Artikel Terbaru

Politik Ni Dyah Tantri

kategori: Artikel Baru
Mendengar nama Ni Dyah Tantri, pikiran langsung melayang. Layangan pikiran itu seakan terombang-ambing ke segala arah oleh desiran angin kisahnya yang menembus berbagai belahan bumi dan temporalitas. Sekat-sekat zaman seolah lebur ketika nama Tantri disebut. Kisahnya disadur, digubah atau ditransformasi, dan dijadikan objek kajian teks, bahkan dipuja dalam wujud relief-relief pada candi-candi pemujaan. selengkapnya

Memilah untuk Memilih

kategori: Artikel Baru
Andaikan seperti buah manggis, antara tanda di luar dengan isi di dalam selalu tepat/benar, maka tidak akan ada keraguan untuk memilih, bahkan tanpa harus memilah terlebih dahulu. Sayangnya ketika berurusan dengan memilih dalam konteks kepentingan politik terkait perolehan suara guna meraih kursi kedudukan/kekuasaan, lebih sering tak mudah memilah, bahkan acapkali “galih” (gagal memilih). selengkapnya

Politik Sang Mahatma

kategori: Artikel Baru
Mahatma Gandhi menegaskan bahwa kehidupan manusia tidak bisa dipisah-pisahkan, tidak ada garis tegas yang bisa memisahkan antara masyarakat, politik, dan agama. Bahkan beliau mengatakan: “Aku tidak bisa menjalani kehidupan religius jika aku tidak mampu mengidentifikasi diriku dengan seluruh umat manusia, dan aku tidak dapat melakukannya jika aku tidak ambil bagian dalam dunia politik”. Agama adalah isi dan politik adalah cara/alat yang digunakan untuk meraih tujuan agama. Tanpa terjun kedunia politik, kesejahteraan bagi orang banyak tidak akan bisa diraih. selengkapnya

Karma Wasana

kategori: Artikel Baru
Kosa kata ini tidak asing lagi bagi sanatin. Kata karma merujuk kepada pengertian, suatu tindakan atau akumulasi berbagai tindakan, yang baik atau yang tidak baik, telah terjadi mengikuti jalan pikiran yang sudah dipolakan, terstruktur, sesuai dengan kadar intelektualitas orang yang bersangkutan. Dan tindakan-tindakan yang telah terjadi, membawa konskwensi tertentu pula. Merujuk kepada uraian sederhana ini, maka semua tindakan, yang baik atau yang tidak baik, yang dilatar belakangi oleh kesadaran, memberikan stigma dalam kurun waktu yang tidak terbatas selengkapnya

Menembus Segala Rahasia Melalui Mata Spiritual

kategori: Artikel Pilihan
Caksu berarti mata, dan divya berarti spiritual, agung, mulia. Sloka ini memberikan peringatan tegas bagi umat manusia agar selalu mempergunakan “bukan mata dunia” untuk melihat segala sesuatu tentang ketuhanan. Mata yang diperlukan ternyata adalah mata spiritual dan bukan material. selengkapnya

Manajemen ‘Sampat’

kategori: Artikel Baru
Ada tiga alasan penting kenapa kita perlu mempelajari organisasi dan manajemen, yaitu untuk mampu memaknai hidup masa kini (Wartamana), membangun masa depan (Nagata) dan mengingat masa lain (Atita). Hidup masa kini berarti kita harus memberikan kontribusi yang baik bagi kehidupan manusia di dunia. Membangun masa depan, artinya kita sebagai manusia harus dapat membangun masa depan yang lebih baik, sedangkan mengingat masa lain berarti kita sebagai bagian dari mahluk sosial haruslah dapat membantu menghubungkan manusia masa kini dengan masa lalu. selengkapnya

OM TAT SAT: Om Itulah yang (sejati) Ada

kategori:
Om adalah getaran alam semesta yang teridri atas tiga huruf AUM, suara ajaib yang menyebabkan segalanya ada, teratur dalam satu harmoni semesta. Om merupakan satu kesatuan utuh dari daya cipta, memelihara dan melebur yang merupakan esensi dari kehidupan. Buwana kosa menyatakan la halus teramat sulit dipahami yang gaibnya bagiakan angkasa, tiada namun kenyataanya ada. Om adalah suara ajaib dengan mana yang sejati dan hakiki “itu” (Tat) menyatakan sebuah keberadaan “ada” (Sat). selengkapnya

Trias Politika Hindu

kategori: Artikel Baru
Pemikiran mereka, bahkan telah merambah ranah yang menurut para pemikir politik modern cukup kontroversial, yakni apakah politik Hindu bersifat religius atau sekuler? Doktrin politik Santiparwa dengan tegas menyatakan bahwa, “Tanpa politik, Weda pun akan sirna, semua aturan hidup akan musnah, semua kewajiban akan terbaikan, tujuan hidup manusia tidak mungkin tercapai, sehingga pada politiklah semuanya berlindung.” Apabila dibaca sekilas, seolah-olah kedudukan politik lebih tinggi daripada Weda sebagai otoritas tertinggi kitab suci Hindu. selengkapnya

Pendidikan Politik Hindu

kategori: Artikel Baru
Berbicara soal pendidikan politik Hindu, tidak dapat dilepaskan dari keberadaan kitab-kitab kesustraan Hindu, baik yang ada di India maupun yang ada di Indonesia, khususnya di Bali. Seperti, kitab Manawadharma Sastra, Arthasastra, Nitisastra, Rajadharma, kitab Dhandaniti, dan lain-lain. Artinya, ketika mau berbicara soal pendidikan politik Hidu, maka rasanya tidak mungkinjika tidak merujuk kitab-kitab yang disebutkan di atas selengkapnya

Mutiara Nitisastra

kategori: Artikel Baru
Menganut ajaran agama Hindu, kaum terpelajar, filosof, ahli sosio-religius, dan masyarakat dunia memahami Nitisastra sebagai kompendium ajaran agama Hindu yang hipogramnya tiada lain ialah Kitab Suci Weda. Pun demikian, Nitisastra mengandung ajaran yang luas. Namun secara sempit diartikan sebagai ajaran tentang kebijaksanaan duniawi, etika sosial politik, tuntunan dan juga berarti ilmu pengetahuan tentang negara atau iimu bangun politik berdasarkan ajaran agama Hindu. selengkapnya