Artikel Terbaru

Mendambakan Kematian yang Indah

kategori: Artikel Baru
Orang menginginkan kematian indah tetapi tidak semua beruntung mendapatkannya. Jatayu, sang raja burung yang mencoba menyelamatkan Dewi Sita dari tangan Ravana merupakan salah satu yang beruntung mendapatkan kematian indah. Ia melepaskan nyawanya di hadapan Rama dan Laksamana, bahkan dipeluk oleh Rama dalam keadaan berlumuran darah. Pelukan Sri Rama bukanlah sembarang pelukan, dan itu merupakan pesan rama kepada Hanuman bahwa pelukannya adalah harta berharga bagi Rama. Pelukan tersebut didapatkan oleh Jatayu sekaligus menjadi "pengantar" pulang ke alam pembebasan. Moksa. Jatayu beruntung memperoleh kesempatan meninggal di jalan sangat indah. selengkapnya

Kicaka Birahi Pada Draupadi

kategori: Artikel Baru
Begitulah berbulan-bulan berlalu bagi para Pandawa, hidup dengan menyamar di ibukota Wirata. Bulan-bulan penuh kerja keras bagi Draupadi yang biasa hidup mewah, terpaksa bekerja untuk orang lain. Namun ia melakukan pekerjaan sebaik-baiknya, untuk menyenangkan hati Ratu Sudesna dan wanita-wanita lain di dalam istana itu. selengkapnya

Manusia Tri Guna

kategori: Artikel Baru
Dalam kitab Tantri Kamandaka ada cerita seekor macan berguru pada sapi. Akhirnya macan ikut-ikutan vegetarian seperti gurunya. Lama kelamaan macan kehilangan jatidirinya sebagai macan. Tidak juga ia berhasil menjadi sapi. Oleh karena itu, maka dengan sangat mudah pemburu menangkapnya. Karena sudah tidak lagi ada macan, akhirnya hutan tidak lagi angker. Para penebang kayu seenaknya membabat pohon-pohon. Lama kelamaan hutan itu pun musnah. Tanpa hutan hancurlah jagat. selengkapnya

Anak Perempuan Sebagai Pemberi Cinta Kasih Dalam Keluarga

kategori: Artikel Baru
Pernahkah Anda membaca kisah dua orang ibu yang memperebutkan seorang bayi laki-laki, sembari menelantarkan seorang bayi perempuan? Dikisahkan bahwa ada dua orang wanita melahirkan dalam waktu yang hampir bersamaan. Yang satu melahirkan bayi laki-laki, yang lain melahirkan bayi perempuan. Kedua bayi tersebut dibaringkan di tempat yang sama. selengkapnya

Memahami Tuhan yang Tidak Terpahami

kategori: Artikel Pilihan
Orang sering mencari Tuhan (hanya) di tempat-tempat sembahyang seperti Pura, Masjid, Gereja, Vihara, Mandir, dan lain-lain. Begitu mereka balikkan badan dari Pura dan lain-lain maka dia sudah tidak bersama Tuhan karena Tuhan "dititipkan” di Pura, Masjid, Gereja, Vihara. selengkapnya

PATIBRATA - Membaca Pesan Ibunda Sita Kepada Generasi Milenial

kategori: Artikel Pilihan
Panah bernama guhya wijaya yang diberikan Dewa Indra kepada Rama berhasil menggugurkan Rawana. Apakah masalah selesai? Ternyata tidak. Setelah musuh di luar diri dikalahkan, maka pertempuran yang sejati adalah perang melawan musuh yang konon tempatnya dekat. Pengarang kakawin Ramayana sejak awal telah mengingatkan bahwa musuh itu tidak jauh, ia dekat, ia berada di dalam diri, ia bermarkas di hati. Pada gilirannya, reinkarnasi Wisnu itu juga berhadapan dengan dirinya sendiri. selengkapnya

Agama Kemanusiaan

kategori: Artikel Baru
SEJATINYA agama diturunkan Tuhan adalah untuk manusia. Sehigga penerapannya lebih kepada usaha memanusiakan manusia agar menjadi manusiawi. Prinsip dasarnya adalah bagaimana melalui ajaran agama kehidupan manusia selalu dalam keadaan sejahtera dan bahagia, diliputi suasana aman, nyaman, rukun, dan damai. Sehingga kalau ada pertanyaan, agama apa yang baik, sebenarnya bukan pada agamanya tapi pada manusia beragamanya. selengkapnya

Politik Ni Dyah Tantri

kategori: Artikel Baru
Mendengar nama Ni Dyah Tantri, pikiran langsung melayang. Layangan pikiran itu seakan terombang-ambing ke segala arah oleh desiran angin kisahnya yang menembus berbagai belahan bumi dan temporalitas. Sekat-sekat zaman seolah lebur ketika nama Tantri disebut. Kisahnya disadur, digubah atau ditransformasi, dan dijadikan objek kajian teks, bahkan dipuja dalam wujud relief-relief pada candi-candi pemujaan. selengkapnya

Memilah untuk Memilih

kategori: Artikel Baru
Andaikan seperti buah manggis, antara tanda di luar dengan isi di dalam selalu tepat/benar, maka tidak akan ada keraguan untuk memilih, bahkan tanpa harus memilah terlebih dahulu. Sayangnya ketika berurusan dengan memilih dalam konteks kepentingan politik terkait perolehan suara guna meraih kursi kedudukan/kekuasaan, lebih sering tak mudah memilah, bahkan acapkali “galih” (gagal memilih). selengkapnya