pawai ogoh-ogoh tsb bukanlah budaya murni sebagaimana pengertian umum yang berkonotasi sekuler. selengkapnya