Artikel Terbaru

Genderang Prambanan

kategori: Hari Suci
Prambanan adalah salah satu kaukus yang menengahi Sleman dan Klaten, membatasi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pada sekitar 850 atau abad 9, di wilayah itu, candi-candi bertekstur ramping didirikan, disusun megah menjulang. Manyaksikan ujungnya dari kejauhan, tak keliru Prambanan terpuji sebagai artefak terastistik dan estetik seantero nusantara, mungkin juga di dunia. Tak sampai disitu, kisah mistik berbaur mitos dan gaib membuatnya semakin ikonik. Ia adalah glorifikasi dari berbagai fitur, dari agama hingga budaya. UNESCO tidak pernah ragu menjadikannya salah satu Situs Warisan Dunia pada 1991. selengkapnya

Tutur Tantular

kategori: Artikel Pilihan
Kata-kata di atas nampak seperti judul sinetron laga “Tutur Tinular” yang saat ini sedang tayang di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Sebuah sinetron laga yang mengisahkan cerita dari para leluhur pada zaman Hindu (Majapahit) di abad lampau. Tutur Tantular yang dimaksudkan dalam tulisan ini juga masih terkait dengan zaman Majapahit yang kejayaannya telah dikenal seantero jagad pada masa itu. Akan tetapi sayangnya, saat ini sudah banyak manusia Indonesia yang lupa akan sejarah tersebut. selengkapnya

Mulat Sarira di Hari Kuningan

kategori: Hari Suci
Di Hari Raya Kuningan saat ini, setelah kita berbhakti kepada leluhur di pagi hari, marilah kita melakukan koreksi diri dengan melakukan mulat saria alias introspeksi diri. Mulat sarira ini penting dilakukan untuk membentengi diri kita agar tidak banyak terpengaruh nafsu-nafsu buruk, baik yang masih di dalam pikiran mau pun yang sudah menjadi perbuatan. Bukankah di Hari Raya Kuningan ini kita membuat tamiang di setiap persembahan dan itu adalah simbul kita membentengi diri. selengkapnya

Indahnya Perbedaan

kategori: Artikel Pilihan
Tuhan itu memang luar biasa. Maha Ada dan Maha Kreatif. Bayangkan dari hampir 8 (delapan) milyar manusia yang hidup di muka bumi ini, tidak ada satupun manusia yang wajahnya persis sama. Bahkan mereka yang terlahir kembarpun wajahnya tidak sama, minimal sidik jarinya pasti berbeda. Ini merupakan rahasia Tuhan yang tidak perlu dipertanyakan dan dipertentangkan. Hal ini berarti bahwa Tuhan sendiri sebagai pencipta alam semesta ini sangat menyukai perbedaan. Lalu kenapa manusia yang merupakan ciptaan Tuhan, justru sering mempertentangkan soal perbedaan yang ada?. Pertanyaan ini perlu kita renungkan dalam-dalam. selengkapnya

AIR SUCI

kategori: Artikel Baru
Pada masyarakat Bali dibedakan dua jenis air yaitu, air yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari (profan) dan juga air yang digunakan untuk kebutuhan upacara agama (sakral). Dalam kitab Rg. Weda, X.17.10 disebutkan demikian: "semogalah air suci ini menyucikan kami bercahaya gemerlapan. Semogalah. pembersih ini membersihkan kami dengan air suci. Semoga air suci ini mengusir segala kecemeran. Sungguh kami bangkit memperoleh kesucian darinya". selengkapnya

Hakikat Hari Suci Nyepi dan Implementasi dalam Kehidupan

kategori: Artikel Baru
Hari suci keagamaan selalu menempati posisi tersendiri dalam kehidupan manusia dan memiliki makna kesucian yang diorientasikan pada kesempurnaan dengan ajaran-ajaran kerohanian yang berasal dari wahyu Tuhan. Karena onentasi tersebut dimensi hari raya agama tersebut bersifat vertikal. Agama apapun mengajarkan satu kesunyataan yakni Kebenaran. Demikian halnya dengan agama Hindu yang memiliki hari raya keagamaan yang dikelompokkan berdasarkan sasih/bulan dan pawukon/wuku ke dalam dua kelompok besar, diantaranya adalah Nyepi, yang akan kita rayakan di bulan Maret tahun ini. selengkapnya

Mempertimbangkan 'Gugon Tuwon'

kategori: Artikel Baru
Beragama bagi sejumlah kalangan adalah takdir sosial Faktanya, nyaris tidak seorangpun memilih agama ketika ia lahir. Seseorang memeluk satu agama tertentu karena agama orang tuanya, kemudian ia dibesarkan dalam lingkungan agama tersebut. selengkapnya

Pasraman di Lintas Zaman

kategori: Artikel Pilihan
Orang tua wajib membesarkan anak-anaknya. Tidak hanya membesarkan badan, tapi orang tua juga bertanggungjawab membangun mental dan jiwanya. Pembangunan itu terus berlanjut hingga tingkat dewasa. Dewasa menurut Hindu adalah ketika anak telah mencapai usia 25 tahun. Masa ini disebut masa belajar atau brahmacari. Pada masa inilah anak-anak ditempa sampai ia mampu hidup dan berkehidupan, dan siap memasuki jenjang kehidupan selanjutnya, grhasta. selengkapnya

Tradisi yang 'Mentradisi'

kategori: Artikel Baru
Umat agama lain sering memvonis agama Hindu di Indonesia sebagai agama tradisi atau agama bumi, bukan agama wahyu seperti agama-agama buku. Maklumat itu sering disampaikan secara oral maupun literer. Apa daya? Agama Hindu di Indonesia memang multikultur, memang jamak dalam hal tata cara. Ada yang bersembahyang dipura, di altar pemujaan sendiri, bahkan di gua-gua dan gunung-gunung. Bukan di rumah ibadah yang seragam seperti agama-agama lain. Ada pura yang berisi puluhan palinggih, ada yang sedikit bisa dihitung dengan jari. selengkapnya

Mengenali Bhagavad Gita sebagai 'Pancamo Veda'

kategori: Artikel Baru
Sebagai Veda Kelima, Bhagavad Gita menempati keterkenalan yang luar biasa di dalam literatur Veda. Kitab suci Bhagavad Gita merupakan "petikan" dari kitab Itihasa, yaitu di kitab Mahabharata. Oleh karena itulah Bhagavad Gita dikenal sebagai Pancamo Veda atau Veda Kelima. Selain itu, Bhagavad Gita dikenal sebagai Pancamo Veda juga karena ia merupakan wejangan langsung oleh Tuhan YME, sama seperti turunnya langsung ajaran Catur Veda dari Tuhan YME sehingga Catur Veda dikenal sebagai kitab Wahyu langsung dari Tuhan. selengkapnya