Artikel Terbaru

Kembali Ke: Asih, Asah, Asuh

kategori: Artikel Baru
Ekalavya, salah seorang putra nisada maha papa begitu berhasrat menimba ilmu memanah layaknya maha ksatria umata Hastinapura. Ia lalu pergi ke Hastinapura menemui Maha Guru Drona yang termasyur memiliki ilmu didaktik tiada tanding. Namun sayang, Ekalavya ditolak menjadi murid lantaran berasal dari keturunan nisada. Dalam tradisi Hindu, kaum nisada dilarang membaca Kitab SUci Weda dan menimba ilmu karena diyakini akan disalahgunakan. selengkapnya

Triniti: Tuntunan, Tatanan, dan Tontonan

kategori: Artikel Baru
Sebuah teori dalam buku The History of Religion menyatakan bahwa manusia pada awalnya begitu beradap dan manusiawi. Lalu, karena perbuadan dosa dan pembusukan dari kondisi awal, keadaan biadab muncul. Pada prinsipnya, telah terjadi degenerasi dari zaman ke zaman. Dengan kata lain, manusia zaman kali kuna begitu mulia, namun seiring perjalanan waktu, kemulyaan itu perlahan memuda selengkapnya

Dimensi Pekerti Yoga Famili

kategori: Artikel Pilihan
Yoga pada intinya adalah mengupayakan orang agar mampu meluaskan kesadarannya sampai keadaan tak terhingga. Semakin luas kesadarannya, semakin mereka mampu merasakan kedekatan dengan lingkungan sekitar. Bahkan, dalam konteks tertentu, mereka tidak hanya merasa dekat, melainkan menyatu dengan apapun itu. Ini adalah prinsip Dharma tertinggi, dimana keharmonisan sejati terjadi setiap saat. Jika saja pada setiap keluarga memiliki kualitas ini, tentu kehidupan yang ideal akan bisa diarungi. Dunia tidak akan mengenal lagi kekerasan, peperangan, penindasan, keresahan, ketidakbahagiaan dan yang sejenisnya. selengkapnya

Diskusi Cinta Kasih Subadra dengan Arjuna

kategori: Artikel Pilihan
Dipagi yang cerah puisi cinta Arjuna mengalir seperti desau angin selatan. Semburat sinar mentari nan cerah dari timur bak bianglala menjurai di langit. "Rona wajahmu yang selalu ada dalam benak, sketsa senyumu selalu menghiasi pikiran ini," kata Arjuna penuh syahdu pada Subadra. Subadra menimpali, "Kanda pujaanku, desiran ombak pantai utara terasa sejuk, dengan suara burung pipit yang menggoda keheningan sukma pagi hari. Semua itu mengingatkan suara lirih yang merdu canda cintamu padaku." selengkapnya

Jana Kertih Menuju Jana Hita

kategori: Artikel Baru
Jana Kertih artinya membangun manusia secara individu agar menjadi SDM yang sehat secara jasmani, tenang secara rohani dan profesional. SDM yang demikian itulah yang dapat berperan membangun kehidupan bersama untuk menciptakan rasa aman, damai, dan sejahtera secara ekonomi. selengkapnya

Pengamalan Agama Ibarat Sebutir Telur

kategori: Artikel Baru
Ada ungkapan yang menarik bagaimana mengamalkan ajaran Hindu dengan mengumpamakan sebutir telur. Sebagaimana kita ketahui bersama, kerangka dasar dalam pengamalan agama Hindu di masyarakat ada tiga hal. Yakni ritual keagamaan atau berbagai upacara yang dibuat masyarakat, etika yang melandasi tata pergaulan di masyarakat, dan filsafat atau tatwa yang harus terus-menerus dipelajari. Jadi upacara, etika dan tatwa itu haruslah menyatu dan saling mendukung selengkapnya

Nyepi, Kerja, dan Kemuliaan Hidup

kategori: Hari Suci
Pada tanggal 28 Maret 2017 yang lalu, umat Hindu di seluruh pelosok nusantara baru saja melaksanakan hari raya Nyepi, sebagai penanda awal tahun baru saka 1939. Sebelumnya, dilaksanakan upacara melasti, yaitu upacara penyucian pratima ke sumber-sumber mata air atau laut. Sehari sebelum Nyepi, umat Hindu secara nasional mengadakan upacara Tawur [ruwatan bumi] yang dipusatkan di depan candi Prambanan, Jateng diikuti dengan hal yang sama di masing-masing Provinsi lain. selengkapnya

Hari Raya Kuningan Sebagai Tonggak Meningkatkan Keharmonisan Keluarga

kategori: Hari Suci
Sebagai umat Hindu kita sungguh sangat bersyukur karena kita banyak mempunyai hari-hari suci keagamaan. Ada yang datangnya setiap enam bulan sekali (tepatnya setiap 210 hari sekali), seperti Hari Raya Galungan dan Kuningan, ada juga yang datangnya setahun sekali, seperti Hari Raya Nyepi dan Hari Siwaratri. Hari ini, Saniscara Kliwon Kuningan, kita merayakan Hari Raya Kuningan. selengkapnya

JANA NAJA 'Manusia Malu'

kategori: Artikel Baru
Kata जन (jana) adalah kata Sanskerta yang berarti “manusia”. Kata “jana” berasal dari suku kata yakni suku kata ja yang mendahului suku kata na. Jika suku kata na mendahului ja, maka akan menjadi kata Sanskerta नज (naja) yang artinya “malu”. Jika kita mengucapkan kedua suku kata ini secara berulang-ulang, maka kedua kata tersebut akan saling melengkapi (ja-na-ja-na-ja-...dst.). Demikian pula dengan maknanya, jana (manusia) akan sempurna jika dilengkapi dengan naja (rasa malu). selengkapnya

Mengendalikan Api dalam Diri

kategori: Artikel Baru
Hari Selasa (28/3), umat Hindu akan merayakan pergantian tahun Saka, dari Saka 1939 menuju Saka 1939. Beda tahun Saka dari tahun Masehi adalah 68 tahun. Saat pergantian tahun seperti ini, umat Hindu melakukan perenungan, evaluasi diri, dengan melaksanakan empat pantangan (catur brata) penyepian, yakni amati geni, amati lelanguan, amati karya, dan amati lelungan. selengkapnya