Artikel Terbaru

Segalanya Bisa Dicapai Melalui Pertapaan

kategori: Artikel Baru
Tapa berasal dari akar kata Sanskerta tap, berarti membakar, memanaskan, menjadi panas atau dipanaskan, terbakar, membuat menderita, menjadikan sakit, menyiksa, mendisiplin, atau terpanaskan. Tapa berarti “memanaskan” diri melalui praktik-praktik disiplin ke dalam diri demi pematangan phisik, mental, dan spiritual. selengkapnya

Sraddha Sebagai Dasar Utama Keberhasilan

kategori: Artikel Pilihan
“Pertama-tama Sraddha terbentuk dalam kesadaran, dilanjutkan pada pergaulan dengan orang-orang suci. Pada tahap berikutnya, praktik-praktik spiritual dilakukan demi mengarahkan pada keadaan terbebaskan dari hal-hal yang tidak diinginkan, lalu mencapai kemantapan keyakinan yang sangat kokoh ajeg, dan pada akhirnya muncullah kerinduan spiritual pada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.” selengkapnya

Memerangi Sampah Plastik dalam Strategi Revolusi

kategori: Artikel Pilihan
BHUMI adalah bumi ini, tempat kita diajak berpijak untuk menjadi bijak. Bumi memberi, memelihara dan menghidupi semua. “Mata bhumi”, bumi adalah Ibu. Tempat kita berpijak ini adalah Ibu. Bumi yang menghidupi kita ini adalah Ibu. Bumi atau Pertiwi melahirkan, membesarkan, memelihara, menjaga, menghidupi dan akhirnya “mengambil” kembali ke dalam “pelukan”-nya pada waktunya. selengkapnya

Wani Ta?

kategori: Artikel Pilihan
Judul di atas adalah sebuah pertanyaan besar yang perlu direnungkan untuk setiap Wanita Hindu di seluruh Indonesia. Sebenarnya judul ini merupakan pertanyaan untuk menanggapi tema yang diberikan oleh Pengurus Pusat Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) dalam memperingati HUT ke-31 WHDI pada tahun 2019 melalui Ketua WHDI Kabupaten Blitar. Adapun tema dari WHDI Pusat melalui surat edarannya nomor:B/16/I/2019/Set tanggal 16 Januari 2019 adalah “Peran Wanita Hindu Dharma Indonesia dalam Melaksanakan Dharma Negara”. selengkapnya

Dalam Shanti Menanti Gita Jayanti

kategori: Artikel Baru
“Aham tisthami”, Tuhan Yang Maha Esa bertempat tinggal, dan rumah tempat tinggal-Nya yang maha utama “paramam grham me” adalah Bhagavadgita. Tuhan memelihara seluruh Tri Loka (alam Bhuh, Bhuvah, Svah) melalui ajaran-ajaran suci Bhagavadgita (gita-jnanam samasritya aham trilokam palayami). Dapat dikatakan, tanpa Bhagavadgita kebesaran Hindu tidak akan secemerlang seperti sekarang ini. Hindu mendapat tempat terpandang disebabkan ajaran-ajaran mulia Bhagavadgita. selengkapnya

Bergembira di Dalam Diri Melalui Kesadaran Gambhira

kategori: Artikel Baru
Pikiran dan kesadaran orang kebanyakan bagaikan periuk yang berisi air setengah, atau keadaan nasi yang baru setengah matang dalam periuk nasi. Kedua contoh menunjukkan keadaan air dan nasi setengah matang yang selalu tidak bisa tenang dan setiap saat membuat periuk menjadi berguncang keras. Kesadaran dan pikiran orang-orang biasa selalu mudah diombang-ambingkan oleh keadaan yang menyentuhnya. Jika keadaan senang yang menyentuhnya maka ia akan melonjak bersukaria, jika keadaan duka menyentuhnya maka ia akan meldnjak pula, tetapi di dalam kedukaan. Lonjakan suka dan duka akan sangat kentara pada diri orang-orang yang tidak menempatkan kesadarannya di dalam kesadaran gambhira. selengkapnya

Tirai Tipis: Uttpti Stiti Pralina

kategori: Artikel Baru
Uttpti-Stiti-PraIina, lazim disebut Tri Kona, yaitu tiga sifat Kemahakuasaan Tuhan (Sang Hyang Widhi). Menciptakan, memelihara, dan melebur ialah tiga sifat Kemahakuasaan Tuhan yang tiada ada luput dariNya. Ketiganya melekat dalam perwujudan Tuhan sebagai Tri Murti. selengkapnya

Prana Eda Ngaden Awak Bisa

kategori: Artikel Baru
Bali memiliki geguritan yang sarat dengan kajian filosofis. Seperti misalnya pupuh ginada di atas. Saat ini, yang menjadi bahan kritik dari pupuh tersebut adalah bait pertama “eda ngaden awak bisa” - “jangan merasa diri tau.” Tidak sedikit dari kalangan muda menggugat pemyataan ini. Alasannya, pertama, jika kita terus-menerus tidak pernah menunjukkan diri bisa dan membiarkan orang lain yang mendefinisikan, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk bersaing di dunia yang penuh persaingan ini selengkapnya

Ede Ngaden Awak Bisa Ginada dalam Manajemen Modern

kategori: Artikel Baru
Jika ditarik ke konteks kekinian dalam era manajemen modern, filosofi makna menonjolkan diri yang tidak boleh dilakukan dalam pupuh itu, rasanya sudah kurang tepat. Sebab di era sekarang, untuk memperoleh pengakuan dari pihak lain atau masyarakat secara luas, maka kita haras berani menonjolkan atau mengemukakan apa yang menjadi kelebihan kita. Dalam bahasa marketingnya, kita harus berani ‘menjual diri’, sehingga orang lain tahu kelebihan yang kita miliki, atau agar orang lain tertarik kepada kita, maka kita haras mulai membangun karisma diri kita sendiri. selengkapnya

Shiva Keberuntungan yang Diharapkan

kategori: Artikel Baru
Kisah Dewa-Dewi Purana seringkali membuat umat Hindu bingung. Hal ini menjadi sebuah renungan untuk dicermati apakah purana relevan untuk menyampaikan dasar-dasar theologi ataukah justru membingungkan. Dalam beberapa film yang pernah tayang di televisi terjadi drama permusuhan antara dewa dan raksasa atau antara dewa yang satu dengan dewa yang lainya. Ada dewa yang cenderung jahat, ada yang baik, ada yang superior dan sebagainya seolah dewa itu memiliki sifat yang serupa dengan sifat manusia, bahkan terjadi pula peperangan antara sesama dewa. selengkapnya