Artikel Terbaru

Sepi Ing Hoax

kategori: Artikel Baru
Tahun lalu, untuk pertama kalinya, Nyepi bebas dari internet. Tahun ini, tampaknya “hawa sakti” itu juga akan dipadamkan. Seperti biasa, kebijakan itu menuai pro-kontra. Masalahnya bukan setuju atau sebaliknya, menolak. Masing-masing argumentasi sudah kokoh dengan kepentingannya. Secara antropologis, yang perlu didalami apakah kebijakan ini telah memengaruhi kesadaran manusia untuk, misalnya berubah menjadi baik atau sebaliknya, makin merasa tersiksa. selengkapnya

Sembah

kategori: Artikel Baru
Dalam bahasa Indonesia, istilah sembah berarti untuk menghormati, hormat, penghormatan atau penyembahan. Hal ini juga sinonim dengan bahasa jawa, suhun. Menurut Hamka dalam bukunya Dari Perbendaharaan Lama kata ini berasal dari bahasa jawa untuk posisi (susunan) tangan dalam pemujaan, dilakukan dengan tangan digenggam bersama-sama, telapak tangan bersentuhan dan jari-jari mengarah ke atas, lalu membungkuk. Pengaturan ini yang memiliki beberapa kesamaan dengan namaste dalam tradisi India disebut "sembah", yang digunakan untuk menghormati dan memuji. selengkapnya

Shakti dan Shanti

kategori: Artikel Baru
Berbagai ulasan shastra menjelaskan jika Nirguna Brahman adalah kesadaran murni yang tidak tersentuh oleh cara pandang material, sementara penampakan dunia fisik menunjukkan bila terdapat kekuatan lain yang menjadi jembatan antara yang tidak ternyatakan menjadi berwujud bahkan dapat diraba. Energi tersebut dinamai shakti yang karena kedinamisannya menyebabkan sangatlah besar peranannya dalam proses penciptaan. Suatu pernyataan menarik ditemukan dalam Kubjika Tantra bahwa bukanlah Brahma, Wisnu, dan Siwa yang berperan sebagai pencipta, pemelihara, serta pengurai/ pelebur melainkan para shakti (Brahmani, Vaisnavi, Rudrani). Artinya bila Tuhan tidak menggeser sifat maha halusNya menjadi kekuatan-kekuatan yang lebih kasar maka penciptaan mustahil bisa terjadi. selengkapnya

Kumbhamela dalam Veda

kategori: Artikel Baru
Perayaan festival mandi suci Kumbhamela di Prayag atau Allahabad di India Utara, kini sedang menjadi berita besar dunia. Media internasional menyimpulkan bahwa Kumbhamela merupakan festival kumpulan manusia terbesar di dunia, “The Biggest Religious Gathering, on Earth”, yaitu perayaan keagamaan terbesar yang ada di muka bumi ini. Herbner dan Osborn memberikan julu- kan untuk Kumbhamela sebagai perayaan keagamaan terbesar di dunia (the greatest religious gathering in the world), rasanya tidaklah berlebihan. selengkapnya

Nyepi Sebuah Edukasi

kategori: Artikel Baru
Upacara nitya karma, adalah upacara yang dilakukan setiap hari dan upacara naimitika karma adalah upacara yang dilakukan pada waktu tertentu. Contoh jenis upacara yang termasuk dalam upacara nitya karma adalah (1) yadnya sesa, yakni persembahan berupa makanan dan lauk-pauk, setelah selesai memasak; (2) persembahan canang sari, dan (3) melakukan persembahyangan tri sandya, pada pagi hari, siang hari, dan sore hari. Sedangkan yang termasuk upacara naimitika karma adalah upacara yang sifatnya insidental meliputi berbagai jenis upacara yang tercakup dalam upacara panca yadnya. selengkapnya

Mulat Sarira Hangrasa Wani

kategori: Artikel Baru
Untuk apa manusia harus selalu mulat sarira angrasa wanil Pertanyaan ini berkaitan dengan jati diri manusia yang sesungguhnya menurut agama Hindu. Setiap makhluk, termasuk manusia menurut agama Hindu sesungguhnya berasal dari paramatman (Tuhan) yang maha besar. Bagian terkecil dari paramatman yang kemudian disebut atman, mewujud ke dalam setiap makhluk. Ibaratnya setetes embun yang berasal dari air laut yang maha luas, demikianlah atman meresap ke dalam setiap wujud makhluk hidup. selengkapnya

Kancut Bali di Kaki Nusa Damai

kategori: Artikel Baru
W. S. Rendra Hidup dikuasai kehendak manusia, tanpa menyimak jalannya alam. Kekuasaan kemauan manusia, yang dilembagakan dengan kuat, tidak mengacuhkan naluri ginjal, hati, empedu, sungai, dan hutan. Di Bali: pantai, gunung, tempat tidur dan pura, telah dicemarkan selengkapnya

Etno Nasionalisme

kategori: Artikel Baru
Ketika berada di luar Bali, entah di mana saja, bahkan di luar negeri sekalipun, kadang kita ingin mencari “orang yang sama” dengan diri, semisal suku, agama, atau daerah asal. Jika mencari orang Bali sampai bertanya lelintihannya juga. Ada perasaan yang liyan jika itu terjadi. Akhirnya kita merayakannya karena merasa "disatukan” lagi meski di tempat dan waktu yang berbeda. Namun, suasana berkebalikan jika kita berada di tengah-tengah “orang yang sama” itu, sering bergesekan justru karena homogenitas itu. selengkapnya

Bali dan Maharaja Bali

kategori: Artikel Pilihan
Salah satu tonggak yang dapat dikatakan paling menonjol dalam sejarah Bali adalah kedatangan Rsi Markandya sekitar abad VII Masehi. Konon sang pendeta mendapat wahyu untuk membuka hutan di wilayah Bali ketika mengadakan pertapaan di Gunung Raung. Misi pertama sang pendeta mendalami kegagalan sebab orang-orang Desa Age yang mengiringi perjalanannya banyak yang meninggal akibat terserang wabah gudu (malaria). Setelah memohon petunjuk gaib, misi kedua sang pendeta menemui kesuksesan sebab segala kegiatan yang akan dilakukan didahului oleh caru pengruwak selengkapnya